
Selesai packing Yuni Langsung memesan makanan untuk acara lamaran hantu bocil Karna ia tak mau membawa hantu ke rumah mertuanya Bisa tambah repot nanti bila di sana kejadian .Apalagi di rumah mbok sudah ada penunggu nya
" Cil sudah beres besok pagi mba bayar Dan jaga rumah yang benar Jangan bikin mbok dan Anggi takut ya Karna besok ia menginap disini ." kata Yuni
" Siap bos terimakasih " kata hantu bocil tersenyum Lalu pergi sambil bernyanyi senang
" Dasar hantu!!" Kata Yuni menata koper pakaian suaminya dan milik Akhtar. di dekat lemari
************
Di rumah mbok . Mbok Tri baru saja pulang dari rumah sakit setelah tadi malam Sempat masuk rumah sakit .Tapi dokter bilang semua baik baik saja Karna kaget saja mbok jadi pingsan
" Mbok tidur dan istirahat , besok de Tri pulang Tadi pak le sudah telpon langsung kesana " Kata Ayu
" Melas ade mu ndu , kok ngenes nasib nya " kata mbok
" Tuh ada si Sari buat di jodohkan kalo mau . Mbok ngak usah bingung " Kata Ayu
" Iya kalo mau ngak masalah de, kalo ngak mau pie " Kata purnomo suami Ayu
Sedangkan Sari yang mendengarkan hanya diam Tapi hatinya senang berbunga bunga
" Jangan geer Sar malah sakit hati nanti " kata Asih duduk di sebelah Sari
" Ya nda toh mba.Kan mas Tri belum kenal Sari lama lama juga kenal " kata Sari tersenyum
" Ya kalo Tri nya mau Kalo di jodohkan Tapi kalo ngak ya takut gigit jari " kata Arga melirik Sari
" Ya kalo mbok terserah ade mu le, ngak ada pemaksaan Kalo mau sama Sari ya alhamdulilah bisa jaga mbok disini " kata mbok.
"' Berarti pulangnya besok mas " kata Ayu
" Iyo ...pak le bilang gitu " Kata Arga
" Wah ..... kudu siap iki kalo ada hujan besok " kata Ayu
" Hah hujan apa de" kata pur
" Hujan airmata pur, kan mau ketemu anak ragil " kata Asih
" Kalian ini kenapa sih " kata mbok lirih
" Ya kan mbok pake sedih . orang nya aja santai kok mbok yang bingung toh mbok Ini semua gara gara Arya sama Desi jadi penyakit mbok kambuh Tri itu pasti kuat mbok Kan dia masih kerja Masih banyak yang mau De Yuni yo pasti bahagia bila de Tri bahagia toh mbok " kata Ayu memijat kaki mboknya
" Yang ..... Arif awa roti buat eyang " Kata Alif putra Arga
__ADS_1
" Wah enak le sini sama eyang " kata mbok memeluk cucunya itu yang baru setahun dan baru bisa berjalan
" Pie mba , sudah mendingan rasanya " kata bule
" Semua sehat lek, cuma hatinya yang sakit Karna kepikiran Tri lek
" Ya kita semua ngerti mba, Tapi kan Tri juga ngak cerita Karna dia ngak mau mboknya sedih. Biar mba tenang dulu mungkin dia pulang nanti mau cerita pelan pelan . Dan besok kita sambut Tri dengan kebahagian Biar dia ngak sedih " kata Bule
" Yah .....kita kudu masak enak iki biar bisa kumpul rame rame " kata Ayu
" Yo , modal mu dewe yo de " kata Arga
" Dih pelet karo ade e dewe " dumel Ayu
" Lah kan kolo kolo de Kamu belum punya tanggungan Kan kita sudah punya buntut " kata Asih
" Ya le, macak sop butut ya " kata Arif
" Yo tapi duitnya minta bapa yo le, Bule mau bikin urap wae " kata Ayu
" Kok ngono toh mba , ade mu skali kali di sambut makanan yang enak Dulu saja kamu pesta di sumbang Giliran ade mu pulang kok pada pelit " dumel mbok
" Tri sudah banyak duit mbok, wong rumah saja megah gono Punya dua bengkel setahun yo jelas lebih banyak dari gaji nya ayu mbok " kata Ayu
" Yo mbok besok biar pur yang tangung Ade iki pie toh de Masa sama adiknya sendiri medit " Kata Pur
" Maka ne Pur bojo mu iku di didik ben ngak pelit " Kata mbok manyun
" Siap mbok" kata Pur. Yang membuat semua orang tertawa bersama
" Toh mas , besok mas Arga juga bantuin " kata Asih
" Siap de " kata Arga yang membuat pak le dan bule terkekeh Karna begitu lah Sifat asli nya akan kelihatan kalo pas ngumpul Kadang membuat mereka saling dorong dorongan satu sama lain
**************
Siang jam 1 Yuni dan Tri sudah berada di bandara Mereka langsung menuju ruang tunggu setelah ceking tiket Dan Akhtar sangat senang bisa melihat burung besi datang untuk menjemput mereka
" Ayah itu pesawatnya kan " kata Akhtar
" Ya sayang itu pesawat kita Ayo kita masuk " Kata Tri mengendong Akhtar Ketika panggilan penumpang terdengar
" Asyik.... " Kata Akhtar Yang membuat Yuni tersenyum .
" Nanti kita naik Taxi saja ya de Biar ngak merepotkan pak le " Kata Tri
__ADS_1
" Ya mas " Kata Yuni Yang membawa tasnya Dan mereka masuk pesawat dengan Akhtar duduk di tengah .
Satu jam mereka sudah sampai di bandara Dan Tri langsung mencari taxi untuk pulang kerumah Karna perjalanan tak jauh menuju rumah mereka
Sedang mbok yang di telpon dari bandara Senang mendengar Tri pulang Begitu juga Sari Yang berdandan cantik Hari ini karna ingin menyambut Tri
" Waduh Sar ayu man , kok kaya manten wae " kata Asih terkekeh melihat sepupunya itu berdandan ala jawa dengan rambut di konde
" Waduh....... Kaya nyambut pangeran wae Sar " ledek mas Arga
" Lah kan perlu mas biar mas Tri senang " kata Sari
" Ya ampun Sar , kok tampil anggun dan cantik ndu. Bule takut kamu pingsan nanti bila pas ngak kebetulan " kata bule
" Kenapa memang nya lek " kata Ayu
" Takut Tri bawa istri baru ndu " Kata bule khawatir Karna Tri memang tak pernah bercerita bila memberi kejutan
" Hahaha........ apes noh " Kata Ayu tertawa
" Yah bule kok ngomong ngono toh mbok " kata Sari cemberut
" Hehehe...... sudah ngak usah di tanggapi Biasa saja ndu " Kata mbok Yang juga tak berpikir Tri menikah lagi Karna putranya itu pasti slalu punya kejutan tiap pulang
" Ya mbok " kata Sari yang tahu mbok sayang pada Sari seperti anaknya sendiri .
Dan mereka pun menata semua makanan si atas meja makan dengan rapi hingga sebuah mobil datang di halaman teras rumah mbok
Tri pun menurunkan semua barang di depan rumah dan menyuruh Yuni duluan masuk
" Assalamualaikum mbok " kata Yuni Yang membuat semua orang di ruang tengah menjawab salam Lalu keluar dari ruang tengah menuju ruang tamu
" Mbok ......." kata Yuni di depan pintu tersenyum mengandeng Akhtar
" Aaaaa.............aaaa...... hantu " Teriak Ayu kaget yang membuat mbok mundur dan Asih langsung pingsan bersama bule . Yang membuat pras pak le dan Pur kalang kabut melihatnya
" Lah kok pingsan kabeh " kata Sari
Hus...... hus ..... minggat minggat .sana kami tak menganggu " kata Arga
Yang membuat Akhtar melongo Dan Yuni mematung terdiam
" Ada apa sih " kata Tri kaget Yang melihat mbok terduduk lemas di lantai
" Akhtar sini masuk " kata Tri mengandeng Akhtar dan Yuni berjalan mengikuti Tri dari belakang
__ADS_1