
Tri pun langsung menarik Yuni dan memeluk nya ke belakang Ketika seekor ular ingin mematuk nya.
Guk.......guk......guk......Paijo menarik ular itu
" Tarik jo menjauh " Perintah Tri Membuat Paijo menarik kuat ekornya Namun kepalanya masih menatap Yuni
" Tri awas ......." Teriak Yuni
" Minggir de " kata Tri yang mengambil parang panjang di pinggir pintu Dan menyuruh Yuni menjauh Dan ketika ingin menyerangnya Tri langsung menebasnya parangnya
Ces .........kepala ular itu pun putus .
Yang membuat Aris Andre dan Moko Yang melihatnya lega .Karna ular kobra itu lumayan besar .
" Jo sudah mati , ngak usah di tarik " kata Aris berteriak Karna Paijo mengira ular itu masih hidup dan menyeret mya jauh ke dekat jalan raya
" Ya Allah tuh anjing pintar banget ya " kata mbok terkekeh melihat usaha anjing itu menyeret tubuh ular Agar tak mematuk Yuni
" Niw......niw......niw......sini jo sudah sini " kata Yuni memanggil Paijo
" Biar nanti mereka yang ngurus " kata Yuni Yang memanggil Paijo
" Guk.....guk guk ......
Paijo langsung berlari kearah Yuni dan mencium nya .
"' Uluh ....uluh .....takut banget ibu nya kenapa napa, sudah mati jo " kata Aris Yang melihat anak anjing itu menciumi Yuni karna sempat panik
" Hahaha .......dah jo sudah mati tuh, Kaya nya itu ularnya sengaja di lepas mas Tadi mau masuk ke dalam mess Tapi sama Paijo di tarik " kata Yuni tertawa
" Dia tahu bahaya de, anjing pintar " kata Tri mengusap kepala Paijo sambil menatap sekilas wajah Yuni yang sempat panik di peluknya
__ADS_1
" Tadi kaya nya ada adegan pelukan deh Tri " kata Pa Tyiur menyindir
"' Itu darurat pa , mau di balikan lagi . Sini Yun kita praktek " kata Moko Yang membuat Yuni hanya tersenyum
" Ngak sengaja mas kan pertolongan pertama pelukan pada kecelakaan " kata Tri Yang membuat semua nya tertawa bersama .Walau tapi sempat tegang Karna ular Tapi mereka tenang kembali Karna sudah biasa berhadapan dengan hal hal mengejutkan di proyek .
Setelah itu mereka mengubur tubuh ular bersama kepalanya Dan Aris membasuh parang bekas darah ular untuk di simpan kembali di balik pintu Karna itu buat mereka berjaga jaga Kalo darurat seperti kejadian tadi .Bukan hanya di satu pintu tapi juga dikamar . Bahkan tiap pria di proyek membawa pisau kecil di balik saku nya untuk berjaga jaga kalo mereka berada dalam bahaya .Yuni bukan tidak tahu itu .Karna ia sudah di beri tahu Andre Dan hanya Moko yang membawa senjata api Karna ia memang sudah punya surat izin .
Setelah ular di kubur Para pria kembali bekerja seperti biasa .Dan Yuni asyik memberi makan Paijo sambil duduk di teras depan Sambil melihat orang yang berlalu lalang Membuat Yuni bertanya tanya siapa orang yang mengirim ular itu. Dan Yuni merasa aneh saja bila ia di teror .
" Aneh "kata Yuni Yang mengingat para hantu tanpa kepala .
" Apa aku harus minta bantuan mereka Tapi apa mereka mau " batin Yuni .Yang tak mau mengusik para hantu yang sudah tenang di alam nya. Walau kadang sesekali mereka datang Atau lewat mess Karna tak sengaja Namun membuat Yuni berpikir para hantu pasti tahu Karna ada sebagian hantu tinggal di perkebunan dan pohon yang masih belum di tebang
" Mhem......kok melamun " kata Ferdi Yang datang dari sebrang membeli rokok dan indomie
" Dari mana kok belum kerja ?" kata Yuni menatap Ferdi
" Beli rokok, santai bahan lagi habis Lagian barang di sampit belum datang Karna stock habis. Oh ya apa kau kenal kakek tua yang meninggal kemaren ?" kata Ferdi
" Fandi mekanik sana bilang sebelum dia mati Dia menyebut namamu pada keponakan nya .Lalu ia memberikan pita hitam pada keponakan nya itu Dan Fandi bilang ada namamu disana " kata Ferdi bercerita
" Apa keponakannya juga kerja di sana ?" kata Yuni menatap Ferdi penuh selidik
" Ya , kakek tua itu juga sudah lama kerja di sana Bagian bersih bersih kantor Dia sering ikut pa Rusdi manager sana " Kata Ferdi
" Aneh .... aku tak mengenal nya Juga mereka Maksud ku kakek tua Itu juga keponakannya itu " kata Yuni Yang mencoba mengingat sesuatu .
" Mungkin di tempat lain "kata Ferdi Yang menyalakan rokoknya Lalu menghisapnya sambil membuang asap nya dari hidung .
" Tidak ......aku tak mengenal mereka , Tapi mereka punya saudara Yang pernah berurusan dengan ku .Ada seorang wanita Yang di paksa menganut ilmu hitam Dan bayinya si bunuh bersama suaminya untuk tumbal Dan ia menjadi setan gentayangan Tapi nalurinya yang masih teringat anak nya membuat pergi menjauh Dan ia minta tolong pada ku Aku hanya menyuruh nya pergi sejauh mungkin Agar bisa berubah Dan itu membuat kakek tua itu marah padaku " kata Yuni bercerita
__ADS_1
Jadi itu sebabnya mereka membantu saudaranya " kata Ferdi
" Ya bisa jadi Tapi itu juga alasan mereka untuk mengusik ku. Pita hitam itu berarti mereka menginginkan ku jadi tumbal mereka " kata Yuni menarik nafas dalam
" Kenapa kau tak pakai dukun saja untuk membalasnya.Aku kenal seorang dukun pintar disini " kata Ferdi menawarkan Untuk membantu Yuni
Yuni tersenyum sambil berpikir bukan menyelesaikan masalah Tapi malah menambah masalah bila dukun itu mati
Dan pertikaian akan malah bertambah Yang bisa menimbulkan banyak korban
" Apa dia dukun yang kau suruh mendukuni ku waktu itu Fer" kata Yuni menatap Ferdi serius
" Bukan , itu beda lagi " kata Ferdi tergagap
" Bilang pada teman mu itu , jangan mencerita kan hal itu pada orang lain cukup kau saja ya tahu Karna tak baik untuk nya Bila sampai keponakan kakek tua itu tahu Dan lagi ingat itu rahasia keluargga mereka Dan teman mu itu dalam bahaya bila ketahuan " kata Yuni
memperingatkan
Ferdi menatap Yuni Dan tak ada ketakutan di mata Yuni Yang membuat Ferdi tahu Yuni tak berbohong atau menduga duga Karna Yuni terlihat tenang Karna terlihat jelas Yuni tak ingin punya musuh Apalagi mencari masalah Yang membuat Ferdi yakin Yuni memang tak mengenal mereka
Membuat Ferdi penasaran Mereka pasti punya maksud jahat dengan Yuni
" Ya besok bila bertemu akan Aku memberi tahukan nya " kata Ferdi Yang sudah menghabiskan satu batang rokok nya Dan ia pun ingin mendekati Yuni Ketika seseorang langsung duduk diantara mereka berdua
"' Apaan sih ris, datang cuma ganggu" kata Ferdi kesal
" Jangan berduaan , kalo sering berduaan Nanti yang ketiganya setan " kata Aris
" Ya itu lho setan nya ris.... orang kita berdua duduk ngak ngapa ngapain di tambah lho kan setannya ikut nimbrung Dan menganggu " kata Ferdi
" Ya ngak lah kan aku dekat mba Yuni nih .. Lho tuh Fer orang ketiga nya Karna setan itu gampang marah " kata Aris menyindir Ferdi yang gampang emosi
__ADS_1
" Ck ...... dasar kadal lho ris , sana pergi !!" kata Ferdi sewot mengusir Aris
" Cie .... emosi hahaha....... Ngak usah emosi Fer belanda masih jauh " ledek Aris sengaja Karna senang melihat Ferdi Yang suka baper dan cemburu Bila ia mendekati Yuni