
Tri langsung menangkap Elang Dan menggendongnya Karna ulah hantu kunti Nia di buat sangat kaget Takut anaknya itu jatuh ke lantai
"De ... jangan bawa hantu kesini " bisik Tri
"Tapi tante kunti mau gendong yah, katanya mau belajar momong Biar ngak kaget kalo punya ade bayi " balas Akhtar berbisik
" Ada apa Tri ?"kata Ferdi
" Itu bang Nia lihat Elang terbang Untung sama mas Tri di tangkap "Kata Nia Lalu mengambil Elang dari Tri Yang membuat bocah itu tersenyum
" Astaga kenapa dengannya Tri " kata Ferdi menatap Tri
" Ngak cuma ada hantu yang ingin mengajaknya bermain " kata Tri
" Hantu .....!!!" kata Nia kaget Begitu juga dengan mbok yang masuk ke kamar
" Astaga kok iso toh le " kata Mbok
" Eh ....itu mbok...biasa Akhtar bilang ada hantu mau ngajak main " jelas Tri
" Hi ..... ade emang hantu nya bilang apa " kata mbok menatap Akhtar
" Ngak bilang apa apa mbok cuma mau gendong hehehe " Kata Akhtar terkekeh
" Bang ....." kata Nia takut Lalu Nia memegang tangan Ferdi
" Ngak apa apa de, hantu nya baik kok Akhtar saja mau berteman sama mereka Mungkin dia hanya ingin mengendong nya saja" kata Ferdi Yang tahu Akhtar juga bisa melihat hantu
" Tapi bang tetap aneh " kata Nia Yang membuat mbok menatap Akhtar
" Le ayo makan dulu Kan ade belum makan biar ade Elang sama mamah nya dulu " kata mbok mengandeng Akhtar keluar Yang membuat Tri ikut keluar dari kamar mbok Meninggal Ferdi dan istrinya
" Ada apa Tri ?" kata Beni
__ADS_1
" Bukan apa apa hanya kaget ?" kata Tri Yang tak mungkin membicarakan masalah hantu di depan teman temannya
" Mana Akhtar kang ?" kata Yusuf
" Sama mbok suf lagi makan " kata Tri
" Tri dia anak kandung mu atau bukan sih Kok bisa mirip banget sama kamu dan Yuni Aneh bila orang bilang lho nikah sama janda Tapi wajah nya kok bisa mirip lho banget " kata Beni
Yang membuat Tri terdiam lalu menatap Yusuf
" Mas Beni dan mas Anton main saja kesana nanti pas pulang biar tahu Istrinya Tri " kata Yusuf Karna tak mungkin mereka menjelaskan semuanya di depan orang lain Walau mereka masih penasaran Tapi Tri tetap tidak mau menjelaskan apa pun di mess
Sedangkan di kamar Danang lagi makan siang Setelah tadi pahanya di perban ia sedikit lebih tenang Walau hati nya bingung Karna tak bisa lagi menyakiti Tri dan Ferdi
" Mhem ........ enak nang " Kata Ariesta
" Kenapa belum makan ?" kata Danang
" Kenapa berpikir begitu Aku tak punya dendam " kata Danang Sambil melahap makanannya
" Atau lho masih sakit hati nang pas tahu Yuni menikah sama Tri " kata Azam
" Ngak jodoh kok maksa sih nang , lagian Yuni dulu juga ngak ada hati sama kamu bro Kenapa sakit hati " kata Ariesta
"' Aku ngak dendam ta, cuma kecewa kenapa Tri menikahi Yuni diam diam Lalu setelah menikah tak lama Yuni meninggal .Pasti Tri mengkhianati Yuni dengan menikahi perempuan lain Sehingga Yuni memergokinya lagi selingkuh dengan perempuan itu Dan aku yakin pasti Tri sudah selingkuh dengan istrinya yang sekarang Hingga Yuni sakit hati dan meninggal tanpa sebab Bagaimana bisa Tri bisa melakukan itu Atau karna Yuni kaget dan tak terima Ia mencekik Yuni sampai mati .Lalu pergi ke papua tanpa kabar Agar tak ada jejak Dan kembali setelah aman Dan menikahi selingkuhan nya itu " kata Danang bercerita
Yang membuat Ariesta melongo mendengar kan cerita Danang Sedangkan Azam menatap Ariesta bingung
" Hahaha .... wah ini cerita seru nang Bagaimana bisa lho berpikir begitu Astaga Kau tahu Tri tak mungkin tega menyakiti Yuni Karna Tri sangat mencintai nya Apa lagi mencekiknya Ya tuhan ......Aku tidak tahu harus bilang apa pada mu nang Tapi Yuni meninggal bukan karna di cekik di kecelakaan dia di sakiti oleh .........."
" Ta....... " kata Yusuf mengeleng
Yang membuat Ariesta terdiam tak melanjutkan perkataan nya
__ADS_1
" Oleh siapa ?" kata Azam
" Bukan siapa siapa . Hanya kecelakaan Tapi kami tak sempat membawanya Karna terlambat " Kata Yusuf memperjelas Agar Azam dan Danang tidak kepo dengan kematian Yuni
" Tapi kok bisa anak Tri yang sekarang mirip dengan Tri suf Lho bisa lihat sendiri kan Dan lagi aneh bila Tri tak mau membawa istrinya tinggal di kantor Padahal ada mess keluarga Dan kalo ke sini Tri juga tak pernah membawa istri nya "' kata Azam penasaran
" O jadi kalian penasaran dengan istri nya Tri Kalo itu urusan Tri bro kita ngak ikut campur "Kata Ariesta Yang menatap Yusuf seakan memberi kode
" Istrinya Tri itu buka usaha Mana bisa ikut kesini Lagian ia hanya ada malam saja di rumah Maka nya si Akhtar kemana mana di bawa Tri. Biar dia tak menganggu istrinya berjualan di pasar " kata Yusuf menjelaskan pekerjaan Yuni Agar Danang dan Azam Tak mengusik Tri lagi
" Jualan di pasar !!!" kok bisa sih ?" kata Azam
" Tunggu aku pernah lihat ada wanita di pasar yang mirip mba Yuni lho pas belanja sama mbok " kata Azam
" Mba Yuni ...... ?" kata Danang
" Iya tapi tunggu .........Ferdi dan Aris Pernah bilang kalo istrinya Tri itu juga mirip mba Yuni katanya begitu " kata Azam berpikir Sambil mengaruk kepalanya
"' Masa sih ? Aku jadi penasaran " kata Danang ikut berpikir
" Jangan jangan itu reinkarnasi nya mba Yuni zam " kata Danang lagi
" Reinkarnasi apaan sih kita muslim woi .... Ngak ada istilah begituan " kata Yusuf mengelengkan kepala saat para teman nya itu bicara reinkarnasi tentang kehidupan kedua
"' Hahaha...... wah parah lho nang mana ada reinkarnasi dalam agama islam Adanya kita hidup di alam kubur menunggu kebangkitan di hari kiamat " kata Ariesta
"Itu buktinya hantu bisa hidup lagi kan mereka sudah mati lalu reinkarnasi lagi Hidup untuk kedua kalinya " kata Danang
" Hadeh ...... Ini nang namanya orang yang ilmu agama nya dangkal ngak jelas arah nya Suf jelasin tuh !! sama mereka kenapa tuh para hantu bisa hidup di alam manusia " Kata Ariesta
" Iya suf , dari pada kita kepo masa orang mati bisa jadi hantu Kan sudah mati " Kata Azam menatap Yusuf
" Orang yang menjadi hantu itu Karna mereka masih punya sesuatu yang belum terlaksana atau belum terkabulkan Sehingga ia belum iklas meninggalkan dunia Bisa juga karna ilmu agama mereka kurang yakin Hingga ilmu spritual mereka kurang dan rohani mereka kosong dan hidup tidak tenang Hingga arwah mereka menjadi hantu Atau bisa juga masih terobsesi pada kehidupan duniawi Makanya mereka berat untuk meninggalkan dunia ini sehingga arwah mereka tergantung di antara batas alam kubur dan dunia manusia " jelas Yusuf
__ADS_1