
Membuat wajah Danang masam melihat kemesraan Ferdi dan istrinya Bagaimana tidak wanita itu tak terpengaruh sama sekali dengan ancaman Danang .
Sedangkan Yusuf dan Adi duduk tenang makan di meja makan bersama Aris dan mas Kentung
" Kenapa dengan tuh muka nang kok di tekuk begitu " kata Aris
" Pengen tahu aja " kata Danang
" Bukan pengen tahu nang Tapi sudah tahu gue Lho kan gampang iri hati lihat orang bahagia " Sindir Aris
" Mana ada ?"Kata Danang sambil duduk di depan
" Bibir lho bisa bohong nang Tapi tuh mata no .... no Lho kan paling iri lihat rival lho bahagia Dan akan senang bila rival lho terjatuh dan menderita Kaya waktu mba Yuni meninggal kan lho paling bahagia Dari yang lain " kata Aris
" Aris....!!!!. Hati hati kalo lho bicara Aku tak pernah sejahat itu" kata Danang tak terima karna Aris menuduhnya Seperti itu di depan teman teman nya
" Masa " kata Aris
" Sudah ris makan saja , kalo kita menghadapi orang jahat itu harus pintar ris pakai akal Ngak perlu terpancing emosi Santai bro karna ada tuhan Lihat Tri dia santai kan Tapi buktinya dia hidup bahagia Tuhan ngak buta coy Dia tahu hati manusia " kata Yusuf menasehati Aris
" Iya benar bro kan kita ngak perlu bingung santai .... " kata Adi
Yang membuat Danang dan Aris diam Tak lagi bicara Dan Aris pun kembali makan Sambil sesekali melirik Yusuf dan Adi Seakan mereka sudah tahu siapa Danang Dan tak lama terdengar suara heboh di luar .
" Wah .... bro rupanya kalian lagi di sini juga ya " kata Arista yang datang di antar Tri pagi ini bersama Akhtar
" Wah ...... hai tar " kata Adi melihat bocah mungil itu tersenyum di gendong Ariesta Yang membuat Danang mendelik Melihat Akhtar memeluk Ariesta erat
" Anak lho ris ?" kata Danang
" Ck ... pake nanya lho nang , pasti sudah tahu kan biar ngak gue jawab " kata Ariesta
" Hehehe ....... tumben lho nyampe sama Tri bukan sama Beni dan Anton
" Gue mau ketemu kakak ipar gue dulu lah .Emang kenapa masalah buat lho ?" kata Arista
" Ngak cuma kaget aja , bisa akur sama tuh rival lho Dia kan yang mengawini kekasih lho . Kok lho terima saja " kata Danang memancing
" Hahaha .......lho iri nang , kasihan lho bro ..Gue memang kekasih Yuni Tapi gue tak pernah maksa dia buat milih Tri Jodoh itu di tangan tuhan Jadi ngak mungkin gue nantang Allah nang " Kata Ariesta
" Jawaban yang cerdas ta, gue acungi jempol empat nih " Kata Aris memberi acungan jempol nya
__ADS_1
" Ck...... bolo kuruwonya jelas mendukung banget kan ta " kata Danang manyun
" Iya dong nang , ya ngak tar Akhtar mau makan lagi ngak " kata Ariesta mencium pipi Akhtar
" Ndak kenyang yah " kata Akhtar
" Weh ...... panggil apa tadi tar sama tuh om " kata Danang
" Ayah muda " kata Akhtar terkekeh
" Ayah muda !!!! " kata Danang kaget
" Hahaha....... kenapa nang kaget ?" kata Rista tertawa mengejek
" Iyalah ayah muda dan itu ayah tua " kata Akhtar terkekeh
" Hadeh.... join istri Tri " Kata Danang
" Terserah lho mikir apa nang Aku ngak perduli Bagi ku Ariesta sudah seperti adik Dan lagian tak ada masalah bagi istri ku untuk putranya memanggil Ayah pada Ariesta " kata Tri
" Maklum Tri dia kan iri lho hidup bahagia kang Yang satu hilang tumbuh satu lagi " Kata Ariesta
" Ck..... mana ada lho aja yang mikir gitu ta Gue orang nya santai Untuk apa iri bikin pusing " Kata Danang berdecak kesal
" Kang Tri sehat , gimana kabar mba Sinar baik kan trimakasih ya sudah bantu Nia " Kata Yunia tersenyum lalu mendekati Akhtar
" Hai ganteng sini sama tante Lihat ade yuk " kata Yunia mengambil Akhtar dari Ariesta
" Ade ...mana ?" kata Akhtar Yang mau di gendong Nia dan Nia membawanya ke kamar mbok
" Hai bro sehat" kata Ferdi menyalami Tri dan memeluk nya
" Ya sehat, gimana ? lancar kan " kata..Tri
" Ya bro " kata Ferdi . Lalu bergantian memeluk Ariesta Yang membuat Danang menelan saliva nya memasang wajah datar .
" Lho ngak pengen peluk gue nang " kata Ariesta menyindir
" Puih....... gak penting banget lho bro lebay "Kata Danang mencibir
" Ayo makan Tri ta kalian ngak usah dengerin tuh radio rusak " kata mas kentung Yang dari tadi diam
__ADS_1
" Iya lah mas, ngapain kira pikiran malah jadi penyakit sendiri .Maklum dia kan alay " kata Ariesta
" Apa tuh Alay, cowok melambai hahahaha...... " Tawa mas kentung Yang membuat semua nya ikut tertawa
Danang pun diam Karna tak mungkin ia ikut bicara lagi kalo para geng Tri sudah ngumpul Karna bisa bisa ia di bully kalo brani bikin masalah Dan Danang cepat cepat menghabiskan makanannya Lalu pergi dari meja makan yang membuat Tri hanya meliriknya sekilas saja tanpa bicara
" Kok minggat nang " kata mas kentung
" Gue mau siap siap berangkat kerja " kata Danang
" Kerja apa bikin starategi " kata Aris menyindir Namun Danang hanya cuek
" Terserah " Kata Danang pergi ke kamarnya
Ferdi lalu ikut duduk di sebelah Arista Memperhatikan Arista yang tambah tinggi Dan berisi karna Ariesta sekarang membawa alat sendiri bersama kang Ali dan .juga kang Sapto .
Sedangkan Yuni baru saja ingin berangkat ke pasar Ketika Rendi dan Rudi datang menghampirinya di teras
"' Mba apa Tri ada ?" kata Rudi
"' lagi ke camp mas ngantar Ariesta . Apa ada urusan penting ?" kata Yuni menatap dua pria itu
" Kita mau ngajak dia ke camp mba Tapi kalo sudah disana ya kebetulan sekali Ya sudah kita pamit ya mba mau nyusul kesana " kata Rendi
" Ya mas hati hati " kata Yuni tersenyum
" Ya mba assalamualaikum " Kata Rendi
"' Walaikum salam " Kata Yuni yang menurun kan motornya Sambil menunggu mbok selesai berpakaian
Sedangkan Beni dan Anton sedang berboncengan menuju camp untuk bertemu Yusuf dan Tri Yang ingin kumpul untuk meeting sekalian bertemu Tri Karna lama tak bertatap muka Dan lagi ingin mendengar langsung rumor Tri yang menikahi seorang janda Setelah istrinya itu meninggal Yang membuat Beni dan Anton penasaran ada apa dengan temannya itu Karna Tri tak pernah bercerita banyak Apalagi untuk masalah pribadinya Tapi beritanya bikin heboh para mekanik baru Yang ingin tahu banyak kehidupan atasannya Yang menurut mereka penuh misteri Karna menikah diam diam lalu meninggal Dan pindah tugas lalu menikah lagi
" Rendi....." Teriak Beni ketika melihat Rendi dan Rudi
" Woi..... kalian ikut juga "' kata Rendi
" Iyalah , biar clear pengen tahu Seperti apa ceritanya " kata Anton berteriak
" Aish...... cerita nya rumit jelimet bro ngak kelar satu minggu kalo cerita " Kata Rudi
" Oh ya kok bisa ?" kata Beni yang menjalan kan motor mereka bersama Ke camp yang sudah tak jauh lagi di depan mereka.
__ADS_1
" Bisa lah " Teriak Rendi tertawa