
Yuni tergelak melihat Tri kesal Karna ia merasa tersaingi oleh hantu di rumah nya sendiri Dan untung nya Yuni bisa membedakan mana hantu mana suaminya
" Kenapa kok ade senyum senyum ?" kata Tri menatap Yuni
" Hahaha...... suami ade lagi kesal ya " kata Yuni tersenyum lalu menangkup wajah suaminya itu Dan mencium nya
" Ih malu de di lihat orang " kata Tri kaget
" Biarin aja paling yang lihat baper sendiri kan suami ade " kata Yuni cuek Karna ia tak ingin suaminya itu terlihat kesal Dan untung nya warung sudah sepi
Tri pun tersenyum di cium Yuni .Rasa kesal nya sedikit hilang .Entah mengapa ia merasa kesal pada hantu Mungkin kalo manusia musuh nya akan nyata Dan ia bisa beradu tanding Tapi kalo hantu alamat akan di buat pusing oleh si hantu Tri bukan tak berani Karna memang ia tak bisa melihat hantu Dan satu hal lagi musuhnya itu kadang bisa datang dan pergi sesukanya menganggu sang istri .Dan untung nya Yuni bisa membedakan dirinya dan hantu itu Yang membuat Tri sedikit lebih tenang .
" Sudah ayo kita pulang " kata Tri lalu beranjak Lalu membayar bubur yang mereka makan
" Ya mas " kata Yuni yang ikut berdiri Lalu mereka pun pulang berjalan kali di jalan setapak desa layak nya orang yang sedang pacaran
" De kalo kita pindah ke sini saja gimana Mas bisa nabung dikit dikit Biar bisa bikin bengkel sendiri buat usaha " kata Tri
" Ya terserah mas, tapi paling tidak kita punya rumah dulu " kata Yuni
" Ya itu harus " kata Tri tersenyum sambil mengandeng tangan Yuni
" Cie cie mas Tri pacaran ni ye " ledek dua orang anak yang lewat
" Ben ....arep melu rene " kata Tri terkekeh
" Kui udu pacar e jon tapi bojo ne mas Tri " kata teman bocah itu
" Heh.... kok iso kan karo mba Nugrah " kata teman si bocah itu
" Lah kue ketinggalan berita jon, mau bengi kui syukuran e pernikahan mas Tri maka ne kabeh di undang " kata sang teman nya
" Oalah .... enak yo due pacar halal iso dolan dolan di gowo rana rene " kata bocah itu mengayuh sepedanya Yang menghilang di persimpangan jalan
" Hehehe lucu ya mas anak anak sini " kata Yuni
" Ya mereka masih smp de biasa nya kalo libur Mereka naik sepeda entah main kemana " Kata Tri berjalan santai Dan Yuni tersenyum setiap kali mereka ber pas pasan dengan warga sekitar desa tempat tinggal Dan tak lama mereka sampai di rumah .
" Dari mana de ?" kata mba Ayu yang asyik nonton tv di ruang tengah
" Cari angin mba " jawab Tri
" Bukan makan angin mba " kata Yuni ikut menimpali
__ADS_1
" Ih..... Kalian kalo masuk angin tahu rasa " kata mba Ayu
" Ya ngak lah mba Kalo perut nya ade tuh masuk angin sering " kata Tri
" Ih mana ada mas " kata Yuni
" Hahaha...... Kamu itu Tri senang banget goda ni bojo mu " kata mbok yang membawa ubi rebus dan jagung rebus Lalu menaruhnya di atas meja
" Iki cemilan sehat , ndu nih makan jagung rebus " kata mbok
" Nanti mbok masih kenyang " jawab Yuni .
" Di ajak kemana de, sama Tri mengukur jalan atau ngitung mobil " kata mba Asih
" Hehehe ..... mengukur jalan mba Tapi menghitung mobil juga sambil nongkrong di pinggir jalan " jawab Yuni
" Waduh ..... kok ngono Tri " kata mba Ayu melirik Tri Yang membuat Tri tersenyum
" Lah dari pada dirumah mending mengukur jalan " kata Tri terkekeh
" Oalah le le ya kasihan toh di pajang di jalan kan ono motor mu kok gak di bawa kalo ngak minjam mba Ayu kan bisa " kata mbok
" Hahaha ..... sopo sing di pajang mbok Kui iku hanya guyon mbok Maksud nya Asih mengukur jalan itu jalan jalan santai mbok bukan di pajang di jalan " Jelas mas Arga tertawa
Yuni pun tersenyum Karna memang istilah anak muda beda beda kasus Jadi mbok mengira benaran mengukur jalan
" Mbok itu kan ngak tahu mas .ya jadi harap maklum yo mbok Mereka itu . senang bikin mbok bingung Untung sing diajak ngomong paham "Kata Tri melirik Yuni Lalu mencium pipinya
" Mas....." kata Yuni kaget
" Ck.... pamer sama mba Ayu , nanti pengen lho de " kata mas Arga
" Ora kan wis pernah " kata mba Ayu tersenyum
" Hahaha....... masa sih Yang lebih dari itu belum kan mba " goda Tri yang lalu memeluk Yuni dari belakang Dan menaruh kepalanya di caruk leher Yuni
" Mas apaan sih " kata Yuni
" Biar mba Ayu pengen de " kata Tri
" Dih pamer , mengko mba pamer pasti pada protes " kata mba Ayu
" Ora .... kan wis due" Kata Tri sambil mengambil jagung dan menggigitnya Lalu mencium pipi Yuni
__ADS_1
" Mas , apaan sih " kata Yuni Yang malu karna tingkah Tri yang mengodanya Membuat mbok hanya tersenyum Karna melihat tingkah konyol anak bungsunya itu Yang menganggu istrinya .Membuat Asih dan Ayu saling pandang .
" Ngak ada apa apa kok de, ini mau jagung ngak " kata Tri menaruh jagung di bibir Yuni membuat Yuni tersenyum Lalu menggigit nya Hingga kedua nya bergantian saling gigit Dan sesekali Tri mencium pipi Yuni sambil bersandar di sofa Dan memeluk sang istri .
Mbok hanya bisa tersenyum melihat putra bungsu itu bahagia Karna terlihat Sangat sayang pada istrinya Yang membuat mbok lega Karna menantu nya itu terlihat bisa membawa diri Dan tak menutut banyak Dan juga tak banyak bicara .
" De kalian ngak main tempat de Nugrah Tadi dia kesini sama mbok nya ngantar kado Karna tadi malam ngak bisa datang cuma pae karo ade e wae " Kata mba Ayu
" Besok pas hajatan saja mba biar sama sama kan mbok mau rewang " kata Tri
" Iyo karo mba Ayu mu , tapi kalo mau kesana siang saja Tri Setelah ijab Takut kamu datang kesana nanti dia merenggut sama nak Yuni " Kata mbok
" Hahaha....... Kok iso yo mbok kan de Tri sudah punya istri " kata mba Asih
" Ya nama nya wong lara hati iku ya beda toh mba Tetap teringat masa masa manis dulu . Mbok sih ngak menyalahkan siapa siapa namanya jodoh ya ngak bisa di tebak " kata mbok
Yuni yang mendengar itu hanya terdiam Lalu menatap Tri Karna tahu Nugrah sempat masuk kamar Tri
" Kenapa kok melihat mas begitu " kata Tri heran
" Ade curiga pas Nugrah telanjang di depan mas waktu itu Mas langsung mendelik kan " kata Yuni Yang membuat mbok , mbak Ayu dan mbak Asih melongo mendengar perkataan Yuni
" Mana ada mas ngak nafsu , Orang dia lagi marah marah .Lagian ngapain coba masuk kamar mas pake buka baju segala " kata Tri
" Masa sih , atau mas pura pura ngak nafsu " Kata Yuni mengoda Tri
" Aish ... ngapain juga ade bahas si Nugrah Bahas masalah kita saja ngak asyik membahas orang lain " Kata Tri
" Ih kan bukan ade yang mulai " kata Yuni manyun
" Ih manyun , tapi kan ade sendiri yang bahas itu Mas cuma diam kok " kata Tri Sambil mencium pipi sang Istri
" Ya sudah ngak usah di bahas Lagian tuh si Nugrah aneh tahu ade ngak ngapain ngapain juga ngomel ngomel " kata Yuni
" Shut ......sudah ngak di bahas mas ngak suka " kata Tri Yang lalu mengedong Yuni kekamar
" Mas apaan sih......" Teriak Yuni kaget Karna Tri langsung mengedong nya ke kamar. Yang membuat semua orang saling pandang Mendengar percakapan pasutri itu
" Nah lho , opo maksud nya mbok kok Nugrah pake buka baju masuk kamar de Tri " kata mba Ayu
" Hust ..... ngak usah di bahas Tuh ade mu jadi ribut Gara gara bahas si Nugrah " kata mbok
" Emang cinta segitiga mbok " kata mbok
__ADS_1
" Ora ngerti mbok " kata mbok Yang tak mau masalahnya jadi runyam