
Yuni tersenyum sinis lalu menatap pria tua itu Sambil mengambil air di mangkok
" Nih bapak bisa melihat wajah asli bapak di sini " kata Yuni
" Kau " katanya menatap Yuni tajam
" Kenapa pa?" kalo bapak ingin memanfaatkan orang lain Untuk kepentingan ilmu sesat maaf pa Saya tak bisa membantu bapak Tapi saya juga bisa menghancur kan ilmu bapak kalo bapak mau " kata Yuni jujur
" Hahaha.......... Kau bercanda ya mba " tawa pria tua itu meremehkan Yuni .
" Hahaha........ tidak pak , kebetulan tangan saya gatal untuk mencekik orang " kata Yuni balas tertawa sinis
" Hahaha....... mba yuni pintar sekali bercanda ya " kata nya tersenyum dan komat kamit membaca mantra Dan Yuni pun membaca alfatihah dan ayat kursi Sambil tersenyum Dan lalu menyiapkan serangan Bila pria itu Ingin menyerang nya mendadak
" Ya ..... begitulah pa, eh kek anda sungguh sangat tampan bila di lihat orang Tapi kakek tua seperti bapak memelihara ilmu itu supaya apa ? Apa untuk bisa hidup kekal abadi .Atau biar terlihat tampan ?" kata Yuni bertanya serius menatap pria itu
" Kau ...... rupa nya aku salah menilai mu gadis kecil " kata pria itu meniup mantranya Dan Yuni menghindar terlihat asap hitam menghembus
" Ilmu bapak ilmu sesat , hidup ini cuma sekali Tapi kenapa bapak ingin sekali menginjak neraka " kata Yuni
" Kau hati hati kalo bicara ,!! " bentak nya pada Yuni
" Maaf tapi bapak salah orang kalo bapak datang pada saya " kata Yuni tersenyum sinis pada pria tua itu Yang terlihat kesal tahu Yuni bisa menghindari mantranya Dan Yuni terlihat bersikap tenang .
" O.... begitu ya " kata pria tua itu
tersenyum lalu ia pun menyerang Yuni
" Hap .........
Yuni langsung menghindar Dan ketika ia lengah Yuni langsung menyiramkan air ke wajah pria itu
" Aaa ........." Teriak pria itu kaget
Lalu menjauh dari Yuni Dan nampak wujud asli nya kakek tua Yang sudah berusia 70 tahun Yang membuat Yuni berdiri sambil berpangku tangan
" Kelihatan kan pa aslinya " kata Yuni
Yang tersenyum lalu langsung komat kamit membaca doa Entah apa yang
di baca Yuni Namun pria itu langsung menyerang Yuni Dan Yuni menghindar Lalu menyerang balik bapak tua itu
Dan langsung me totok dua bagian di dada pria tua itu
" Eh.......ada apa ini " kata Aris kaget melihat Yuni main serang pada pria tua itu Dan pria tua itu juga kaget lalu berhenti
__ADS_1
" Lah kakek mau ngapain teman saya ?" kata Aris menatap pria itu penuh curiga
" Ngak mas , ini mba nya cuma bercanda , iya kan mba " kata pria itu lalu bergegas pergi begitu saja Tanpa pamit pada Aris dan Yuni
" Kenapa tuh si kakek " kata Aris
" Mau menggodaku ris, dia kira aku mau Beuh....... Kakek buluk gitu ya ngak doyan gue Apalagi sudah peot " kata Yuni terkekeh
" Tapi sama aku mau kan mba " kata Aris mengoda
" Ya dong " kata Yuni tersenyum lalu Melihat kakek itu sudah hilang dari kejauhan
Yuni pun lalu masuk kantor bersama Aris .Aris tak banyak bertanya .Ia lebih asyik mengurus laporan nya Yang diajarkan Moko yang lagi survei di lapangan Sedangkan Yuni memeriksa data Sambil melihat pa Tyiur di ruangan nya Yang lagi Menghitung duit untuk gajian nanti malam .
" Perlu dibantu pa " kata Yuni
" Ya dong masa cuma di lihatin doang " kata pa Tyiur
" Ok Yuni bantu pa , mumpung santuy " kata Yuni ikut membantu pa Tyiur Sambil berpikir pada pria itu .
" Pasti dia kaget Kalo ia nanti tak bisa berubah ." batin Yuni Sambil menghitung duit gaji karyawan
***********
" Lepas ........ " kata Yuni menghempas tangan kedua nya
" Ada apa dengan kalian " kata Yuni .
" Kenapa ikut ikutan Tri ,aku mau pinjam sebentar " kata Ferdi
" Ngak ada pinjam pinjaman " kata Yuni meninggalkan keduanya pergi
" De .....aku hanya ....."
Bug .......tiba tiba ...
" Ferdi ......" Teriak Tri melihat Ferdi terhuyung jatuh Yang membuat Tri menangkap nya Dan Yuni menoleh pada Tri yang menangkap tubuh Ferdi Yang lebam membiru di tangan nya
" Ada apa ?" kata Yuni Sambil melihat sana sini dan sekeliling mereka Dan sekilas ada dua mata merah dari kejauhan Yang sempat Yuni lihat
" Woi ....bantu " teriak Tri pada Aris Yang mau masuk mess staf dari .mess karyawan
" Ada apa Tri " kata Aris bergegas membantu Tri
"Ayo Kita bawa kekamar nya " kata Tri Dan Yuni bergegas lari kekamarnya Dan menyimpan uang nya Lalu Yuni mencari cincin hantu Awan Lalu memakainya dan kembali keluar kamar setelah mengunci kamarnya .Dan bergegas Tri dan Aris ke kamar Ferdi .
__ADS_1
" Ada apa sebenarnya ?" kata Azam melihat punggung Ferdi menghitam Karna pukulan dari jarak jauh .
" Ada orang menyerang nya dari jarak jauh " kata Yuni
" Hah .... Kok bisa " kata Aris kaget
" Bisa ris , apalagi ilmu hitam " kata Tri Yang membuat Tri mengusap punggung Ferdi yang menghitam Seperi terbakar .
" Mas sini biar aku obati " kata Yuni mengambil air mineral dan membaca doa Lalu setelah itu menyiram sedikit air itu pada tubuh Ferdi Dan .....
Wus.......
Tubuh Ferdi langsung muncul asap hitam keluar dari tubuhnya Lalu asap nya lama lama jadi putih dan menghilang Lalu kulit Ferdi kembali memutih
" Astaga ......." kata Tri Aris Azam kaget Melihat apa terjadi di depan mereka Dan Ferdi pun langsung sadar Sambil . melenguh merasakan tubuh nya terasa sakit di sekujur badan
" Apa yang kau rasa Fer" kata Yuni menatap Ferdi
" Tadi kaya ada orang yang melempar ku dengan batu Dan itu seperti api bara Sangat panas dan sakit " kata Ferdi
" Lalu ....." kata Tri
" Aku tak sadarkan diri " kata Ferdi Yang mengingat kejadian ia di lempar batu panas Tapi ia tak merasa batu itu tidak jatuh ketanah Tapi meresap masuk tubuh nya .
Yuni dan Tri Aris dan Azam pun saling pandang Dan tak lama Danang datang masuk kamar Dan lalu ikut bergabung lalu bertanya Ada Apa yang terjadi dengan Ferdi Ferdi pun menjelaskan nya
Dan Danang lalu menatap Yuni Yang hanya diam mendengar para pria itu ngobrol
" Kenapa ?" kata Yuni Ketika Danang menatap nya
" Apa gara gara kamu lagi Yun?" kata Danang
" Aku...... !!! " kata Yuni menunjuk dirinya
" Iya ...." apa. angguk Danang
" Ya .... Tapi sayang dia keburu pingsan
Jadi ngak tahu siapa orang nya " kata Yuni cuek
" Nang Yuni ngak tahu, aku juga Ferdi juga ngak tahu apa yang terjadi Jadi jangan bikin omongan atau cerita sendiri Karna jatuh nya bisa jadi fitnah Dan satu hal lagi Ferdi sudah di obati Yuni " kata Tri menjelas kan panjang lebar pada Danang Yang dianggukan Azam dan Aris yang jadi saksi Karna memang Yuni yang membantu Ferdi .Yang membuat Ferdi terdiam Sambil menatap Yuni
" Jadi badan ku gosong " kata Ferdi
" Ya kami melihat sendiri Asap hitam langsung keluar dari luka mu yang lebam itu Dan berubah jadi putih setelah Yuni beri air putih di bacakan doa " kata Azam
__ADS_1