Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 143


__ADS_3

Sore nya Tri memakai baju baru yang terlihat keren Yang membuat Nugrah senang kalo Tri terlihat tampan


Apalagi ia ingin mengajak Tri jalan jalan


Sedangkan Yuni baru saja sampai di rumah Lery mengantar Paijo yang membuat Browni senang Yuni membawa Paijo untuk bertemu saudaranya


Guk.....guk......guk .....


Suara anjing pun saling bersahutan .Karna senang bisa bertemu saudaranya Yang membuat Yuni tertawa karna anak anak anjing itu langsung bercanda bahagia


" Mereka senang om, oh ya apa dia sudah pergi " kata Yuni .


" Ya ke pontianak " kata Lery


" Bagus lah " kata Yuni yang lalu duduk santai dan bercerita sampai hari senja Dan Yuni menyempatkan sholat magrib Sebelum Lery mengantarnya ke sampit Karna tadi ia menumpang satpam perkebunan ketika ingin pergi Agar tak repot membawa motor Dan lagi ia sudah pamit pada pa Tyiur .


Dan setelah magrib Lery pun hendak keluar mengantar Yuni ketika bola api mendekati rumah Lery


" Astaga berani sekali mereka mengirim nya " kata Lery .Yang tahu itu kirman guna guna


" Mereka mengirim nya untuk ku om Mana panah om " kata Yuni


" Tuh di balik pintu " kata Lery Yang membuat Yuni cepat cepat masuk dan mengambil busur panah untuk memanah bola api itu


"' Kembali lah pada tuan mu " kata Yuni berdoa dan fokus menatap bola api itu Lalu melepaskan busur panah nya Mengenai bola api itu Yang lalu pecah dan menghilang karna buyar ..


" Bagus biar mereka tahu rasa " kata Lery melihat Yuni masih mahir memanah Karna memang diajarkan sang kakek untuk berburu rusa dan burung .Dan kembali menyimpan nya di balik pintu


Dan kembali lagi keluar Dan naik ke motor di boncengan Lery


" Browni jaga anak anak mu ya aku pulang " kata Yuni Yang membuat Paijo menggonggong mengucap kan terima kasih Karna senang bertemu saudara saudaranya.


" Om antar aku beli pulsa dulu ya baru kekantor " kata Yuni .


" Ya sekalian beli martabak buat tante mu " kata Lery yang lalu melajukan motornya kekota sampit Dan mereka pun mampir di toko pulsa dulu yang dekat dengan warung bakso.


Tri makan dengan lahap ketika merasakan baksonya sangat enak Dan mereka duduk santai di antara para pengunjung yang lain.


" Enak kan " kata Nugrah pada Tri


" Ya enak pelan pelan makan nya " kata Tri yang memakan nya dengan lahap Begitu juga Nugrah yang makan dengan lahap hingga celemotan Dan Tri pun mengambil mie yang menempel di pipi Nugrah


" Nempel nih " kata Tri tersenyum Yang duduk berhadapan dengan Nugrah


" Hehehe so sweet lho Tri " kata Nugrah senang Saat Tri perhatian padanya Dan tak sengaja mata Nugrah bertatapan pada mata Yuni Yang tersenyum melihatnya


" Hai ' Yun....." kata Nugrah tersenyum Yang membuat Tri mengira Nugrah bercanda


" Sama siapa ?" kata Nugrah


' Tuh , selamat bersenang senang " kata Yuni santai sambil tersenyum


Deg......


Tri pun menoleh dan melihat Yuni bersama Lery Yang terlihat cuek padanya .

__ADS_1


" Mampus lho Tri, ah sial " kata Tri dalam hati Karna Yuni hanya melihat nya sekilas lalu pergi bersama Lery


" Pacar nya Yuni ganteng ya Tri serasi sama sama putih " kata Nugrah


"Itu bukan pacarnya Nug , Tapi paman nya " kata Tri yang merasa kan bakso nya terasa hambar setelah melihat Yuni Yang pasti makin ngambek padanya .


" Hah.......paman " kata Nugrah melongo


" Aish ..... kenapa dia ada disini sih " kata hati Tri bingung Karna tak mungkin ia meninggal kan Nugrah untuk mengejar Yuni yang pergi entah kemana Yang membuat Tri hanya diam sepanjang jalan Ketika Nugrah mengajak nya berputar putar keliling kota sampit .


Sedangkan Yuni sudah sampai di kantor ia masuk lewat pintu depan Yang belum terkunci


" Malam ci, koh " kata Yuni melewati sepasang suami istri itu lagi santai Lalu memberikan sekotak martabak


" Wah rezeki , terimakasih yun Kamu jadi cuti yun " kata ci Lily


" Ya ci besok pagi sudah berangkat ini mau ambil baju dulu di kamar Raya " kata Yuni yang menenteng ransel nya


" Ya sudah sana " kata ci Lily yang memang asyik ngobrol dengan suaminya


Dan Yuni pun masuk kekamar Raya Yang membuat Raya kaget Dan hantu bocil senang melihat Yuni yang memberinya sekotak martabak Dan juga untuk Raya


" Lho jadi cuti Yun " kata Raya


"' Iya besok berangkat pagi biar bisa pulang dulu kerumah kakek Untuk bertemu adik dan ibu " kata Yuni


" Oh gitu , ya sudah salam aja ya " kata Raya tersenyum


" Ya , Nugrah nginap disini " kata Yuni .


" Ya sudah mudahan mereka senang " kata Yuni Yang langsung memasukan bajunya ke dalam ransel besar juga kalung emas nya dan uang Yang masih tersimpan rapi di lemari Raya Setelah selesai Yuni pun lalu tidur untuk istirahat .


Pagi Tri sudah bangun sholat subuh dan duduk melamun sambil melihat sekeliling kantor .


"' Kenapa melamun Tri, bukan nya habis kencan harusnya senang kok malah terlihat galau begitu " kata Rendi


" Apa Yuni menginap disini " kata Tri


" Ngak tuh , ngak lihat Yuni biasanya kalo dia disini pasti heboh " kata Rendi Yang duduk santai


" Yuk sarapan tuh pa Sugeng sudah ngopi " kata Tri yang lalu turun kebawah untuk meminta teh pada tukang masak di dapur


" Mas aku saja yang buat kan teh nya ya " kata Nugrah yang langsung sigap membuat kan Tri teh


" Ya terserah " kata Tri duduk di kursi meja makan


" Kan calon istri yang baik Tri " kata Rendi yang duduk di sebelah Tri dan mereka duduk santai sambil bercanda


" Tri di hidung mu ada tahi cicak tuh " kata Nugrah bercanda


" Mana ?" kata Tri meraba hidung nya Dan membuat Nugrah tertawa senang bisa mengerjai Tri


" Lho ngerjain ya Nug nih di hidung mu juga ada tahi cicaknya nya " Kata Tri balas mengerjai Nugrah dengan ampas kopi Yang membuat kedua nya tertawa begitu juga Pa Sugeng Rendi dan Rudi


" Tuh ada akan " kata Tri menoel hidung Nugrah bersamaan dengan Yuni ingin kedapur Dan ketika melihat Tri Yuni pun berhenti Dan seketika tawa Tri juga terhenti Ketika Melihat Yuni berdiri di depan pintu dapur .

__ADS_1


" De ......." kata Tri Yang ingin berdiri Namun Yuni cepat berbalik dan kembali kekamar Raya .


Tri pun mengejar nya Namun Yuni sudah masuk kamar Raya dan Tri mengetuk kamar Raya Tapi tak ada sahutan .


Sedangkan pa Sugeng Rendi dan Rudi saling padang dan melihat Nugrah yang manyun Karna Tri mengejar Yuni


Tok......tok.......tok....


" De buka pintunya" kata Tri yang mengetuk pintu Dan ketika beberapa saat pintu pun terbuka


" Ada apa Tri " kata Raya


"' Bisa suruh Yuni keluar ngak mba " kata Tri


" Mana bisa orang dia lagi mandi tuh " kata Raya membuka pintu lebar Karna memang Yuni sedang mandi


" Yuni tadi malam ginap di sini mba " kata Tri menatap Raya


" Iya kenapa emang Tri ?" kata Raya


" Oh ngak pa pa , ya sudah bilang saja tadi Tri nyari in ya mba " kata Tri Yang lalu meninggalkan kamar Raya


" Ya " kata Raya kembali menutup pintu.


Tri pun lalu kembali kedapur dan duduk di sebelah pa Sugeng dengan perasaan ngak enak


"' Kenapa ngambek ?" kata pa Sugeng


" Ya .... biasa marah dari kemaren " kata Tri yang menarik nafas panjang


"' Hahaha.........galau galau deh lho Tri Kalo di tolak kan ada Nugrah ya kan Nug " kata Pa Sugeng


" Ya pa, Lagian kan Yuni ngak mau sama kamu Tri " kata Nugrah menatap Tri yang terdiam.


" Emang Yuni bilang gitu Nug " kata Tri


" Bukti nya dia cuek ,tadi malam aja cuek kan " kata Nugrah


" Hah...... jadi tadi malam Yuni lihat kalian berdua jalan " kata Rendi


" Iya tapi dia juga sama cowok " kata Nugrah


"' Waduh ......... wah ......ini " kata pa Sugeng menatap Tri yang terdiam Sambil mengaruk kepalanya karna bingung .


" Wah.....1 sama pa " kata Rendi terkekeh


" Satu sama gundul mu Ren " kata Tri Yang lalu pergi keluar dapur


" Hahaha ......... galau galau woi ....." ledek Rudi tertawa bersama Rendi Sedang Nugrah hanya diam bersama pa Sugeng


Sedangkan Yuni yang sudah berpakaian rapi langsung berpamitan pada Raya dan Ci lily juga koh Asang


" Yun tadi Tri nyari kamu " kata Raya


" Ya salam saja Ray aku pulang ya " kata Yuni yang lalu pergi lewat pintu depan Dan pergi mencari ojek Dan tak lama ojek pun datang .Lalu Yuni pun pergi ketempat travel untuk pulang lebih dulu ke Kapuas lalu ke Banjarmasin .

__ADS_1


__ADS_2