Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 191


__ADS_3

 Di penginapan Yuni dan Tri memasukan tas dan koper Yuni ke mobil juga oleh oleh Yuni tadi malam .Yang Yuni beli Yang belum sempat dibawa pulang Dan juga oleh oleh dari jakarta


" Kok banyak banget de " kata Tri


" Ngak apa apa mas , kan jarang jarang bisa kesini .Oh ya mas kata nya mbok mau bikin syukuran sekalian pengajian Mas Tri telpon mbok saja Biar kita sekalian belanja . Mbok suruh kirim pesan apa saja yang mau di beli Jadi biar kita kepasar mas mumpung siang " kata Yuni menatap Tri


" Ya sudah, tapi nanti mas ke ATM dulu ya ambil uang " kata Tri


" Ya mas "' kata Yuni yang menata barang barang nya di kursi tengah Agar nanti belanjaan nya bisa di taruh di belakang . Karna mereka memakai mobil kijang lama Jadi harus di tata dulu biar muat


Tri pun menelpon mbok Dan untuk menanyakan semua yang dibutuhkan mbok untuk di masak Sekalian Tri belanja Karna sudah biasa bagi Yuni belanja keperluan dapur Menemani mbok di camp untuk para karyawan .


Setelah semua masuk Tri membayar kamar tempat Yuni menginap . Lalu mereka langsung menuju pasar pring harjo Untuk belanja kebutuhan dapur


" De ......apa ade cuti lama " kata Tri melirik Yuni


" Cuma seminggu mas, kan bonus dispensasi waktu tugas di sampit kemaren " kata Yuni


" Memang kenapa mas ?" kata Yuni


" Besak pulang nya besok mas antar Biar bisa nyari rumah kontrakan disana sekalian Buat kita kalo mas pulang ke jakarta " kata Tri fokus menyetir .


" Mas mau pindah kejakarta " kata Yuni


" Ya tapi lihat kebijakan pimpinan pusat . Kalo mas di tarik ke Jakarta ngak masalah Tapi harus tugas keliling dulu Dan paling tidak di kantor sampit " kata Tri menatap Yuni


" Apa ade sudah isi ?" kata Tri


" Hah..........isi apa mas ?" kata Yuni


" Perut nya " kata Tri


" Sudah kan tadi di isi nasi " kata Yuni


" Maksud mas bukan itu " kata Tri tersenyum Karna Yuni kurang peka Dengan apa yang ia maksud


Yuni hanya tersenyum Bukan ia tak mengerti maksud Tri Tapi Yuni sengaja menundanya Agar ia bisa menata rumah tangga nya dulu dan punya persiapan Sebelum punya anak


" Lalu apa mas ?" kata Yuni melirik Tri


" Ya nanti saja di rumah " kata Tri


" Hahaha....... kok harus di rumah mas " kata Yuni Sambil mencium pipi Tri


" De .. jangan mengoda mas ini lagi nyetir " kata Tri tersenyum


" Yah pa mekanik maaf " kata Yuni tertawa Karna sengaja mengoda Tri

__ADS_1


Tri pun hanya tersenyum senang mendengar tawa istrinya Yang terlihat senang Karna Yuni mengoda nya saat menyetir


" Ade senang ya ngerjain mas, awas aja nanti di rumah " kata Tri


" Hah...... mau membalas nih cerita nya " kata Yuni tergelak


Cup.......


" De ......" kata Tri terkekeh


" Ya mas " kata Yuni tergelak .Karna tahu suami nya itu tak kuat di goda .


Tak lama mereka sampai di pasar Dan Yuni pun turun sambil mencatat apa saja permintaan mbok Yang akan mereka beli


**************


Disisi lain Yusuf baru saja ingin ke mess karyawan Ketika Ferdi keluar setelah berganti baju rapi Lalu pergi ke kebengkel mengambil motor


" Mau kemana Fer ?" kata Yusuf


" Ada urusan " kata Ferdi cuek


" Ada apa dengan nya " kata Yusuf mengeleng Ketika Ferdi naik motor dan pergi keluar dari camp


" Sial bagaimana bisa ia menemui Yuni di jakarta " kata Ferdi Yang dapat kabar kalau Tri menikahi Yuni dari Alan mekanik teman Sandi .Karna Sandi bercerita kalo Yuni sudah menikah dengan Tri Dan sekarang berada di yogya Yang membuat Ferdi kesal Kalo Tri mencuri star nya lebih dulu


Karna ia ingin menanyakan kebenaran itu pada pa Sugeng dan pihak kantor .


Sedangkan di pasar Yuni memilih daging segar dan daging ayam segar Yang langsung di potong potong Dan juga telur untuk lauknya Sedang kan Tri bagian mengangkat semua belanjaan Yuni


" Mas warga yang datang kira kira banyak ngak ya " kata Yuni


" Ya sekitar 60 orang de, paling sedikit atau lebih " kata Tri


" Ya sudah buat lebih tujuh puluh ya mas. Kan uang nya masih cukup " kata Yuni Yang mengira gira pemberian Tri untuk belanja Dan membeli semua keperluan untuk syukuran untuk besok .


Setelah semua selesai Yuni dan Tri langsung pulang kerumah Dan di rumah mbok dan mba Ayu juga mba Asih Sudah menunggu mereka pulang dari pasar


" Mbok mereka sudah pulang " kata mba Ayu melihat mobil kijang merah maroon itu parkir di halaman rumah Dan Tri turun bersama Yuni dari mobil


" Mas Arga mana bu , suruh bantuin Tri " kata Tri membuka pintu belakang


" Mas Arga iki lho ade mu di rewangi " Teriak mbok pada mas Arga yang keluar dari kamarnya Karna asyik mendengarkan music


" Yo mbok , akeh pho de " kata mas Arga


" Yo kan sekalian buat tasyakuran besok " kata Tri yang membuat mata Arga melotot melihat belanjaan Tri dan Yuni

__ADS_1


Lalu Tri mengangkat yang berat lebih dulu Dua karung beras Yang di angkut Tri satu satu


" Kok banyak ndu " Kata mbok pada Yuni Yang ikut membawa nya sebagian kedapur


" Mending lebih mbok dari pada kurang Kan biar bisa buat kerabat juga " kata Yuni Sambil menenteng dua kantong plastik besar kedapur .


Mbok pun ikut menurunkan barang yang ringan Dan melihat belanjaan Yuni komplit sesuai pesanan Yang membuat mbok menelan saliva nya Kalo menantu dan putra bungsu itu Malah melebihkan nya sebagian .


Yuni juga membawa barang nya masuk kamar Dan sekalian membagi oleh oleh untuk kedua kakak ipar nya juga mbok Agar tak saling iri Dan memisahkan nya sendiri sendiri Begitu juga milik mbok .


Setelah beres mbok pun duduk untuk bicara pada Tri Untuk meminta bule nya Dan kerabat dekat untuk membantu .


" Mbok atur saja disini sudah ada mba Asih dan mba Ayu tambah bule dan mba Dewi Paling sama mbok Darmi dan mbok Ani cukup kan yang biasa bantu kita mbok " kata Tri


" Ya le, apa mau di bikin di kotak atau di besek " kata mbok


" Di kotak saja mbok Tadi Yuni sudah beli kotak nya 100 juga untuk snack nya juga " Kata Yuni


" Ya mbok , ade sama Tri juga sudah pesan snack .Tuh di toko kue depan sana tinggal ambil siang nya kata Tri membuat mbok hanya diam Karna semua sudah di perhitungkan pasangan itu


" Heh..... komplit noh mbok , ngak tombok segala " kata mas Arga


" Tombok ya sampean ra gelem toh mas ,kebiasaan karo ade e dewe kok ngono " Sindir mbok


" Ya Allah mbok kan lagi tanggal tua iki durung gajian " kata mas Arga


" Ora usah mas wis cukup kok " kata Tri Yang juga tahu kondisi mas dan mbok nya. Jadi Tri sudah menyiapkan semua nya jauh jauh hari sebelum ia pulang ke jawa. Biar tak ada keributan Lagi pula sang istri juga sudah membantunya.


" Oh ya Yuni lupa " kata Yuni beranjak dari kursi lalu mengambil kantong bingkisan untuk keluarga Tri yang sudah ia pisah pisah di kamar .Dan kembali untuk membagikannya


" Nah ini oleh oleh Yuni , ini buat mba Ayu Mas Arga sama mba Asih dan ini buat mbok " kata Yuni Yang memberikan plastik paling besar pada mbok .Yang membuat Tri tersenyum Karna Yuni membagikan oleh olehnya


" Alhamdulilah tapi kok punya mbok gede de, isi nya apa de ?" kata Ayu penasaran


" Ojo ngasih " kata mbok memeluk oleh oleh pemberian Yuni yang di peluk mbok erat


" Hahaha...... wah mbok takut di minta " kata Asih tergelak .


" Iya lah orang punya jatah sendiri sendiri " kata Tri terkekeh .


Yuni pun ikut tertawa dengan kehangatan keluarga Tri Yang kadang membuat nya tertawa Namun tiba tiba ...


Wus.......sekelebat bayangan membuat Yuni terdiam Karna ekor matanya dapat melihat sosok hitam itu lewat Yang membuat Tri bisa melihat perubahan wajah istrinya Ketika menatap wajah Yuni


" Ada apa " kata Tri memegang tangan Yuni


" Anu mas.......ah bukan apa apa ." kata Yuni ragu Dan memilih diam Sambil mengengam erat tangan Tri Dan Tri pun melihat sekeliling ruangan Karna tahu bukan tanpa alasan Yuni takut .Karna ia sudah terbiasa Bila ada yang mengusik penglihatan sang istri itu

__ADS_1


*** Maaf tadi malam tepar belum maksimal nulis karna author ada kerjaan yang tak bisa di tinggal jadi baru sempat nulis sepulang kerja .Terimakasih atas pengertian nya ****


__ADS_2