Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 98


__ADS_3

Semua orang pun berlari menuju kamar Tri untuk melihat apa yang terjadi


" Wow .....wow...... Itu...... Kok bisa disitu " kata Tri melihat beberapa ekor anak ular di bawah kasur


" Wah ....suf curiga gue lho kawin sama siluman ular Makanya tuh anak ular banyak di bawah ke kasur


" Aish jaga tuh mulut lho nang !! mungkin itu lho " kata Yusuf kesal


" Hust sudah ngak usah ribut Mungkin tuh ular ngak sengaja cari tempat yang hangat buat menetas " kata Moko


" Ya tapi ngak ada induknya mas " kata Yusuf .


" Ya syukur kalo ngak ada induk nya takutnya lho diserang sama si induk sana masukin karung hi...... Banyak amat tuh ada 7 ekor " kata Andre


" Kok bisa masuk sini ya " kata Ferdi


" Mungkin ada ular yang mampir pas kamar nya kosong Fer, Tak sengaja pas lagi mau bertelur Nah akhirnya jadi bayi ular .Tapi toh ular bisa di pelihara kok kata " kata Azam


" Lho aja zam sana yang melihara aku ogah repot " kata Yusuf Yang tadi hampir jantungan Karna ketika ingin tidur bayi ular masuk telinga nya .


" Kasihan suf masih bayi " kata Danang


" Ya sana bawa tuh kekamar kalian Aku iklas " kata Yusuf datar


" Hahaha ...... Kalian ini senang banget jadi kompor bledug . Yusuf itu kaget . Kalian malah bercanda Sudah bubar sana zam ularnya di buang gih. jangan di taruh di dapur Takut mbok kaget " kata Tri Yang melihat mbok hanya melihat dari depan kamarnya. Karna takut mendengar ada ular masuk kamar Tri


********


Di kantor sampit Yuni baru akan memejamkan matanya Ketika ia mendengar suara aneh di samping kamar


Namun Yuni tak bergerak Karna Raya sudah tidur


Srek .....srek......srek.......


" Apa itu manusia , atau mahluk lain " batin Yuni penasaran Tapi tak sedikit pun ia bergerak di atas ranjang Dan Yuni hanya pura pura tidur .Dan ia pun memejamkan mata nya .Sambil berdoa agar bisa mimpi indah .


Srek.......srek........srek........


Grek.......grek .......grek.........Suara sesuatu seperti sedang mencukil jendela Yang membuat mata Yuna mendelik Karna ada orang yang berusaha membuka jendela mereka .Dan ketika terbuka ada dua pria berdiri dengan kain penutup wajah .


Kret ...........


Salah satu pria itu ingin masuk Ketika Yuni duduk dan berteriak


" Hei ... kalian mau apa ?" Teriak Yuni .yang membuat mereka kaget dan terjatuh


" Bruk dan Aaaaa ..............." Teriak kedua nya lari terbirit birit Karna hantu bocil menakuti mereka Dan Yuni bergegas keluar kamar Dan menuju pintu depan Yang dikuti Beni yang terbangun mendengar teriakan itu


" Siapa Yun " kata Beni


" Ngak tahu mas mereka maling .... Tuh lihat aja mukanya di tutupi kaya ninja " Kata Yuni melihat kedua pria itu tak bisa naik pagar .Karna di kerjain si hantu bocil sampai pa sugeng dan Rendi menangkap mereka .

__ADS_1


" Ayo mau kabur kemana ?" kata pa Sugeng


" Ampun pa kami hanya butuh uang pa " kata salah satunya terduduk lemas


Dan pa Sugeng lalu membuka penutup wajah mereka Dan terlihat wajah asli mereka yang masih remaja


" Astaga kalian ini , Ayo ikut kesana kalo tidak kami lapor kan polisi " kata Rendi mengacam


" Jangan bang , kami cuma butuh makan , kami jangan di penjara " kata remaja tangung itu Yang membuat Raya ikut melihat keduanya


" Ya ampun kalian ini kecil kecil kok mencuri " kata Raya


" Beni jendelanya tolong tutup dulu , Mereka tadi mencongkelnya " kata Yuni .


" Cih...... Kalo ngak masih kecil biji mata kalian itu mau aku congkel saja " kata Beni Yang lalu pergi kekamar Raya di ikuti Yuni dan Raya


" Kalian masih sekolah ? Kamu siapa nama nya " kata pa Sugeng


" Dulah pa " jawab remaja itu tertunduk malu


" Kamu !!!"' kata Rendi


" Amit pa " jawab nya pelan


" Pantas bikin ulah , amit amit deh .Makanya bilang tuh emak mu ganti tuh nama biar ngak bikin amit amit malu in kalo mencuri " kata Rendi


" Apa kita panggil orang tuanya " kata pa Sugeng


" Ibu kami sedang sakit pa, makanya kami mencuri " kata yang lebih kecil


" Apa lihat lihat ...mau di bogem " kata Beni membuat dua bocah itu tertunduk karna takut .Setelah melihat Beni


" Laporkan saja pa biar tahu rasa kecil kecil sudah mencuri Besar mau jadi apa " kata Beni


" Hiks......hiks...... Jangan bang , kami janji kami ngak akan mencuri lagi " kata si bocah paling kecil .


Yuni pun lalu duduk mendekati kedua anak remaja itu Yang kira kira masih SMP. itu lalu menatapnya


" Kalian ini masih sangat muda kenapa mencuri " kata Yuni dengan suara lembut menatap keduanya


" Kami terpaksa mba karna lapar ibu kami sakit Karna tak bisa berjualan " kata si bocah itu menangis Dan terlihat berurai air mata .


" Alah paling drama itu pa , biar di lepas kan " kata Rudi yang ikut mendekati keduanya .


Yuni menatap kedua bocah itu dan lalu menatap pa Sugeng .


" Ayo kita antar pulang pa biar jelas dan tahu masalah nya " kata Yuni


" Iya mba , Rud bangun kan Rahman yang tidur dia atas !!" kata pa Sugeng


" Ya pa " kata Rudi bergegas naik ke kamar atas

__ADS_1


" Ray aku ikut ngantar ya " kata Yuni


" Aku juga ikut " kata Raya yang melihat jam sudah menunjukan angka 12 malam


Dan Yuni pun kekamar untuk mengambil jaket juga uang yang ia simpan di ransel nya Yang memang Yuni simpan di lemari Raya Lalu kembali keluar .


" Ayo ini sudah malam " kata Raya


" Kemana mba ?" kata Rahman sambil menguap karna mengantuk ..


" Tuh tanya alamat rumah nya di mana ?" kata Yuni


" Itu mba dipinggir ujung jalan " kata si Dulah


" Ayo berangkat, Ben mau ikut ngak ayo kita antar mereka " kata pa Sugeng Yang menyuruh kedua nya berdiri dan menuju mobil Dan Yuni di depan bersama Raya Sedangkan para Pria duduk dibelakang Dan mereka mengantar kedua anak itu menuju rumahnya .


Mobil berhenti didepan gang Dan benar saja rumah mereka di ujung dan mereka berjalan kaki menuju rumah kecil berdinding papan kayu ukuran 3x2 itu


" Ayo ketuk " kata Rendi


Kedua nya mengetuk pintu rumah Dan tak lama pintu pun terbuka bersama terlihat seorang wanita tua


Kret ..........


" Amit , Dullah kalian dari mana nak ?" kata si ibu sambil batuk batuk Dan menatap Pa Sugeng dan rombongan nya


" Oh silahkan masuk pa , maaf rumah kami ngak layak " kata ibu tua itu Mempersilahkan mereka masuk


Yang membuat Yuni iba melihat nya


Pa Sugeng pun menceritakan kedatangan mereka Mengantar dua bocah itu Dan membuat si ibu menangis karna malu


" Maaf kan anak anak saya pa, jangan dilaporkan ke polisi Mereka tak mengerti apa apa Saya hanya seorang janda Suami saya sudah meninggal " kata si ibu terisak .


" Semua orang pun terpaku diam tak bersuara .Yuni menarik nafas dalam Karna tak tega melihat rumah yang begitu sempit .Sang ibu hanya bekerja menjual sayur kangkung dan genjer yang dipetik di pinggiran kali untuk mereka makan dan bertahan hidup Dan sudah 5 hari ini si ibu sakit . Dan mereka pun hanya makan seadanya .


Beni terlihat berkaca kaca mendengar cerita si ibu .Begitu juga dengan Rendi yang terbawa sedih


" Ren.... bawa dompet ngak ?" bisik pa sugeng


Rendi mengeleng begitu juga Beni Sedangkan Rahman yang membawa dompet hanya berisi uang 50 ribu


" Yah aku lupa " kata Raya


Yuni pun lalu mendekati si ibu Dan lalu mengusap bahu si ibu sambil tersenyum .


" Ibu yang sabar dan kuat ya Ini ujian hidup " kata Yuni .


" Ya mba trimakasih " kata si ibu Yang menoleh pada dua anak nya .


" Ini ada sedikit rezeki buat ibu Bisa buat modal ibu jualan Dan kalo ibu butuh pekerjaan bisa jadi tukang masak di dapur camp " kata Yuni .Yang memberikan uang 1 juta pada si ibu yang membuat Rendi Beni dan Rahman menelan saliva nya .

__ADS_1


" Trimakasih banyak mba dan mas mas nya repot mengantar anak ibu " kata si ibu memeluk Yuni Dan Yuni pun balas memeluk ibu itu lalu mengurai nya Dan Yuni juga memberi uang pada dua bocah itu. Dua lembar 50 ribu untuk masing masing bocah .Setelah itu mereka pun berpamitan pulang Karna sudah malam Dan mereka pun kembali menuju mobil Namun tiba tiba


Bom..........brak.. ........prang prang


__ADS_2