
Setelah meletakan Ferdi di kasur Tri dan Yuni mengobati luka cakar Ferdi di punggung nya
" Tuh hantu senang banget sih main cakar " Kata Ferdi menatap Yuni
" Salah siapa lho kesini pas genting " kata Yuni yang ikut mengobati nya
" Iya Fer untung di cakar kalo tadi lho dimakan bisa putus tuh kepala " kata Aris yang melihat jelas sosok berbulu itu seperti gorila .
" Kalo gue mati lho duluan gue datangi ris sama Yuni " kata Ferdi
" Hah . ....kok aku" kata Yuni kaget . Langsung menepuk bahu Ferdi
Plak......
" Auw.....sakit Yun , senang ya lho kalo gue mati " kata Ferdi
" Heh... .. Fer, ngak usah bicara kaya gitu mana ada yang berharap lho mati Lho sendiri kali !! " kata Aris Sedangkan Tri hanya diam mengoles luka Ferdi Yang penuh dengan cakaran .
" Banyak luka nya Tri " kata pa Tyiur
" Lumayan pa bagus buat lukisan , masalahnya kurang banyak katanya Tadi niatnya mau bunuh diri " jawab Yuni membuat Ferdi mendelikkan matanya .
Tri yang melihatnya hanya tersenyum .Dan Aris terkekeh karna Yuni membalas perkataan Ferdi sendiri
" Mana ada gitu yun, kan aku ngak tahu tuh hantu siluman mau menyerang lho lagi " kata Ferdi
" Ck ...... gaya lho Fer , niat mau nolong atau cari perhatian gue..Biar di obati nih kan sudah ya ngak Tri " dumel Yuni berdecak kesal Pada pria didepannya itu
Ferdi hanya diam Dan hanya menatap Yuni mengomel Kalo tidak ada Tri mungkin ia sudah mencium bibir cerewet itu .Karna terlalu cerewet menurut
" Sudah Tri biarin dia disini " kata Yuni
" Huh, aku tidur disini kan !! Ngak masalah " kata Ferdi cuek
Yuni dan Tri saling padang Lalu keluar kamar Dan masuk kekamar Moko
Untuk ngobrol bersama
" Kok ditinggal " kata Moko
" Tinggallah dia pintar bikin kesal kita mas " Kata Yuni
" Heh... shut ngak usah dibahas " kata Tri
" Ya sudah tidur gih !! tuh kasur biar aku sama Aris " kata Tri
" Ya " angguk Yuni diam lalu rebahan di kasur Moko .
Semua terdiam tak bersuara Dan Yuni memejamkan matanya .Karna mengantuk
apalagi ia aman di temani banyak orang Yang membuat Yuni terlelap
__ADS_1
Ferdi memejamkan matanya ingin tidur Ketika jendela kamar Yuni di ketuk dari luar jendela .
" Siapa ?" kata Ferdi Namun tak ada jawaban
Namun jendela itu masih di ketuk Yang membuat Ferdi berdiri Dan membukanya Dan ketika dibuka
" Aaaa.......!! " teriak Ferdi
Brak ...... jendelanya pun ditutup Ferdi kembali Dan ia langsung menguncinya Lalu berlari kekamar Moko . Moko yang kaget Karna terlelap bangun menatap Ferdi
" Ada apa lagi Fer, tidur lah sudah malam " kata Moko Karna semuanya sudah tidur .Karna lelah dan mengantuk sebab tadi siang mereka bekerja seharian.
Ferdi diam. Lalu ikut tidur di samping Umar . Yuni yang tidur sendiri di pojok memang tak aneh bila di jaga para pria
Yang sudah biasa tidur berjejer seperti pindang kaleng .
Diluar terdengar suara hujan deras Dan Ferdi hanya diam Karna belum tidur .Ia masih belum mengantuk Tapi matanya
terpejam sambil mendengar suara hujan turun di luar ..
Pyar..............
Jedar........
Suara petir dan kilat pun membangunkan Semua orang tapi tidak dengan Yuni .Yang masih terpejam .
" Aaa........!!" teriak suara keras seseorang
Membuat mata Yuni mencari suara itu Dan melihat seseorang di tarik paksa sosok mahluk di depan matannya
Apalagi wanita itu hanya terlihat tercekik dengan mata melotot mati dengan mengerikan.
" Astagfirullah Aladzim Laila Lah ailalah Muhammad rasulullah " kata Yuni seketika
Melihat mahluk itu mengoyak tubuh wanita itu Yang membuat Yuni mundur
Dan menjauh dari derasnya hujan .
Yuni lalu berhenti Ketika melihat ada jurang didepannya dan ia tak bisa mundur lagi Ketika mahluk .itu mencabik cabik wanita itu
Kaki tangan nya terputus dan badan nya terkoyak di depan mata Mahluk itu lalu tertawa bangga dan menatap nya
Yang membuat yuni gemetaran Karna ia yakin mahluk itu juga akan pasti akan menangkapnya.
" Ya Allah ampuni aku Dan lindungi aku ya rabb " Kata Yuni hendak berteriak keras tapi......
" Yun...... bangun ... " Kata Tri mengusap kepala Yuni dan juga Moko Yang membuat Yuni kaget Dengan nafas memburu dan tersengal sengal .
" Aku dimana ?" kata Yuni
" Shut....... Kau aman dikamar " kata Moko dan Yuni mengengam tangan Tri kuat Mengisyaratkan ia aman .Lalu Yuni berusaha untuk duduk
__ADS_1
" Apa kau mimpi buruk " kata Moko
" Iya mas " kata Yuni berusaha bernafas tenang .Dan berusaha untuk mengingat mimpinya . Hal yang baru ia alami Adalah hal yang mengerikan Yang tak ingin ia ingat lagi .
" Kau aman lupakan itu hanya kembang tidur " kata Moko mengusap kepala Yuni pelan mendoakan Yuni
" Ya " kata Yuni Yang lalu meringkuk kembali diatas kasur tapi masih menggenggam tangan Tri erat Karna ia mendengar hujan deras dan petir masih bergemuruh di luar sana .
Ferdi yang melihatnya hanya diam tak bersuara Menatap Yuni dengan lekat karna masih memegang tangan Tri Seolah tak mau melepaskan nya
Yuni memejamkan matanya Ketika Moko datang membawa air mineral Dan menyuruh Yuni minum .
" Berdoa dulu " kata Moko
" Ya trimakasih , bismillah " kata Yuni Yang lalu berusaha bangun di bantu Tri
Dan Yuni pun meminum air itu. Setelah itu ia sedikit tenang . Dan Yuni kembali rebahan
" Mimpi apa " kata Tri pelan menatap Yuni yang masih memegang tangannya
" Mahluk itu membunuh orang Tri dia mencabik cabik nya seperti tumbal. Dia mahluk siluman " kata Yuni pelan Kalo ia bisa melihat Wanita yang ada di mimpi nya tumbal ilmu sesat. Mahluk itu dulu adalah manusia .Ia akan menumbalkan setiap wanita dan menculik nya untuk tumbal ilmunya Agar ia bisa menjadi sakti Dan lebih kuat dari mahluk lain
Tri diam lalu tersenyum .Dan masih duduk di dekat Yuni Sambil menyelimuti Yuni yang masih takut
" Ya , sekarang tidurlah dan banyak berdoa ya " kata Tri berusaha membuat Yuni tenang
" Ya .....dia tak akan menculik pria tapi hanya wanita saja " kata Yuni lagi .
Moko yang mendengar kan Yuni bicara Hanya menatap Tri .Begitu juga Tri dan untungnya Yuni tadi mengigau Sambil membaca Lailah ailalah Muhammad rasulullah...Hingga ia bisa sadar dari mimpinya Dan melihat dunia nyata lagi Karna bagi Yuni itu hal nyata yang sangat mengerikan .
" Ada apa , kalian ngak tidur " kata pa Tyiur ikut bangun .
" Yuni mimpi buruk pa tadi, Makanya kita bangunkan takut ia tak bisa kembali " jelas Moko .
" Apa seram yun " kata pa Tyiur
" Ya pa mengerikan, Saya hampir kait
( tersangkut dalam mimpi ) kata orang kalimatan Dan mungkin bila tak di bangun saya tak bisa kembali " kata Yuni lirih
" Alhamdulilah ia bisa sadar pa " kata Tri menatap Yuni lekat
" Syukur lah " kata pa Tyiur .Yang membuang nafas kasar Karna suara hujan itu masih terdengar lebat .
" Kenapa hujannya lebat banget " kata Aris .Membuka matanya ikut bangun
" Ya ngak tahu, namanya juga hujan Kata Ferdi bicara yang sedari tadi diam Hanya melihat Yuni .
" Yun kamu kenapa tuh tangan Tri di pegang terus, tidur Tri !! " kata Aris
" Ngak apa apa ris aku jagain Yuni .kok " kata Tri tersenyum .
__ADS_1
" Cih ..... ngak perlu Tri , dia aman " kata Aris kembali memejam kan matanya Dan Tri pun berbaring di dekat Yuni di sebelah Moko untuk tidur lagi Dan setelah tenang Yuni melepaskan tangan Tri Dan kembali tidur setelah berdoa.
Seto umar Ferdi tak bicara apapun . Mereka ikut tidur karna masih mengantuk Dan mereka kembali tertidur