Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 257


__ADS_3

pagi ini Yuni dan mbok kepasar bersama Akhtar dan Sari memakai mobil pak le Dan Tri hanya mengisi bensin nya saja karna pak le tak mau di beri uang Saat Tri meminjam nya.


" Tri nanti kita mampir sekalian ke tempat mas Arga ya le " kata mbok


" Ya mbok pulangnya kan " kata Tri


" Iya le, buat ngasih oleh oleh sekalian mampir besan Kan besan ibu belum pernah lihat istri dan anak mu le " Kata mbok


" Ya mbok "' kata Tri


" Sekalian ketemu mas Arif ngak yah " Kata Akhtar


" Ya le, apa Akhtar tinggal sama eyang saja disini Biar bunda dan Ayah pulang kesana Kan nanti pulang kesini lagi " Kata mbok .


" Ndak mbok , Akhtar ikut besok aja kalo sudah besar Kan Akhtar mau ketemu teman teman om han......" kata Akhtar Namun terputus Karna bunda nya menyenggol tangan nya


" Apa le ?" Kata mbok


" Teman teman Akhtar eyang " kata Akhtar tersenyum


" O gitu , tapi nanti Akhtar sekolah disini kan ndu " kata mbok


" Itu pasti mbok , kan Tri sama de Yuni mau menetap disini Tri mau buka usaha sendiri mbok Besok Tri mau ketemu Arya dulu mau melihat bengkelnya " kata Tri yang beberapa hari ini belum sempat mampir ke rumah temanya itu .


" Syukur le, Nanti Sari bisa bantu bantu mba Yuni jualan ya Sar " kata mbok


" Iya mbok , kan mba Yuni mau buka usaha sendiri ya kan mba " kata Sari


" Iya Sar , kalo punya usaha sendiri itu ngak punya beban Mau libur sendiri tinggal tutup toko Kalo kerja tempat orang kan harus disiplin Dan lagi harus izin dan menunggu cuti . Kalo di marahi atasan makan hati Dan kalo ngak betah bingung Jadi ya paling enak buka usaha sendiri. Bebas mau tidur sambil jaga warung juga ngak masalah " Kata Yuni


" Iya benar mba Sari pernah tuh kerja di toko Cina gaji kecil mba . Terus ngak ada istirahatnya cuma sebulan Sari langsung berhenti ngak betah Mending kerja sama mbok bisa tidur siang ya mbok " kata Sari


" Hahaha ..... Kamu ini aneh ndu , uang gaji kamu itu dari Tri bukan mbok ndu Makanya kan kamu di jatah bersih bersih rumah Tri juga sekalian jaga mbok " jelas mbok


" Hah..... Jadi gitu mbok Sari kerjanya sama mas Tri mbok Tapi kan 3 hari ini Sari ngak bersih bersih opo di potong mas gaji Sari mas mba " kata Sari


" Ya di potong lah , kan kamu malas " kata Tri Yang menyetir mobil dengan Akhtar di sebelah nya Sedang kan kaum perempuan semua di belakang


" Ya mas jangan dong... kan Sari ngak tahu " kata Sari langsung cemberut Membuat Yuni tersenyum


" Mas Tri itu cuma bercanda Sar, ngak di potong tetap sama Kan gajiannya masih bulan depan " kata Yuni


" Hehehe...... trimakasih ya mba mas Kan Sari masih punya tanggungan nyicil ponsel baru Jadi harus pegang uang " kata Sari jujur

__ADS_1


Yang membuat mbok tersenyum Begitu juga Yuni yang tahu di tanah jawa pendapatan kerja di toko sangat murah Apalagi jadi pembantu Itulah kenapa banyak wanita nya Yang mau menjadi tkw di luar negri Karna ingin dapat gaji besar . Tapi tak semua orang dapat majikan yang baik Kadang berujung pada kisah memilukan


Setiba nya di pasar Yuni dan mbok juga Sari belanja keperluan rumah dan juga oleh oleh untuk Yuni bawa pulang Sekalian juga Yuni membelikan beberapa pasang baju untuk mbok dan Sari juga Akhtar dan suaminya


Setelah selesai mereka pun pulang Dan mampir ke rumah mertua mas Arga untuk bersilahturahmi sebentar sebelum pulang Tapi mereka mampir dulu kerumah mas Arga yang dekat sekolahan Rumah mereka tak besar hanya ukuran 40x 50 yang lumayan bersih walau baru di bangun


" Mas Arif ..." Teriak Akhtar ketika melihat Arif di depan rumah


" Eh ...Akhtar ya , ibu ada om Tri sama Eyang " Teriak Arif


" Ya ......" sahut mba Asih keluar dari kamar


" Wah ... Tamu jauh ayo masuk masuk maaf de rumah nya jelek belum sempurna " kata mba Asih


" Ngak apa apa yang penting sudah punya ketimbang ngontrak "' Kata Yuni masuk kedalam rumah mba Asih


" Mas Arga mana mba ?" kata Tri


" Oh tadi lagi bantu pa Bendi lagi sakit Makanya kesana mau bantuan ngantar ke rumah sakit Baru saja lima menit de Rif...... Sana Akhtar di ajak panggil bapak pulang le " kata mba Asih


" Ya bu , ayo de " kata bocah mungil itu yang bermain mobil di teras dari tadi sendiri


" Sari bawa mbok masuk sini , mba bikin teh ini " Kata mba Asih


" Ngak usah repot repot mba . Yuni Air putih saja " kata Yuni yang memberi kan beberapa jajanan untuk kakak ipar nya dan menaruhnya di atas meja


" Tri sini masuk de " kata mba Asih


" Iya mba , ini lagi lihat lihat tanah depan di sekitar sini mba " kata Tri


" Ya memang kaya gini de nama nya juga desa " kata mba Asih


Sedangkan di jalan Arif dan Akhtar berjalan menuju rumah besar tetangga mas Arga .. Lalu keduanya masuk pintu gerbang rumah itu Dan menapaki rumah yang megah bak istana Karna paling besar di kampung itu


" Mas ini rumah siapa " kata Akhtar ragu masuk rumah itu


" Tetangga " kata Arif


" Kenapa sepi ?" kata Akhtar


" Ndak tahu , pa pa ..... Ini Arif " teriak Arif hanya dari teras Kalo ia tahu tak sopan masuk rumah kalo belum di suruh masuk oleh tuan rumah


Dan tak lama seorang wanita keluar mendengar teriakan Arif Dan tersenyum pada kedua bocah itu

__ADS_1


" Eh bocah pintar, bapa lagi di kamar tuan ayo masuk sini " kata wanita itu


" Ayo masuk " kata Arif mengandeng Akhtar .


" Ngak Akhtar disini saja ya mas " kata Akhtar Yang melihat banyak ular lalu lalang di dalam rumah itu Hingga ia takut melihat nya


" Ayo cah bagus ngak apa apa " kata wanita itu tersenyum ramah .


" Ngak , Arif aja " kata Akhtar kekeh tak mau masuk ke dalam .


" Ini siapa rif " kata wanita itu bertanya


" Ade Arif " jawab Arif yang membuat wanita itu kaget


" Ya sudah sini mba gendong , yuk masuk " Kata wanita itu mengendong Akhtar yang akhirnya mau masuk kedalam rumah besar itu .Dengan memeluk erat leher wanita yang menggendongnya.


Dan ketika masuk Akhtar menatap ngeri pada rumah tengah yang ada tangga menuju lantai dua Di mana di tangga itu di penuhi banyak ular Dan di puncak tangga ada seekor ular sangat besar Yang membuat Akhtar tak berani melihatnya


" Ya Allah , ya Allah " guman Akhtar sepanjang masuk kedalam rumah itu Dan ketika masuk ke kamar utama Terlihat ada Pakde Akhtar disana dengan beberapa pria yang melihat pa Bendi Yang tak bisa bergerak hanya diam Karna tak mau di bawa kerumah sakit Dia hanya mengeleng Ketika di tawarkan para tetangganya untuk berobat


" Pae......." panggil Arif


" Eh mas Arif sama ade Akhtar ya " kata mas Arga


" Ya pa , di suruh pulang bu e " kata Arif


Sedangkan Akhtar tak mau turun dari pelukan wanita itu


" Mas, iki bocah e ngak mau turun Ngak tahu kenapa " kata wanita itu


" Sini sana pakde le, " kata mas Arga Yang membuat Akhtar langsung cepat memeluk pakde nya Yang membuat Arga kaget Karna tahu Akhtar seperti ketakutan


" Ada apa le?" kata mas Arga


" Pakde pulang Akhtar takut ...ayo pakde kita pulang " kata Akhtar Melihat ada seorang wanita berbadan ular Lalu ekornya melilit tangan dan kaki pria tua yang terbaring itu Yang tak lain pa Bendi Dan membuat Akhtar memeluk leher Arga sampai kencang


" Pa saya pamit duluan ya pa ada tamu di rumah pa Bendi saya pamit ya


" Iya mas " kata para tetangganya


Ayo le kita pulang " kata mas Arga Yang mengedong Arif juga Akhtar sampai kejalan Setelah di jalan Akhtar baru turun dan terlihat tenang


" Ade kenapa takut " kata mas Arga menatap Akhtar

__ADS_1


" Banyak hantu ular om ... besar besar dan ada yang melilit bapa tua itu juga hi.......seram pakde " kata Akhtar Yang langsung lari kerumah mas Arga yang di susul Arif


" Astagfirullah" kata Arga Sambil bergidik ngeri mendengar perkataan keponakan nya itu


__ADS_2