Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 85


__ADS_3

Lalu Pa Fauzi masuk ke mess staf dan menyuruh tiga pria itu tidur di kamar depan di sebelah kamar Yuni persis Yang berada di sebelah kanan


" Siapa pa ?" kata Andre


" Mereka tamu Yang mau melihat proyek kerja kita " kata pa Fauzi


" O..... pantas " kata Andre


Yuni pun langsung masuk kamarnya untuk membersihkan diri Karna badan nya terasa sangat lengket Karna seharian ikut kehutan


Setelah mandi Yuni sudah berpakaian rapi Dan ingin kedapur ketika salah satu tamu itu menyapanya .


" Hai mba staf disini kan " kata pria itu Sambil menatap Yuni dari ujung kepala sampai ujung kaki


" Iya pak, ada yang bisa dibantu " kata Yuni ramah


" Tempat makan nya dimana ya " kata seorang teman nya sambil tersenyum


" Tuh di sebrang , mas mas bisa kesana nanti maaf Saya permisi dulu mau kekantor " kata Yuni yang berpakaian santai Lalu meninggal kan ketiga pria seumuran pengawas nya


" Cantik lumayan buat teman tidur " kata pria berbaju putih


" Jangan macam macam kita tamu disini " kata yang berbaju biru


" Alah ngak usah munafik van , kau kan juga suka jajan " kata teman nya bernama Tan yang berdarah cina


" Itu beda Tan , disana bayar ini kan bukan tempat begituan " kata Devan santai sambil duduk di teras


Yuni lalu keluar kantor Sambil membawa ikatan kayu yang ia bawa dari hutan Dan melewati ketiga nya dengan tersenyum menuju ke dapur .


" Masih perawan oey , kelihatan imut " kata Tan


" Kau ini Tan ngak bisa lihat barang mulus sudah ngiler saja Ingat tuh selang mu bisa bengkak sembarangan masuk


Ini daerah mistis jangan macam macam " Kata Devan


" Cih....mana ada jaman maju sekarang begituan Semua sudah bisa di atasi dengan uang. Aku yakin tuh perempuan kalo di pamerin uang segepok juga mau ." kata Tan


" Coba saja , aku ngak ikutan " kata Devan


" Hahaha..... Devan ciut nyalinya Tan " kata temannya tertawa


" Ya terserah kau saja Bas, Tan atur manis saja Tapi aku ngak mau terlibat " kata Devan Yang lalu menyulut sebatang rokok dengan korek api.


***************


Malamnya Yuni makan bersama dengan para staf termasuk pa Fauzi dan ketiga tamu jauh itu. .Yang sesekali melirik kearah Yuni


" Zi ..... bawahan mu cukup cantik , mau dibayar berapa belah duren " kata Bas


" Pa Fauzi hanya diam, tak mau menanggapi sifat mesum tamu nya itu


Hanya asyik menguyah makanan nya


" Zi " ulang nya lagi pelan


" Apa ?" kata pa Fauzi

__ADS_1


" Maksud Devan disini ada tempat hiburan malam ngak Zi , kata Devan


" Oh ada pa, tuh di pal 8 mas. Tiga kilo dari sini banyak stok kok " kata Andre


" Kok kamu tahu dre, sudah pengalaman kesana " kata Fauzi


" Belum pa, cuma dengar saja dari mas mas yang cari pelampiasan " kata Andre Yang membuat wajah Yuni berubah merah Karna mendengar tempat itu


" Sudah , aku duluan ya " kata Yuni yang sudah menyelesaikan makan nya


" Kok ngak ngobrol dulu mba , kan kita belum kenalan " kata Bastian


" Ya salam kenal pa, silahkan lanjutkan " kata Yuni tersenyum Lalu beranjak dari kursinya sambil membawa piring kotor ke dapur menemui mbok


" Sudah ndu , nih nyicip pisang goreng " Kata Mbok yang lagi menggoreng pisang untuk para tamu


" Sudah mbok , Tri mana mbok " kata Yuni mencari sosok pria itu


" Di kamarnya paling .Tadi lagi sama Ariesta dan Yusuf membahas kepindahan ke camp atas besok " kata mbok Yang membuat Yuni mencomot pisang Lalu pergi kekamar Tri .


Di kamar Yusuf Tri dan Ariesta sedang membahas mesin buldoser Sambil melihat buku Yang mereka baca Dan Yuni yang mengintip hanya tersenyum melihat nya .


" Lagi apa ?" kata Ferdi sambil merokok menyapa Yuni


" Ngak lagi lihat doang " kata Yuni .Yang membuat Tri Yusuf dan Ariesta menoleh kearah pintu yang terbuka


" Hai yang sini masuk " kata Ariesta


" Lagi ngapain ?" kata Yuni masuk sambil makan pisang goreng


" Dia jadi penguntit sekarang Tri " kata Ferdi yang ikut masuk dan duduk di sebelah Yuni


" Siapa bilang ngak rugi " kata Ferdi


" Sudah ngak usah ribut , Kenapa sih Fer rajin amat lho cari perkara " sindir Yusuf


" Kurang bogeman nya kali suf " kata Ariesta


" Ck..... Kau ini ta, Gue kalah lho menang tapi ngak dapat juga kan " Kata Ferdi Menyindir Ariesta yang menatap nya tajam


" Yang lho ingin gue apaan nih orang . kaya nya ngak jera deh " kata Ariesta mulai emosi .


" Fer balik kamar mu sana, ngapain disini Sana belajar !! .Besok kita kehutan buat lihat alat yang mogok " kata Tri melerai keduanya Sedang Yuni hanya diam Lalu berpindah duduk di antara Tri dan Ariesta


Yang membuat Ferdi melirik Yuni


" Ok..... ngak masalah , slamat belajar " kata Ferdi beranjak pergi keluar kamar


" Tuh orang kok gitu ya ngeyel bin egois bin ngeselin " gerutu Yuni


" Hahaha . .... Lho bisa kesal juga Yun, tak pikir ngak bisa " tawa Yusuf karna yang ia kenal Yuni sangat tenang dan hanya sedikit cerewet


" Yang ada tamu siapa di mess ?" kata Ariesta


" Ngak tahu , ngak kenal tadi nanya nanya tempat hiburan malam Emang jakarta bisa ke night club Disini mah hutan paling sama hantu " kata Yuni


" Hi...... Kasih mah ogah Mending sama kamu yang, Tapi ngapain baru datang nyari tempat begituan sih " kata Ariesta

__ADS_1


Menatap Yuni


" Mana kutahu ?" kata Yuni


" Ris kalo orang sudah pernah main sama perempuan mah. Beda rasanya sama kita yang jomblo ini !! Mereka cari pelampiasan Nah kalo kita larinya ke istri .Bagi yang punya bini Tapi yang biasa jajan ya kaya gitu " kata Yusuf


" Hi..... kok bisa suf. Apa ngak dosa " kata Yuni


" Bagi yang beriman mah dosa neng!! Tapi bagi yang ngak mah hayu wae enak bikin dosa " kata Yusuf


" Sono .....terserah mereka, gue mah ngak kuat masuk neraka pengen yang adem ayem aja deh " kata Yuni Yang lalu menemani ketiga pria itu belajar


Di mess staf Moko dan teman teman nya Sedang asyik bermain gitar Sambil bernyanyi di kamar .Sedang Fauzi Robin dan Andre . Devan juga Bastian asyik ngobrol membahas lahan yang sudah hampir selesai


Tan yang sendirian di kamar Sengaja


mengetuk kamar Yuni . Dan tiba tiba pintu kamar pun terbuka


" Hai " kata Tan menyapa Yuni .


" Hai juga ada apa ?" kata seorang wanita tersenyum manis dengan baju tipis menerawang .


" Saya sedang butuh tukang pijat ,Apa mba nya bisa memijat " kata Tan tersenyum sambil memamerkan uang segepok .


" Oh saya bisa mas , masuk saja " kata wanita itu tersenyum manis Lalu menutup pintu setelah Tan masuk .


Yuni yang pulang ke mess pun mengantar kan pisang goreng bersama mbok ke kantor .Lalu setelah itu mbok pun langsung pulang


" Yang ini buat mba Yuni dan teman teman ya ndu " kata mbok .Memberikan pisang satu piring di kresek


" Ya mbo trimakasih , hati hati pulang nya " kata Yuni


" Ya ndu " kata Mbok langsung pulang ke mess karyawan


Sedangkan Yuni membawa piring pisang goreng ke kamar Moko Dan lalu duduk di hadapan empat pria itu Yang asyik bernyanyi bersama


" Wah.... enak nih " kata Moko yang lalu berhenti memainkan gitar nya


Namun terdengar suara ******* dan lenguhan seseorang yang membuat kelimanya saling tatap


" Siapa tuh?" kata Yuni


" Iya kok suaranya nya seperti........" kata Moko menatap Yuni .Yang membuat mereka berdiri dan keluar dari kamar Moko . Suara itu terdengar jelas dari kamar Yuni Yang membuat Yuni menatap satu persatu wajah teman nya


" Siapa di dalam ?" kata Aris


Yuni hanya mengangkat kedua tangan nya lalu langsung membuka pintu kamarnya perlahan Dan ia pun terkejut


Brak........


" Aaa..........." Teriak Yuni langsung menutup matanya


" Astagfirullah aladzim ." kata Aris Moko kompak


" Hah........kalian mau apa ?" kata Tan dengan tubuh polos


" Tuh ..... " tunjuk Seto

__ADS_1


" Hua............." Teriak Tan yang kaget melihat apa yang dilakukan nya .


__ADS_2