Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 317


__ADS_3

Yuni dan Tri lalu beranjak dari tempat tidur Lalu keluar dari kamar


" Siapa San ?" kata Yuni


" Ngak tahu Yun, tuh lagi di lihat sama mas Rendi " kata Sani Yang membuat Tri keluar Sedangkan Yuni mendekati Sani


Clek ....


Rendi membuka pintu Dan ada seorang bapak tua itu langsung tersenyum


" Mas bu Irma sakit parah mau bertemu mba Yuni Saya ini suami nya " kata pria itu .


" Ada perlu apa ya pa kok mau bertemu istri saya malam malam ." kata Tri Karna sudah jam 10 malam


" Itu mas istri saya mau bicara sama istri mas , maka nya saya kesini mas " kata pria itu


" Bagaimana kalo besok pagi saja pa , istri saya sudah istirahat Kasihan dia capek kerja seharian " kata Tri pelan


" Ya mas , benar besok pagi ya mas " kata pria itu


" Ya pa, besok pagi saya antar kesana " kata Tri


" Ya sudah, Kalo begitu saya permisi mas Maaf menganggu malam malam ." kata suami bu Irma pamit


" Ya pa ngak papa hati hati " kata Tri saling pandang dengan Rendi Menatap bapak itu pergi dan menjauh


" Bukannya Yuni belum tidur Tri " kata Rendi


"' Ngak baik keluar malam malam bro Apalagi buat wanita hamil muda . Kan kita ngak tahu niat nya apa Biar besok pagi saja jelas dan terang Juga kelihatan orang nya " kata Tri Yang cukup hati hati Karna tak ingin istrinya kenapa napa .


Sedangkan pria tua itu kembali kerumah Dan melihat istrinya tiduran di kasur busa tipis menahan rasa sakit di dadanya


" Mana dia pa ?" kata bu Irma


" Mba Yuni nya sudah tidur Tadi bapak hanya bertemu suaminya " kata pria tua itu menatap bu Irma


" Ibu mau apa sebenarnya " kata pria tua itu menatap istrinya lekat Setelah rumah mereka hangus terbakar separo Dan sisanya harus di bangun lagi


" Ibu punya salah banyak sama mba Yuni Dan sangat suka buat dia kesal Tapi dia tak pernah marah Mungkin karna ibu jahat Ibu jadi di kasih Allah azab Atau dia...... " isak bu Irma


" Astagfirullah aladzim " kata suami bu Irma mengelus dadanya

__ADS_1


" Bu bu kenapa bisa begitu , malu bu berbuat dzolim pada orang Yang tak bersalah " Kata suami bu Irma lirih Tak menyangka istrinya itu tega menyakiti orang .Padahal bu Irma tak mengenalnya dengan baik .


Sedangkan Yuni di kamarnya hanya diam Ketika Tri bercerita Kalo suami bu Irma meminta Yuni datang kerumahnya


" Apa ade marah padanya Karna dia sering jahat pada ade ?" kata Tri yang sudah mendengar cerita Yuni


" Untuk apa mas , tak ada guna nya Ade hanya menjauh saja Agar tak merasa sakit hati Dan menghindar bila bertemu bu Irma Ade juga ngak dendam Tapi hanya merasa ngak nyaman saja Apa ade salah mas ?" kata Yuni


" Tidak salah ade sudah benar Sini peluk mas Ngak perlu di pikir kan Nanti jadi penyakit lebih baik ade diam Dan fokus bekerja saja ok " kata Tri mencium bibir Yuni


" Hehehe .... mas kok makin genit sih " kata Yuni terkekeh


" Genit sama ade ngak masalah Kan ngak genit sama perempuan lain " kata Tri ******* bibir Yuni pelan Lalu setelah lima menit Tri melepas pungutan nya Sambil tersenyum mengusap bibir Yuni yang basah


" Ya berarti ade juga boleh genit sama mas kan " Kata Yuni meremas sesuatu di bawah sana Yang membuat Tri kaget


" Eh kok di sana sih " kata Tri memeluk Yuni terkekeh Lalu memeluk Yuni erat Dan mereka bercanda sebentar sebelum kedua nya terlelap Karna Tri tak tega sering sering melakukan nya Karna Yuni lagi hamil muda


**************


Subuh nya Yuni sudah bangun Dan melihat Tri dan Akhtar sudah tak ada di tempat tidur


" Pasti mereka ke masjid " Kata Yuni Yang lalu beranjak ke kamar mandi Untuk mengambil air wudhu dan sholat subuh Setelah sholat Yuni kedapur Dan melihat mbok sedang sibuk membakar pepes ikan


" Ikan gabus nya semua mbok goreng mba tuh buat bikin masak merah " kata mbok


" Ya ngak apa apa mbok itu kesukaan Akhtar Apalagi sama nasi kuning " Kata Yuni Yang melihat sayur oseng kacang dan lodeh buatan mbok Sumi


" Sudah matang kan mbok Yuni tata di meja ya mbok " kata Yuni Membawa masakan ke meja makan


" Ya mba ini mbok selesaikan pepesnya dulu " kata mbok Sum


" Ya mbok " kata Yuni Yang mendengar suara ribut ribut di luar Membuat Sani bergegas kedapur mencari Yuni


" Yun ada bu Siti tuh di depan lho Katanya di suruh ke rumah bu Irma " kata Sani


" Ya sebentar aku pasang jilbab dulu " Kata Yuni bergegas masuk kamar Lalu keluar menemui bu Siti Bersamaan dengan Tri dan Akhtar juga Rendi Yang sudah ia pulang dari masjid


" Eh ada tamu rupanya , monggo bu masuk dulu " kata Tri ramah


" Ngak usah mas , ini buru buru Kita cuma jemput mba Yuni kok mas " kata bu Siti

__ADS_1


" Iya mas , Yuni kesana dulu ya " Kata Yuni Yang keluar dari dalam rumah .


" Biar mas antar ibunya duluan saja ya bu " kata Tri ingin ikut ke rumah bu Irma bersama Akhtar


" Tapi mas " kata Yuni


" Ngak apa apa ayo , Ren aku tinggal dulu ya antar Yuni kesana " kata Tri mengandeng tangan Yuni


" Ya Tri hati hati " Kata Rendi Sedangkan hantu bocil dan Kunti mengikuti dari belakang Karna Tri dan Yuni juga Akhtar pergi kerumah bu Irma


Dan sesampainya di sana bu Siti menyuruh Yuni masuk kekamar bu Irma Sedangkan Tri menunggu di ruang tengah bersama Akhtar


" Mba Yuni " kata bu Irma melihat Yuni datang


" Bu Irma kenapa ? Apa sakit " kata Yuni mendekati bu Irma duduk di sebelah mya


" Ini lagi ngak enak badan mba , saya minta maaf ya mba kalo banyak buat salah sama mba " kata bu Irma


" Ya bu sama sama , Sebelum ibu minta maaf Saya sudah memaafkan ibu kok bu " Kata Yuni pelan sambil mengusap tangan bu irma Yang terasa panas


" Terimakasih mba , Saya salah karna menilai mba Yuni jahat Tapi rupanya mba Yuni tak sejahat yang saya kira " kata bu Irma


Deg......


" Maksud ibu ?" kata Yuni bingung


" Mba Yuni kan yang ngirim guna guna untuk saya Apa itu benar ?" kata bu Irma sinis


" Astagfirullah al adzim " kata Yuni kaget Lalu beranjak dari tempat duduk nya Dan bergegas pergi keluar dari kamar l menemui Tri


" Mas ayo kita pulang ?" kata Yuni


" Eh kok buru buru mba , bu Irma ngak di kasih penawar dulu mba . Mas istri anda ini orang nya rupanya jahat ya Masa dia main ilmu guna guna sama bu Irma " kata bu Siti sinis


" Astagfirullah bu hati hati bicara Jangan sembarang bicara dan membuat fitnah keji Istri saya tak pernah jahat sama orang " Kata Tri emosi


" Masa iya sih dia itu pura pura baik saja mas Tapi munafik " kata bu Siti


" Bu demi Allah saya tak pernah punya niat jahat sama orang hari ini saya bersumpah demi Allah Kalo saya jahat biar saya mati bersama bayi saya di cekik oleh hantu Tapi kalo saya benar Kalian akan mati di cekik oleh hantu Karena sudah membuat fitnah keji Dan saja tak akan sudi datang dan menginjak rumah ini lagi Ayo mas kita pulang " kata Yuni kesal Yang membuat suami bu Siti dan bu Irma kaget mendengar nya Dan tak lama ....


Oek ...... huek .....huek " kata suara bu Irma terdengar Yang membuat bu Siti datang masuk kamar dan ...

__ADS_1


" Aaa........" teriak bu Siti melihat lidah bu ilma terjulur Dan tak lama .....


" Akh .....aa.........." kata bu Siti dengan mata melotot ketika melihat hantu di depan nya .......


__ADS_2