Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 68


__ADS_3

Juan dan Tuah kaget melihat pria itu Karna ia memang terkenal sebagai seorang jawara Dan juga pintar berkelahi Yang tak lain adalah Lery yang terkenal pendiam dan cuek


" Lery ada apa nak " kata kakek tua itu


" Hanya mengantar makanan kek. Sambil melihat jarat ( jebakan ) " kata Lery Yang memberikan rantang pada kakek tua itu Lalu kembali keluar gubuk


" Trimakasih nak " kata kakek tua itu


" Bang Lery, rusanya dapat cepat kesini bang " teriak seorang bocah kecil yang dibawanya .


" Suruh Norman kesini, kita sembelih rusanya sekarang " kata Lery Yang biasa menjebak rusa dan babi di hutan .


" Kenapa ngak dipotong sendiri saja " kata pria yang tak jauh berdiri dari Lery


" Kalo kita yang memotongnya Mereka tak akan mau membeli dagingnya Karna orang muslim akan bilang haram " kata Lery yang sering menjual daging rusa Untuk menghasilkan uang Dan biasanya banyak pembelinya dari orang orang muslim pendatang


" Ya sudah sana cul , panggil pa Norman kesini " kata pria itu Yang tahu mengenal baik pria itu karna ia tetangga Lery


********


Sedangkan Yuni duduk manis dikantor Melihat layar komputer dengan seksama Hampir satu jam ia memeriksa datanya. Baru ia menemukan solusinya


" Mhem...... belum selesai Yun " kata Moko Yang duduk disebelah Yuni


" Belum mas , ini lagi ada selisih yang kurang " kata Yuni


" Tumben ngak ikut ke sampit , tadi lho dicariin Ferdi " kata Moko


" Emang mau ngapain nyari Orang aku ngak kemana mana kok " kata Yuni


" Takut lho hilang kali " kata Moko terkekeh


" Hahaha ...... ada ada saja " kata Yuni tertawa sambil mengelengkan kepalanya


" Kruk.......kruk ....." Bunyi perut Yuni terdengar jelas Lantas ia pun memegang perutnya yang mulai lapar


" Tuh cacing sudah pada demo minta diisi Ayo kita makan yuk !! " kata Moko


" Bentar mas , Aku selesai kan ini dulu Tinggal lima menit kok " kata Yuni Memperbaiki datanya agar bisa klop .


Dan tak lama Aris datang berteriak di depan pintu kantor


" Mba Yuni di cari tuh " kata Aris


" Hah ....siapa yang nyari ris ?" kata Yuni kaget lalu beranjak ke pintu kantor


" Tuh lihat saja sendiri " kata Aris menujuk seorang pria membawa karung di sepeda motor nya duduk tersenyum


Yuni pun keluar dan balas tersenyum pada pria itu


" Paman Lery ngapain kesini " kata Yuni

__ADS_1


" Nih mau ngasih daging sama kaki buat dimasak , halal kok " kata Lery memberikan kantong plastik hitam berisi daging rusa hampir satu kilo lebih


" Wah ....kebetulan bisa bikin sop nih kakinya . Terimakasih paman " kata Yuni tersenyum karna senang dapat daging Karna ia juga lama tak makan daging


" Trus itu apa ?" kata Yuni melihat karung Yang ada darahnya .


" Itu daging yang mau dijual , Apa disini ada yang mau beli daging rusa " kata Lery yang ingin menawarkan


" Paman jual berapa sekilonya " Kata Yuni menatap Lery


" 40 ribu, bisa kurang 35 kalo ambil dua 2 kg " kata Lery .


" Ris panggilin mbok mau beli daging ngak bisa buat rendang " kata Yuni


" Ya mba , sebentar ya " kata Aris bergegas pergi kedapur karyawan Untuk memanggil mbok


" Daging apa yun ?"kata Moko Yang keluar melihat Yuni dan Lery


" Daging rusa mas masih baru kok " kata Lery Ketika Moko ikut melihat isi karung nya yang sudah di timbang


" Tinggal berapa kilo man " kata Yuni melihat dagingnya yang memang masih segar dan bersih


" 15 kg . Tadi sudah habis didepan sana " kata Lery


Tak lama mbok pun datang bersama bi Narsih dan melihat daging yang ditawarkan Lery


" Masih baru ya mas . Yuni beli ndu " kata mbok


" Weh enak yun gratisan . serius tuh di kasih " kata Moko tak percaya


" Iyalah dong mau tak bikin rendang sama sambal padang dan daun singkong . mbok beli aja kita bikin sambal padang kan banyak daun singkong disana tinggal petik " kata Yuni pada mbok


" Mau mba aku mau lama ngak makan enak " kata Aris .


" Mba Yuni tawarin 35 boleh ngak, nanti kita beli 10 kg " kata mbok berbisik pelan


" Ya ambil mbok , paman 10 kg ya harga 35 ya " kata Yuni menatap Lery


" Ya ....bu boleh semua juga ngak apa apa kok " kata Lery senang karna ia bisa cepat pulang


" Semua saja ya mbok, Kan bisa untuk bikin sop juga gulai sama rendang Nanti Yuni bantu masaknya " kata Yuni


" Ya boleh mas semua nya mas 15 kg ya deal " kata bi Narsih ikut menawar


" Ya ya ...." kata Lery yang menurunkan plastik daging satu bungkus sekilo dan menghitung nya Karna masih Ada sisa perut dan kaki


" Ini kakinya buat bonus bu , sama perutnya " kata Lery yang memberikan cuma cuma gratis


" Wah , gratis kaki mbok bisa buat bikin soto babat ini punya yuni jadikan satu satu buat sop " kata Yuni Dan mbok langsung mengambil uang Lalu membayarnya cash . Karna harga daging 45 sekilo kalo di pasar Jadi mereka bisa ngirit untuk 3 hari bisa dapat yang lebih murah .


Lery pun senang , lalu tersenyum pada Yuni. Nih ada sisa setengah buat mu Yun " kata Lery menambahi untuk Yuni .

__ADS_1


" Teimakasih paman , laris manis " kata Yuni sumringah


" Ya terimakasih sudah bantu jualin Jadi aku bisa cepat pulang " kata Lery Yang memang berjualan apa saja untuk mencari uang yang penting halal .


" Dapat berburu di mana mas " kata Moko penasaran


" Di dalam hutan mas, pasang jebakan " kata Lery tersenyum merapikan karungnya Yang tahu Moko teman Yuni


" Wah ..... berarti sering dapat mas, kita kok jarang paling dapat babi atau .ular " kata Aris .


" Wah .....babi nya buat saya saja mas , kalo ular sih .Saya ngak bisa makan takut geli lihatnya " kata Lery


" Hahaha.....situ non muslim ya " kata Moko tertawa


" Ya mas, tapi rusanya di potong orang muslim kok mas, kasihan tuh Gadis kecil ku ngak bisa ikut makan mas, kalo saya yang motong Dan lagi ngak bisa di jual " kata Lery


" Heh......gadis kecil " kata Aris melongo Sedangkan Yuni hanya tersenyum Mendengarnya disebut gadis kecil


Lery pun merapikan karungnya setelah dibayar dan pamit untuk pulang Sambil mengusap kepala Yuni


" Titip ya mas " kata Lery menatap Yuni


" Ya mas, gampang nanti saya taruh di kantong celana mas , kan masih kecil " kata Moko bercanda Membuat Lery tersenyum Dan setelah itu ia pun pergi . Yuni pun melambaikan tangan nya ...


" Gila tuh cowok, masa mbok beli daging kamu di kasih gratisan Yun " kata Moko protes


" Kan rezekinya Yuni mas, Nih bisa buat kita pesta rendang " kata Yuni senang


" Iya mba aku juga mau tuh ,biar kaya makanan padang " kata Aris senang .lalu membantu mbok membawa daging kedapur untuk di taruh dalam boks es Biar awet bisa buat besok dan lusa.


Di kejauhan seorang pria memakai topi caping Memperhatikan Yuni dan Lery sedari tadi. Yang berlindung di balik rerimbunan pohon sawit


" Lery kenal gadis itu " kata pria itu Yang bergegas pergi dari tempat itu . Lalu berjalan menuju motornya Dan hilang di balik pepohonan


Sedangkan Yuni sedang menggodok daging Untuk ia buat rendang lebih dulu Karna ia belum membuat bumbu rempah rempah nya .Namun tak sengaja matanya melihat Ferdi sedang berdiri Mengawasinya dari samping bengkel .


Yang menatapnya tanpa berkedip


" Apa dia melihat ku dari tadi" batin Yuni Yang pura pura tak melihatnya Karna tak mau terlalu dekat dengan pria itu .Juga kemaren ia sempat menghindari Tri.


Agar tak ada keributan dan salah paham lagi Di antara keduanya .


Lalu Yuni duduk untuk menyalakan api tungku pancinya yang lumayan besar


" Mhem ....." dehem seseorang


Yang membuat Yuni menoleh dan kaget melihat Tri berdiri di belakang nya sambil membawa panci besar


" Hai Tri " Sapa Yuni menatap Tri sekilas dan ketika hendak berdiri


" Yuni awas " teriak Tri kaget melihat seekor ular lewat

__ADS_1


Brug ............Aaa..........


__ADS_2