Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 259


__ADS_3

Setelah makan mereka lalu bersiap siap untuk pergi Namun karna sudah terdengar Adzan Tri pun lalu mengajak mereka untuk sholat berjamaah di rumah


Dan setelah selesai mereka semua naik mobil Sedangkan Arga dan Asih naik motor Agar pulang nya mereka tak perlu di antar Sedangkan Arif duduk bersama Akhtar di kursi depan


Namun ketika mereka hendak berangkat Tiba tiba pa RT datang menghampiri mas Arga


" Mas Arga tunggu tolong kita mas . itu pa Bendi lagi sekarat "Teriak pa RT


" Waduh pie de " Kata Mas Arga


" Anu pa kita mau kerumah ibu antar tamu Apa panggil pa ustad saja "Kata mas Arga


" Sudah mas, itu pas ustad nunggu sampean juga " kata pa RT


" Hah.......de Tri de Yuni ayo turun dulu kita tolong dia " kata Mas Arga Yang membuat Tri menatap Yuni


" Anak anak biar sama mbok le, jangan di bawa " Kata mbok khawatir


" Ya mbok , ayo de " kata Tri


" Ayo mas , ini darurat " Kata pa RT


" Tunggu pa RT " kata mas Arga dan lalu mendekati pa RT dan berbisik


" Astagfirullah aladzim , trus pie mas " kata pa RT kaget


" Nanti kita bicara kan sama pa ustad saja " kata Arga


" Ya ya ayo mas cepat kasihan " Kata pa RT berjalan cepat di ikuti mas Arga Dan Tri yang mengandeng Yuni Lalu menuju rumah besar itu


" Masyaallah rumah nya mas besar banget Tapi sayang ... " Kata Yuni Yang melihat rumah bak istana itu berdiri dengar pilar pilar besar Seperti kebanyakan rumah di jakarta Yang membuat Tri dan Yuni terpaku


" Ustad ini adik saya , begini ustad " kata Mas Arga yang berbisik pelan di telinga ustad itu Yang masih berdiri Di halaman rumah besar itu


Ustad itu mengangguk mengerti . Lalu mereka masuk ke dalam ruangan besar di antar mbok Sani pelayan lama yang bekerja di rumah itu Benar saja kata Akhtar terlihat ular berkeliaran disana sini Apalagi di tangga lantai atas Yang membuat Yuni bergidik ngeri Sambil mengenggam erat tangan suaminya .


" Ini ustad kamar tuan , monggo " Kata wanita tua itu menyuruh mereka masuk


Dan Yuni menundukkan wajahnya ketika melihat ular itu melilit leher pria tua Itu yang terbaring lemah Lalu Ustad langsung membaca kan doa untuk pa Bendi Yang membuat ular siluman itu marah Ingin menyerang pa Ustad


Namun Yuni menyuruh Tri menariknya kesamping .

__ADS_1


Hei..........siapa kalian ?" kata ular itu menatap Yuni tajam Ketika Yuni membacakan ayat kursi dan melempar tasbih dari saku nya hingga ular itu melepaskan lilitannya Dan ketika ingin menyerang Yuni . Yuni mengalihkan perhatian ular itu dengan membawanya keluar dari kamar Agar pria tua itu bisa di tolong Dan Yuni berlari dengan cepat


" Hasbunallah wanikmal wakil............" kata Yuni berulang ulang membaca nya dan berlari ke teras Yang diikuti ratusan ular


" Ya Allah ya rabb hanya pada engkaulah aku berlindung "' Kata Yuni duduk bersila di tanah Membuat ular dan pengikutnya mengelilingi nya Dan Yuni memejam kan mata nya fokus hanya pada bacaan nya


Hingga terdengar suara desisan ular bersama ledakan terdengar


Pyar ........ bum.............


" Allahuakbar " kata Yuni tetap terpejam tak sedikit pun membuka mata nya


Di kamar ustad pun membaca doa untuk pa Bendi dengan doa yang membuat banyak cacing yang ia muntah kan Hingga aroma busuk tercium Dan semua orang yang melihat kaget dan terkejut sambil tetap berzikir


Pyar .......bum ........


Suara itu pun terdengar lagi membuat ustad mencari sosok Yuni Tri yang ingin tahu Apa yang terjadi bangun hendak berdiri namun di tahan ustad


" Biar kan dia menyelesaikan nya " kata ustad itu memegang tangan Tri


" Apa di dari kalimantan " kata ustad itu menatap Tri


" Ya ustad " kata Tri


" Apa ini azab " bisik seorang warga


" Bisa jadi dia penganut pesugihan " kata pria yang lain .


" Inalilahi " bisik pria itu kaget


Sedangkan Yuni membuka matanya setelah tak terdengar lagi suara desisan ular di sekeliling nya


" Alhamdulilah Allah menolongku " Kata Yuni yang tadi hampir celaka Namun keyakinan nya pada Allah membuat nya tenang Apalagi selama di banjar masin ia slalu mendatangi pengajian ulama besar Untuk mendekati kan diri kepada Allah


" Hi ......." kata Yuni bergidik ngeri Yang tahu pasti ratu ular itu pergi menjauh Hanya para pengikutnya saja yang mati


Yuni berdiri dengan tubuh lemas Lalu duduk di teras sambil berzikir Agar hatinya Tenang untuk melawan ketakutan nya


Tak lama Tri muncul dan langsung merangkul dan memeluk Yuni


" Ade ngak apa apa kan " Kata Tri

__ADS_1


" Alhamdulilah mas, ade baik baik saja Tapi ade ngeri melihat ularnya banyak segitu " kata Yuni memeluk suaminya


" Ya sudah ayo pulang " Kata Tri Mengedong Yuni di punggung nya


Karna tahu istri istrinya itu ketakutan


Lalu Yuni merebahkan kepala nya di bahunya Tri Dan mereka pulang menuju rumah Mas Arga


" Bunda ... Ayah .." Teriak Akhtar berlari menyambut Tri dan Yuni


" Istrimu kenapa le?" kata mbok


" Ngak apa apa mbok " kata Tri yang tak mau bercerita Biar mas nya saja nanti Yang menceritakan nya


" Sari tolong bikin kan teh manis buat mba Yuni Sar " Kata Tri


" Ya mas sebentar " Kata Sari bergegas kedapur


" De Yuni kenapa de?" Kata mba Asih penasaran


" Ngak apa apa mba ?" kata Tri Mendudukkan Yuni di sofa dengan keringat dingin sebesar biji jagung di keningnya.


Sedangkan di rumah besar ustad tua itu lega Karna siluman itu sudah pergi dan menyuruh para pelayannya menguburkan muntah pa Bendi Dan mereka lalu naik kekamar atas Untuk membongkar kamar rahasia tempat pertemuan pa Bendi dan siluman itu Lalu menghancurkan kan nya Dan menyuruh tukang kebun untuk membakarnya semuanya Agar hubungan nya terputus Dan tak ada lagi persekutuan


" Mbok suruh anak anak nya pulang umurnya tidak akan panjang pa Bendi sedang sekarat Tapi yang penting ia bisa meninggal dengan tenang " kata Ustad kampung itu


Karna sudah lama ia curiga pada juragan kopi itu Yang bisa cepat kaya hanya dalam 5 tahun Dan hartanya berlimpah ruah dengan mudah Tapi nyatanya dari hasil pesugihan


" Ya ustad " kata mbok Sani


" Ya sudah mbok kami pamit ya mbok Kalo ada apa apa mbok datang saja kerumah " Kata pa RT


" Ya pa RT " kata mbok Sani bingung Karna kini tuannya itu sedang sekarat


" Ayo kita pulang , mas Arga terimakasih ya Tolong sampaikan pada adik mas Arga dan istrinya Saya berterimakasih sekali atas bantuan nya " Kata pa ustad


" Ya pa ustad sama sama " kata mas Arga bingung


Padahal Tri dan Yuni duluan pulang


Tapi kenapa pa ustad berterimakasih batin mas Arga bertanya tanya dalam hati Sambil cepat cepat pulang menuju pulang ke rumahnya

__ADS_1


Ustad itu hanya diam Namun bukan ia tak bisa melihat Kalo siluman ular itu mengejar Yuni keluar Yang membuat di luar terjadi pertarungan sengit Yang tak bisa ia lihat Namun ia dapat merasa kan hawa mistisnya sampai ke dalam Namun hatinya lega kalo akhir siluman ular abadi itu kabur dan menjauh


__ADS_2