Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 124


__ADS_3

Tri pun langsung melompat Karna ada lintah yang hampir naik ke kakinya Lalu mengambil api untuk membakar nya


" Bahaya ini kalo gigit de , bisa mengisap darah manusia " kata Tri


" Hi...... Kaya vampir dong Tri , yang di film film itu" kata Yuni


" Ya drakula , tapi di indonesia juga ada kok Sampai sekarang juga masih banyak Apalagi di luar negri mereka masih hidup abadi makan darah manusia " kata Tri


" Hi.. ... kok seram Tri " kata Yuni


" Ya ..... memang begitu " kata Tri Setelah membakarnya Tri pun kembali duduk di sebelah Yuni


" Tri juga bisa lho ndu jadi vampir " kata mbok


" Hah...... hi......iya Tri emang kamu mengisap darah Tri " kata Yuni menatap Tri tak percaya


" Bisa lah mau.... namanya di ****** de, tuh leher ade mau di hisap biar merah merah " kata Tri terkekeh


" Ogah ..... emang apaan di isap orang ngak enak " kata Yuni


" Siapa bilang ngak enak , enak kok pas mas **** bibir nya enak Apa Mau nyoba lagi " kata Tri menatap Yuni lekat


" Astagfirullah aladzim kamu mau mesum ya Tri " kata Yuni langsung mencubit pingang Tri Membuat pria itu menjauh untuk menghindar dan tertawa


Begitu juga mbok yang melihat Tri ikut tertawa terbahak bahak Ulah Yuni Yang mencubitnya. Yang mengingatkan Yuni saat Tri mencium bibir nya


" Hahaha......... Tri .....Tri kamu itu le senang banget mengodanya" kata mbok Yang di dekati Tri Setelah menjauh dari Yuni Sambil tersenyum menatap gadis itu manyun


" Jangan marah ya de , kan cuma bercanda " kata Tri yang tersenyum pada Yuni Yang mencebikkan bibir nya


" Tahu ah " kata Yuni


" Kalo marah nanti mas cium benaran lho de " kata Tri tersenyum


" Awas aja kalo berani, aku pukul pake centong nih " kata Yuni memasang wajah cemberut . Yang membuat Tri tersenyum menggoda nya .Karna hari ini tak ada kerjaan ia pun bisa menemani mbok memasak Sambil mengoda Yuni


Yuni pun kembali mengaduk rendang nya Dan setelah matang Yuni menyuruh Tri mengangkat wajan besar itu kedapur


" Harum banget bau nya, .pasti mantap rasanya " kata Tri Yang lalu menaruhnya di dapur dalam agar aman .Dan Yuni memasukkan nya sebagian ke panci untuk nanti malam .


" Sudah mbok taruh dimana ?" kata Yuni


" Taruh di kamar saja ndu di tutup sama kain ya " kata mbok yang sedang merebus daun singkong Dan Yuni pun membawanya ke kamar mbok


" Tri nih sambal nya juga di simpan biar ngak habis , gawat kalo ada yang belum dapat " kata mbok Yang membuat Tri memisah kan nya sebagian dan membawanya ke kamar mbok

__ADS_1


" Nih de sambal nya juga " kata Tri Yang memberikan mangkok sambal pada Yuni Dan Yuni menutupnya dengan piring Setelah selesai Yuni pun berdiri dan kaget Tri masih di belakang nya


" Astaga Tri .....aku kira mpt..........." kata Yuni tak bersuara


Tri langsung ******* bibir nya Yang membuat Yuni gelagapan .Dan mendorong Tri .Namun Tri tak bergeming Ia malah memeluk Yuni erat Yang membuat Yuni tersandar ke dinding Dan Tri cukup lama melakukan nya Hingga Yuni terdiam Lalu Tri melepas tautan bibir nya Dan menatap Yuni yang diam mematung .


" Maaf .....mas hilap " kata Tri pelan tak perduli Kalau Yuni akan menampar nya


" Hilap kok bilang " kata Yuni menarik nafas dalam Yang masih di kurung Tri dengan kedua tangan nya Yang memeluk nya erat Dan ia menatap pria itu lekat


" Apa mau marah ? " Kata Tri Menatap wajah Yuni merona merah karna malu .


Entah mengapa Yuni tak bisa marah pada pria itu Dia hanya diam Dan membuat Tri tersenyum penuh arti Lalu kembali mengecup bibir mungil itu


" Tri ....... mpt mpt...... " suara Yuni pun hilang Yang membuat Tri memeluk erat tubuh Yuni kembali Yang membuat adegan ciuman itu cukup lama terjadi sampai mbok masuk dan .....


" Mhem..... Mhem ......." dehem mbok yang melihat Tri memeluk Yuni Tapi tak melihat apa yang dilakukan Tri .


" Ayo ngapain ? " kata mbok memergoki keduanya


" Ini mbok Tri .... " kata Yuni


" Cuma pelukan kok mbok " kata Tri santai Lalu mengurai pelukan nya Yang membuat Yuni cepat cepat keluar dari kamar mbok


" Kamu apain Tri ? Sampai muka nya merah kaya kepiting rebus begitu " kata mbok menatap Tri


" Astaga....... Sana keluar !! di lihat yang lain bakal rame nanti " kata mbok khawatir Karna tak ingin Tri ribut lagi dengan Ferdi atau Danang


Sedangkan Tri hanya melangkah santai keluar dari kamar Sambil melihat Yuni Yang asyik memberi makan Paijo di tangga dapur dengan dua iris daging


" Ibu nya tinggal dimana de ?" kata Tri


" Sama om Lery " kata Yuni .


" Apa mereka tinggal di hutan dalam " kata Tri


"' Ngak di desa " jawab Yuni


"' Om Lery ngak di kasih daging " kata Tri mengelus kepala Paijo


" Om Lery juga dapat rusa kemaren " kata Yuni


" O pantasan " kata Tri yang duduk di samping Yuni


Yang membuat Yuni hanya diam Dan lalu kembali memotong daging satu nya lagi jadi kecil kecil .

__ADS_1


Paijo menatap Tri seakan mengenali nya Walau tak begitu dekat Tri Tapi Tri sering memberi makan anak anjing itu Selama Aris masuk hutan .Yang membuat Paijo hafal pada orang orang yang dekat dengan Yuni


" Ndu Tri , ayo makan sana panggil pa .Tyiur sama mas Andre " kata mbok


" Biar mas yang panggil de " kata Tri yang lalu masuk dan keluar lewat ruang tengah Dan pergi kekantor untuk memanggil Andre dan pa Tyiur Sedangkan Yuni dan mbok menyiapkan meja makan


Siang itu mereka makan bersama Dan setelah makan mereka bersiap siap untuk pergi melayat ke camp Nugrah


Pa Tyiur berboncengan dengan Andre Dan Moko bersama Aris Sedangkan Yuni bersama Tri Naik motor Yuni yang biasa mereka pakai .


" Kita disana ngak usah lama ya " kata mas Andre yang sengaja berangkat setelah makan siang Agar ngak lapar sesampainya disana Dan sekalian menunggu Yuni Yang tadi masih mengantuk


" Ya mas biar ngak lihat jasad nya seram kan ditabrak truk " kata Aris .


" Ya begitulah " kata Andre


Lalu mereka pun berangkat Dan Yuni memeluk pinggang Tri Yang membuat Tri tenang membawa motor nya


Hampir 45 menit mereka sampai disana Dan jasad sudah di makam kan di dekat desa penduduk Yang membuat Yuni lega Karna ia juga tak mau melihat jasad kakek tua itu


Selama disana mereka pun sempat ngobrol Dan Yuni juga sempat ngobrol dengan Nugrah sebentar bertanya tentang pria tua itu


" Tubuh pria itu gosong Dia karyawan lama disini , tapi entah mengapa ia bisa mati kecelakaan. " cerita Nugrah


" Ya kasihan " kata Yuni yang ikut bersimpati. Lalu duduk tenang menemani para tamu


" Tri kok ngak main ke sampit , biasa nya tiap minggu " kata Nugrah


" Lagi sibuk " kata Tri santai


" Sini ikut aku " kata Nugrah yang menarik tangan Tri yang membuat Yuni heran Dan Nugrah pun membawa Tri ke dapur


" Ono opo toh " kata Tri bingung


" Aku kangen mas " kata Nugrah memeluk Tri tiba tiba bersamaan dengan Yuni yang ikut kedapur kaget melihat Nugrah memeluk Tri Lalu cepat berbalik badan kembali kedepan


" Yuni ......." kata Tri kaget Ketika melihat Yuni membuang muka


" Nug lepas ngak enak di lihat orang " kata Tri


" Biarin lah mas " kata Nugrah


Namun Tri cepat cepat melepas pelukan Nugrah dan bergegas keruang tamu Lalu mendekati Yuni yang duduk dekat Aris Yang melihat ketempat lain


"' De jangan marah ya kamu salah paham " bisik Tri

__ADS_1


" Ngak " kata Yuni


__ADS_2