Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 308


__ADS_3

Yuni yang kaget langsung terbangun Dan duduk menatap Sani dan mbok yang masuk ke kamarnya sambil berteriak


" Astaga kalian kenapa sih " kata Yuni


" Hantu Yun di dapur tuh lihat sana Muka nya se tampah wajah nya besar banget " kata Sani bergidik ngeri


" Astagfirullah Aku kesiangan Kok ngak di bangun kan sih " kata Yuni melihat jam..Yang hampir jam 6 Lalu bergegas masuk kamar mandi sambil menutupi badan nya dengan selimut tipis


Sedangkan mbok dan Sani kekamar Sani melihat bayi Devano yang masih tidur terlelap sehabis di beri susu


" Mbok hantu nya ....." kata Sani


" Iya gimana ini, Ya ampun tempe nya "' kata mbok nekat pergi kedapur untuk melihat tempe goreng yang hampir gosong


" Allahu akbar " Kata mbok langsung mengangkat tempe goreng nya Dan kembali untuk menggoreng ayam .


" Mbok sudah ngak ada kan " Teriak Sani takut


" Sudah pergi non " kata mbok Sambil melihat sekeliling dapur


Sedangkan di luar Hantu wajah besar di omelin Kunti karna membuat mbok dan mba Sani takut padahal mereka sedang memasak di dapur


" Maaf aku ngak tahu Kalo mereka melihat ku tanpa sengaja " kata hantu wajah besar


" Ya sudah sana jangan di ulang lagi Bisa repot kita kalo mba Sani sama mbok pingsan di dapur " kata hantu bocil


" Iya ci maaf , aku mandi dulu ya teman teman " kata hantu wajah besar merasa bersalah Lalu pulang ke pinggir hutan untuk balik ke rumah pohonnya


****************


Siang nya Yuni seperti biasa kepasar membantu Anggi untuk berjualan Di toko Yuni tak lama disana Karna Yuni kembali di suruh bocil memesan gulai kambing dan sate plus lontong untuk emak kunti juga nasi kotak Untuk sisa uang nya yang masih tersisa Dan juga buah seperti kemaren Dan bila masih ada sisa lagi untuk Yuni saja kelebihan nya pesan emak kunti .Yang membuat Yuni tersenyum Karna lebihnya mencapai 150 juta Lumayan buat beli susu Devano dan Akhtar Dan juga daging buat bikin rendang di rumah .


" Lunas ya bu kambing nya 6 " kata Yuni pada bagian tempat aqiqah itu Yang heran Yuni memesan banyak lagi Tapi kali ini Yuni menyuruh mereka mengantar.nya kerumah dulu Agar .mereka tidak curiga dan yuni membelikan panci besar semua Yang nantinya akan di angkut para hantu sendiri dari depan rumah Yuni


" Ya mba terimakasih " Kata si pemilik rumah aqiqah itu .


Lalu Yuni bergegas pergi Dan mampir ke warung membeli bakso dari sisa uang nya Dan Yuni ingin berbagi pada karyawan kantor sekalian menjemput Akhtar pulang .Lalu ia membeli bakso 30 bungkus .

__ADS_1


Di bengkel banyak karyawan camp yang berkumpul Karna ada dua mesin yang rusak Yang membuat Tri sibuk membawa persiapan alat untuk disana Karna mereka akan pergi .ke Lamandau melihat excavator yang mogok


" Mas tapi itu kan yang satu tangung jawab mas Beni dan Sandi bukan urusan kita " kata Adi protes


" Kalian tetap membantu Karna aku bertugas disini Aku tak akan turun Yang akan turun Yusuf " kata Tri Yang memang hanya stad by di bengkel pusat


" Tapi Tri kami perlu bantuan mu " kata Anton menatap Tri


" Di sana ada Beni dan Sandi bro Jadi kan kita bisa berbagi tugas " kata Tri


Para anak buah Sandi hanya diam Tak bisa membantah karna tahu Tri sudah lepas tangan untuk masalah lapangan Karna ia akan berhenti satu bulan lagi Karna semuanya sudah Tri pasrah kan ke pada Yusuf dan Ferdi . Ferdi yang bersikap tegas Hanya. mau mengurus mesin milik mereka saja Karna Yusuf juga tak mau kejadian mereka di curangi terulang lagi Dan Yusuf dan Ferdi saling berdiskusi Membuat Sandi dan Beni ikut bingung Apalagi Anton yang baru kali ini masuk hutan berjalan kaki keberatan untuk ikut masuk melihat alat


" Aku menyerah Tri terserah kalian deh Aku ikut baiknya saja " kata Anton


" Ya memang harus begitu " kata Ferdi


" Ya kan memang .kita punya tangung jawab masing masing Jadi kalian harus mengerti " Kata Yusuf


" Baik , tapi kalo nanti terjadi apa apa dengan kalian Kami juga tak mau membantu " kata Sandi terlihat kesal


" Sudah ngak usah ribut kita sudah sepakat kan jadi kita perbaiki alat masing masing Bila yang duluan cepat Kerja berarti cepat pulang " kata Beni Yang tak mau ribut


" Ya sekarang kita bubar, siap siap makan siang dan sholat Lalu kembali " kata Rudi yang mengendong Akhtar


" Wah Rud sejak kapan lho jadi kaki tangan Tri buat ngurus anak nya Kerja lho bro Apa lho mau di pecat " kata Sandi menyindir Sambil menatap Rudi tidak suka


" Astaga San, jaga tuh mulut Kita kerja disini Akhtar juga bantu kita Lho kali yang kudu di laporkan ke pusat masa Sama Tri saja membantah Dia kepala cabang bro Lho masih kalah pangkat " kata Rudi tak juga tak senang pada Sandi


" Sudah ngak usah ribut , Kalo yang mau makan duluan silahkan Kita nanti belakangan " kata Tri Yang ngak mau ribut dengan teman temannya


Tak lama Yuni datang saat Tri berdiri Ingin mengajak Akhtar sholat lebih dulu sebelum mereka makan siang


" Mas " Kata Yuni membuat Tri menoleh Begitu juga dengan yang lain Yang melihat Yuni parkir di depan bengkel tak jauh dari Tri


" Heh .... mba jangan parkir disitu Ini kau bukan karyawan sini kan " kata Sandi lantang Membuat Yuni kaget


" Sandi ........." Teriak Tri menarik krah baju Sandi Yang berani membentak Yuni di depan nya.

__ADS_1


" Berani sekali kau membentak wanita seperti itu " kata Tri emosi .


Deg...........


Yuni yang baru turun dari motor pun kaget Melihat suaminya itu murka Karna ulah sandi Yang tak bisa mengenalinya Karna Yuni memakai penutup wajah .


" Mas sudah " kata Yuni memeluk Tri Yang membuat Sandi kaget


" Tri sudah , ayo kita ke kamar saja istirahat " kata Ariesta Yang membuat


para kubu terbelah dua Yaitu para mekanik Tri dan Sandi . Beni yang tak memihak siapapun bersama Anton Hanya bisa diam tak bersuara Karna akan terjadi keributan Bila mereka ikut mengacau .


" Sudah ayo Tri ngak usah di ladeni . Orang seperti itu " kata Ferdi .


" Ade kenapa kesini ?" kata Tri lembut membuka penutup wajah Yuni sambil merangkul Yuni masuk mess Tri


" Mau jemput Akhtar mas " kata Yuni .


" Suf itu makanan di motor bawa ke sini ya " kata Yusuf


" Siap mbak " kata Yusuf


Sedangkan Sandi dan anak buah nya masuk keruang makan Sheila dan Yesa yang mendengar keributan itu pun sempat kaget .


" Astaga mas Sandi , berani sekali sih sampean itu membentak mba Yuni " kata Yesa Membuat Sandi terdiam tak bersuara merasa bersalah


Begitu juga dengan lain tak bersuara .


Sedangkan Beni .dan Anton bergabung di kamar Tri lesehan untuk berunding .


" Wah makan makan ini, ayo di bagi .Untuk kita makan kan mba " Yusuf mengeluarkan bakso yang masih panas


" Iya tadi nya iitu buat di bagi bagi " kata Yuni menatap wajah Tri Karna baru kali ini Tri meneriaki orang lain


" Mas ......" kata Yuni


" Ayo kita makan Ade duduk sini .." kata Tri menarik Yuni untuk mendekat pada nya Sambil memangku Akhtar Yang juga sempat melihat ayahnya itu marah Yang membuat Akhtar terdiam tak bicara apa pun Tahu ibunya di bentak orang lain Membuatnya Akhtar ikut kesal .

__ADS_1


__ADS_2