
Juan pun marah dan kesal Dan juga tak percaya hingga mengamuk Dan membuat lukanya berdarah. Dan membuat Tuah dan paman nya Dengan cepat mengobatinya dengan tumbukan sirih dan sambiloto Takut luka itu infeksi bila tak cepat di obati .
" Ada apa dengan mu , tenang lah " kata Paman Juan
" Bagaimana bisa ilmu itu bisa hilang paman itu tak masuk akal .Itu bohong paman berbohong kan !!!" kata Juan marah .Karna tak mungkin ilmu nya bisa hilang begitu saja tanpa bekas
" Baik lah bila kau tak percaya . Kita akan kehutan besok menemui tetua Tapi ingat jangan bertingkah di sana Dan satu hal lagi . Jadilah manusia biasa saja seperti Tuah " pinta paman nya
" Paman ....." kata Juan menatap pamannya penuh tanda tanya
" Hidup dengan normal nak, orang tuamu ingin kalian bisa hidup layak .Kita masih punya banyak tanah untuk dijual Dan menikah lah Cari gadis yang baik Berhentilah menaruh dendam pada orang lain " kata paman menasehati Juan Sedangkan Tuah hanya terdiam mendengarkan perkataan paman nya
" Tapi paman aku sudah 10 tahun belajar Ilmu itu Kenapa ilmu itu bisa lenyap begitu saja " kata Juan emosi
" Kau sudah membuat banyak dosa nak Ilmu itu sangat terkutuk .Dan kali ini kau salah memilih mangsa .Yang menjadikan kutukan ilmu hitam itu lenyap Dan kau tak bisa lagi berubah" Kata paman
" Itu tak mungkin paman , Bagaimana bisa !! Gadis itu , siapa gadis itu ? Kenapa dia bisa membuatku jadi begini paman " kata Juan
" Kau akan tahu besok bila kita bertemu tetua . Paman tidak tahu siapa dia .." kata paman Juan terdiam
" Dia karyawan staf dari perusahaan kontraktor di sebrang perkebunan itu bang .Dia staf akuntan dari jakarta .Dia cukup berani Dan yang ku dengar ia juga pernah menolong hantu korban tragedi " jelas Tuah
" Bukan itu yang abang ingin tahu Tuah Tapi bagaimana gadis itu melenyapkan ilmu kutukan itu " kata paman Juan
" Ya paman benar Tapi kita akan tahu besok kan , aku ku buat dia menyesal bila aku bisa menangkap nya " kata Juan .
" Tidak ..... Juan kau tak akan bisa " kata paman .
" Tidak bagaimana ?" kata Juan kaget
" Paman tak bisa menjelaskan padamu sekarang , kita lihat saja besok. Tapi kau harus berjanji Berhentilah jadi orang pendendam . Jalani hidup mu dengan normal " kata paman lalu membaringkan tubuhnya di atas dipan .
" Aku tak bisa paman " kata Juan
" Kau bisa nak, karna kini kau manusia biasa " kata paman juan .Yang membuat Juan terdiam
Sedangkan Yuni baru saja habis sholat isya dan ia mengaji sebentar dengan suara pelan..Lalu setelah selesai Yuni keluar dari kamar keluar mess staf untuk makan kedapur karyawan
" Yun mau kemana ?" kata Moko
__ADS_1
" Makan mas, mas Moko sudah makan belum ?" yuk bareng " kata Yuni
" Ayo kebetulan aku belum makan , baru pulang tadi hampir magrib " kata Moko Yang berjalan berdua menuju dapur makan karyawan
" Yuni pun meminta lauk pada mbok sesuai jatahnya dan Moko . Yang biasa di simpan mbok dikamar
" Hai Tri kok lemas " sapa Yuni melihat Tri tiduran di kamar mbok .
" Capek " jawab Tri tersenyum
" Ini ndu , makan yang banyak Tinggal kalian berdua yang belum makan " kata mbok memberikan piring lauk
" Ya mbok trimakasih " kata Yuni tersenyum lalu membawa lauknya kemeja Dan membuat sambal .Lalu asyik makan berdua bersama Moko
Ferdi memperhatikan Yuni dan Moko yang sedang makan dari ruang tengah Yang sedang asyik nonton televisi sambil menyesap rokoknya .
Di kamar mbok Tri hanya diam memperhatikan mbok melipat pakaian kering dari jemuran hari ini
" Ada apa dengan mu le. Seperti orang yang tak punya semangat hidup ?" kata mbok .
" Entah lah mbok , kalo aku mati seperti Ryan apa Yuni akan menangisi ku " kata Tri bertanya
Mbok bukan nya menjawab Malah tertawa " Hahaha........kau patah hati le " kata mbok
" Hehehe..... Kau ini le, tidak dari biasanya .Banyak wanita yang mendekatimu Tapi kau bilang belum mau giliran sekarang patah hati .Seperti bunga layu belum berkembang " kata mbok terkekeh .
" Kau sudah tahu kan resikonya le, mbok sudah bilang kan jangan terlalu berharap biar tak sakit hati " kata mbok
" Tapi mbok , aku sudah........" kata Tri terdiam ketika Ariesta berdiri di depan pintu kamar mbok
" Tri jalan yuk , cari rokok di sebrang " kata Ariesta.
" Malas " Jawab Tri
" Ya payah " kata Ariesta duduk di dekat Tri lalu menarik tangan nya
" Ayo .... bangun " kata Ariesta
" Aku malas , oh ya apa kekasih mu itu baik baik saja selama aku di sampit. Apa dia menceritakan sesuatu ?" kata Tri
__ADS_1
" Cerita apa hantu gorila itu, Tadi siang ia memegang parang besar marah pada seorang pria" kata Ariesta Yang bercerita tentang apa yang Yuni ceritakan
Pada kang Ali dan kang Sapto dan dirinya Membuat mbok dan Tri kaget menatap Ariesta serius .
" Itu benar , Apa dia bilang begitu " kata mbok bicara berbisik
" Iya mbok " kata Ariesta .
Tri hanya diam tak berkomentar Dan penasaran dengan kecurigaan Yuni .Tapi Tri tak percaya kalo ada manusia yang bisa berubah jadi mahluk menyeramkan Dan ia baru tahu ada mahluk seperti itu Yang membuatnya bergidik ngeri Apalagi tadi malam Yuni benar benar marah pada mahluk itu . Yang membuat Tri sadar gadis itu tak main main Menancapkan parang itu tanpa rasa takut Membuat mahluk itu menghilang
" Hi.......kok bisa....apa itu nyata Tapi bagaimana mba Yuni tahu " kata mbok Sambil melihat Yuni yang masih makan di meja bersama Moko
" Dia masih makan mbok " kata Tri yang melihat Yuni santai hari ini .
" Apa dia lupa .....aku sudah mencium nya kemaren " kata Tri dalam hati .Yang membuat Tri bangun dan duduk Lalu menatap Ariesta.
" Apa kalian bersama hari ini ?" kata Tri
" Iyalah Tri dia menemani mba Yuni seharian sampai kalian pulang " kata mbok Yang memang mengawasi Yuni dan Ariesta seharian ini Yang membuat keduanya pergi berdua kemana mana
" Hehehe..... kan kita cuma ngobrol Tri " Kata Ariesta terkekeh
Sedangkan Yuni sehabis makan langsung pulang bersama Moko yang melewati para Karyawan lain .
" Tumben tuh mba Yuni sama mas Moko " bisik Danang Yang melihat Yuni cuek dan lewat begitu saja .Pergi bersama Moko ke mess staf
"' Biarkan saja " kata Ferdi Yang tak bisa berbuat apa apa kecuali diam .
" Tuh cewek ngak bisa di harap sana sini nempel kaya perangko " kata Danang
" Ya jelas nang , orang cewek sendirian Yang ngak mungkin kan dia jalan sama mbok .Dan jelas dia jalan sesama staf Lagian kenapa lho jadi kepo ?" kata Yusuf
" Ya cuma aneh saja , Tuh cewek ngak mau dengan siapa pun .Dia normal ngak sih. Takutnya dia punya burung " kata Danang
" Hust ........ ngomong sembarangan
Jangan ngadi ngadi deh" kata Yusuf Yang tahu Danang suka ngerumpi
" Ya kan cuma menebak saja suf " kata Danang Seraya melirik Ferdi diam Tak bicara apapun Karna ia tak ingin mendapat masalah. Karna setahunya sekali bergosip Semua orang pasti akan tahu Bila mengingat Yuni yang bisa mendengar cerita itu
__ADS_1
" Jangan ambil kesimpulan sendiri nang " kata Ferdi mengingatkan Danang
" Iya tahu Fer maaf " kata Danang Yang tahu Ferdi menyukai Yuni Walau pun belum di terima Tapi Ferdi tetap berharap pada gadis itu