Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 115


__ADS_3

Ferdi pun terdiam begitu juga Danang


Lalu Yuni bangkit dari duduk nya


" Sudah aku pergi ya " kata Yuni pamit dan bergegas keluar kamar


" Tuh gara gara lho nang mba Yuni tersinggung " kata Azam


" Ya tuh asal ngomong aja .Lho juga Fer Ngak tahu trimakasih sudah di tolong " kata Aris Yang ikut keluar dari kamar Ferdi


" Yah ......kan aku ngak tahu Lho sih nang asal ngomong " kata Ferdi menyalahkan Danang


" Dih ....kok aku yang salah " kata Danang


" Itu jelas nang , makanya mba Yuni pergi " kata Tri Yang lalu pergi keluar dari kamar Ferdi Dan kembali ke kamar nya untuk istirahat


Sedangkan Yuni baru saja ingin masuk mess staf ketika ibu anjing berlari kencang mengejar sesuatu


" Browni "Teriak Yuni ikut mengejarnya


" Mba Yuni mau kemana ?" kata Aris Yang melihat Yuni mengejar sesuatu


" Itu ris Browni mengejar sesuatu " kata Yuni melihat anjing itu berlari


" Apa yang di kejar ?" kata Aris Mendekati lari mengikuti Yuni


" Entah lah " kata Yuni lalu menatap anjing itu Yang berhenti di dekat pohon Dan Yuni kaget langsung mundur


" Ada apa ?" kata Aris


" Ular .... lagi ris " kata Yuni memegang tangan Aris


" Niw........niw.......niw.......


Yuni pun memanggil ibu anjing Yang membuat Ibu anjing menoleh pada mereka Dan ....


Guk.....guk ....guk ...... Anjing itu pun mundur Dan berlari kearah mereka


" Aris lari " kata Yuni Yang lari bersama Aris dan browni menuju mess


" Ular ......ular ....." Teriak Aris yang mengundang semua orang keluar Dan ular itu berhenti Ketika melihat banyak cahaya senter para karyawan yang menyinari mereka keluar untuk melihatnya Yuni dan Aris juga Browni langsung naik keteras


" Gila kok bisa ada lagi " kata Moko


Ayo masuk kalau dia brani mendekat kesini kita tembak " kata Moko siap dengan senjata apinya


Cukup lama ular itu terdiam lalu berbalik Dan Yuni tak sengaja melihat ada dua cahaya merah di balik pohon besar


" Astagfirullah " guman Yuni Karna ular itu adalah ular jadi jadian .Yang membuat Yuni bergegas masuk kamarnya mencari cincin pemberian hantu Alam


" Di mana cincin itu , aku ingin minta bantuan para hantu untuk mengawasinya


" Kata Yuni Yang tak mau ada orang jahat mengusik mess karyawan atau staf Apalagi mereka tak tahu apa apa .


Setelah mendapatkan cincin nya Yuni langsung mengusap cincin itu dan berniat minta tolong .

__ADS_1


" Tolong jaga mess karyawan dan staf " Kata Yuni Yang merasa khawatir kalo si mata merah itu pastilah kakek tua Yang mendatanginya kemaren Yang marah Karna Yuni tak bisa membantunya


" Tak kan ku biar kan kau menganggu orang yang tak bersalah " kata Yuni Karna pasti pria tua itu tidak bisa terbang Dan ia bersembunyi di balik pohon besar itu .


" Yun jangan keluar " kata Moko ketika Yuni hendak keluar


" Iya mba, ular nya sudah pergi tapi kita harus hati hati " kata Andre


" Ya mas, aku pikir kalian mau menunggu ular itu " kata Yuni


" Ngapain di tunggu , kalo mau makan kita kunci pintu mess nya Agar ngak ada yang masuk " kata Aris


" Ya ayo kita ke kantin sama sama " kata pa Tyiur


" Ya ayo " kata Andre Dan mereka pun kekantin setelah mengunci pintu Dan memeriksa sekeliling mess Karna curiga kalau ular itu datang Dan setelah itu mereka bersama sama pergi kekantin Seto dan Umar yang membawa parang Meletakkan nya di tangga Ketika mereka sudah masuk mess karyawan .Karna untuk berjaga jaga


Yuni makan dengan tenang bersama sama teman teman nya Ketika Danang lari terbirit birit dari pintu dapur Dan langsung menutup pintu


" Brak ........


" Apa sih nang bikin kaget " kata Aris


" Aku lihat hantu tanpa kepala tadi " Kata Danang dengan wajah tegang


" Emang kamu habis ngapain ?" kata Andre


" Lagi boker mas di belakang eh ada Yang lewat tak pikir orang " kata Danang bergidik ngeri


" Lalu hantu nya mana ?" kata Aris


" Mana aku tahu " kata Danang


Deg......


Danang terdiam bergegas menjauh dan menuju kamarnya Yang membuat Seto bingung


" Kenapa mas ?" kata Yuni


" Bau eo " kata Seto


" Woi..... lagi makan jorok masa di bahas sih " kata pa Tyiur Yang menyuap nasi dari piring nya


" Aku takut dia belum sempat cebok pa, masalahnya tadi bau " kata Seto


" Hahaha...... biarin lah to , tuh dia ini " kata Andre santai


" Sudah makan " kata Moko Yang tak mau membahas masalah begituan


" Iya lapar nih " kata Aris yang duduk dekat jendela Dan tak sengaja ia melihat sesuatu dari lubang Ada dua cahaya merah Namun Aris hanya diam .


Tak mau ambil pusing .


Yuni pun makan dengan tenang Menikmati tiap suap makanan nya sambil memikirkan sesuatu


Brak.............

__ADS_1


" Apa itu" kata Tri kaget yang ingin kedapur mengambil air putih Dan semua orang pun ikut kaget


" Ada apa Tri " kata Aris menoleh ke pintu dapur


" Seperti ada orang yang menendang pintu dapur ris " kata Tri bergegas melihat nya Dan lalu pelan pelan membuka pintu


Pintu pun terbuka Aris Andre Tri dan mbok ikut melihat nya Namun tak ada apa apa Tapi ketika melihat ketangga dapur


" Astagfirullah " kata Tri yang melihat burung gagak hitam .


" Apa itu Tri " kata Aris tegang


" Burung mati, tapi kok kepalanya patah dan sepertinya ia menabrak pintu dapur kita " Kata Tri curiga Dan ia pun ingin memengang burung itu


" Tri jangan di sentuh " Teriak Yuni .


" Pake kayu atau yang lain bila ingin memegang nya Itu kiriman orang " kata Yuni Yang membuat semua orang menatap nya


" Hah ..... kiriman " kata .Tri kaget Yang memang beberapa hari ini banyak kejadian aneh


" Kiriman apa Yun " kata Moko


" Ngak tahu , tapi jangan di sentuh " kata Yuni Agar semua orang berhati hati Dan benar saja Ketika Tri ingin melihat burung itu dengan kayu dapur Kayu itu langsung di sabar api Yang membuat bangkai itu menjadi abu


" Inalilahi " kata Aris kaget Lalu menatap Tri Begitu juga Tri Yang menatap Aris Dan lalu membuang kayu itu ke tanah


" Yuni benar ris " kata Tri


" Iya siapa yang ingin mengirim siapa Dan apa maksudnya . Ayo masuk tutup pintu nya " kata Aris yang berdiri Dan keduanya pun lalu menutup pintu Dan mengunci pintu


Lalu mereka pun ingin kembali kemeja makan Dan ketika hendak melangkah


" Bruk .........


Tri dan Aris saling pandang Membuat semua orang menatap mereka berdua


" Pasti itu lagi " kata Aris


" Ya , biarkan saja " kata Tri memilih duduk di meja makan dan


Brak ...........


Kembali pintu itu terdengar di lempar benda keras .Yang membuat semua orang saling pandang Dan tegang karna kembali suara menghantam pintu


Yuni Yang kesal langsung beranjak dari tempat duduk nya Dan menuju pintu Dan membuka pintu


" Woi ........ manusia jahanam keluar kau pengecut !!! " Teriak Yuni yang membuat semua orang kaget .


" Aku tahu kau bersembunyi dasar manusia laknat !!!" Teriak Yuni lagi di depan pintu


" Astagfirulah .....de ngak boleh begitu " kata Tri


" Biar Tri , biar dia dengar " kata Yuni yang kesal


" Woi ..... hantu mata merah keparat, penghuni neraka jahanam semoga kau membusuk didasar jahanam sana " kata Yuni Dan tiba tiba sesuatu menyerang Yuni Yuni yang sudah menduganya langsung menahan

__ADS_1


" Allahuakbar " kata Yuni berteriak Dan menendang balik benda itu


Bum......... bum tiba tiba .. bunyi ..suara itu mendengar keras Yang membuat cahaya kilat seperti kilat terlihat


__ADS_2