
Tri kembali dengan baju yang sama Dan lalu sarapan sendiri Yang membuat Ferdi menatap nya curiga
" Ada urusan apa ke sampit Tri " kata Ferdi penasaran
" Mau tahu apa pengen tahu banget nih Perasaan gue tak pernah kepo Fer dengan urusan lho " kata Tri santai
" Aku hanya ingin sekedar tahu " kata Ferdi
" Menemui kekasih ku " Jawab Tri
" Hahaha .....sejak kapan kau punya kekasih Tri perasaan sejak di tolak Yuni kau ngirit bicara " kata Ferdi
"Ya supaya kau ngak kepo Fer " kata Tri
" Kau ini Tri aku tak perduli dengan mu , lagi pula adil bila Yuni tak menerima siapa pun " kata Ferdi
" Ya , itu lebih baik " kata Tri menyuap makanannya Dan lalu melahapnya sampai habis
Aris yang baru datang pun lalu duduk di meja depan Tri Dan menatap Ferdi juga Tri bergantian
" Siapa dia Tri kok bisa dia disini ?" kata Aris
" Siapa ?" kata Ferdi
" Perempuan yang subuh tadi Yang kamu peluk " kata Aris menatap Tri
" Uhuk.....uhuk.......uhuk " Tri pun terbatuk karna tersedak kaget Karna Aris melihat nya mengantar Yuni
" Dia kenapa ? kok bisa dia tidur di sini Emang dia dari mana tadi malam " kata Aris Yang bisa melihat jelas itu Yuni Karna ia melihatnya langsung Dan Aris juga bertanya pada Yusuf untuk memastikan nya Yang mengingatkan Tri Saat Tri mengantar kan Yuni pulang subuh tadi
"' Dia pulang nyasar jadi menginap disini" jawab Tri santai
" Siapa ?" kata Ferdi
" Mba Yuni " kata Aris
Deg.......
Ferdi langsung menatap Tri Yang slalu menghindar bila ia menanyakan tentang Yuni Tapi pagi ini faktanya sangat jelas Ferdi mendengar Kalo Tri mengantar Yuni pulang Dan tadi malam berarti Yuni menginap di mess
" Mbok apa Yuni menginap di kamar mbok ?" tanya Ferdi Ketika mbok ingin masuk kamar sehabis mandi
" Mba Yuni...... ngak tuh Fer ngak ada mba Yuni tidur disini .Emang dia kesini tadi malam .." Kata mbok kaget
" Tri ....." kata Ferdi menatap Tri tajam
" Ya dia tidur bersama ku di kamar .." kata Tri santai
" Apa ....!! " kata mbok dan Aris kaget berbarengan
" Bagaimana bisa le " Kata mbok
__ADS_1
" Dia hanya numpang tidur ada Yusuf juga Kami tidak ngapain ngapain mbok Karna tadi malam dia di kerjain hantu Jadi dia nyasar kesini " jelas Tri
" Astagfirullah kok bisa !!" kata mbok tak percaya Sedang kan Ferdi dan Aris hanya diam
" Ya mbok dia kesasar karna di kerjain hantu teman nya mba Yuni " Kata Yusuf Yang datang ingin minum
Yang membuat Ferdi menarik nafas dalam Karna tahu pasti Yusuf tak berbohong .
**************
Sebulan berlalu dengan cepat Yuni lebih dulu pulang kejakarta Sedangkan Tri hari ini pulang bersama Nugrah Yang menuju banjar baru Mengambil penerbangan siang menuju yogya .Nugrah terlihat sumringah Karna dia bisa pulang bersama Tri Sedangkan kemaren Sandi lebih dulu pulang dari keduanya .
" Mas jadi kan mas mau ketemu pae " kata Nugrah Ketika mereka duduk di dalam pesawat menuju yogya
" Ya " kata Tri Karna tak ada masalah bila ia ketemu dengan ayah Nugrah Kalo hanya sebatas ngobrol biasa
" Mas ngak pengen bilang sesuatu" kata Nugrah Menatap Tri Yang tak banyak bicara selama perjalanan
" Ngomong apa ?" kata Tri
" Ya ngomong hubungan kita " kata Nugrah tersenyum
Tri hanya tersenyum Lalu mengelengkan kepala Dan melipat tangan nya Dan diam sambil memejam kan matanya sembari menunggu pesawat mendarat
Satu jam penerbangan pesawat mendarat mulus di bandara Dan mereka berdua naik taxi menuju kampung halaman mereka Yang tak sampai satu jam
" Tri " kata mbok Tri senang melihat putra nya itu pulang setelah mengantar Nugrah lebih dulu Karna rumah Tri melewati rumah Nugrah
"' Alhamdulilah mbok sehat , pie kabare kata nya pulang sama Nugrah Sudah diantar pulang " kata mbok
" Sudah mbok tadi sekalian lewat " kata Tri yang membawa tasnya kekamar Dan rumah mereka tak berubah.
" Nugrah minta di lamar de, apa kamu sudah siap menikah bisa tahun depan sing penting sudah di lamar ben siap siap " kata sang kakak Yang membuka dus Yang di taruh Tri diatas meja Yang biasa nya oleh oleh untuk mereka
" Apa mbok setuju bila Tri melamar Nugrah Tapi Tri tidak cinta Tri punya pilihan sendiri mbok mbak " kata Tri duduk di ruang tengah rumah mereka
" Hah......trus Nugrah pie ?" kata mbok kaget
" Lah bukannya de Tri suka sama Nugrah Kan kalian dekat " kata mba Tri
" Dekat bukan berarti pacaran kan mbak Mbok Tri punya pilihan sendiri Dan Tri sudah.........." kata Tri
" Sudah apa le, lah kalo kamu ngak sama Nugrah ya ra opo opo ngak ada yang maksa Cuma teko ngomong baik baik sama Nugrah nya Dan juga orang tuanya Nanti mereka berharap Karna kalian kan sudah lama berteman " kata mbok membawa secangkir kopi untuk Tri Dan menaruhnya di meja didepan Tri
" Yo mbok besok Tri akan kesana sendiri Biar bisa bicara sama pae " kata Tri menyesap kopi buatan si mbok
" Lah kalo ngak sama Nugrah trus sama siapa de " Kata sang kakak menatap Tri lekat Lalu menatap wajah mbok
" Minggu depan dia kesini mau bertemu mbok dan mbak sekalian ketemu mas Arga " kata Tri
" Heh...... wong jowo le" kata mbok .
__ADS_1
" Bukan kalimatan mbok " jawab Tri
" Hah....lah pie toh le kan adoh ngelamar nya de " kata mba Ayu menatap Tri
" Sudah Tri lamar sendiri kok " kata Tri
" Astaga jangan bercanda le, wong Kalimantan iku wis biasa jampi jampi Apo mergo kui le kamu ngak jadi sama Nugrah Hati hati le jangan main main " kata mbok khawatir
" Tri serius mbok , mana ada Tri di jampi jampi Orang masih bisa pulang kerumah gini masa pake di jampi jampi " kata Tri
" Yo akhir re kayo lagu me Didi kempot no ...... Due pacar wong kalimatan opo nama nya mbok judule karindangan " kata mba Ayu terkekeh
" Bukan pacar mba wis bojo " jelas Tri
" Hah ....... hus ojo ngawur le " kata mbok kaget
" Yo tenan mbok pas kesini bawa perut gede pie " kata Tri terkekeh
" Tri.......puk puk......" mbok pun memukul putra bungsunya itu dengan kipas plastik
" Hahaha......sakit mbok " kata Tri tertawa
" Lagian kue iki bikin mbok ngak enak hati opo wis kamu tiduri makanya dia hamil hah " Kata mbok menatap Tri lekat Karna curiga pada putranya itu
" Iyo mbok , Tri ngaku salah ngak hilap mbok Tapi sadar waras kok mbok aku tresno karo de ne " kata Tri jujur
" Inalilahi mbok anak ragil mbok gawe salah noh " kata mba Ayu kaget
" Le.....iki mbok serius kamu serius karo de ne " kata mbok memastikan
" Iyo mbo iki foto ne " kata Tri mengeluar kan buku nikahnya
" Astagfirullah aladzim " kata mbok kaget mengelus dadanya Menatap dua buku nikah itu Lalu menatap Tri Dan melihat isi buku nikahnya Yang jelas ada foto Tri dan Yuni Yang membuat mbok tak
bisa bicara apa apa lagi .
" Mbok ...." kata Tri
" Se le , mbok atur nafas se " kata mbok Sedangkan sang kakak hanya diam mematung sang adik sudah melangkahi nya lebih dulu
" Ade bayar denda kui karo mba " kata mba Ayu
" Yo ra po po kan iso di cicil mbak Ketimbang aku nelongso patah hati Yo mending bayar denda " kata Tri terkekeh
" Tri...........asem kue yo , iso iso ne melangkahi ayu ne dewe " kata sang kakak kesal Yang membuat Tri terkekeh Namun mbok hanya menggeleng
" Wow......wow.....ono opo iki ?" kata Seorang pria yamg baru masuk
" Ade mu wis nikah le " kata mbok
" Hah........nikah ?" kata pria itu kaget
__ADS_1