Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 316


__ADS_3

Malamnya Sheila dan Yesa duduk santai di atas tempat tidur Sambil bercerita tentang pekerjaan Dan tiba tiba ...


Bug.......


Pintu kamar mandi seperti di banting seseorang Yang membuat Sheila dan Yesa menoleh Dan melihat pintu kamar mandi terbuka lebar Padahal tadi tertutup rapat


" Siapa ?" kata Yesa


Suara pun hening membuat Yesa dan Sheila beranjak dari tempat tidur nya Menuju pintu Dan ketika ingin membuka pintu


Ting .......


" Aaa . ......aaa.......... " Teriak keduanya ketika melihat wanita berambut panjang menutupi wajahnya Dan membuat Yesa dan Sheila berteriak sangat keras


Brak.........


" Ada apa ?"" kata pa Arif pa Andi dan Rudi kaget Menatap keduanya Yang berpelukan ketakutan


" Mas ....." kata Yesa yang langsung memeluk Rudi .


" Ada apa ?" kata pa Arif


" Ada kunti mas, seperti nya para hantu ingin menganggu kami lagi " kata Sheila


" Astaga ... Kalian ngak macam macam kan di kamar Sampai bisa mengundang para hantu " kata pa Andi


" Kami hanya ngobrol biasa pa , Tapi tiba tiba pintu kamar mandinya terbuka sendiri " Kata Sheila memegang tangan pa Andi erat


Lalu pa Arif mengecek kamar dan setiap sudut kamar juga kamar mandinya Tak ada apa pun di sana .


" Ya sudah kita tidur bareng bareng saja tuh di ruang tengah " kata Pa Andi


" Ya pa , aku juga ngak mau sendiri " kata Sheila


"Iya aku juga " kata Yesa Yang membuat keduanya langsung keluar dari kamar Dan mengikuti para pria ke ruang tengah


Sedangkan dua hantu duduk santai di atas pohon sehabis menakuti Sheila dan Yesa di kamar


" Kapok dia kan, ngak berani tidur di kamar " kata hantu bocil .

__ADS_1


" Iya lagian jadi orang bukannya cari suami sendiri Malah mengoda suami orang Sebal aku " kata Kunti Yang membuat hantu bocil tersenyum Dan hantu tanpa kepala langsung melempar keduanya dengan bulatan kertas Ketika kedua nya bermesraan


" Woi ...pulang sana jangan disitu bikin kita iri " kata para hantu tanpa kepala yang juga duduk di atas pohon berbaris rapi Sedang mengawasi gelapnya malam


" Hehehe .....ok bro kita ronda dulu ya Dah " kata hantu bocil menghilang bersama Kunti Entah pergi kemana


Sedangkan para hantu tanpa kepala asyik bermain main sambil ngobrol Namun hanya kepala mereka Yang berjejer di atas dahan .


************


Di kamar Yuni Akhtar sudah tidur nyenyak Karna hari ini ia banyak belajar Karna Yuni bila Akhtar akan masuk ke sekolah paud bila sudah pulang ke jawa nanti Membuat Tri mengusap punggung putranya itu sedari tadi sambil memijatnya tangan dan kaki Akhtar Karna lelah bermain bersama teman temannya di taman bermain sampai sore


" Apa ade sudah tidur mas " kata Yuni


" Pasti dia sangat lelah " kata Tri Yang sore tadi menjemput Akhtar juga me mandikan putranya itu sendiri Sebelum Yuni pulang dari pasar Karna tak ingin istrinya itu kelelahan Apalagi Yuni lagi hamil muda


" Apa kita langsung pulang ke klaten mas ?" kata Yuni


" Barang barang nya kita paket dulu saja Kita akan kejakarta dulu ya de Sekalian ambil mobil di sana Mas mau ngajak Akhtar jalan jalan ke Dufan taman mekar sari dan ke Sea word Biar dia senang Setelah itu baru kita pulang bawa mobil Kan mas beli yang baru Dan sudah di bayar lunas Tinggal menunggu BPKB nya saja Semua nya sudah di urus sama Rusli " Kata Tri .


" Mas beli mobil baru ?" kata Yuni


" Mas .... apa ngak repot buat perawatan nya " Kata Yuni


" Ngak kan mas dokternya , oh ya tadi mas ambil uang gaji mas Uang nya mas simpan di laci rias ade ya " kata Tri


" Mas ngak pegang uang " kata Yuni


" Kan ada uang lemburan Jadi itu buat ade saja buat beli susu dan kebutuhan kita Jangan pake uang ade melulu " kata Tri mengusap punggung Yuni


" Ya kan Yuni punya uang sendiri mas " kata Yuni


" Ya mas tahu, nanti kalo kurang bilang mas ya " kata Tri lembut Sambil menatap wajah polos Yuni tanpa riasan apapun


Yuni tersenyum lalu memeluk Tri . Tri pun membalas pelukan Yuni Ia ingin menyenangkan Yuni sebelum mereka pulang Dan Tri juga sudah menyiapkan semua nya untuk sang istri . Dan Tri juga sudah membelikan perhiasan untuk Yuni walau tidak banyak


" Ade iklas kan kita pulang " kata Tri


" Ya , kenapa mas bertanya begitu ?" kata Yuni menatap lekat wajah Tri

__ADS_1


" Karna di sini banyak teman hantu ade , Mas takut ade bawa pulang kesana juga " kata Tri Yang membuat Yuni langsung tertawa Sambil mencium suaminya itu karna gemas


" Mana ada ade bawa mereka mas, kan mereka bisa ngikut sendiri Lagian buat apa ade bawa hantu kemana mana Malah bikin ade takut " kata Yuni .


" Kali aja ngikut " kata Tri menoel hidung Yuni


" Yang ikut itu kurang kerjaan , karna mereka takut kesepian dan ngak bisa makan Kan sekarang para hantu sudah pada mandiri sendiri mas Jadi ngak perlu juga kali Yuni urusan terus Kan ada tiga bayi yang Yuni urus " kata Yuni tersenyum


" Apa mas di hitung juga ?" kata Tri mengecup bibir Yuni


" Iyalah kan mas senior Akhtar " kata Yuni terkekeh Membuat Tri langsung memeluk Yuni dalam dekapan nya .


" Mulai nakal ya sekarang , masa mas di bilang bayi " kata Tri membelai rambut Yuni lembut


" Hehehe......ade .becanda mas , apa mas ingat dulu waktu kita ginap sewaktu hujan hujan waktu kita kehujanan waktu ngantar Yusuf sakit " kata Yuni mengenang masa lalu


" Bagaimana mas bisa lupa , itu membuat mas tergoda Tapi mas tahan tahan Kenapa menanyakan tentang itu " Kata Tri menatap dalam mata Yuni


" Ngak papa mas , Cuma ade ingin lagi pergi hujan hujan seperti itu sama mas " kata Yuni mencium bibir Tri


" Hahaha ..... Jadi mau seperti itu Ade pengen hujan hujan begitu " kata Tri tergelak Mengingat memori malam hujan itu Yang tak bisa Tri lupakan seumur hidupnya Dan kini istrinya meminta untuk mengulang nya


" Ya nanti kalo hujan ya , ade mas bawa pake motor dari kantor pulang Sampe di rumah kita bercinta kan " kata Tri memainkan alisnya Yang membuat Yuni malu dengan pipi nya yang merona Lalu menyusupkan kepalanya di dada Tri


" Hahaha.......tawa Tri pelan Lalu memeluk Yuni dan mencium pucuk rambut Yuni berkali kali Sambil mencium bau wangi aroma shampo


" Mas sayang ade, apa pun yang ade minta akan mas turuti Ade tinggal bilang sama mas ya Ngak perlu sungkan " kata Tri mengangkat kepala istrinya Dan menangkup pipi Yuni dengan kedua tangan nya Lalu mengecup pipi Yuni


" Ya mas , trimakasih " kata Yuni memeluk Tri erat


Tri tersenyum Karna itu janji nya untuk Yuni dulu Dan Tri berusaha membahagia kan Istrinya itu sekuat dan semampu yang ia bisa Karna selama ini Ia belum bisa membahagiakan Yuni


" Tok.....tok......tok ........


Terdengar suara pintu depan di ketuk orang dari luar


" Siapa ?" kata Rendi dari ruang tengah Yang menemani Sani dan bayi Devano yang belum tidur


" Siapa ?" kata Yuni menatap Tri

__ADS_1


" Ngak tahu " kata Tri Membuat keduanya saling pandang .


__ADS_2