Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 178


__ADS_3

Barang barang dan buku buku pun berserakan di lantai Yang membuat mereka takut Karna tak biasa nya itu terjadi .


Setelah manager mereka diam suasana pun hening Dan mereka semua tak ada yang bersuara Karna takut hantu itu ikut protes dan mengamuk Karna memang setelah selesai kerusuhan Kantor mereka slalu ada saja kejadian aneh Kadang mereka mendengar jeritan atau tangisan Kadang juga suara rintihan orang kesakitan .Yang membuat mereka takut Sehingga tak ada karyawan yang mau lembur sampai malam Karna takut di ganggu hantu


" Sudah bubar ....Nirwan Andi cari tahu siapa orang yang berani masuk kantor kita Dan apa Yuni sudah masuk " kata manager menatap Celine .


" Ngak ada kabarnya pa, Tapi pihak jakarta bilang mba Yuni masih disini " kata Mala bagian pengurus dana operasional


" Apa dia masih disini , apa dia belum kembali ke jakarta " kata pa Andi kaget


" Belum pa Karna tadi pa Ali meminta saya menyiapkan memo untuk daftar operasional bulan depan Dan menyuruh memberikannya pada mba Yuni Bila ia sudah masuk kerja Karna mba Yuni minta izin libur 3 hari "kata Susan melapor


Sedangkan kepala manager itu menatap Andi dan Nirwan .


" Oh ya pa , tadi malam pa Leo sudah siuman dari koma nya " kata Celine


" Apa kau kerumah sakit ?" kata kepala manager itu menatap Celine


" Istrinya yang memberitahu .pa, setelah kalian pulang pa Leo sadar " kata Celine


" Ya sudah nanti setelah pulang kerja kami akan kesana " kata pa Nirwan Yang menuju meja kerjanya .Begitu juga pa Andi Juga kepala manager mereka


Di hotel Yuni mengirim laporannya lewat emailnya Karna memang harus secepat nya ia selesaikan sebelum data itu hilang di ambil dan di musnahkan


" Alhamdulilah selesai, pasti mereka akan ribut berkas berkas mereka hilang Kini sudah selesai aku sudah bisa bersantai Besok aku hanya datang kekantor untuk mengklarifikasi semuanya. " kata Yuni lega Karna atas bantuan teman para hantunya ia bisa cepat menyelesaikan pekerjaan nya Kini ia tinggal menemui Lery untuk mengawal nya besok pagi kekantor .Ketimbang ia membayar orang lebih baik ia membayar om nya itu Kan lagi hitung hitung berbagi rezeki ." kata Yuni santai .Lalu ia membuka kopernya untuk berganti pakaian .


Dan ketika baru saja selesai berganti pakaian Raya menelpon nya Untuk menolong Lala yang kesurupan di camp tadi malam


" Kok bisa sih Ray , aku tak bisa menolong orang kesurupan " Kata Yuni .


" Ya kali saja lho pun orang yang bisa bantu Yun , kasihan Lala " Kata Raya Yang dalam perjalanan ke camp Yang membuat Yuni berpikir sejenak


" Baik nanti aku susul kau kesana " kata Yuni mengingat om nya itu pasti bisa membantunya Dan lalu bergegas keluar Dengan menutup kepalanya dengan hoodie nya Mencari ojek untuk kerumah Lery menemui om nya itu


Dan tak sampai satu jam Yuni sudah berada di depan rumah om nya itu Yang terlihat sepi


Guk.....guk......guk......


Salak Paijo berlari kepadanya bersama adik adiknya


" Hei.... ya ampun .....apa kalian masih mengenali ku " kata Yuni terkekeh melihat Paijo menyambut nya dengan menggigiti celana nya Yang sudah tumbuh tinggi dan besar

__ADS_1


" Ada apa kesini " kata Lery melihat Yuni datang tanpa kabar


" Hai om ... maaf membuat mu terkejut Aku mau menawarkan pekerjaan untuk mu ." kata Yuni


" Hah...... pekerjaan apa?" kata Lery penuh selidik menatap Yuni


" Mengawal ku kemana saja aku pergi sampai pulang kerja Dan itu kurang lebih sebulan lah "Kata Yuni masuk dan duduk di sofa


" Apa jadi buntut mu , ngak asyik suruh Paijo saja tuh sama Swan " kata Lery melihat para anjing nya itu duduk manis di teras


" Bukan buntut om, jadi bodyguard ku selama aku bertugas disini Nanti aku bayar deh masa sama keponakan sendiri hitungan Kan dari pada paman nganggur di rumah juga belum dapat buruan Bagaimana pikirkan dulu ?" kata Yuni memainkan alisnya .


Lery terdiam cukup lama berpikir Karna benar yang Yuni bilang ia juga butuh masukan Lagian tak berat kalo cuma menjaga Yuni


" Ya baiklah , tapi kenapa kau minta di kawal segala sih padahal kau bisa menjaga dirimu sendiri kan " kata Lery bingung Karna ia tahu Yuni juga bisa bela diri walau tak mahir sekali .


" Nih lihat , kemaren ada orang yang ingin menabrak ku " kata Yuni . Pamer dengan bekas luka dan memarnya Yang masih membekas


" Astaga bagaimana bisa " kata Lery kaget


Melihat bekas luka memar Yuni


Yuni pun lalu menceritakan tentang tugas nya dan masalahnya di kantor baru Yang membuat Lery mengeleng kan kepala Karna tak percaya dengan apa yang di alami keponakan nya Yang membuatnya sedikit emosi


"Itulah sebab nya Yuni kesini Oh ya om bisa bantu Yuni kan bantu teman Yuni Sekarang kita ke camp Yuni yang lama Ada hal yang aneh terjadi di sana Dan Yuni sudah janji kesana tadi " kata Yuni .


" Ok ...." aku ganti baju dulu" kata Lery masuk kedalam kamar nya Lalu keluar lagi dengan celana panjang dan kaos panjang . Lalu keluar bersama Yuni dan mengunci pintu


" Paijo jaga rumah ya !! " kata Lery ketika mengeluarkan motornya


" Guk ...guk...." jawab .Paijo


" Ya nanti aku carikan makanan " kata Lery


" Ya sabar ya , nanti kami belikan" kata Yuni tersenyum lalu naik ke boncengan motor Lery


" Emang tante kemana om ?" kata Yuni .


" Lagi pulang ada acara tewah di hulu " kata Lery


" O..... ya sudah " kata Yuni Lalu motor pun melaju menuju perkebunan sawit

__ADS_1


Sedangkan di camp Lala masih belum sadar Dia masih seperti orang idiot . Yang membuat semua orang iba melihat nya yang seperti orang gila Yang di bersihkan Nugrah dan Rani


" Akh...... hoek ...... " Kata mengeluar lendir di mulut nya


" Mba Raya apa benar mba Yuni mau kesini " kata Aris tak percaya


" Iya karna dia janji mau kesini Dia ada di sini bertugas jadi audit " kata Raya


" Hah..... balik ke Jakarta ujung ujung nya balik ke Sampit lagi sih ' kata pa Tyiur Tak percaya dengan apa yang ia dengar


" Berarti jodoh nya orang sini pa" kata Andre ikut bicara


" Ya betul itu " sahut Yuni yang datang bersama Lery


" Mba ....Yuni " teriak Aris senang tak percaya Yuni datang ke camp


" Kalian minggir dulu kasih tempat " kata Yuni menyuruh Lery masuk ke bekas kamar nya .Yang membuat .Nugrah kaget bersama Rani melihat Yuni datang Sedangkan Raya hanya santai saja


" Ayo keluar biar Lala bisa di obati " kata Moko Yang lalu keluar begitu .juga Nugrah dan Rani juga Raya


" Ray, bagaimana bisa Yuni ada disini.?" kata Nugrah menatap Raya penuh selidik


" Dia tugas disini lagi Tapi cuma satu bulan saja Setelah itu kembali lagi ke Jakarta " jelas Raya


" Dih untung Tri ke batulicin Kalo ngak pasti Tri ngak tinggal diam saja lihat Yuni repot sana sini " gerutu Nugrah


" Hahaha ......cemburu lho Nug kan Tri mau pulang bareng lho Jadi ngak usah khawatir Kan nanti kalo jodoh tetap jadi milik mu juga " kata Rani .


" Iya lah, kalo jodoh " sindir Raya tersenyum


" Ih lho belain si Yuni Ray " kata Nugrah cemberut


" Ngak lah cuma jangan terlalu ambisi takut sakit hati " kata Raya yang melihat para mekanik baru pulang dengan traktor


" Mba Raya ngapain kesini .?" kata Ferdi turun dari traktor


" Tuh lihat mba Lala kenapa pacar mu bisa kerasukan begitu " kata Raya


" Dih siapa juga pacaran sama Lala .Dia cuma teman mba " kata Ferdi


" Teman apa teman Fer " Kata Yuni keluar dari kamar nya

__ADS_1


" Yuni ........" Kata Ferdi kaget Tak percaya dengan apa yang ia lihat


__ADS_2