
Danang lalu kebengkel Dan duduk di depan para mekanik yang sibuk berkerja
" Hai nang apa kabar " Kata Tri .
" Apa anak lho Tri yang sama mbok di kamar " Kata Danang
" Kalo iya kenapa ?" kata Tri
" Cepat amat bikin nya Apa lho tanam saham dulu baru nikahi tuh janda " Kata Danang asal
" Astaga nang mulut lho tajam banget tuh , Kalo gue jadi lho Tri mungkin sudah gue sumpal tuh mulut " kata Yusuf melirik Danang
" Mungkin dia mengatakan untuk dirinya sendiri suf Makanya dia tak terima di langkahi "Kata Tri santai Yang tak mau terpancing .Oleh perkataan dan tuduhan temannya itu Karna memang Tri tak melakukan hal di luar batas .
" Hahaha .....emosi lho suf , tapi memang kenyataan nya kan masa baru nikah punya anak " Kata Danang
" Masalah emang nya buat bang Danang ?" kata Adi ikut bicara
" Iya tuh ngapain juga datang datang ngomong begitu " Kata mas Kentung
" Aku cuma curiga , Tri diam diam mencekik Yuni hingga mati Karna sudah tidur dengan perempuan lain . Jadi pas Yuni tahu Makanya langsung di kak ......." kata Danang memegang lehernya
" Astagfirullah Aladzim dosa lho bang bikin fitnah kaya gitu, aku doakan tuh para hantu mendatangi sampean nanti malam Biar tahu rasa " kata Adi kesal Menatap tak senang pada Danang
" Astaga di , rupa nya kau ikut membela Tri bro " Kata Danang Yang membuat Tri menatap tajam Danang
" Sikat kang, kita kubur hidup hidup dia baru tahu rasa " kata Yusuf kesal
" Yah .... lho suf emosian , sorry Tri gue hanya mau tahu tuh Anak kok bisa mirip lho banget " kata Danang
" Ya karna dia memang anak gue jadi wajar dia mirip . Apa masalah buat lho Makanya cari perempuan halal buat lho tiduri nang Biar saham mu itu ngak jadi anak kecebong di sungai .Rugi buang duit Kalo ngak jadi bibit Lho kalah set sama si Ferdi " kata Tri menyindir Danang
" Hahaha......... mampus lho nang, benar tuh kang asal genjot lagi . Kalo jadi penyakit baru tahu rasa . Asal taruh bibit sih makanya ngak jadi jadi " ledek Yusuf tertawa
" Maklum suf dia kan banyak duit Maka nya mumpung muda tepuk bokong bohay sana sini Tuh duit panas kali Padahal banyak Tapi sayang terbuang percuma " kata Kentung menyindir
" Aish kalian ini , ya jelas gue kalah gue sendiri lho berempat " Kata Danang kesal Karna para teman nya itu membela Tri habis habisan .
" Salah lho sediri Tuh mulut ngak disekolahkan " kata Tri
__ADS_1
" Iya tahu gue Tri , Trus bini lho mana kok ngak di bawa kesini ?" kata Danang
" Ngak perlu nang , gue takut lho kencing berdiri di celana nanti nang Bila lihat bini nya Tri Atau pingsan di tempat " Kata Yusuf melirik Tri
" Hahaha.........iya kang " Kata Adi tertawa Karna ia juga sempat sampai ngompol ketemu istri Tri Yang sempat mencari Tri ke bengkel Yang mengira itu hantu Nyatanya Yusuf bilang itu istri Tri yang baru Yang mirip persis mba Yuni
" Ck ... mana ada aku takut hantu aku sudah kebal di hutan "kata Danang
" Iya nang, sampai tidur pelukan sama orang hutan Untung tuh orang hutannya laki kalo orang hutannya perempuan wah saham lho pas jadi Danang junior yang berbulu bulu nang " Tawa Kentung
" Hahaha.......... hahaha.... .hahaha"
" Sialan lho mas, buka aib gue Tahu dari mana emang ?" kata Danang kesal
" Ariesta tuh yang cerita " kata Kentung tergelak Karna Ariesta cerita lewat telpon Kentung saat menanyakan kang Ali
" Hahaha wah pantas .... kalo pisang ketemu pisang .." Gelak Adi terbahak bahak Yang membuat Danang terdiam
Yang membuat Tri ikut terkekeh karna mendengar perkataan Adi Yang membuat Danang memasang wajah sangar
" Hahaha ......... pisang Ambon nya gosong dong kalo di setrum bareng " Kata kentung ngakak habis Membuat Yusuf dan Adi ikut tertawa bersama Sehingga bengkel menjadi riuh
" Kapok dia mas " kata Adi
" Biarin, masalahnya tuh mulut kebiasaan nanti bila di biarkan . Karna sifat seperti itu bahaya bila kerja di lapangan Bisa bikin orang panas hati Ingat kan teman Beni yang mati di bunuh itu " kata mas Kentung Saat mengingatkan teman mereka sesama mekanik yang di bunuh operator alat berat saat bekerja Hanya gara gara omongan tak bermutu Seorang mekanik jadi korban
" Iya biar mereka ngak ngomong seenak nya mas , aku ngak suka dengarnya " Kata Yusuf
" Iya benar itu kang, kita sama sama kerja kok mancing mancing Kalo mau tanya ya baik baik saja " kata Adi Yang kadang juga kesal bila para operator Yang terlalu banyak bicara seenaknya
" Ya sudah kita selesaikan ini ,setelah itu istirahat " Kata Tri Yang tahu mereka sebagai mekanik banyak diremehkan bila lamban bekerja Padahal Tri juga tahu kalo menjadi mekanik ltu lebih berat pekerjaannya
Di sisi lain di belakang mess mbok sedang memandikan Akhtar yang senang mandi di sungai Sambil menggosok sabun Akhtar bermain main menggoyangkan kakinya
" Sudah ya le Jangan lama lama nanti di cari Ayah " kata mbok. Yang merapikan sabun di ember Namun belum lagi selesai Terlihat Tri dan Yusuf datang
" Ayah .... Om ucup " Teriak Akhtar senang
" Ayah cari cari rupanya mandi di sini Mbok biar sama Tri .Mbok duluan saja " kata Tri Yang turun kesungai sambil mengendong Akhtar
__ADS_1
" Ayah Akhtar mau belajar berenang " kata Akhtar
" Ya tapi ngak lama ya , sudah sore nanti kita di cari bunda " Kata Tri Yang lalu memegang tubuh anaknya untuk belajar berenang Dan setelah merasa cukup Tri membungkus Akhtar dengan handuk Lalu berpakaian dan siap siap pulang kerumah
***********
Danang yang pergi keluar untuk membeli jajanan Tak sengaja melihat Tri pulang Lalu membuntutinya sampai sampit Karna penasaran siapa istri Tri
Tri memacu motornya santai hingga sampai di teras rumah . Dan mbok membukakan pintu Ketika Akhtar mengetuknya
Clek
" Mbok , bunda mana ?" kata Akhtar
" Di dapur le, sore mas apa Akhtar sudah mandi " Kata mbok Sumi
" Sudah mbok , bunda Akhtar mana ?" kata Tri yang masuk rumah
" Lagi mandi mas " Kata mbok yang lalu menutup pintu .
Sedangkan dari jauh Danang mengintip kerumah itu Lalu ia mendekati rumah Yuni dengan melompat pagar Dan berjalan ke pojok teras Dan mengintip lewat jendela pojok
Hantu bocil dan kunti yang melihat itu Langsung mendekati Danang yang mengintip Hingga kepalanya masuk ke jendela ingin melihat rumah Tri Namun belum lagi ia melakukannya Kunti dan bocil menarik bajunya Dan menampakan wujudnya Hingga Danang kaget setengah mati Apalagi Kunti membuat nya tak bisa bergerak Karna berdiri di belakang Danang dan bocil di depannya
" Han........tu ........" Kata Danang dengan suara serak Yang membuat Kunti tertawa Apalagi itu di waktu magrib
" Kik.....kik........kik ........
" Mas suka sama saya ya " kata Kunti itu tertawa
" Ti....... .dak .to........long " Kata .Danang tergagap yang membuat nya merasakan Air mengalir deras ke lantai teras
" Hih....... ngompol ..... bau pesing " kata hantu bocah menekan kepala Danang dengan telunjuk nya dan
Bug......
" Hihihi.........hihihi . .... dia pingsan cil tapi kok ngompol " kata kunti tertawa
" Biarkan saja ayo pergi dasar manusia bodoh " Kata hantu bocil lalu menghilang Meninggalkan Danang yang tergeletak sendiri di lantai teras pojok
__ADS_1