
Ferdi diam tak menjawab Karna tak mungkin ia mengakui sudah membunuh Yuni Sedang kan Tri sudah memaafkan nya Dan bersikap biasa saja Seolah tak terjadi apa apa .Dan Tri juga sudah bahagia dengan istri barunya .Begitu juga dengan dirinya bersama sang istri
" Tak ada apa apa , itu hanya masalah ku dengan Tri .Tak perlu di bahas." kata Ferdi melirik Adi
" Maaf bang " kata Adi merasa bersalah
" Ayo pulang ini sudah malam. Pasti Nia akan mencari ku nanti " kata Ferdi Yang tak mau istrinya khawatir .
" Ya bang " kata Adi bergegas keluar . Namun tiba tiba ...
" Bang pinjam celana " kata Adi pada Rudi Yang ingat celananya basah
" Hahaha..... sana Rud , kalian kok bisa sih sampai ngompol bareng gitu " Kata Rendi tertawa
"Rese lho Ren, makanya lho jangan suka usil sama Akhtar Jadi kita di takut takuti hantu .Pasti tuh hantu belain dia " Kata Rudi .Yang keluar dari kamar Tri menuju ke loteng untuk berganti celana di ikuti Adi yang ikut naik
" Apa anak itu bisa menyuruh hantu menakuti kita?" kata Ferdi menatap Rendi Tak percaya dengan apa yang ia dengar
" Mana aku tahu, tapi tuh bocah memang bisa melihat hantu Fer " Kata Rendi
" Aku tahu itu. Tapi aneh kok dia seperti Yuni " Kata Ferdi Berpikir sejenak lalu keluar dari kamar Tri .
" Masa sih , tapi gue penasaran Fer. sama ibunya tuh bocah usil . Karna bagaimana bisa Tri bisa jatuh cinta kilat sama tuh janda " Kata Rendi penasaran
" Emang lho belum ketemu ?" kata Ferdi
" Belum " kata Rendi sambil mengangkat kedua bahunya
" Bang ayo pulang , kata nya nanti mba Yunia rewel ayo...." kata Adi
" Ya ....Ren Rud kami pulang ya " kata Ferdi pamit Yang berjalan mendekati motor Dan naik ke boncengan Adi . Adi pun langsung menghidupkan motor nya Setelah itu mereka pergi menghilang di depan pintu pagar kantor Sedangkan Rudi kembali kekamarnya Begitu juga Rendi yang masuk kekamar Tri Karna malas tidur di kamar atas
************
__ADS_1
Pagi seperti biasanya Yuni sudah bersiap siap untuk kepasar Dan kali ini ia ingin Akhtar ikut dengannya .Karna kasihan Tri bila di buat repot .
" Akhtar nda mau bun, Ade mau ikut Ayah aja ya yah " Kata Akhtar merengek
" Tapi takut kalo Ayah repot de " Kata Yuni Yang memberi pengertian pada putranya itu.
" Bunda kok gitu , kan ade ngak nakal ya kan yah " kata Akhtar menatap mata sang Ayah Agar Ayahnya membiarkannya ikut lagi.
"Ngak apa apa de, Akhtar biar sama mas saja . Dia bisa main sama mbok disana Ada Aris juga "Kata Tri menatap Yuni Agar tak khawatir pada putranya itu
" Ya sudah, tapi jangan pulang malam ya mas " kata Yuni
" Ya " Kata Tri tersenyum Yang bisa mengerti Kalo istrinya itu khawatir pada putranya Padahal Akhtar bukan anak yang nakal .Putranya itu bahkan cukup ramah pada semua orang di camp .
Yuni lalu menyiapkan bekal untuk Tri dan Akhtar Tak lupa Yuni Juga membeli jajanan kesukaan nya dan mbok untuk di bawa Akhtar Agar tak jajan lagi bila disana .Karna takut merepotkan orang lain Biar Tri pasti Fokus bekerja
Setelah semua siap Tri dan Akhtar pun berangkat .Begitu juga Yuni yang kepasar bersama mbok . Untuk berjualan di toko nya di pasar Yuni mempunyai dua orang karyawan Yang membantunya di pasar
" Mba kemaren sore Setelah mba Yuni pulang ada yang nanya mba Yuni " Kata Mila sambil menimbang gula .
" Mila juga ngak tahu mba , tapi dia kemaren ngeliat mba aja pas masih belum pulang .Mila curiga sama tuh orang Mungkin karna mba Yuni janda di mau macam macam " Kata Mila
" Hust..... Ngak boleh gitu, pikir positifnya saja Mungkin dia ada perlu " Kata Yuni
" Ya Mila harap sih begitu " Kata Mila sambil kembali menimbang gula untuk setengah kiloan .
Yuni terdiam sambil membantu Mila sedangkan mbok Sumi di toko baju sebelah bersama Anggi Karna Yuni ingin toko itu saling berdekatan Agar lebih mudah memantau nya.
Selama ini pemasukan Yuni lumayan banyak Dan ia juga sudah berkecukupan Keinginannya membuka rumah makan di jawa nanti membuat Yuni tak ingin menganggur Karna Yuni tak ingin waktu nya terbuang sia sia . Apalagi ia sudah biasa bekerja .Bagi nya yang penting ada masukan walau hanya 5 ribu rupiah perhari Biar sedikit tapi menghasilkan Karna bagi Yuni menghabis kan uang itu lebih mudah .Bahkan lewat seperti angin Tapi tak mudah untuk mencari uang. Walau gaji Tri cukup untuk nya Yuni tetap ingin punya penghasilan sendiri. Karna uang dari suaminya bisa untuk keperluan rumah tangga Sedangkan uang Yuni bisa untuk celengan masa depan Akhtar. Dan juga keperluannya sendiri .
" Siang mba Mila bisa beli bawangnya" kata seorang ibu pelanggan.
" Oh iya bu " Kata Mila yang langsung bergegas mengambil bawang merah
__ADS_1
" Berapa bu ?" kata Mila
" Setengah ya mba gula nya 1 kg sama beras 5 kg dan minyak goreng " Kata ibu itu tersenyum pada Yuni .Ia mengira Yuni karyawan baru di toko itu
" Ya bu " kata Mila Sedangkan Yuni melanjutkan pekerjaan Mila Menimbang gula dan bawang putih Dan sambil menyiapkan yang ibu itu pesan
Tak banyak orang mengenal Yuni di pasar Karna ia sering berada di rumah Dan kadang cuma setengah hari ia membantu di toko nya Karna Akhtar masih kecil saat itu Baru beberapa hari ini saja ia seharian di pasar Karna Akhtar ikut Tri bekerja Sedangkan mbok baru satu bulan ikut bekerja bersama Yuni
" Sudah bu, biar saya hitung "kata Mila
" Ya mba sudah "Kata ibu itu menunggu Mila menghitung belanjaannya . Ketika sudah selesai ibu itu pun pergi setelah membayar semuanya
" Mba beli berasnya ya 10 kg ?" kata bapa tua itu berdiri di depan toko Dekat Yuni sambil matanya menengok kiri kanan
" Ya pa, yang lain ada tambahan pa " kata Mila bertanya
Deg .......
Mata pria itu pun melihat Yuni yang menimbang gula Membuat pria itu kaget Karna wanita itu mirip dengan Yuni .
Yuni yang di perhatikan hanya diam Hanya tersenyum pada pria itu Tanpa bicara sedikit pun Dan Yuni bukan tak mengenal pria itu.Kalo pria itu adalah pa Nirwan yang bekerja di kantor Yang dulu Yuni awasi Yang berkerja sama dengan pa Leo dan teman temannya Untuk menilap uang dan mencelakainya
" Kenapa pa ?" Kata Mila melihat pa Nirwan mematung menatap Yuni .
" Ah bukan apa apa mba, itu mba mirip seseorang yang saya kenal .Yang sudah ini mba uangnya Trimakasih ya " kata pria itu Lalu bergegas pergi meninggal toko
"Aneh ya mba, kok orang yang lihat mba Yuni slalu bilang Dan bertanya kalo mba itu mirip seseorang "Kata Mila bingung
" Kenapa ngak Mila tanya balik?" kata Yuni tersenyum
" Malas mba, biarin orang kita jualan kok masa ngurusin mereka bertanya yang ngak penting " Kata Mila santai duduk sambil menata gula yang sudah di timbang Sedangkan Yuni terkejut ketika melihat dua hantu berdiri di depan toko yang berhadapan dengan tokonya
" Astagfirullah aladzim " batin Yuni melihat dua hantu itu sedang menabur sesuatu di sekeliling toko membuat Yuni pura pura tak melihatnya .
__ADS_1
" Apa dia penganut pesugihan ?? " batin Yuni tak percaya kalo ada tetangga nya mengunakan penglaris dengan cara seperti itu .
" Hi..... .berteman hantu saja sudah mengerikan Apa lagi sering melihat hantu Tapi ini menjadi budak setan" batin Yuni langsung membaca doa pelindung diri