
Yusuf hanya mengeleng ketika Rena datang bersama Fandi naik mobil bersama Nugrah dan Rahman
" Tri mana ?" kata Nugrah mencari Tri
" Telat orangnya barusan pergi ke Sampit sama Yuni kata nya melayat " kata Yusuf
" Lah kok bisa , siapa yang meninggal ?" Kata Nugrah menatap Yusuf
" Ngak tahu mungkin teman Yuni atau kerabat nya " jawab Yusuf Yang memang tidak tahu
" Kerabat Yuni Nug, Ada urusan apa nyari Tri " jawab Ferdi .
" Ya urusan penting lah , ya sudah kalo kita kita langsung ke Sampit ya " kata Nugrah yang kembali naik mobil
" Lah kok sama Rahman " kata Yusuf
" Pinjam suf , tadi nya kita mau jemput Yuni dan Tri untuk ke sampit .Tapi karma sudah kesana ya sudah kita langsung saja Biar nanti ketemu disana saja " kata Nugrah yang bicara lewat jendela mobil .
" Ya sudah susul saja , kalo kalian cepat bisa ketemu di jalan mereka naik motor tadi " kata Yusuf
" Ya sudah , dah Fer ayo ikut " kata Rena menatap Ferdi
" Ngak , nih kerjaan belum selesai " kata Ferdi Yang memang masih harus kerja .
" Ya sudah , dah " kata Rena naik ke mobil lagi Dan mobil pun pergi meninggalkan camp .
" Apa mereka melayat juga " kata Ferdi
" Mana aku tahu, kan Tri ngak bilang apa apa ?" kata Yusuf
Sedangkan Yuni dan Tri sudah sampai di sebuah rumah besar Banyak tamu yang datang Yang membuat Yuni menarik tangan Tri . Yuni yang mengandeng tangan Tri menjadi perhatian penerima tamu Yang memang tak mengenal Yuni
Dan keduanya duduk di barisan depan Karna ada dua kursi kosong
" Dia siapa ?" bisik seorang penerima tamu
" Ngak tahu " jawab teman nya yang di sebelah Dan ketika nenek Yuni keluar Yuni berdiri dan mendekatinya .
" Nek " kata Yuni
" Yun "' kata Nenek memeluk Yuni dan mencium wajah cucunya itu sini lihat buyut mu " kata Nenek .
" Ya ....Tri sini " panggil Yuni
Tri beranjak dari kursi nya Dan mendekati Yuni Lalu menyalami nenek Yuni Karna tadi ia juga memperhatikan Yuni yang dipeluk dan di cium nenek nya
__ADS_1
" Ayo masuk " kata Nenek mengandeng Yuni dan Tri mengikutinya kedalam rumah Yang membuat Tri kaget kalo Yang meninggal non muslim Dan Yuni melihat jasad buyutnya di peti mati .
Yang di hias cantik memakai kebaya putih Dan Tri hanya diam melihat nya
" Umur berapa ?" kata Tri
" 130 ibu nenek ku " bisik Yuni pelan .
" Ya slamat jalan semoga di terima di sisi yang layak " kata Tri .
Kehadiran Yuni pun menjadi tanda tanya bagi para keluargga sang nenek Karna memang Yuni tak pernah tahu silsilah keluarganya dan ia kembali setelah 15 tahun di jakarta Yang juga ikut sang pakde yang non muslim .
Yuni menjalan kan keyakinan nya sendiri Karna ibunya seorang mualaf dan Dan adik nya juga ikut sang ibu Dan sampai hari ini ia belum pernah bertemu lagi dengan sang ibu Dan Yuni akan pulang bila ia cuti nanti
Cukup lama Yuni berdiri disana Lalu kembali duduk setelah memberi uang duka pada nenek nya . Lalu menghampiri sang kakek yang duduk bersama om nya menunggu para tamu keluargga
" Tri sini ayo kita pulang sekalian pamit " Kata Yuni
" Ya " kata Tri yang ikut menyalami para keluargga Yuni Dan lalu menyalami kakek dan om Yuni juga
" Siapa ?" kata kakek
" Teman kek " kata Yuni tersenyum.
" Ya cukup teman saja , jangan seperti ibumu " kata kakek Yuni menatap Yuni lekat Karna ia tahu cucunya itu sedang jatuh cinta .
Yuni pun terdiam lalu melirik Tri .Tri tersenyum pada sang kakek juga om nya Lalu menyalami kakek dan om Yuni
" Yuni pulang ya kek , ini ada sedikit rezeki buat kakek dan nenek Dan ini titip buat ibu dan ade " bisik Yuni pelan yang membuat sang om melirik Lalu Yuni mendekati om nya
" Om ini buat om , Yuni pulang ya " kata Yuni juga berbisik sambil menyalami om nya .
" Ya hati hati " kata Kakek mengusap kepala Yuni Dan Tri tersenyum Lalu mereka pun meninggal ruangan itu Yang membuat beberapa tamu berbisik
" Siapa dia ?" kata seorang kerabat sang nenek memperhatikan Yuni
" Tidak tahu " kata adik sang nenek Menatap Yuni yang lewat dengan penuh tanda tanya
"' Tapi wajah nya tak asing "' kata pria itu Yang membuat Lery hanya diam Dan ketika melewati Lery Yuni pun berpamitan pada Lery
" Om pulang " kata Yuni Yang tersenyum pada kerabat yang lain Lalu keluar bersama Tri
" Om .!!..... Lery kau kenal dia ?" kata pria tua itu menatap Lery tajam Karna sedari tadi Lery hanya diam .
" Hanya kenal lewat saja " kata Lery Yang tak mau bicara apa pun
__ADS_1
Tak lama setelah itu nenek pun lewat Yang sempat tersenyum pada Yuni dan mengangguk Lalu mendekati Lery
" Le.....siapkan tandunya " kata nenek
" Ya bi " kata Lery yang lalu beranjak dari duduk nya
" Kak.....siapa gadis tadi , kau tersenyum padanya Dan dia memanggil Lery om " kata adik nenek .
" Dia putri bulan " kata nenek yang membuat kedua nya melongo
" Putri bulan " kata mereka kompak Yang saling pandang .Sedangkan nenek pergi kembali menemui para tamu
" Putri bulan dia ..... anak itu ??? Bagaimana dia bisa disini " kata Pria itu Yang lalu pergi keluar mencari Yuni Namun Yuni sudah pulang menuju kantor sampit
" Tri kita makan dulu ya di rumah makan biasa dekat kantor " kata Yuni
" Ya ...." kata Tri
Lalu mereka pun mampir dirumah makan Yang menyediakan ikan bakar Dan keduanya ngobrol sambil menunggu pesanan datang
" Apa keluargga mu non muslim semua Yun Bukan nya kamu muslim " kata Tri menatap Yuni lekat
" Ibu ku mualaf , Ayah ku meninggal saat aku kecil " kata Yuni
Yang membuat Tri terdiam lalu mengenggam tangan Yuni
" Tri kita berteman saja ya .Jangan berharap " kata Yuni lirih
" Kenapa ?" kata Tri mengenggam tangan Yuni semakin erat
" Cukup berteman saja tak baik untuk . kita melanjutkan " kata Yuni yang tak tega mengatanya pada Tri .
Tri terdiam menatap Yuni Walau ada rasa kecewa dengan perkataan Yuni . Namun ia tetap bersikap tenang Beda hal dengan Yuni yang tertunduk Kalo pun bisa menerima Tri pada akhirnya ia juga akan kehilangan Tri .
Yuni bukan tidak tahu apa maksud Sang kakek kalau ia melanjutkan hubungannya dengan Tri .Ia akan akan bernasib sama seperti sang ibu .Yaitu menjadi janda Dan bila Tri yang kuat Maka ia yang akan mati lebih dulu Dan Tri akan jadi duda . Karna aksara (weton ) mereka yang bertabrakan Dan sang kakek juga sudah menasehati ibunya dulu .Tapi ibu nya tetap menikah Dan kini derita itu berkepanjangan Membuat Yuni menjadi anak yatim .Dan kakek nya bisa melihat aura itu dengan Tri Yang membuat Yuni menyimpan rasanya Itu lah kenapa ia diam belum berani menjawab permintaan Tri .Karna Yuni merasa aura yang berbeda . Dia akui Tri sangat baik padanya Dan ia tak meragu kan ketulusan Tri padanya Tapi ia tak akan sanggup bila kelak Melihat anak anak nya hidup tanpa ayah Yang membuat Yuni membuang jauh jauh rasa sayang itu Karna ia tak akan sanggup hidup menjadi janda .
" Ada apa kok melamun ?" kata Tri Yang melihat Yuni terdiam Walau tangan nya dan Yuni masih bertaut .
" Tidak ada apa apa " jawab Yuni
" Jangan berbohong , pasti ada sesuatu Yang kau sembunyikan " kata Tri
" Ngak ada Tri " kata Yuni berbohong
" Yakin .....!! " kata Tri memastikan
__ADS_1
Yuni terdiam dengan mata berkaca kaca Yang membuat Tri makin erat mengenggam tangan Yuni . Karna tahu Yuni ingin menangis . Tapi ia tahan Dan raut kesedihan itu membuat Tri terdiam .