
Sedangkan di dalam rumah selesai makan para tetangga datang untuk memasang tenda dan ibu ibu nya juga datang untuk membantu memasak di dapur Yuni yang baru selesai sarapan langsung menyuruh mbok menghidangkan teh dan dan jajanan pasar Begitu juga untuk para ibu ibu Yang datang membawa gula teh dan beras .
" Mba Yuni sudah belanja mba " kata seorang tetangga
" Sudah bu, takut para tamu jauh kelaparan bu " kata Yuni
" Ya nak itu bagus, jadi kita bisa langsung cepat memasak " kata Bu haji
" Ya bu hajjah " kata Yuni
Yang lalu menyuruh Akhtar dan hantu bocil untuk menjaga bayi Devano karna Sani ikut membantu membagikan teh di depan teras
" Mba tadi emak kunti ngasih sumbangan di kantong hitam . Kantong hitamnya bocil taruh di dalam lemari pakaian mba Yuni Emak Kunti bilang Nanti mba harus bantu dia melahirkan Setelah itu biar di steril sama hantu dokter " kata hantu bocil
" Heh.......steril !! " kata Yuni kaget Sambil menelan saliva nya
" Ada ada saja , Emang para hantu bisa KB juga toh " kata Yuni tersenyum
Yang merasakan dunia perhantuan seperti manusia saja. Karna ada saja polah mereka yang membuat Yuni ikut pusing memikirkan nya .
"' Adalah mba, ya sudah bocil sama kunti dan Akhtar nemani ade bayi dulu ya mba " kata hantu bocil
" Ya jangan di bikin rewel " kata Yuni
" Ya mba " kata hantu bocil
" Oh ya kalo isi dotnya habis bilang ya cil " Kata Yuni
" Ya mba " Kata hantu bocil yang lalu menghilang Membuat Yuni mengeleng
Tri yang melihat Yuni berdiri di ruang tengah menepuk bahu sang istri
" Ada apa de ?" kata Tri
" Ngak apa apa mas, cuma nyuruh Akhtar menemani bayi Devano oh ya apa tamunya sudah pada datang " Kata Yuni
" Sebagian , ade kok seperti orang bingung gitu " Kata Tri merangkul Yuni
" Itu apa namanya .... eh steril .....salah maksudnya ada yang mau KB mas " kata Yuni
" KB .....steril ???" kata Tri menatap Istrinya itu bingung Padahal ia baru punya anak satu kenapa istrinya minta di steril segala
__ADS_1
" Ade serius mau steril kan anak kita baru satu de " kata Tri
" Astagfirullah mas, bukan ade tapi hantu emak kunti " jelas Yuni
" Hantu.........????" Kata Tri menepuk jidatnya Yang tak bisa berpikir jernih lagi Lalu mencium bibir istrinya itu Dan mengedong Yuni ke kamar
" Ayah kok ciuman !!!" Kata Akhtar Yang melihat kelakuan Tri
" Ngak apa apa kan sana bunda, ayo ade jelaskan sekarang mas ngak gerti " kata Tri masih bingung dengan maksud Yuni
Yuni lalu menceritakan apa yang di sampaikan hantu bocil Yang membuat Tri tertawa karna baru kali ini ada hantu bisa KB dan steril
" Hahaha......jadi ade mau jadi bidan nya Kan ada dokternya Kenapa ngak nyuruh dokter nya saja langsung jaga si emak kunti melahirkan " kata Tri tergelak
" Kan dokternya cowok mas, takut di lihat beda keritingnya kalo salah tangkap gimana " kata Yuni Yang membuat Tri tertawa ngakak .
" Aish kau ini " kata Tri yang menciumi wajah istri kesayangan nya itu Yang membuat hantu bocil dan kunti terpaku Melihat Tri sangat menyayangi istrinya itu
" Sudah jangan ngurusi hantu, ade kan bisa menjauh dari mereka pelan pelan Kita mau pulang ke jawa Jadi biarkan mereka mandiri " kata Tri
" Ya mas kan pelan pelan " Kata Yuni Sambil melirik hantu bocil yang cemberut Karna mendengar Tri menyuruh Yuni menjauhi para hantu
" Ya , tapi ingat bicara pelan pelan pada mereka biar mereka ngak marah ya " kata Tri mencium bibir Yuni Yang membuat Akhtar ikut mencium bibir bundanya .
" Ayah kan juga gitu , kan ini bunda Akhtar " Kata Akhtar tersenyum Yang membuat Yuni mencium pipi putranya itu Lalu memeluk nya erat .
" Iya ini bunda Akhtar " kata Yuni Yang tahu persis sifat putranya itu Yang suka meniru gaya Ayah nya
Tri pun tersenyum ikut memeluk orang orang tersayang nya setelah cukup lama ia pun keluar dari kamar
" Ya sudah mas bantu bantu dulu ya " kata Tri
" Ya mas, de jaga dede bayi ya . Bunda mau masak di dapur " Kata Yuni
" Ya bun "' kata Akhtar tersenyum melihat bayinya tidur nyenyak Dan Akhtar naik keatas ranjang untuk tiduran sambil main ponsel Sedangkan hantu bocil dan Kunti tiduran di samping Akhtar .
Di luar para pelayat mulai berdatangan Termasuk para karyawan camp Yang membuat Sandi mendelik ketika melihat Yuni yang melayani tamu tetangga
" Ben ......itu mba Yuni kan , bukan nya dia sudah mati " kata Sandi
" Siapa bilang , itu masih hidup " Kata Anton
__ADS_1
" Astaga ngak mungkin itu pasti hantu nya " Kata Sandi tak percaya
" Huh..... ngak usah dibahas tuh banyak tamu " kata Beni yang duduk bergeser
Dan tak lama para karyawan lain ikut datang Begitu juga Ferdi dan Nia Yang membawa bayi mereka
" Fer sini " kata Sandi memanggil Ferdi
" Aku di dalam saja sama mbok menemani bini gue " kata Ferdi Yang membawa istrinya duduk di dalam bersama mbok yang ingin membantu memasak di dapur
***************
Sore nya setelah pemakaman Yuni melihat Vani tersenyum bahagia melambai kan tangan nya Yang membuat Yuni lega Karna Vani sudah tenang Dan tidak menjadi hantu .
" Alhamdulilah ya rabb semua sudah selesai tinggal tahlil dan yasinan saja " kata Yuni menatap kuburan Vani
" Ayo pulang de, kan ada Akhtar nungguin ade di rumah " Kata Tri merangkul Yuni
" Ya mas " Kata Yuni Yang lalu melangkah bersama Tri untuk pulang Karna pemakaman nya Tak jauh dari rumah kontrakan mereka. Hanya tinggal Danang yang tertinggal sendiri disana
" Nang ayo pulang " kata Aris
" Kamu duluan saja ris " kata Danang
" Baiklah jangan nekat ikut mati ya " kata Aris Yang membuat Danang menatapnya tajam
" Hahaha ....... Kali aja nang, masalahnya kau tega sih menghamili orang Tanpa bertangung jawab Sampai dia di usir keluargganya " Kata Aris Yang membuat Danang terdiam
" Jangan memancing orang ris ,ayo pulang " Kata Febri Yang tadi mereka membuang sisa sisa kayu di dekat sungai untuk di hanyutkan .
Sedangkan Tri dan Yuni baru sampai di rumah Yang mulai sepi Hanya ada karyawan camp yang masih makan sambil santai di kursi tamu
" Tri ayo makan " kata Arista
" Ya duluan saja " Kata Tri yang memegang tangan Yuni Dan terlihat Ferdi menatap lekat pada pasangan itu
" Astaga apa dia benaran Yuni " batin Ferdi menatap Yuni tak berkedip
" Fer, ada bini lho sana Jangan lihat bini orang " kata Pardi
" Rese lho par , gue hanya menyakinkan diri saja Bahwa itu benar benar mba Yuni " kata Ferdi karna tak percaya dengan penglihatan sendiri
__ADS_1
" Kalo iya kenapa ?" kata Pardi
" Astaga apa iya ada orang bangkit dari kubur " kata Ferdi tak percaya