
Yuni merasakan perutnya semakin mulas Namun Yuni tetap tenang Ketika mulai dini hari Yuni mulai mengatur nafas Yang membuat kunti mendekati nya Yuni
" Mba buka kaki nya juga ********** " kata kunti itu
" Kalian pulang lah kalian pasti sudah lelah menunggu ku " kata Yuni memakai sarung untuk melebarkan kaki nya . Karna tak mau para hantu itu khawatir padanya Lalu membangunkan ibunya lewat ponsel Yang membuat sang ibu kaget dan bergegas keluar kamar
" Yun apa bidan nya sudah datang ?" kata sang ibu melihat Yuni sudah siap melahirkan
Sedangkan tak jauh dari Yuni para hantu Mengintip nya membuat mereka saling tumpuk dan saling susun
"' Belum mungkin sebentar lagi bu " kata Yuni yang merasakan bokong nya basah lalu mengejan kuat
" Bu ........" kata Yuni sambil komat kamit membaca doa nabi Yunus Yang membuat Yuni mengejan satu kali hentakan nafas
" Apa sudah kerasa ayo ambil nafas dan mengejan " tuntun ibu pelan
" Ya bu ... bismillah " Kata Yuni lalu mengatur nafas dan
" Aaaa................" Teriak Yuni mencengkram dia bantal di samping nya
" Oek ......oek.......oek....... "
" Yuni ...." kata ibunya langsung mengintip sarung Yuni melihat bayi itu sudah keluar tanpa bidan Lalu ibu cepat membaliknya lalu membungkusnya dengan selimut
" Hore........ " Teriak bocil senang karna Yuni bisa melahirkan lancar tepat jam 4 subuh bersamaan bidan datang mengetuk pintu diluar
." Ya sebentar " Teriak ibu yang sedang mengeluar kan ari ari bayinya
" Apa sudah lahir "kata bidan itu masuk Mengangetkan ibunya .Namun tak ngeh kalo hantu bocil lah yang membuka pintu
" Ya bu bidan ini sudah lahir " kata ibu Menjauh ketika bu bidan menangani
" Syukur lah tadi suaminya bilang cepat kedalam setelah membukakan pintu "' kata bidan itu lalu memutuskan tali pusat dengan sembilu
" Hah....... suami " kata ibu kaget
" Bu......." kata Yuni yang tahu pasti itu ulah bocil Yang membuat ibu terdiam.
"' Bu bisa tolong siapkan air hangat biar saya bersihkan bayinya " kata bu bidan
" Oh iya bu akan saya siapkan " kata ibu bergegas kedapur Untung tadi malam ibu sudah menyiapkan air panas di 3 termos
__ADS_1
Sedangkan di luar hantu bocil dan teman temannya lega Yuni lahir dengan selamat .
Hihihi............. Keponakan kita laki laki " kata Kunti itu terkikik
" Hah ..... laki laki " Kata si hantu tanpa kepala kaget
" Kenapa kaget " kata hantu bocil
" Ya pastinya dia bakal bikin ulah sama kita " Kata hantu yang lain
" Shut ....... Jangan berisik tuh ada suara aneh " kata hantu bocil menajamkan pendengaran nya
Hihihi .......... tawa kunti itu mencari suara aneh itu Dan melihat ada sosok kepala terbang berada di samping rumah Yang bersungut sungut mencari bau harum bayi yang baru lahir
kik...... Kik........kik....... hei pergi dari sini " hardik si Kunti pada kepala terbang itu (kuyang ) Yang membuat kepala terbang itu menatap tajam si kunti berbaju putih
Gr ........... aku haus jangan menganggu ku " Kata kepala itu mengeluarkan gigi taringnya Memandang kunti dengan mata merah nya .
" Hihihi ..... kau pikir aku takut hah ..... " kata Kunti tak mau kalah mengeluarkan kuku kuku panjang nya
"' Aku akan merobek usus mu itu. Kalo berani masuk rumah ini Ayo maju kalo berani " Teriak Kunti lantang Membuat hantu bocil mendekati kunti itu bersama para hantu lain
Gr.......gr..........gr.
Yuni yang mendengar suara berisik ikut merinding karna ia tahu pasti ada para hantu yang ribut Dan tawa si kunti terdengar nyaring di antara kesunyian Membuat bu bidan menatap Yuni Namun ia hanya diam tak mau ambil pusing dengan kegaduhan di luar Karna sudah terbiasa baginya mendengar kunti dan hantu di rumah sakit
" Bayinya tampan mba, ini bu di gendong dulu biar saya bersihkan ibunya " Kata bu bidan itu
" Iya bu bidan , trimakasih " kata ibu membawanya ke kamar
" Bu bidan datang sendiri " kata Yuni
"' Ya mba kenapa "kata bu bidan Menatap Yuni lekat Karna bu bidan seperti seusia ibunya
" Orang bilang disini angker bu kok ibu berani kesini " Kata Yuni
" Saya sudah biasa mba, malah tadi mereka menonton mba lahiran kok " kata bu bidan itu tersenyum
" Bu bidan bisa melihat hantu " Kata Yuni kaget
" Sedikit mba ,ngak semuanya" bu bidan itu tersenyum.
__ADS_1
Sedangkan di kamar bayi tampan itu sedang di adzan kan di kuping kanan dan iqomat kuping kirinya oleh sang paman yang baru sudah selesai sholat
Lamat lamat adzan terdengar dari kejauhan Setelah Yuni di bersih kan Yuni di pindahkan ke keatas kasur busa Yang sudah siapkan ibu Yuni di samping nya dengan di lapisi karpet di bawah selimut
Setelah bersih semuanya bu bidan membawa bekas darahnya ke dapur yang di temani ibu Dan langsung di cuci bersih dengan air panas Sedangkan bayinya di letakkan ibu di sebelah Yuni
" Alhamdulilah de , akhirnya kelihatan juga wajah imut mu ini " kata Yuni mencium kening putranya
" Dia ganteng kak, kapan mas Tri pulang lihat bayi nya " kata sang adik
" Belum tahu de dia tugas di papua pasti masuk pendalaman " kata Yuni
" Istirahat dulu mba , darah nya sudah bersih . Saya pulang dulu ya mba " kata bu bidan pamit dari dapur
" Oh ya bu tolong amplop nya" kata Yuni
" Pembayarannya besok saja mba kalo sudah putus puser nya , Sekalian saya mandikan bayinya " Kata bu bidan
" Baiklah trimakasih ya bu " kata yuni .
" Eh minum dulu bu bidan , Ayo ini sudah di siapkan juga "' Kata ibu Yang membawa nampan dan lontong opor ke ruang tamu Yang di masak ibu tadi malam takut kalo ada para tetangga yang datang
Bu bidan makan dengan lahap dan ibu bernafas lega Karna semua berjalan lancar tanpa ada kesulitan
" Putri ibu melahirkan dengan lancar tanpa ada gangguan biasa nya disini rawan bu Apalagi rumah ini lama kosong .Tapi untungnya anak ibu berani padahal cuma sendiri " kata bu bidan Yang tahu kalo rumah itu berhantu
" Ya mungkin kalo kita ngak menganggu tak akan di ganggu bu kami juga merasa baik baik saja tinggal di sini" kata ibu Yuni
" Ibu lama tinggal di sini " kata bu bidan
" Paling tinggal dua minggu lagi bu bidan Karna anak saya yang bungsu . Harus pulang untuk sekolah " kata ibu
" Ya sudah trimakasih ini jamuan nya saya pamit dulu rumah saja di ujung jalan kalo ada apa apa langsung kesana saja "' kata bu bidan memberitahu
" Ya bu sama sama trimakasih sekali sudah membantu ." kata ibu
" Sama sama bu saya pamit ya bu Assalamualaikum " Kata bu bidan
" Walaikum salam" jawab ibu Mengantar bu bidan sampai teras rumah . Setelah bu bidan pergi ibu pun masuk rumah dan menutup pintu .
Sedang Yuni tersenyum melihat bayi mungil yang perpaduan dirinya dan Tri Yang membuatnya terlihat mengemaskan
__ADS_1
" Besok ibu bikinkan ayunan biar anak mu bisa tidur nyenyak Sekarang kamu makan dulu biar ibu ambilkan " Kata ibu yang masuk membawa nampan bekas makan bu bidan ke belakang