
Sedangkan Yuni sedang rebahan di kamar nya sambil mendengar suara Paijo Yang terdengar bermain bersama Aris
" Jo ayo kejar " kata Aris berteriak Yang membuat Yuni tertawa sendiri Mengingat Paijo yang mengemas kan
" Astaga aku lupa menanyakan Browni " kata Yuni Yang ingin istirahat sebentar dan memejamkan matanya .Dan tertidur hingga magrib lewat Dan Yuni bergegas sholat sebelum waktu larut malam
" Tok .... tok..... tok......
Cukup lama pintu di ketuk .Dan Yuni membukanya ketika selesai sholat .
" Tri ....." kata Yuni kaget Yang lalu membuka pintu kamar lebar Dan melipat rukuh nya
" Ini makan malam mu , kenapa ngak makan " kata Tri yang masuk kamar lalu duduk di lantai ....
" Mhem.....mhem.......wah mulai modus nih bro .Antar nasi sekalian merayu kan " kata Aris ikut masuk dan duduk
" Kok tahu " kata Tri santai
" Tahu lah kan sudah ngak aneh " kata Aris memainkan alisnya sambil tersenyum pada Tri
" Tapi ngak gitu juga ris , Tri baik kok . masih perduli sama Yuni biar Yuni ngak kelaparan kan " kata Umar
" Iya mas biar pahalanya dobel dan dapat bonus mas " kata Tri tersenyum
" Ih kalian ini ngomong apa sih , ayo makan Maaf tadi aku ketiduran Tri sampe lupa waktu Makanya tadi baru sholat Karna baru bangun " kata Yuni
" Emang habis dari mana Yun " kata Moko ikut nimbrung
" Melayat kerabat jauh mas " jawab Yuni
" Sambil pacaran ya mba " kata Aris melirik Tri
" Ngak kita cuma makan trus mampir kantor sampit ambil peralatan Tri ris Setelah itu kita pulang kok " kata Yuni
" Masa sih......" kata Aris
" Emang kenapa ris ?" kata umar
" Ada Yang bilang tadi ada orang lagi patah hati Lalu terjun kesungai mau bunuh diri tapi ngak jadi " sindir Aris
" Hah ......siapa ?" kata Umar Moko dan Andre kaget
" Astagfirullah aladzim ris, itu nama nya fitnah keji Mana ada cerita begitu Orang aku mandi mendingin kan pikiran . Masa di bilang bunuh diri " kata Tri protes
" Waduh .. . .salah dong " kata Aris tergelak Yang sengaja menyindir Tri Karna ia juga ada disana saat itu lagi di balik rumput Mengukur kedalaman tanah di dekat sungai
Yuni melongo mendengar nya lalu menatap Tri Yang membuat Andre Moko dan Umar ikut menatap Tri dengan penuh tanda tanya .
" Kalian berdua ada masalah yun ?" kata Andre
" Ngak ada mas, kita biasa saja Ngarang cerita nih Aris " kata Yuni
__ADS_1
" Bercanda mas, karna tadi mbok bilang Tri kaya orang kesurupan Masa datang dari sampit langsung terjun ke sungai " Kata Aris
" Hahaha....kesurupan jin jalanan ris kan emang waktunya mandi " kata Tri santai Yang melihat Yuni mulai makan .
" Ya sudah yuk ikut kita ke mantri antar Seto lagi ngak enak badan kan motornya ada empat " kata Andre .
" Habis makan ya mas " kata Yuni
" Ya nanti biar Yuni bonceng mas Tri " kata Tri tersenyum
" Boleh " kata Moko yang juga ingin minta vitamin
" Ya Yuni juga mau minta obat tambah darah mas " kata Yuni Yang lalu menghabiskan makan nya .
Dan mereka pun lalu pergi ke puskesmas mengantar Seto .Yang boncengan bertiga dengan Aris dan Umar Sedang kan Andre dengan Moko Dan Yuni dengan Tri
" Aku ikut " kata bang Robin nongol di pintu
" Ya rame rami biar aman " kata Andre
Yang lalu bersiap siap Dan Yuni juga mengambil jaketnya Yang tergantung di dinding kamar Setelah habis makan Yang membuat mereka jadi tambah banyak untuk mengantar Seto
Setelah siap Yuni pun memakai jaket nya Dan bersiap siap
" Tri pakai ini biar ngak dingin " kata Yuni memberikan jaket anti air nya Yang membuat Tri langsung memasang nya Dan tersenyum.
" Kita papah Seto dulu nya " kata Andre
Setelah semua nya siap pa Tyiur yamg sendiri di mess meminta Azam menemani nya Karna Yuni juga ingin minta vitamin Untuk kesehatan dan tambah darah Dan setelah itu mereka pun berangkat bersama sama Saling beriringan ke puskesmas mengantar Seto Dan mereka menempuh jarak 5 kilo perjalanan .
Dan sesampainya disana mereka langsung memeriksa kan Seto Yang kena demam berdarah Dan harus rawat inap di sana
" Wah ... siapa yang jaga nih " kata Andre ketika mereka ingin pulang
" Aku wae mas ngak apa apa kok ikut nginap disini " kata Umar Yang tak tega sama Seto
" Ya sudah kalo begitu kita pulang ya " kata Andre
" Yun sudah minta obat " kata Andre
" Sudah mas " kata Yuni Yang melirik mantri baru .
" Ya sudah mas , kami pamit ya besok kalo punya waktu luang Kami akan kesini lagi . mar kita pulang ya " kata Andre
" Ya mas , hati hati dijalan ini sudah malam " kata mantri itu ramah
" Iya mas " kata Andre pamit mewakili teman temannya Lalu mereka pun pulang bersama.. Moko bersama Andre dan Aris bersama Robin Dan juga Yuni bersama Tri Sedang kan motor Umar di tinggal . Yang di masukan kedalam rumah mantri Agar besok pagi gampang bila mencari makanan untuk sarapan
Namun belum setengah perjalanan Tiba tiba hujan lebat turun Yang membuat mereka kalang kabut dan mencari tempat berteduh Karna basah kuyup Dan mereka berhenti di pos kecil
" Woi ..... gila basah nih " kata Aris Yang bersama Robin basah kuyup
__ADS_1
" Iya ....basah kita " kata Andre Dan tak lama Yuni dan Tri pun ikut berteduh
" Hi ....dingin ... banget tunggu sampai reda ya " kata Robin Yang kedinginan
" Iya .... nih masa hujannya deras banget Sampai ngak bisa lihat jalan " kata Moko
" Iya dingin lagi " kata Tri Yang tadi bersyukur membawa jaket Dan melihat Yuni juga basah kuyup
Cukup lama mereka menunggu di pos itu Tapi hujan belum juga reda Dan Andre menatap Moko .
" Apa kita nekat saja , tapi jalan sangat licin kalo kita nekat " kata Andre
" Ya mau ngak mau Kalo disini tidur juga ngak muat " kata Robin yang menatap Aris
" Ayo pulang sudah basah sekalian " kata Aris
Dari pada kedinginan mereka pun nekat pulang Dan Tri mengebut mengikuti motor Andre dan Robin Yang lebih cepat dari mereka .
" Tri itu ada rumah penduduk kita menginap saja " kata Yuni yang sudah basah kuyup dan menggigil .Yang membuat Tri berhenti di rumah penduduk Karna jalan terasa licin Lalu Tri pun mengetuk pintu .
Tok......tok....tok....
Ceklek......
" Malam pa , maaf menganggu apa disini ada kamar kosong kami mau menginap Karna kehujanan di luar hujannya sangat lebat " kata Tri sopan
Duar...........jedar .........
Terdengar suara petir menggelegar Yang membuat bapak tua itu kasihan pada Yuni Yang terlihat sampai menggigil
" Ada tapi sempit nak , itu di sebelah kalian boleh memakainya ." kata bapak tua itu Cepat cepat menutup pintu Karna hawanya terasa sangat dingin .
" Ngak apa apa , apa bapak tinggal sendiri ? " kata Tri
" Bersama anak saya Tapi tadi siang ia pergi ke sampit . jadi kebetulan sekali kalian bisa menginap " Kata bapak tua
" Masuk lah sudah malam ini selimutnya Kasihan istrimu " kata bapak tua itu Yang membuat Tri dan Yuni saling pandang .Meninggal kan Tri dan Yuni didepan pintu kamar kecil itu
" Ayo de masuk " kata Tri yang mengengam tangan Yuni yang bibir nya terlihat membiru .
Yuni pun masuk dan Tri menyuruh yuni membuka baju nya Agar tidak kedinginan Dan memberikan selimut
" Bagaimana dengan mu " kata Yuni Menatap Tri
" Baju ku tidak basah cuma celana nya saja Biar aku pinjam celana ini saja " kata Tri meminjam celana pendek yang tergantung di tali Dan melepas celana nya yang basah kuyup Dan yuni naik keatas kasur . Dan berbaring dengan menyelimuti tubuhnya .
Tri memeras baju Yuni dan menggantung nya Agar besok bisa sedikit kering Dan lalu memeras celana nya juga .Setelah itu ia ikut berbaring Tapi sedikit menjauh dari Yuni
" Tidur lah " kata Tri melihat Yuni kedinginan di bawah selimut
" Ya Tri dekat sini pake ini " kata Yuni memberikan selimutnya sedikit menutupi dada Tri .Lalu memejamkan matanya . Dan Tri hanya terdiam menatap Yuni yang mulai terlelap Dengan tubuh menggigil.
__ADS_1
" Astaga ........... " kata Tri Yang merasakan kepala Yuni panas