Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 43


__ADS_3

Yuni yang kembali ke mess staf bersama Andre yang melihat seseorang duduk di atas motornya Dan Yuni melihat mengenal Lery yang nangkring duduk tenang di motor .


" Lery " kata Yuni berteriak


" Hai .... aku menunggu mu dari tadi " kata Lery Turun dari motor Dan melangkah ke halaman mess staf Andre yang memegang tangan Yuni pun melepas tangannya Lalu menatap Lery penuh selidik .


" Ada perlu apa mas kesini " kata Andre


" Maaf mas ada hal yang mendesak iOh ya yun bisa kita bicara berdua " kata Lery


" Ya boleh kenapa tidak " kata Yuni


" Mas sebentar ya " kata Yuni yang lalu mengikuti Lery kembali ke motor nya. Dan mereka pun bicara berdua


Ferdi dan Tri yang baru keluar dari mess karyawan .Memicingkan mata nya melihat Yuni asyik ngobrol dengan pria asing Yang pernah menolong Yuni dulu. Membuat Yuni tersenyum Dan lalu menuju kantor untuk minta izin keluar sebentar bersama Lery


" Siapa yun pagi pagi sudah apel " kata pa Tyiur


" Itu Lery pa yang nolong saya dulu pa . Dia mau minta tolong memilih kan kado Buat istrinya dirumah . Karna hari ini istrinya ulang tahun " kata Yuni .


" Hah ....... dia sudah punya istri yun " kata Andre kaget tapi senang Karna Lery bukan saingan nya


" Iya mas istrinya lagi hamil Dan minta kado baju baru " kata Yuni mencerita kan kalo Lery ingin membuat kejutan untuk sang istri.


" Oh begitu , ya sudah sana kamu kan lagi ngak punya kerjaan Cari kan saja " kata pa Tyiur santai


" Ok pa terimakasih , dah semuanya " kata Yuni tersenyum pamit


" Ya " kata Andre


" Aku takut kalo itu cuma modus mas Buat cari perhatian Yuni " Kata Seto.


" Aish kau ini ngak usah curiga segala , Paling juga dia ditolak Yuni . Orang sama kita aja cuek Apalagi sama orang baru " kata Moko .

__ADS_1


" Tapi Yuni suka banget cari sensasi biar jadi rebutan pria ya jelas aku curiga .Masa cuma gara gara dia Tuh para mekanik ribut pake mau bunuh bunuhan " kata Seto .


" Ngak mas, itu salah paham .Yuni ngak cari sensasi kok mas, Apa lagi ingin diperebutkan cowok... Saat itu dia memang mau jatuh Dan saya mau menolongnya Tapi mungkin karna momennya ngak pas . Jadi kami terkesan seperti sedang berpelukan Dan Ferdi yang melihat Langsung cemburu buta Dan mengajak ku ribut karna ngak terima Dan Yuni sempat marah . Tapi Ferdi makin kasar Dia bersikap tak baik pada Yuni Yang membuat saya jadi emosi saat itu juga " kata Tri yang datang tiba tiba ingin menemui pa Tyiur. Untuk minta uang makan untuk belanja ke pasar


Semua orang di kantor langsung diam Dan saling pandang. Karna penjelasan Tri


Jujur saja Tri sangat menyukai gadis itu. Tri mengakui Yuni memang gadis baik Dan ia jatuh cinta Tapi Tri juga tahu kalo Ferdi menyukai Yuni .Dan Ferdi pernah di tolak Tapi ia tak mau mundur Dan malah mengancam Tri Padahal Tri sudah tahu Kalo Ferdi sudah mengguna gunai Yuni Tapi ilmu nya berbalik .Dan tidak mempan atau pun mengenai Yuni Dan tak ada pengaruhnya sama sekali pada gadis cuek itu .Yang membuat Tri penasaran Pada Yuni . Karna melihat gadis itu bukan gadis biasa


Sedangkan di sisi lain Lery sedang Di pasar bersama Yuni untuk membeli hadiah untuk Sania Namun belum selesai ia membayar baju itu . Sebuah tangan menyeretnya Dan lalu menampar wajah Lery .


Plak ........


" Begini ya bang, kelakuan mu di luar Istri lagi hamil Kau malah bersenang senang dengan gadis lain " amuk seorang wanita .Yang membuat Yuni kaget lalu berusaha menenangkannya


" Waduh........ mba maaf dengar dulu Jangan marah marah kita jelaskan Apa yang terjadi " kata Yuni


" Ngak perlu Dasar perempuan ngak tahu malu, perempuan gatal . Masa suami orang mau kamu embat Apa kamu ngak laku hah ." maki Sania hendak memukul Yuni Namun Yuni menangkap tangan nya .


" Mba salah paham , kami hanya bertemu untuk membelikan ......... " kata Yuni menggantung Ketika tangan Sania ingin mendorong Yuni .Agar Yuni terjatuh dan ingin mempermalukan nya. Di depan orang banyak. Namun kebalikan nya Sania yang terjatuh. Dan Lery cepat cepat menolong nya Namun Sania yang malu Langsung mengamuk dan menghambur kan sepatu dan sendal milik toko di dekatnya Sehingga Lery memarahinya Karna Sania tak mau di beri penjelasan


" Ngak perlu sana pergi , dasar kamu perempuan murahan " kata Sania marah


Karna kesal Yuni pun lalu berkacak pinggang Dan lalu merangkul tangan Lery Yang membuat Sania berguling guling di lantai pasar .Yang membuat Lery menepuk jidat


" Astaga dasar bocah " kata Lery


Dan tiba tiba seseorang datang mengangetkan Sania .


" Sania apa yang kau lakukan hah.... dasar gila masa kau tak melihat ini pasar hah ...inu .bukan tempat umum " teriak seorang ibu parah baya .


" Umay....... abang lihat dia selingkuh " kata Sania .


" Huh......ayo bangun kita selesaikan di rumah .Bikin malu saja kamu ini " bentak wanita itu malu Karna putrinya bersikap seperti anak kecil .

__ADS_1


Dan mereka pun lalu pulang Ke rumah Lery Yang membuat Yuni kaget ketika melihat seseorang yang Ia kenal .Ketika Lery membawanya pulang ke rumah mereka


" Paman " kata Yuni kaget


" Kenapa ada disini ." kata pria tiga puluhan itu


" Aku tugas kerja disini paman .Lalu paman bagaimana bisa ada disini " kata Yuni menatap setiap sudut rumah yang ia datangi Sedangkan Lery menjelaskan semuanya pada sang istri . Dan Lery lalu menujuk pria yang di panggil paman oleh Yuni Dan i pun mengangguk Dan membuat Sania tertunduk malu.


Yuni yang berdiri sedari tadi hanya diam Tak mengerti bahasa yang mereka bicarakan Dan juga tak mengerti apa maksud mereka menunjuk nunjuk Yuni dan sang paman .


" Yun ...duduk sini " kata paman bungsu sang ibu


" Ya paman " kata Yuni Yang lalu duduk diam . Bingung Yang membuat Sania menangis tersedu sedu memeluk Lery erat .Karna merasa bersalah


" Ada apa dengan mereka paman " kata Yuni menatap Sania .


" Dia stres karna banyak makan garam. " kata paman Yuni


" Enak saja abang tuh gila , kenapa ngak kasih tahu Sania dari awal " kata Sania sewot


" Bagaimana bisa ngasih tahu kamu. Orang kita mau bicara saja ngak bisa Dan malah guling guling kaya bayi SD bikin malu " omel Lery


" Maaf " kata Sania lalu melihat kearah Yuni Yang duduk di sebelah sang paman


" Tuh minta maaf sana Yuni. Malu sudah tua masih mewek .Mana pake acara ngambek bikin malu " sindir Lery Yang membuat pria yang duduk disebelah Yuni angkat bicara.


" Biasa *** , untung dia keponakan mu. Kalo Sania ngamuk besok besok cari bini lagi aja " goda Lery


" Prank ........" Sania melempar sebuah kaleng susu pada kakak ipar nya itu


" Sania ........." bentak sang ibu Kesal Karna sudah brani berbuat tak sopan


Pada paman Yuni Yang membuat Yuni kaget Karna Sania kesal Dan ia lalu berlalu masuk kamar .Yang membuat Lery mengusap dadanya Karna sang istri keras kepala

__ADS_1


.


.


__ADS_2