
Tri pun mendekati Yuni yang menggigil Lalu memeluk nya karna Yuni kedinginan Yang membuat Yuni sedikit tenang setelah Tri memeluk ya. Cukup lama Tri memeluk tubuh Yuni Sampai ia menelan saliva nya dengan susah payah .Karna melihat tubuh polos Yuni di depan nya .Yang mulai mengoda nafsu kelakian nya .Bagaimana tidak terlihat jelas dada indah itu Yang membuat Tri memejamkan mata nya
" Ya Allah apa yang harus kulakukan " bathin Ketika ia mulai tergoda Yang membuat setan berbisik pada nya
" Nikmati saja dia tidak sadar Kau bisa melakukanya sepuasnya " kata setan dari sebelah kiri .
" Tuhan maha melihat , bila kau terjerumus dosa .Apa kau yakin dia tak akan membencimu . Apa kau sanggup menjadi pria jahat " bisik telinga kanan Tri yang membuat Tri beristigfar pelan Terasa lidah nya berat Namun ia berusaha agar tidak terbujuk hawa nafsunya
" Ya Tuhan kuat kan imanku " kata Tri Yang memeluk Yuni erat dalam dekapan nya Sambil memejam kan matanya Walau ada sesuatu yang mengusik di bawah sana Namun Tri tetap tenang Sampai ia terlelap Dan paginya ketika Yuni membuka matanya Ia sangat terkejut Sedang berada dalam pelukan Tri Lalu Yuni cepat cepat bangun Dan menyingkirkan tangan Tri dari tubuhnya
" Astagfirullah aladzim " kata Yuni kaget melihat tubuh nya polos .Lalu cepat menutupnya dengan selimut Dan turun mengambil pakaian nya yang setengah kering Karna tadi malam Tri memang menggantung nya disana
" Ya Allah apa yang terjadi " kata Yuni Yang mencoba mengingat kejadian tadi malam Mereka berhenti menginap karna kehujanan
Tri yang melihat Yuni sudah berpakaian hanya tersenyum lalu duduk menatap Yuni .Sebenarnya ia sudah bangun.Tapi ia masih ingin memeluk gadis itu .
" Tri kita sholat dimana ?" kata Yuni
" Disini saja "' kata Tri turun dengan dada telanjang hanya memakai celana pendek .Yang membuat Yuni membuang mukanya kearah lain
" Aku duluan ya " kata Yuni yang keluar dari kamar Ketika melihat ada drum di luar pintu samping Lalu ia berwudhu dan masuk kamar untuk sholat memakai kain selimut dan sarung Yang di buat seperti Ninja .
Tak lama Tri masuk sudah dengan pakaian dan sholat setelah Yuni selesai Dan Yuni keluar dari kamar Dan pemilik rumah tersenyum Sambil membawakan teh hangat .
" Minum dulu nak " kata bapa tua itu
" Ya pa , terimakasih " kata Yuni meminum teh yang masih panas pelan pelan Dan Tri keluar setelah selesai sholat dan ikut duduk samping Yuni
" Pa trimakasih sudah menolong kami , kami langsung pulang ya pa " kata Tri
" Ya nak hati hati di jalan mudahan tanah nya tidak lengket .Oh ya di minum dulu maaf bapa tak punya apa apa " kata bapa tua itu
" Ya pa , ngak pa pa " kata Tri menatap Yuni lalu mereka berpamitan Dan bersalaman pada pemilik rumah
" Kami pamit pa , trimakasih " kata Yuni
" Ya nak hati hati " jawab si bapa
" Sekali lagi trimakasih pa , ini ada sedikit rezeki buat bapa " bisik Tri sambil menyalami tangan bapa tua itu Yang membuat bapa tua itu terkejut Tapi menggenggam erat pemberian Tri
__ADS_1
" Ya nak hati hati, jaga istrimu seperti nya dia calon ibu yang baik " kata bapa tua itu menatap Yuni
" Ya pa doakan saja " kata Tri tersenyum Lalu kembali menaiki motornya Dan lalu menghidupkan mesinnya .Setelah Yuni naik di belakang nya
" Permisi pa " Teriak Tri
" Ya nak hati hati " kata bapa itu tersenyum Dan motor pun melaju ketika angin pagi berhembus
" Pegangan de, biar ngak jatuh Mas mau ngebut " kata Tri
" Ya " kata Yuni memeluk pinggang Tri Dan Tri pun memegang tangan Yuni erat Dan Yuni hanya diam. Karna teringat ia tidur di peluk Tri tadi malam
" Kenapa diam ?" kata Tri menoleh kebelakang
" Ngak apa apa ?" kata Yuni
" Ngak perlu malu , aku sudah melihat nya semua " kata Tri
" Tri ...." kata Yuni menahan malu Dan terlihat wajah merona Yuni dari kaca spion yang menunduk di punggung Tri
" Hahaha....... kenapa tak ada masalah kan ?" kata Tri tertawa
Yuni tidak menjawab Tapi membekap mulut Tri dengan tangan kanannya Yang membuat Tri tak bisa bicara . Namun Tri hanya tersenyum Dan menurun kan tangan Yuni Lalu mengengam nya erat .
" Mas hanya bercanda , tidak ada yang terjadi kau masih murni perawan ting tong " kata Tri mengengam erat tangan Yuni dengan tangan kanannya .
Yuni hanya diam lalu menaruh kepalanya di punggung Tri . Dan memeluk tubuh pria hitam manis itu Yuni tahu Tri tak punya niat jahat padanya Mungkin kalo ia tidur dengan pria lain Pastinya ia sudah kehilangan kehormatan nya
Motor melaju masuk perkebunan Dan jalan becek membuat kedua turun karna tanah liat yang lengket .
" Apa berat " kata Yuni Ketika motor berjalan pelan
" Tidak , ini masih ringan tidak seberat cinta mas sama ade " jawab Tri santai
" Tri aku serius , bukan becanda " kata Yuni manyun
" Mas juga serius, ini masih ringan de Yang berat itu ketika mas tak bisa menahan rindu sama ade Dan mas Tri juga tak bisa memiliki ade " kata Tri berhenti menatap wajah polos Yuni yang terlihat cantik karena masih segar .
" Tri jangan bicara begitu " kata Yuni Menatap Tri lekat
__ADS_1
" Trus mas harus bagaimana " kata Tri
" Mengapa ......kau membuat ku serba salah . Melayani perasaan menolak kebenaran . Sedang aku di landa gelora Mabok asmara...... Sedang kan engkau tahu kelemahanku mudah jatuh cinta ......." kata Tri bersenandung merdu Membuat Yuni terdiam Dan kedua nya saling menatap lekat berhadapan .
Lagu asal negri jiran itu membuat Yuni tersindir Namun ia tak bisa berkata apa pun Karna Tri menatap nya lekat Lalu kembali mendorong motor Sampai mereka mendekati pos penjagaan perkebunan . Dan Tri mendorong sambil bernyanyi pelan
" Andainya engkau bisa ku miliki ....Ku ingin terbang ke awan Ingin ku petik bintang ke persembahkan pada mu ....
" Andainya engkau terima cintaku Gunung pun akan kudaki .Akan ku persembahkan bunga edelweis untukmu .
" Bukan ...hanya mainan cintaku Tapi sungguhan untuk mu Cinta ku tulus murni semua hanya padamu ......
" Cie......cie..... merayu ni ye " kata Aris yang kepalanya nongol di balik pos
" Ris ngapain disitu pagi pagi " kata Yuni kaget
" Kita nginap sini yun, ngak kuat tadi malam basah kuyup dan motor mogok " kata Andre
" Astaga kok bisa , aku pikir kalian sudah sampai " kata Tri berhenti dan duduk melihat Robin masih tidur .
" Jalan licin Tri, kalian menginap di mana ? " Kata Moko menatap Yuni
" Di rumah penduduk mas , sebelum masuk sini Ngak kuat lagi sudah kedinginan " kata Yuni menatap Moko
" Iya mas sampai biru tuh bibir , Sampai bikin aku takut " kata Tri jujur
" Hahaha .....syukurlah tapi masih sehat kan mba ." kata Aris tertawa
" Alhamdulilah nih sudah kering " kata Yuni Karna baju yang mereka sudah kering di badan
" Trus tidur berdua kalian ....jangan jangan " kata Andre
" Ya sendiri sendiri lah , masa berdua bisa ngak kuat nahan aku mas " kata Tri santai yang duduk di pos
" Ck..... hilap dikit ngak pa pa Tri , kesempatan bisik Aris di telinga Tri
" Ngomong apa sih ris " kata Yuni manyun Karna tahu Aris pasti sedang membicarakan diri nya .
" Hahaha........mau nya sih gitu ris , telanjur juga ngak pa pa Tapi sayang ada malaikat penjaganya " kata Tri tertawa lepas .Membuat Moko menatap Yuni Dan Yuni hanya diam saja
__ADS_1