Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 241


__ADS_3

Yuni duduk bersandar menghadap tempat lain nya Entah mengapa ia merasa ngeri sendiri Dan berharap mata batinnya akan tertutup sendiri Mengingat hantu hantu di tanah jawa lebih mengerikan


" Ya Allah tutup mata batin ku " kata Yuni Yang lalu menghampiri toko pakaian nya Karna tak mau melihat mahluk mahluk itu Yang lebih mengerikan dari hantu


" Kok mba Yuni lemas sih " kata Anggi


" Ya lagi lapar " Kata Yuni santai Karna tak mungkin ia menceritakan itu pada karyawan nya Pastinya mereka akan ketakutan Dan mengira Yuni mengada gada cerita


" Mba Yuni kok baru kelihatan " kata Mba Dirah pemilik toko depannya


" Ya mba maklum repot lagi ngurus anak " kata Yuni tersenyum


" Wah si Akhtar buat mba Dirah saja mba Pasti dia disini bakal hidup mewah saya jamin bisa jajan tiap hari " kata mba Dirah penjual barang pecah belah itu


" Nauzubillah , amit amit mending anak ku ngak usah jajan kalo jadi tumbal " batin Yuni yang tak mungkin bicara begitu di depan mba Dirah .


" Wah maaf mba , Akhtar sudah ketemu Ayah nya .Ayah nya sudah pulang dari papua " Kata Yuni


" Alah paling juga seberapa sih gaji montir rendahan gitu Kalo ikut saya kan bisa jalan jalan mba tiap tiga bulan sekali " Kata mba Dirah sombong


" Alhamdulilah kalo bisa plesir ya mba berarti makmur dong " puji Yuni


" Iya lah saya bisa dapat 5 juta sehari kalo berjualan. Dan rumah saya itu ada 5 mba di jawa di sini saya punya 20 pintu kos kostan " Kata mba Dirah


" Wah .... hebat mba Dirah, usahanya maju Alhamdulilah ya mba bisa sukses di ratau orang ." Kata Yuni


" Tapi sayang mba Dirah kok ngak punya anak , nah kalo nanti pas koit siapa Yang mewarisinya mba " Kata Anggi .


" Heh.... Anak angkat saya itu banyak kok mba Anggi jadi ngak perlu khawatir " Kata mba Dirah


" Jangan percaya mba, itu mba Dirah kalo ambil anak pasti meninggal Dan lagi tiap pulang ke jawa ia slalu bawa sesajen ke gunung kawi " bisik pemilik toko sebelah Yuni yang berjualan perabot plastik


"' Heh......memang ada apa disana mba ?" kata Anggi


" Minta pesugihan" bisik ibu itu pelan

__ADS_1


" Hi......amit amit , jangan ngomong sembarangan ah masa begitu sih mba " kata Yuni


" Benaran mba , yang bantu bantu disana pernah cerita Kalo mba Dirah itu katanya pake penglaris Makanya cepat kaya " Kata ibu itu lagi


Yuni terdiam tak banyak bicara Lalu duduk memperhatikan para pembeli di toko mba Dirah Namun tak sedikit pun terbesit di hati nya ada rasa kata Iri


Sedangkan di camp siang ini mbok sedang menyiapkan makanan membuat telur ceplok Dan oseng sayur kacang panjang Akhtar yang melihat mbok memasak Duduk tenang tanpa komentar apa pun Karna Akhtar sudah di siapkan bekal oleh sang bunda


" Akhtar bawa bekal apa hari ini le, kata Mbok


" Ikan masak merah mbok kata bunda namanya masak habang haruan Orang kalimatan bilangnya gitu Ikan gabus di goreng kering di kasih bumbu merah " jelas Akhtar


" Kok pintar , Akhtar tahu dari mana ?" kata mbok


" Kan Akhtar sering lihat bunda beli bumbunya yang sudah jadi di pasar mbok " kata Akhtar tersenyum


" O.... gitu jadi praktis dong ngak pake repot " Kata mbok mencium pipi bocah itu Yang bicara seperti orang dewasa


" Iya mbok mau main ke rumah Akhtar kan besok Ayah libur " Kata Akhtar


" Ya besok ya sekalian dari pasar " kata mbok mengusap kepala Akhtar dan tak lama Tri Yusuf dan datang untuk makan siang bersama mas kentung Sedangkan Ferdi dan Adi ke hutan untuk memperbaiki alat yang kemaren.


" Iyo anakku mas , sini sayang " kata Tri mengangkat tubuh Akhtar ke pangkuannya


" Kok iso Tri mirip sama kamu "Kata mas Kentung


" Ya jelas mirip aku toh Yang bikin aku mas sendiri Nah kalo sampean yang bikin pastinya ya mirip sampean mas " Kata Tri santai


" Waduh .....tapi bisa ya mas mirip, aku penasaran pengen lihat ibunya" Kata yusuf


" Ngak usah takut lho kencing berdiri nanti suf " kata Tri


" Hah...... mana ada begitu " Kata Yusuf


" Hahaha...... Kencing lari kali suf , jangan jangan tuh ibunya juga mirip mba Yuni juga " kata mas Kentung tertawa

__ADS_1


" Astaga mana ada orang yang mirip begitu sih mas " kata Yusuf menyangkal


" Hei.....jangan salah di dunia ini kita itu punya kembaran Yang sangat mirip diri kita sendiri Cuma kita ngak nyadar bisa sampai 7 orang malah " Kata mas kentung


" Masa sih " Kata Yusuf sambil melirik Tri yang memeluk Akhtar dan mencium nya pucuk kepalanya berkali kali


" Bekal ade mana , ayo ambil kita makan bareng bareng " kata Tri


" Di kamar mbok yah " kata Akhtar yang turun dan mengambil tasnya Lalu memberikan nya pada Tri . Tri Kembali mendudukkan Akhtar di kursi Dan menyiapkan piring untuk Akhtar makan


" Wah enaknya ........ "' kata Yusuf melihat menu Akhtar yang lengkap Membuat para karyawan staf yang melihat ikut menelan salivanya


" Wah ...ade kok bawanya yang enak enak ya " kata pa Tyiur ikut makan Duduk di sebelah Tri sambil melihat Tri dan Akhtar makan Karna kalo Akhtar tidak bisa menghabiskan makannya Tri sudah siap melahapnya Yang membuat semua mata melihat kearahnya


" Ada apa ?" kata Tri heran


" Perasaan bini lho masak enak enak Tri kok ngak di ajak kesini saja buat jadi koki kita " kata Aris


" Ck ..... Kau kira istriku pengangguran ris Dia kerja ris jualan di pasar Jualan baju dan sembako Mana mau masak buat kalian Orang di rumah sudah masak sendiri kok " jelas Tri


" Kali aja mau kan lho kerja disini " kata mas kentung


" Ogah dari pada kerja sini di gombal kalian mending sama mamas nya sendiri ya de " kata Tri


" Iya , Bunda kan banyak duit , biar ngak kerja juga punya duit ya kan yah " kata Akhtar


" Wah .. nih bocah kok bisa sama kaya bapa nya juga " Kata pa Tyiur terkekeh


" Ya lah pa , kan tuh bocah fotocopy Tri Lihat aja tuh mukanya " Kata mas kentung terkekeh


" Hahaha....... emang " Kata Tri Yang tak menapik memang Akhtar anak nya Ya jelas sangat mirip dirinya Hanya saja Akhtar akan lebih ganteng Karna berkulit putih mirip ibunya .


Suasana makan pun menjadi heboh dengan canda juga sindiran Yang di tujukan pada Tri Tapi Tri bersikap santai Yang membuat Lala yang lagi makan bersama mbok heran mendengar para pria itu heboh


" Mbok apa benar ibu nya Tuh bocah janda sih mbok Tapi kok Lala merasa aneh ya mbok kok bisa tuh bocah mirip banget sama mas Tri jangan jangan mas Tri sudah lama nikah nya mbok Tapi baru ketahuan sekarang " kata Lala

__ADS_1


" Entah lah mba, mbok juga kurang tahu " Kata mbok Yang teringat Yuni hamil saat ia meninggal waktu itu Yang menjadi misteri tersendiri bagi mbok Yang dekat dengan mba Yuni


" Mbok ......." panggil sebuah suara Yang membuat mbok dan Lala kaget


__ADS_2