
Ferdi pun lalu terdiam Dan ikut melongo kepintu dapur
" Hadeh ngapain mereka berdua disitu " kata Ferdi
" Cari angin pagi Fer, sana kalo mau gabung Tapi jangan baper " kata mbok
" Yah ..... Kalo itu mah dari sini aja sudah baper mbok Kalo kesal mau tak cekik " kata Ferdi
" Hahaha ..... Tega lho Fer, yakin tega " kata Kang Ali memainkan Alis nya
" Mana dia tega kang, orang kalo dekat aja mas kentung klepek klepek lihatnya " kata kentung yang baru datang ikut bergabung
" Tuh si kentung aja ngak tega Fer, melah melow dia kalo sama Yuni
" Bukan melow kang , hello kitty " kata bang Robin ikut nimbrung
" Hahaha ......iya juga ya badan doang yang gede .Urusan sama perempuan langsung mewek " kata Tri
" Ck...... Kaya kamu ngak aja Tri padahal kamu mau mewek juga kan " sindir kang Sapto
" Terserah " kata Tri tersenyum Karna dia juga tak bisa menyangkal kalo ia memang menyukai Yuni
Dan di pinggir sungai Yuni dan Ariesta Sedang asyik ngobrol berdua Sambil melihat ikan yang sesekali berenang menampakan diri
" Yang awas itu tanahnya susah mulai retak " kata Ariesta
" Iya nih mau retak Kalo jatuh bisa basah dong " kata Yuni
" Ngak basah lagi yang, malah basah kuyup " kata Ariesta terkekeh .
Benar saja dan ketika Yuni bergeser Tanahnya langsung retak Dan tangan Yuni yang berpegangan pada Ariesta pun menyeret kedua nya kepinggir
" Awas yang cepat " kata Ariesta menarik tangan Yuni
Namun belum lagi Yuni naik Tanah sudah longsor dan keduanya pun
" Aaa........" teriak kedua nya
Byur ......byur .......byur
" Hahaha .....apes kita yang " kata .Yuni
Kang Sapto yang melihat keduanya menghilang pun kaget
" Weh ..... hilang tuh berdua , jatuh apa ya ? Tapi kok ngak ada suara nya " kata Kang sapto turun kesungai dan disusul Ali, Ferdi juga Tri dan mas kentung ( karna gendut )
" Hahaha....... Kalian jatuh ya " kata kang Ali tertawa melihat Yuni dan Ariesta di sungai
" Hahaha ...... tanah nya amblas kang " kata Ariesta yang menarik tangan yuni naik pinggiran .
" Sekalian mandi ya ngak yang " kata Yuni terkekeh
__ADS_1
" Iya tapi penuh lumpur tuh " kata Ferdi Yang melihat baju kedua nya penuh lumpur karna kena timbunan tanah
" Sudah mandi sekalian , biar ku ambilkan handuk dan sabun " kata Tri ikut tertawa kecil
" Hahaha.....itu namanya menyelam sambil luluran Yun " kata Kang Sapto tertawa
" Kan ngak tahu kang tanahnya amblas. Yuni ngak sengaja menginjak pinggiran " Kata Ariesta yang lalu membersihkan lumpur di tubuhnya Begitu juga Yuni Yang di tonton banyak orang . Begitu juga Ferdi yang ikut melihat .
" Ngak apa apa yang , kan sekalian mandi " kata Yuni yang baru kali ini mandi di sungai buatan itu . Untuk mandi para karyawan Bila antri di dalam kamar mandi .Karna memang ada sumber mata airnya Yang membuat sungai itu sangat bening. Dan Yuni duduk di atas tangga papan kayu khusus untuk mandi
Yuni pun lalu mandi sambil bercanda Dan semua orang menonton pun bubar Karna ingin sarapan dan berangkat kerja
" Yang aku duluan ya, mau kerja " kata Ariesta yang buru buru pergi
" Ya hati hati " kata Yuni tersenyum Yang merasa senang berteman dengan Ariesta Dan ia merasa lega kalo pria itu tak berambisi seperti Ferdi .Sedang Tri mengambil handuk dan sabun mbok untuk Yuni Lalu pergi setelahnya
********
Tri yang sudah di bengkel bersama Ferdi dan Yusuf asyik memperbaiki mesin traktor yang rusak .
Sedangkan Yuni sarapan pagi setelah selesai berpakaian Dan menjemur pakaian nya di jemuran belakang .
" Ndu ini makan ya ?" kata mbok
" Ya mbok trimakasih , pada sudah berangkat kerja ya , apa Tri sudah ke bengkel juga mbok " kata Yuni
" Sudah ndu, tuh sana lagi memperbaiki traktor yang mogok kemaren .
Tak lama Danang keluar memakai sarung Seperti orang habis sunatan
" Sudah sembuh nang " tegur Yuni tersenyum Melihat pria itu mengambil air putih
" Senang toh mba, dengar aku sekarat " kata Danang tanpa menoleh
" Ih..... Ngasal kamu nang , mana ada ?
Kamu kaya gitu itu ... karna ngak mau dengar nasehat orang lain. Keras kepala lagi . Mana pake pipis sembarang. Jelas itu kualat nama nya. Orang itu dapur buat makan masak orang banyak Malah jadi tempat pipis . Makanya kamu dapat teguran nang " kata Yuni
" Benar tuh mba, makanya Danang kualat Kan dia kalo di bilangin ngeyel " kata bi Narsih yang sering menegur Danang tapi ngak di anggap
" Ya ..... ya makan saja Yun biar kenyang ngak usah rewel !! " kata Danang lalu pergi kembali ke kamarnya
" Ish..... dasar pria egois " kata Yuni mengelengkan kepalanya
" Biarkan saja mba, nanti juga nyadar sendiri " kata bi Narsih
" Ya ndu memang orang nya begitu Jangan diambil hati " kata mbok sambil duduk ikut makan bersama Yuni
" Yuni santai mbok ngak di pikir kok , mungkin mereka saja mikirnya negatif sama Yuni . Orang dia maunya Yuni itu , ngak boleh dekat sama siapa pun . Kan aneh ya mbok Orang di sini semua kaum Adam jadi wajar Yuni dekat dengan para pria " kata Yuni sambil menyuap nasi nya ke mulut .
" Ya iya mba, kan srikandi sendiri " kata mbok terkekeh
__ADS_1
Dan bi Narsih pun ikut bergabung untuk makan Karna keponakan tadi sudah ikut rombongan pagi kedalam hutan untuk memasak di camp dalam.
**********
Selesai makan Yuni pun langsung kekantor Dan duduk di meja kerja nya Di kantor terlihat hanya Andre sendiri Karna Moko Seto dan umar sedang turun ke lapangan bersama Aris
" Kok sendiri mas " tegur Yuni
" Berdua yun sama kamu " kata Andre
" Hehehe .... Iya ya lupa " kata Yuni Yang lalu menghidupkan komputernya
" Pa Tyiur kapan pulangnya " kata Andre melirik Yuni
" Entah lah mas, mungkin masih ada pengarahan .eh mas kok tadi malam tumben tuh mahluk ngak datang " kata Yuni melihat berkasnya
" Kamu kangen Yun, mau di culik lagi " kata Andre .
" Dih amit amit , cuma aneh saja mas Kalo ngak datang sih Yuni bersyukur banget . Berarti kita aman dan tak di ganggu lagi " kata Yuni
" Ya bagus lah , itu juga yang kuharap Masalahnya bikin tegang. Karna kamu tuh yun , banyak hal hal aneh terjadi di sini Dan untungnya para hantu tanpa kepala itu tak merusuhi kita " kata Andre
" Maaf mas , kan aku juga ngak tahu bisa kejadian begitu Mana tahu Yuni bakal bisa lihat hantu. Padahal di jakarta aman aman saja selama ini " kata Yuni
" Aku mungkin tahun depan sudah ngak disini yun , kamu gimana ?" kata Andre
" Sama mas , Yuni juga mau kerja di kota saja " kata Yuni . Karna kerja disini membuatnya slalu tegang dan ketakutan Memang sangat menyenangkan tinggal di daerah Tapi resikonya cukup mengerikan Karna masih ada hal mistis yang ia alami Dan lagi kini Yuni sudah tahu siapa dirinya dan asal kelahiran nya .
Keduanya pun asyik ngobrol sambil bekerja Karna memang akan terasa sepi bila hanya diam . Sesekali Yuni melihat kejendela kantornya Sambil melihat ke jalanan sepi Karna sepintas tadi ia melihat seorang pria berjalan buru buru melintas di jalan setapak .
" Apa aku tidak salah lihat, pria itu sedang melintas " kata Yuni dalam hati Walau ia sambil ngobrol dengan Andre
" Mas nanti makan siangnya bareng ya " Kata Yuni .
" Sekarang aja kerja bareng kok , kenapa ? ada yang aneh lagi Kan tadi sudah buang sial di sungai " kata Andre
" Hahaha.... Itu kecebur mas, Kita jatuh " Kata Yuni tertawa
" Ya tapi bagi orang jawa itu buang sial Biar kamu ngak di usik lagi. Kan baru kali ini kan kamu mandi di sungai yun, Untung bisa berenang " kata Andre
" Iya mas , asyik juga airnya bening lagi Tapi rasanya dingin banget " kata Yuni
" Namanya juga sungai " kata Andre tak sengaja melihat seseorang mengawasi mereka dari kejauhan
" Yun......." kata Andre
" Ya mas " kata Yuni menoleh
" Yuk kekantin sekarang ?" kata Andre Yang beranjak Sambil menarik tangan Yuni Untuk menjauhi jendela Dan keluar menyeret Yuni kantin
" Ih..... Kenapa sih mas ?" kata Yuni bingung Tapi ia tak berontak ketika Andre membawanya kekantin
__ADS_1
" Tadi aku lihat orang mengawasi kita pria itu pakai caping " kata Andre bicara pelan Dan mereka pun menuju dapur
" Hah......... apa iya ?? " kata Yuni kaget Bertanya tanya dalam hati . Karna ia juga sempat melihat sepintas lalu .Namun hanya diam pura pura tidak tahu