Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 128


__ADS_3

Ferdi pun terdiam Dan Yuni hanya tersenyum melihat polah Aris yang sengaja menganggu Ferdi


" Sudah sana pulang Fer " kata Yuni


" Ogah orang gue duluan di sini kok" kata Ferdi cuek


" Hahaha....... ya sudah kita disini saja duel Fer " kata Aris


" Duel kepalamu tuh bunder " kata Ferdi kesal Karna Aris slalu menganggu nya Padahal ia baru ingin berbaikan dengan Yuni .Agar bisa dekat dengan gadis itu


" Tri ......" Teriak Aris memanggil Tri Yang baru pulang bersama Yusuf memakai motor dari hutan


" Apa ...." kata Tri yang masuk ke bengkel .


" Aish kau ini ris , ngapain manggil manggil Tri kesini bikin kacau " kata Ferdi Yang tahu Kalo Tri ngak akan bisa di saingi Karna memang Tri dekat dengan Yuni lebih dulu


" Biar tambah heboh Fer, oh ya Kemaren kamu lagi ngapain Fer keluar malam malam sama Danang " kata Aris


" Ngak ngapa ngapain cuma ngopi di depan sana " kata Ferdi


" Ngopi apa ngopi " kata Aris


" Ngopi darat ris di salon " kata Yuni asal sambil mengelus Paijo


Deg......


Ferdi terdiam dan menatap Yuni lekat Karena terkejut Yuni tahu Apa yang ia lakukan bersama Danang


" Ya ngopi darat sama kamu Yun" kata Ferdi membuang rasa canggung Agar terlihat seakan tak berbohong


" Hah...... masa sama aku sih , kan tadi aku malam tidur dikamar mbok Dan ada Tri tuh kalo ngak percaya Aris juga tahu kok. Masa ngopi sama aku, paling lho sama cewek bohay itu kan Yang pakai celana seksi sepaha itu yang kelihatan bokong nya ." kata Yuni


" Hahaha ......wah ketangkap basah lho Fer, emang benar mba Ferdi kesana sama cewek bohay " kata Aris memainkan alis nya


" Ya kaya nya sih gitu ris , lihat tuh gaya duduk nya kaya ngak perjaka " sindir Yuni


" Apaan .....sih Yun , kok itu sampe di bahas " kata Ferdi kaget Karna bisa bisa aib nya tersebar Kalo Aris tahu itu memang benaran Entah kenapa Yuni bisa tahu dia pergi kesana


" Hahaha........ mampus lho Fer, kebaca belang lho " ledek Aris


" Siapa yang tak perjaka ?" kata Tri yang mendekati Yuni .


" Ih apaan sih Tri , orang kita cuma bercanda kok . Sama Aris mau ngerjain Ferdi " bisik Yuni pelan


" Apaan tuh bisik bisik " kata Aris

__ADS_1


" Yuni bilang aku cakep ris ,Nanti malam mau ngajak jalan " kata Tri terkekeh .


" Geer dong Tri , kan bau kecut Yun masa kamu mau Yun " kata Yusuf ikut menimpali mereka berempat


" Ngawur .... Tri emang boong suf " kata Yuni Lalu mencubit pinggang Tri . Yang membuat Tri mengenggam tangan nya erat Sambil meringis kena cubitan Yuni


" Hahaha.... Kepiting menjepit Tri " kata Aris tertawa .


" Sakit ris, kalo yang di bawah pusat tuh dijepit ngak sakit ris enak malahan " kata Tri terkekeh


" Tri......." Teriak Yuni melotot menatap Tri Yang terkekeh sambil memegang erat tangan nya Karna Yuni ingin mencubit nya lagi


" Wah pelanggaran itu mba, bahaya tuh mulut mesum lho Tri " kata Yusuf .


" Kan bercanda suf , lagian kalo masalah ngomong mesum ngak masalah Asal ngak maksiat Kepala yang pake sorban saja bisa mesum kok . kalo sudah urusan syahwat. iya kan ris " kata Tri


" Hahaha...... betul Tri ,Asal ngak melewati batas Orang kita tadi cuma godaan Ferdi kok Kan dia mudah terbakar cemburu " kata Aris terkekeh Sedangkan Ferdi hanya diam


" De .. temani mas makan siang yuk " kata Tri menatap Yuni Dan melepaskan cengkeramannya pada tangan Yuni Tapi kembali mengandeng nya dengan menautkan jari jarinya


" Ayo semua nya bareng bareng " kata Yuni yang tersenyum. Sambil berusaha melepas tangannya dari tangan Tri . Namun Tri tak mau melepaskan nya


" Jo main dulu ya sudah kenyang kan . Kita mau makan " kata Yuni


" Guk ...guk..." jawab Paijo


Ada kilatan cemburu di mata Ferdi Namun ia hanya diam .Menahan diri untuk tak membuat keributan Karna Yuni .juga terlihat santai .Lalu Tri melepaskan tangan nya ketika mereka sudah masuk ruang makan .


" Lho sudah pulang Tri " kata mbok


" Ada yang bikin kangen mbok , makanya dia semangat kerjanya Setelah selesai ngebut langsung pulang " kata Yusuf duduk di depan Tri Sambil melirik Yuni


" Itu sih mbok tahu, ngak usah laporan juga sudah kelihatan Kalo ngak ada ya pasti di cari " kata mbok yang menyiap kan makanan di atas meja .Untuk mereka berempat


" Mbok tapi tadi malam Yuni merasa dingin banget tidur di kamar mbok " kata Yuni mengalihkan pembicaraan


" Masa kan ada selimut hangat di sebelah nya Kenapa ngak di peluk " sindir mbok pada Tri


" Hah....." kata Yuni lalu menatap Tri .


" Jadi tadi malam kita tidur bertiga mbok , Tri juga kan kasurnya cuma satu " kata Yuni menatap mbok


" Kita mah sudah biasa Yun tidur di papan tanpa kasur . Kan proyek pertama cuma di tenda Ngak ada kasur lebih parah dari ini " kata Yusuf


" Kaya tenda di dalam hutan sana Yuf " kata Yuni memastikan

__ADS_1


" Iya de, kan sudah biasa kita di gigit nyamuk Apalagi pas target belum tercapai harus pindah proyek Malah tidur di kursi excavator juga pernah " kata Tri Yang memang jadi mekanik pemula lebih berat


" O begitu " kata Yuni Yang ikut merasakan suka dukanya kerja di proyek Apalagi para suami yang mencari nafkah jauh merantau Membuat Yuni kasihan karna para istrinya di jawa sana Tak tahu apa pekerjaan para suaminya .Dan Yuni bersyukur ia tak seperti para pria Karna fasilitas yang ia dapat masih lebih baik Dan nyaman bahkan ci lily memberinya fasilitas untuk uang hotel


Setelah selesai makan Yuni pun kembali ke kamarnya . Dan malam nya ia kembali tidur di kamar membawa Paijo Yang anteng tiap kali ingin tidur.. Seakan anjing itu tahu waktunya istirahat .


Dan Yuni tidur lelap ketika hawa dingin masuk dari tiap lubang dinding papan kamarnya Dan menarik selimut Agar tak kedinginan Namun kembali selimutnya melorot seperti di tarik seseorang


Guk......guk.....guk ......." kata Paijo Yang membuat Yuni membuka mata nya


" Astagfirullah aladzim " kata Yuni kaget Melihat hantu tanpa kepala masuk kamar nya Namun Paijo tak menggonggong keras Karna hantu itu berniat baik .


" Mau apa ?" kata Yuni bangun dan duduk menatap hantu itu berdiri Dan membuka jendela .


" Baik sana duluan " kata Yuni Yang lalu menutup jendela dan menguncinya Lalu keluar kamar di ikuti Paijo .


Yuni pun mengambil parang panjang Dan membawanya sambil mengunci pintu depan kembali Dan lalu berjalan mengikuti hantu sambil mengendong Paijo Yang mengikutinya dari belakang


" Sini " kata hantu itu


Yuni pun mendekat dan mereka hilang ketika hantu itu menyentuh tangan Yuni Dan mereka berada di kuburan umum


" Mau ngapain disini " kata Yuni


Hantu itu menunjuk pada dua mata merah yang duduk di bawah pohon


" Astaga kenapa dia kembali ?" kata Yuni kaget .


" Dia mau mencari jasad suaminya Dan dia membawa pulang kepala suaminya " kata hantu itu


" Tolong aku " lirih wanita si mata merah . Lalu Yuni pun meraih cincin hantu Alam Untuk ia kenakan sebagai petunjuk .


" Huh......." kata Yuni yang lalu melihat kuburan tanpa nisan dan menggalinya. Cukup lama Yuni menggalinya Untung ia membawa parang panjang jadi tak repot mencari cangkul Hingga menemukan tengkorak yang dimaksud wanita itu


Sambil bergidik ngeri yuni memeriksa nya. Karna menahan rasa takutnya Sedang kan Paijo berdiri tenang menunggu nya


" Apa ini, cepat masukan kepalanya " kata Yuni .


" Ya....trimakasih bagaimana kau bisa menemukan nya " kata wanita itu


" Aku hanya merasakan aura nya saja " kata Yuni Yang kembali menutup kuburan itu sampai bajunya kotor ketika Yuni buru buru menutupnya


" Ayo jo pulang , kalian juga " kata Yuni


" Ya terimakasih " kata wanita siluman itu lalu pergi Dan Yuni ingin mengambil parang nya dan mengendong Paijo ketika melihat tangan muncul dari kuburan menangkap kakinya

__ADS_1


" Aaaa......" Teriak Yuni yang memotongnya dengan parang lalu bergegas menjauh


__ADS_2