
Raya pun menutup mulutnya ketika sadar ia berteriak
" Aduh......nyaring ya yun " kata Raya
" Ngak masalah biar kedengaran juga ngak apa apa kok ." kata Yuni
Dor.....dor.....dor....
Ceklek.......
" Kenapa kok teriak ?" kata Rendi .
" Biasa mas, mba Raya takut kecoa lewat jadi kaget " kata Yuni tersenyum melirik Raya Yang terdiam
" Ada ada saja , aku pikir ada hantu ?" kata Rendi .
" Ya sudah lanjutkan " kata Rendi pergi meninggal mereka berdua Dan Yuni kembali menutup pintu kamar nya.
Lalu Rendi kembali ke samping teras Ngobrol bersama pa sugeng
" Ada apa Ren " kata pa Sugeng melirik pria itu duduk kembali
" Biasa pa , mba Raya takut kecoa pa " kata Rendi
" Hahaha...... semua perempuan ya gitu Ren , jingkrak jingkrak bila lihat kecoa padahal ngak gigit " kata pa Sugeng
" Tapi geli pa, bikin risih itulah makanya mereka takut lihat kecoa " kata Beni yang ikut bicara Karna setiap ketemu kecoa Beni langsung ngacir Atau memukulnya sampai mati karna geli
Sedangkan Fauzi mengantar ketiga teman nya Ke hotel dekat kantor Karna mereka masih harus survei .
" Pa tuh para tamu kenapa ngak tidur dikantor saja Kan di kamar atas kosong pa Biasa juga buat para tamu yang datang " kata Rahman
" Ngak nanti malah gaduh, kemaren saja si Tan bikin malu di camp Di tambah di hajar sama Yuni Bisa keok dia nanti Pulang pulang tinggal nama doang Bikin masalah sih " kata pa Fauzi gomel
" Hah ....kok bisa kan dia pria masa iya dihajar mba Yuni " kata Rahman
" Iya karna mulutnya tajam , bikin Yuni tersinggung trus di hajar deh Untung cuma diperut . kalo di bawah perut nah gimana " kata pa Fauzi perjalanan pulang ke kostnya
" Hahaha ..... bisa aja mba Yuni bikin toh orang kapok ,salah sendiri macam macam ya pa, ngak tahu kalo mba Yuni singa hutan " kata Rahman terkekeh
" Ih.... Iya juga tuh anak tomboy banget. Padahal badannya cilik minti gitu " kata pa Fauzi .Tapi dia salut Karna yuni cukup berani dengan orang yang menjahatinya. Dan itu sudah menjadi rahasia umum
__ADS_1
" Tapi bagus pa , biar para pria ngak macam macam .Karna mba Yuni juga harus melindungi dirinya sendiri " kata Rahman .
" Ya man, itu harus karna dia juga mandiri Mending Yuni dari pada Rena yang terlalu lambat kerja . Kalo Yuni lebih cepat Dan selama ini tak ada masalah dengan nya Bahkan dia juga mau membantu Tyiur " kata pa Fauzi
" Iya pa , mbok saja di bantu sama dia
Apalagi pa Tyiur " kata Rahman Yang lalu menghentikan mobilnya di depan kost pa Fauzi
" Terima kasih ya man, antar Tyiur pulang ke camp tuh Jangan lupa bawa barang pesanan Tri " kata pa Fauzi Sambil membawa tas nya turun Dan menutup pintu mobil
" Ya pa " kata Rahman Yang lalu melajukan mobil nya kembali pulang kantor sampit
Di kantor Raya bersama Yuni sedang asyik Mengecek berkas sambil duduk di ruang tamu Dan mereka berdua bekerja sama untuk mendata ulang berkas Atas permintaan ci Lily
" Yun ..... kamu ingat si Asep ngak ." kata Raya
" Hah...... Asep masih !! kenapa emangnya ?" kata Yuni
" Dia sudah menikah sekarang Tapi langsung menduda Pas malam pertama istrinya meninggal " kata Raya
" Hah .... Kok bisa ?" kata Yuni kaget
" Ya begitu lah aku juga dengar nya dari pa sugeng yang sekampung Jadi Asep nya sedih " kata Raya
" Nah itu masalahnya , kalo belum move on kan susah Yun " kata Raya
" Iya juga ya Ray, kan masih terbayang bayang seperti hantu di kepala kita " kata Yuni Yang juga masih memikirkan seseorang yang jauh di sebrang sana
Kedua nya asyik bekerja sampai sore Setelah selesai Keduanya pun mandi dan duduk santai di teras samping Sambil melihat pa Sugeng yang mengecek barang Yang memasukannya ke bak mobil untuk diangkut ke camp .
" Yun , benaran ngak ikut pulang nih " kata pa Tyiur
" Lusa pa , masih ada tugas pa " kata Yuni
" Iya pa , biar nemani aku dulu Kan ci Lily ngak ada belum pulang cuti pa " Kata Raya
" Ya sudah hati hati besok kalo mau pulang ya " kata Pa Tyiur
" Ya pa , pa Tyiur juga hati hati " kata Yuni Yang melihat Rahman sudah naik ke mobil Dan pa Tyiur pun ikut masuk mobil dan setelah siap mereka pun pulang ke camp
Mobil keluar dari halaman kantor Namun sekilas Yuni melihat seorang pria mirip Tan sedang melintas memakai motor
__ADS_1
" Kok mirip " batin Yuni .Yang lalu ngobrol dengan Raya dan Raya mengajak Yuni untuk memesan makanan saja Dari pada keluar Karna sudah capek
" Yun kita makannya beli sate sama gulai kambing aja ya Yun , Kita pesan mang Dullah .Biasanya langsung siap diantar kok pas matang " kata Yuni
" emang ada nasinya Ray " kata Yuni
" Ada sedikit atau pesan lontong juga boleh. Masalah nya pa sugeng sama yang lain juga pesan " kata Raya
" Ya boleh " kata Yuni kembali melihat Sosok Tan mengintip di pagar .
" Astaga kaya nya emang iya itu memang dia , ngapain juga dia ngintip " batin Yuni melihat kearah pagar depan kantor mereka
" Ada apa yun kok dari tadi kamu lihatin depan ?" kata Raya
" Ngak apa apa Ray, cuma aku seperti lihat salah satu tamu tadi pagi tuh di depan lagi ngelihatin kita " kata Yuni
" Hah...... ngapain dia pake ngintip sih .
kan bisa langsung masuk aja kalo ada urusan penting .Lagian tuh cowok lumayan ganteng pantas jadi casanova " Kata Raya
" Hah..... lho suka Ray " kata Yuni
" Ngak .... cuma lihatnya adem " kata Raya terkekeh
" Dih ...adem dari mananya ? sama aku mah bikin tumbuh tanduk saja Yang ada aku jadi makin emosi Ray Karna mulut nya itu tajam " kata Yuni
" Hahaha......... Jangan terlalu benci orang Lho tahu ngak yun benci dan cinta itu batas nya hanya se kulit ari Jadi pas benci hilang jadi cinta atau sebalik nya " Kata Raya
Masa iya sih , itu teori Ray, rumus nya ngak begitu juga kali. Aku ngak tuh !! Biasa saja bahkan ngak benci dan cinta " kata Yuni terkekeh . Ingat pada Tri Ariesta dan Ferdi Karna yuni bersikap biasa pada ketiga cowok itu Yang membuat nya berteman seperti biasa Walau pada akhirnya ia belum bisa memberi harapan Namun paling tidak mereka bisa berteman
" Yun yun, ya nanti kalo kamu jatuh cinta pasti kamu tahu rasanya " kata Raya
" Emang kamu sudah Ray, gimana rasanya apa kaya nano nano .Sambal pedas atau sakit gigi " kata Yuni terkekeh
" Hahaha ...... bisa aja lho bikin jebakan betmen Aku juga belum ngerasain sih Tapi pernah ya kalo bilang kaya sambal Kaya sama balado lah .Atau permen nano nano pas sedang senang Tapi kalo sakit hati benar katamu yun Kaya sakit gigi itu rasa nya Kata orang sih mending sakit gigi dari pada sakit hati " kata Raya tertawa
" Dih aku mah mending sakit hati dari pada sakit gigi . Karna kalo sakit gigi ngak bisa makan bingung dan stres mau ngapain juga ngak enak Tapi kalo sakit hati kita bisa makan dengan tenang bila perlu tuh cari cowok lain buat pacar baru .Patah hati no ....... " kata Yuni tersenyum
" Hahaha.......gila juga lho Yun , tapi boleh juga tuh " kata Raya yang membuat mereka tertawa bersama.
Sedangkan seorang pria yang berdiri di sebrang kantor sedang fokus melihat Yuni dan Raya .
__ADS_1
" Awas saja gadis itu , akan aku kerjain nanti malam " guman pria itu sambil menyesap kopinya . Namun ia tak sadar sedari tadi ada bayangan hitam mengikuti nya .Yang juga memperhatikan nya