Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 169


__ADS_3

Seminggu setelah itu Yuni pun berkemas untuk menuju ke tempat tugas nya Dan ia belum memberitahukan Tri kalo ia akan kesana


"' Astaga aku belum beli pil itu " kata Yuni takut bila ketemu Tri Tri akan mencampurinya .


" Nanti malam saja ke apotik sekalian " kata Yuni Yang sudah siap packing .


Dan menyiapkan kopernya di dekat lemarinya


**********


Di camp Tri sedang asyik duduk santai di teras mess bersama Yusuf yang baru pulang dari batu licin kemaren


" Hai mas Tri sudah pulang ya " kata staf keuangan baru itu


" Ya mba, mba Lala sehat kan " kata Tri basa basi


" Iya dong Oh ya malam minggu pas Tri ke kantor sampit kan Lala ikut boleh ngak " Kata Lala Yang tahu Tri sering bolak balik kantor sampit


" Maaf mba , Saya perginya sama Yusuf besok Jadi ngak mungkin sama mba Lala " kata Tri memberi alasan Karna gadis itu menyukai Tri Yang pendiam Dan bersikap ramah pada wanita Apalagi Tri kepala mekanik yang rajin bekerja keras Dan juga bertindak cepat


" Sama aku aja mba bisa bareng kok " kata Ferdi


" Boleh emang ngak ada yang marah " kata Lala


" Ngak lah, mana ada kalo sama Tri Malah ada orang yang akan marah " kata Ferdi sambil merokok


"Siapa ?" kata Lala


" Nugrah sama mbok nya lah " Kata Yusuf terkekeh


" Oh ya lala dengar mas Tri sudah mau menikah sama mba Nugrah ya " kata Lala duduk di samping Tri sambil tersenyum manis


" Saya sudah menikah dan punya Istri mba " kata Tri santai


" Iya tuh mba makanya sama kita kita saja " kata Danang yang tahu Lala sering memperhatikan Tri Namun Tri cuek Dan itu membuat Danang penasaran dengan sikap Tri yang berubah drastis setelah Kepergian Yuni ke jakarta


*************


Hari berlalu cepat Ketika malam minggu Di kantor sampit Tri sedang Asyik ngobrol dengan Yusuf Rendi dan Beni juga Raya dan Nugrah juga Lala bersama Ferdi ikut bergabung Sambil makan bakso di teras kantor samping jam 8 malam lewat Hawa terasa dingin Dan hantu bocil juga ikut nimbrung mengambil bakso Raya Yang ikut makan Karna lapar Padahal Raya sudah menyiapkan Makanan di kamar Tapi hantu bocil juga ingin ikut bergabung.


Kring kring ........ ponsel Tri pun berbunyi Dan Tri Yang melihat cinta ku calling langsung mengangkatnya Dan menjauh dari teman temanya

__ADS_1


" Ya de .... gimana ? Kata Tri tumben istrinya itu belum tidur Karna biasa nya Yuni sudah ngatuk bila ia menelpon nya


" .........."


" Hah..........dimana ?" kata Tri kaget


" ........."


" Ya mas kesana ?" kata Tri Yang tak percaya Yuni kembali ke sampit lagi Dan Tri langsung menutup ponselnya


" Siapa Tri " kata Nugrah penasaran Karna Tri seperti kaget


" Hanya Teman kok , Semuanya aku tinggal sebentar ya ada urusan " kata Tri berlari ke bengkel


" Tri ikut " kata Nugrah ingin ikut Namun Tri langsung cepat menghilang membawa motornya buru buru ke hotel yang biasa Yuni datangi


" Astaga ada apa dengan ade " kata Tri Yang di minta Yuni untuk bertemu Dan tak lama ia pun lalu menanyakan resepsionis Dan setelah resepsionis memberitahunya Tri pun bergegas menuju lantai dua Dengan perasaan tidak enak


" Ya Allah jangan sampai ade minta cerai " kata Tri khawatir Lalu mengetuk kamar yang di tempati Yuni


" Masuk mas " kata Yuni dari dalam kamar Karna Yuni baru selesai sholat isya Karna tadi ia mampir kantornya dulu


" Mas kangen " kata Tri mencium bibir Yuni


" Hehehe .... kaget ya " kata Yuni terkekeh Dan mereka pun berpelukan .


" Ya mas kaget " kata Tri menatap Yuni lekat lalu melepas ciuman nya


" Yuni juga kangen " kata Yuni memeluk Tri Dan Tri lalu mengedong nya Keatas ranjang Dan Tri ikut berbaring di samping nya


" Bagaimana ade bisa di sini ." kata Tri menatap Yuni lekat Karna takut istrinya itu mengakhiri hubungan mereka berdua


" Ade tugas kerja disini dua minggu dari perusahaan Karna di tunjuk oleh atasan " kata Yuni


" Alhamdulilah " kata Tri senang Dan ia pun langsung memeluk Yuni dan mencium nya .


" Mas .....sudah ah " kata Yuni Yang tahu Tri sangat senang Karna suami nya itu tak henti henti nya mencium


" Mas kangen mau kan " kata Tri


" Mhem ....... " jawab Yuni berdehem sambil mengangguk Dan itu membuat Tri sangat bahagia Karna ia sangat rindu pada istrinya itu Dan kedua nya pun memadu kasih Sampai tengah malam

__ADS_1


" Mas sudah , ade capek " kata Yuni mengantuk


" Ya maaf " kata Tri tersenyum dan lalu memeluk tubuh polos istrinya itu erat dan menarik selimut untuk mereka Berdua tidur


Lama Tri menatap wajah polos Yuni Yang tadi hampir membuat nya jantungan Ketika Yuni datang tak memberi nya kabar Akan datang Tapi kini ia lega Semuanya baik baik saja dan Tri bisa mengobati rasa rindunya Karna Yuni kan berada di sampit selama dua minggu


" Mas mencintai ade " kata Tri mengecup bibir mungil Yuni yang terlelap tanpa bosan memandanginya Sampai akhirnya Tri ikut tertidur


Sedang di sampit Yusuf gelisah ketika ponsel Tri tak aktif Karna tadi dia cuma bilang pergi sebentar


" Dia kemana suf " kata Beni penasaran


"Ngak tahu Ben " Kata Yusuf Yang tanpa di sadari mereka ada dua pasang mata merah mengintip mereka


" Harus nya kita buntuti dia pergi tadi " kata hantu itu


" Ya itu suara Yuni " kata sang teman Lalu menghilang di kegelapan malam Dan tak lama


Ting.......


" Bagaimana apa dia disini ?" kata hantu bocil menatap dua teman nya itu


" Kami belum tahu " Kata salah seorang diantara mereka Yang membuat bocil manyun Karna ia mendengar suara Yuni jelas kalo gadis itu ada di sampit


Pagi nya Nugrah kaget Karna Tri tak pulang Dan lalu menelpon Tri Tapi ponselnya ngak aktif yang membuatnya langsung meng interogasi Yusuf Karna Yusuf asisten Tri


" Apa dia ngak bilang kemana ?" kata Nugrah


" Tidak kan dia cuma bilang sebentar tadi malam kan Setelah itu ponselnya ngak aktif sama sekali " jelas Yusuf pada Nugrah Dan ketika mereka asyik ngobrol Tri pun pulang dengan pakaian rapi dan juga rambut yang masih basah


" Tri lho kemana saja ?" kata Yusuf


" Maaf aku tidur di losmen habis ....itu nolong orang " kata Tri karna Nugrah mendekatinya Dan tak mungkin ia mengatakan Yuni ada di sampit


" Kok mandi basah " kata Yusuf curiga Karna tahu teman nya itu seperti sedang


bersembunyi sesuatu


" Kalo mandi jelas basah suf masa mandi kering " kata Tri memberi alasan Masuk akal pada teman nya itu


" Kau tidak bohong kan Tri " kata Nugrah menatap Tri tajam Namun Tri hanya diam

__ADS_1


__ADS_2