Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 264


__ADS_3

Di kantor sampit mereka semua heboh mendengar kabar duka yang menyatakan Yusuf dan Tri meninggal Hingga mbok yang dapat telpon dari mas Arga shock dan sempat pingsan di rumah Hingga mereka berangkat ke kantor jakarta .Agar bisa diantar ke kota sampit Untuk melihat tempat kejadian naas tersebut


Sedangkan Yuni yang di hubungi mba Ayu Belum mengangkat telpon Karna sedang menemani Akhtar di teras Dan juga membeli makan siang untuk para hantu Dengan berjalan kaki bersama Akhtar ke warung terdekat .


Rendi dan Rudi yang pulang kekantor sampit Sekalian ingin menemui Yuni untuk memberi khabar pun Tak sengaja melihat Yuni dan Akhtar berjalan sambil bercanda di jalan menuju pulang


" Mba Yuni bisa kami mampir rumah ?" kata Rendi Ketika motor mereka berhenti


" Eh..... om . boleh kok....ayo main cari ayah ya om " Kata Akhtar menjawab nya


lebih dulu


" Tumben mas, ada apa memang nya ?" kata Yuni pura pura tidak tahu Padahal mereka pasti mencari Tri dan Yusuf


" Anu mba.... Kita bicaranya di rumah saja ya " Kata Rudi menatap Rendi


" Ya ayo ...." Kata Yuni .


" De sana ikut duluan kerumah biar bunda sama mbok jalan " Kata Yuni


" Ya bun, ayo om " Kata Akhtar


" Ya ayo sini naik di tengah " kata Rendi mengendong Akhtar Dan mendudukkan nya di antara dirinya dan Rudi


Lalu motor melaju kerumah Yuni Dan masuk ke teras rumah . Dan Akhtar langsung membuka pintu Setelah Rendi menurun kan


" Pasti dia kaget dan siap siap saja Kalo mba Yuni pingsan " kata Rudi


" Waduh...... trus gimana bilang nya biar ngak pingsan " Kata Rendy bingung


" Ya ngak tahu " Kata Rudi naik keteras bersama Rendi


Dan tak lama Akhtar kembali dan muncul di depan pintu Sambil tersenyum memegang ponsel


" Ayah bilang masuk saja om Ayah lagi .di ruang tengah " kata Akhtar


" Ayah ......." Kata Rudi kaget menatap Rendi Dan keduanya saling pandang Lalu bergegas masuk kedalam rumah


" Ren .........masuk sini " Kata Tri


" Tri ......" Kata Rendi dan Rudi terkejut setengah mati Melihat Tri baik baik saja


" Kau ....... " kata mereka tergagap

__ADS_1


" Apa kalian kira kami hantu " Kata Yusuf berlipat tangan di dada menatap Rendi dan Rudi


" Yusuf " kata Rudi kaget dan


" Eh...... Jangan pingsan Rud. ..." kata Rendi menahan tubuh Rudi


" Biarin pingsan Ren... Lho juga kalo mau pingsan gue biarin doang " kata Yusuf santai berdiri dekat Tri


" Hust...... ayo duduk sini kita bicara Mau ngapain datang kesini ?" kata Tri


" Alah Tri paling mereka mau mengabari mba Yuni Kalo Tri sama Yusuf mati ketimpa penyangga besi ya kan " Kata Yusuf menatap keduanya


" I....iya bagaimana kalian bisa tahu Dan Kenapa bisa kalian ada disini Kami mencari kalian dari pagi Apa lagi Ferdi sama Adi dan Kentung Mereka datang khusus hanya untuk mencari kalian sampai ke hulu sungai " Kata Rendi tertunduk lemas di sofa depan Tri dan Yusuf .


Begitu juga Rudi Yang tak percaya dua teman nya itu baik baik saja Setelah di hutan terjadi keributan


" Kau tahu Tri , Ferdi menghajar Sandi sampai babak belur Karna marah lalu mereka bergulat cukup lama Karena Tikno cerita kalo Sandi membiarkan kalian mati di bawah penyangga " Kata Rudi bercerita


" Niat curang nya kelihatan Tri aku bakal berhenti bareng sama kamu Tri .Biar mereka merasa bagaimana rasanya bekerja keras mendidik anak pemula " kata Yusuf kesal .


" Minta bantuan tapi kita disuruh bagian bawah .Astaga....... dia belum merasa kalo dia di posisi kita Pasti juga tak akan terima " kata Yusuf lagi


" Huh.....sudah mungkin ini terakhir kita bantu dia Kita fokus sama camp kita saja .Biar mereka tahu kita bisa marah " Kata Tri Yang menggeleng dengan sifat culas teman nya itu


" Entah apa yang merasukinya. Hingga dia kaya gitu " kata Rendi


Tak lama mbok Sumi dan Yuni datang membawa teh dan cemilan juga pisang goreng yang mereka beli di jalan


" Silahkan mas di sambi " Kata Yuni Yang kembali kedapur bersama mbok


"' Ya mba trimakasih mba bu " kata Rendi Yang menyesap teh hangat itu karna mereka sangat lapar karna belum makan sedari pagi Mencari Yusuf dan Tri yang membuat semua orang turun ke lokasi kejadian


Sedangkan di pesawat mbok menangis di bahu Arga Ketika mereka naik pesawat ke palangkaraya .


" Mas ..... Kok iso kayo ngene nasib ade mu le ?" Kata mbok


" Sudah mbok sabar mudahan Tri masih urip mbok. Buktinya de Yuni saja bisa hidup Masa Tri yang sudah malang melintang di hutan mati begitu saja Pasti dia masih hidup mbok " kata Arga menghibur mbok Dengan mengusap bahu mbok Membuat pa Sugeng dan Rusli menarik nafas dalam Mendengar perkataan mas Arga .


"' Rus, apa benar Yuni masih hidup ?" kata pa Sugeng berbisik pelan


" Iya pa , malah dia sempat mampir ke apartemen kita " kata Rusli Yang memang bertemu Yuni langsung bertatap muka Ketika Yuni mampir untuk mengambil barang barang nya Yang titipkan nya dari kost mereka dulu ketika bersama pipit


" Ya mudahan saja Tri benaran masih hidup " Kata pa sugeng Sambil memejamkan matanya

__ADS_1


Dan jam 12 mereka sampai Lalu langsung naik travel ke kota sampit


" Jauh ya pa tempat nya " kata mas Arga Karna perjalanan begitu panjang


" Ya mas nanti kita masuk ke hutan lagi Kalo kerja " kata pa Sugeng


" Yo emang gitu le, kan Tri wis cerita kerja nya jauh " kata mbok sedih Karna tahu putranya itu benar benar bekerja keras .Untuk bisa membantu mbok


***********


Sedangkan Rendi dan Rudi baru saja ingin pulang Karna sudah menjelang sore Ketika Sheila menghubungi Rendi mengatakan pa Sugeng dalam perjalanan bersama ibu dan mas Tri


" Hah.... kamu serius shel ?" kata Rendi Sambil menatap Tri


" Serius mas " jawab Sheila di sebrang sana


" Ya sudah ini kami mau pulang " Kata Rendi


" Ya mas kami tunggu " kata Sheila mematikan ponselnya


" Waduh Tri pie mbok mu mau kesini sama mas mu " kata Rendi


" Ngak apa apa mas, itu memang alurnya " Kata Yuni Karna Yuni sudah bisa menebak pasti mbok akan datang kesini Dan itu sangat kebetulan Karna Yuni juga ingin membawa ibu mertuanya itu sowan ke Banjarmasin bersama mas Arga untuk bertemu ibu dan adiknya Juga kerabat ayahnya . Karna Tri belum pernah bertemu dan melamar resmi dirinya pada sang paman


" Ngak apa apa Ren nanti kami kesana Kalian jangan cerita dulu sebelum kami datang kesana ya Ren Rud " kata Tri


" Ya Tri , ya sudah mba kami pulang dulu ya Trimakasih atas hidangan nya " Kata Rudi basa basi Karna Yuni juga menyuguhkan mereka makan Tahu keduanya belum makan dari pagi


" Ya sama sama mas " Kata Yuni


lalu keduanya pulang kembali kekantor Karna mereka hari ini tak bekerja sama sekali Karna hari berkabung 3 hari Sampai suasana tenang .


***********


Di mess mbok menangis sesenggukan memeluk Ferdi Ketika Ferdi cerita Tri dan Yusuf belum ditemukan Yunia yang mengendong bayinya Ikut sedih mengingat kedua pria itu sempat menolong nya Saat akan melahirkan


" Mbok sudah ngak usah nangis mbok kan istri Tri bakal dapat santunan uang banyak mbok " kata Danang


" Tega kamu nang, kamu tahu ngak aku memang bersaing dengan Tri Tapi aku tak pernah berharap dia mati dengan cara begitu " Kata Ferdi menatap Danang gusar


" Nang aku malah berharap kamu yang mati " kata Pardi ikut kesal


" Weh ..... kau Par " kata Danang melotot

__ADS_1


" Apa .... marah , marah saja Dan aku juga berharap lho di cekik hantu " kata Pardi lagi kesal Karna Danang seperti cuek pada kabar yang menimpa Tri .


" Tri ngak bakal mati konyol nang Dia akan kembali besok Aku sangat yakin dia masih hidup " kata Aris berkacak pinggang Membuat mbok melongo dan langsung berhenti menangis


__ADS_2