Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 39


__ADS_3

Tak lama menunggu akhir nya pun Tri datang . Melihat Yuni yang termenung Tri pun tersenyum bersama Aris


" Yun nih maaf lama nunggu ya " kata Tri . Menyodorkan rantang pada Yuni


" Hai......ngak apa trimakasih Tri " kata Yuni menerima rantang nya Dan lalu melihat isi nya Dan membuka nya lalu duduk . Yuni pun langsung berdoa dan makan dengan lahap .Tapi dengan wajah di tekuk


" Tuh wajah kok kenapa terlihat sedih " kata Tri menatap Yuni lekat Melihat Yuni yang makan


" Lho sih Tri kelamaan " kata Aris yang memang dekat dengan Tri karna berasal dari japung ( jawa lampung )


" Maaf ..... tadi ngobrol dulu sama pa Burhan " kata Tri


" Ih.... kan aku ngak bilang kelamaan ris aku hanya.........." kata Yuni menggantung Melihat Arista datang


" Kelaparan kan yang " potong Arista yang nongol langsung ikut nimbrung di kamar Yuni


" Plak.....nimbrung aja lho " kata Aris memukul bahu Arista


" Kan mau lihat ayang ku " kata Arista tersenyum manis pada Yuni


" Hehehe......... iya aku juga kangen ngak lihat wajah kekasih dua hari ini .Emang kemana saja " kata Yuni Sambil menguyah makanan nya


" Dia pulang Yun menjenguk kekasih nya Yang dirumah . " kata Aris


" Ngawur lho ris , fitnah tuh yang . Aku pulang ngantar gajiku buat mbok dirumah Sekalian kangen kangenan sama bapa . Asal ngomong lho bro " kata Ariesta mendorong bahu Aris


" Hahaha...... kirain " kata Aris tertawa Sengaja mengoda Ariesta


Tri hanya tersenyum saja mendengarkan nya Karna tahu Aris sengaja mengoda Ariesta


" Yang jangan di masukan hati ya yang Aris itu sok tahu Jangan percaya tuh dia biasa begitu . Mau menikung cantik ku ini " kata Ariesta


" Hehehe ........kok tahu jadi geer aku " goda Aris


" Hahaha ..... tahu lah kan kamu suka banget bikin modus " kata Ariesta tertawa karna Aris juga diam diam sering memperhatikan Yuni


" Ya ..... biar saja yang , kan aku percaya sama kekasih " kata Yuni tersenyum Sambil menguyah makanannya . Yang membuat ketiganya yang duduk menunggu mengelilingi Yuni .

__ADS_1


" Tuh ris, ayang ku ngak percaya pada mu " kata Arista


" Ya kan bercanda jangan masukan rempelo ke hati aja, biar ngak cemburu buta gitu " kata Aris


" Mana ada tuh Ferdi tuh yang suka cemburu .Masa kemaren dia bilang gini sama aku sama aku "


" Ris jangan manggil manggil Yuni kekasih mu Dia itu kekasih ku tahu ngak Apa ngak ngak takut aku gorok " kata nya " kata Ariesta bercerita .


" Trus aku bilang , ngak takut ayang ku ngak tertarik dengan mu . Ngapain kamu ngancam aku segala " Kata Ariesta


" Gila tuh orang ,ngak waras kali sembarang mau gorok leher orang .Kalo macam macam dia aja yang di gorok " kata Aris yang merasa kesal . Karna memang Aris tak dekat dengan Ferdi


" Sudah ngak usah di bahas. Dia hanya emosi sesaat karna cinta buta .Ngak pake logika Makanya suka marah marah " kata Tri menengahi .


" Iya kasih, cuekin aja yang. Aku juga ngak suka sama orang yang temperamen kaya gitu .Sebenar dia itu waras apa ngak sih " kata Yuni


" Ngak waras kali yang, Karna dia slalu berambisi dan terobsesi .Merasa dirinya paling sempurna " kata Ariesta


" Hush.... sudah .Cerita yang lain saja ngak usah ngomongin dia" kata Tri Yang ngak mau teman nya itu saling membenci Karna dia dan Ferdi sama sama di rekrut satu kampung .


Yuni yang asyik makan pun. Bisa mengerti kalo Tri tak mau ada keributan pada teman teman nya Apalagi mereka dari kampung yang sama .


" Ya kita satu angkatan ketika di rekrut di jakarta Setelah lulus langsung di tarik dari sekolahan yang sama Cuma bedanya dia berdarah cina . Ibunya jawa. Dia di besarkan tanpa seorang ibu dan tinggal bersama papinya . Sedangkan ibu nya sudah lama pergi dari rumah ." kata Aris


" Hah.....kok bisa " kata Yuni kaget


" Iyalah karna papinya suka berkata kasar pada istrinya sendiri " kata Aris


" Oh gitu " kata Yuni


" Ris ...." Tegur Tri mengeleng Yang tak mau Aris bermusuhan dengan Ferdi Karna Ferdi memang dari keluargga broken home . Dan ia berkerja meninggal kan papinya sebagai pelampiasan sesaat Untuk membuang rasa marah nya .Padahal ayahnya seorang kepala bagian perusahaan Suzuki center jakarta


" Kenapa Tri ?" kata Yuni heran


" Bukan apa apa , tak baik menjelek jelek kan teman sendiri ." kata Tri


" Ya kamu benar Tri , biarkan saja dia begitu Ngak usah di ambil hati Kita ngurus pekerjaan dan diri kita sendiri saja " kata Ariesta Yang tahu banyak sepak terjang dan kenakalan teman nya itu .Apalagi masalah perempuan .Ferdi sudah biasa meniduri perempuan asal wanita itu suka. Bahkan sejak dari STM dulu Karna pergaulan nya sudah rusak.

__ADS_1


" Ya sudah ayo kerja , kita kekantor dulu ya yun mau bahas alat . Tuh mas Andre sudah datang " kata Aris sambil berdiri Ketika senior para staf datang


" Yah..... baru makan dia, tadi kita tunggu Yun " kata pa Tyiur


" Nih baru habis pa " kata Yuni tersenyum .Ketika semua pria itu menatapnya di depan pintu.


" Ya sudah ayo kekantor , jangan sendirian kalo kamu di culik kami ngak akan tahu " kata Andre


" Ya mas , yuk " kata Yuni yang memberikan rantang pada Ariesta .


" Ya tuan putri....aku siap melayani mu " kata Ariesta yang memang ingin menjenguk . Yuni saja Karna dia bukan bagian dari staf kantor .


" Trimakasih .... sayang bye salam buat mbok " kata Yuni


" Ok ...slamat bekerja " kata Ariesta yang mengambil rantang dan melewati para staf. Untuk kembali ke mess karyawan .


Setelah itu para staf bubar dan kembali kekamar untuk berganti pakaian Lalu sama sama menuju kantor Begitu juga Yuni yang menutup pintu kamar di temani Tri .


" Oh ya Tri sebentar, aku tutup dulu jendelanya . Biar tak ada orang yang masuk " kata Tri


" Hah ....siapa yang menerobos masuk " kata Tri kaget berdiri di depan pintu menunggu Yuni menutup jendela kamar


" Ferdi tadi dia melompat dari jendela masuk kekamar ku . Toh cowok kurang ajar banget " kata Yuni


" Astaga " kata Tri kaget Karna Ferdi memang terkenal nekat . Bila sudah punya keinginan .


" Yuk ......" kata Yuni setelah mengunci pintu kamar


" Yuk ..... bilang aku Kalo dia macam macam " kata Tri Yang membuang nafas kasar nya .


" Ya ...... " kata Yuni melangkah menuju pintu mess dan keluar menuju kantor Dan Tri mengikutinya dari belakang


Di kantor mereka pun rapat masalah pekerjaan dan juga keamanan Yuni yang membuat mereka khawatir . Tri yang sebagai wakil kepala mekanik ..Andre teknik sipil pa Tyiur kepala keuangan dan Moko kepala Survey . Bicara secara terbuka bersama Seto sebagai pengawas lapangan Dan umar bagian pendata tanah di dampingi Aris menyimak semua Pendapat para teman temannya . Agar tak ada kesalahpahaman antar staf Karna mereka memang ingin semua pekerjaan berjalan lancar. Agar proyek pembukuan lahan sawit bisa cepat selesai Karna mereka sudah mendapat mandat akan pindah ke bontang kalimatan timur . Setelah di sampit selesai


" Alhamdulilah ....selesai juga " kata Yuni lega karna rapat berjalan lancar .


" Apa nanti kamu mau ikut ke bontang Yun " kata Pa Tyiur yang sudah lama berkerja dari Riau jambi banjarmasin Hingga ke sampit dan besok ke bontang .

__ADS_1


" Kaya nya ngak pa Saya mau balik ke jakarta saja .Cukup disini saja bertualang nya " kata Yuni Yang tak mau bertemu dengan Ferdi Yang membuatnya kesal tiap kali melihat wajah pria gila itu . Karna Yuni tak ingin terlibat masalah Apalagi ia memang hanya bertugas sementara saja.


__ADS_2