Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 278


__ADS_3

Beni dan Anton memeriksa semua sudut kamar Namun tak ada siapa pun disana Yang membuat Sandi dan Vian saling pandang Lalu mereka mengetuk kamar Rani dan Rena


Clek.....


" Ada apa sih ? Kalian menganggu orang tidur saja " omel Rani sambil mengucek matanya menatap para pria itu berdiri di depan pintu


" Rena mana ?" kata Vian


" Tuh masih tidur kenapa ?" kata Rani bingung


" Astagfirullah aladzim . Berarti itu tadi bukan Rena lalu siapa ? Jangan jangan hantu jadi jadian " kata Sandi


" Lho sih San pengen jahat sama Tri kemaren Jadi banyak setan dan hantu yang datang kesini " kata Vian


" Astaga yan hati hati ngomong , tak ada hubungan nya dengan semua itu Kenapa kau membahas masalah itu .Aku juga sudah minta maaf sama Tri kan " Kata Sandi gusar Karna Vian mengungkit masalah itu


" Astagfirullah aladzim ada apa sih San kok bisa begitu Aku memang belum mendengar kabar kebenaran nya Tapi Ariesta dan kang Ali Sempat bercerita kalo niat mu itu di sanggah oleh hantu " kata Anton


" Astaga kalian ini ,kalo mau ngobrol disana tuh di depan Aku mau tidur lagi Kalian ini menganggu tidur ku saja " kata Rani menutup pintu kamar


" Ya ampun dia marah. Ayo tidur lagi .Kalo mau membahas masalah Tri besok pagi saja Ini masih jam 2 Ayo kita tidur lagi " kata Beni Yang juga masih mengantuk Karna mereka juga baru sampai siang tadi Membawa alat berat pulang kandang


Sedangkan di sisi lain Tri dan Ariesta asyik ngobrol Karna mereka baru tiba di rumah jam 11 malam Yuni dan Akhtar juga baru saja istirahat dikamar Sedang kan Tri dan Ariesta ngobrol sambil rebahan dan nonton tv Sambil mengelar kasur di ruang tengah Karna mereka membahas alat berat Yang baru sampai pagi tadi .


" Tri apa Ferdi tidak tahu Kalo Yuni masih hidup " kata rista


" Ngak ta , kau bersikap cuek saja pada Yuni bila di depan Ferdi Karna Yusuf dan Adi juga tak mau bercerita Agar Danang juga ngak curiga " kata Tri


" Ya aku mengerti " kata rista Sambil matanya mengantuk


" Ya sudah ayo tidur " kata Tri


" Apa kau tidak tidur di kamar " kata rista Yang merebahkan kepalanya di batal


" Hanya malam ini Aku ingin bernostalgila dengan mu " kata Tri


" Hahaha.....ya ya asal jangan membawaku ikut gila saja seperti Danang dan Ferdi Karna kekasih ku itu " kata Arista tertawa


" Ya , kau kan masih waras " kata Tri tersenyum Lalu menarik selimut untuk mereka berdua

__ADS_1


" Ya aku tak mau gila karna wanita Tri jadi aku masih mempertahan kan kewarasan ku Kalo aku gila Aku takut kau tak akan selamat " kata Ariesta


" Ck..... sombong ayo tidur , besok kau pulang ke camp kan " kata Tri


" Iya lah apa kau mau aku di pecat " Kata rista Sambil memejamkan matanya


" Ya jelas tidak lah ris, aku takut kau gila jadi pengangguran " Kata Tri terkekeh


" Sialan " Kata rista lalu tidur memeluk Tri Dan tak lama mereka terlelap Yang membuat hantu bocil dan kunti melongo Melihat dua pria itu tidur saling berpelukan sangat mesra


" Ada apa ?" kata hantu om Jon


" Tuh mereka berpelukan seperti teletubbies " kata hantu bocil


" Ya itu biasa bagi manusia kalo kangen dengan saudaranya . Apa kau ingin aku peluk juga " Kata paman jon


" Hah.....hi ogah yuk kun , Kita tidur saja ini sudah malam " Kata hantu bocil


Dan mereka berempat pergi tidur di tempat persembunyian masing masing Yang berada di kamar depan


************


" Mbok kita sarapan duluan saja Karna mereka masih tidur " kata Yuni


" Ya mba " kata mbok Yang lalu menata makanan di atas meja Sambil membagi nya dua tempat Untuk mbok dan Yuni sarapan duluan Yang membuat paman jon menelan salivanya melihat makanan yang sudah matang


" Om sebentar aku belikan dulu " Kata Yuni Yang tahu para hantu juga lapar


Lalu bergegas pergi keluar rumah .


********


Disisi lain Ferdi dan Yunia baru sarapan pagi Ketika Danang menghampiri mereka yang sedang makan sama mbok di kamar mbok


" Wah .... makan enak nih kok ngak nawari kita " kata Danang


" Kan di meja banyak nang , kenapa sih senang banget nyari perkara " Kata Ferdi Malas melihat Danang Karna ia tahu pasti Danang ingin memancing keributan lagi dengan nya


" Iya nang tuh sarapan di meja " kata mbok Yang membuat Nia menatap suaminya lekat Karna teringat kemaren ia sempat di datangi Danang di kamar

__ADS_1


Flash back


Yunia baru saja meniduri Elang ketika ada orang seseorang yang memeluknya dari belakang


" Astaga " Kata Nia kaget dan mendorong tubuh Danang


" Hahaha ..... ngak usah munafik Yun kau juga wanita murahan kan Mana gonta ganti laki laki sana sini seperti suami mu Itu " kata Danang terkekeh


Plak ........


" Dasar pria gila aku memang bukan orang baik Tapi tak jahat seperti mu " Kata Nia menampar wajah Danang


" Kau " kata Danang memegang pipinya yang terasa panas di tampar Nia


" Apa .....!! Kau pikir aku tidak tahu siapa kau " kata Nia berteriak


" Berani sekali kau .... Kau hanya wanita pelarian bagi Ferdi Karna dia tak bisa move on dari Yuni Apa kau tahu itu Dan kau tak berarti baginya " Kata Danang


" Aku sudah tahu itu . Jadi kau tak perlu menjelaskannya " kata Nia mengambil sapu Untuk berjaga Kalo Danang ingin mengusik nya lagi


" Oh ya bagus lah " Kata Danang dengan wajah masam Lalu pergi dari kamar Ferdi


Membuat Yunia mengelengkan kepalanya Teringat ucapan mba Sinar istri Tri padanya


" Mba Sinar benar pasti ada saja orang yang mencari cari kelemahan ku " kata Yunia berpikir Agar ia lemah dan pergi meninggalkan Ferdi Tapi istri mas Tri itu mengatakan bahwa suaminya itu orang yang baik Hanya perlu waktu saja untuk mengubahnya Karna sifat buruk nya itu terjadi karna trauma masa lalu Yang membuat perangai seseorang berubah


menyimpang Hingga jadi jahat dan pemarah juga egois


" Ya selama ini abang juga tak pernah menyakiti ku Mungkin aku harus hati hati pada pria itu " batin Yunia yang lalu menutup pintu kamarnya lalu menguncinya


Flash off


" Ada apa de ?" kata Ferdi


" Ah bukan apa apa bang cuma ada nasi di wajah abang " Kata Nia menatap lekat wajah Ferdi Sambil mengambil nasi Yang menempel pipi Ferdi


" Terimakasih " kata Ferdi tersenyum sambil mencium pipi Nia


Mbok yang melihat itu tersenyum senang Karna Ferdi terlihat sayang pada istri ya Mbok bukan tidak tahu Ferdi sangat mencintai Yuni Dan cinta itu cukup besar untuk Yuni Dan juga sangat dalam Namun Yuni hanya mengangap Ferdi teman tak lebih Beda dengan sikap nya pada Tri yang memang menyimpan rasa Karna hati nya terpaut pada Tri lebih dulu.

__ADS_1


***Maaf author hanya bisa update satu itu pun telat karna tadi ada kerjaan . Ambil rapot anak di tambah ada rapat panitia mau hajatan tetangga mantu semoga readers ngak kecewa ****


__ADS_2