
Semua orang pun kaget lalu semua menuju pintu Untuk melihat apa yang meledak di sana
" Gila lho Yun , apa itu ? " kata Moko
" Ilmu hitam mas, itu ilmu hitam yang meledak biar kena balik si pengirim nya " Kata Yuni .
" Ayo tutup pintu nya " kata Tri Yang takut di serang lagi
Sedangkan tak jauh dari dekat pohon seorang pria berlari pelan menjauh Karna tangan nya terbakar .
"Akh......... sakit sialan anak itu siapa dia ?" kata pria itu cepat menuju motor tuanya Karna ia kini tak bisa terbang Dan menghilang lagi
Lalu ia pun cepat menjauh dari tempat itu Dan menghilang di gelapan malam
Dan bersama itu juga Tak ada lagi suara lemparan di pintu
" Yun .... sudah tak ada lagi " kata Tri
" Iya mba , kok habis di teriakin mba Yuni ngak ada yang dilempar lagi " kata Aris
" Alhamdulilah berarti dia sudah pergi " kata Yuni Yang membuang nafas kasar nya Karna sempat khawatir kalo orang itu akan menganggu mereka sampai pagi
Setelah selesai makan Dan ngobrol sebentar Mereka pun pulang kembali Ke mess staf bersama sama .Yang membuat Yuni bergegas masuk kamar dan mengunci pintunya
"' Alhamdulilah " Kata Yuni duduk sebentar sambil membaca zikir Dan berdoa sebelum tidur walau tidak sholat Yuni masih ingin mengingat sang pencipta Lalu ia pun berbaring dan tidur menutup seluruh tubuhnya dengan selimut Dan tak lama Yuni pun terlelap
Hingga pagi nya anak anjing nya sudah berisik si bawah kamar nya yang terdengar keras .
" Ya Allah kok berisik banget sih " kata Yuni Yang teringat hari ini akan mengantar laporan ke sampit sekalian ikut mbok kepasar .Dan Yuni pun bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan diri Setelah rapi ia pun keluar untuk memberi makan anjing nya
"" Niw.......niw...... Niw........." kata Yuni yang memanggil anak anjing Dan mereka langsung keluar bersama induk nya Lalu Yuni menyodorkan mangkok mangkok yang sudah berisi makanan
Dan mereka pun makan dengan lahap
Yuni duduk menatap anak anak anjing itu Lalu teringat ia akan mengambil cuti sebulan lagi .
" Aku harus membawa kalian ke paman Lery .Kalo disini kalian tidak terurus " kata Yuni dalam hati
" Mhem....... Kok bengong Yun " kata Umar duduk disamping nya
" Ngak , sudah sarapan " kata Yuni menoleh pada Umar
" Belum baru juga mau mandi , Tapi antri " kata Umar Yang berjongkok di samping Yuni
" Sana numpang di kamar mandi ku mumpung Aku belum ke sampit " kata Yuni sambil mengisi snack anjing
" Boleh nih " kata Umar
" Boleh tapi jangan sering " kata Yuni
__ADS_1
" Ok ..... thanks " kata Umar bergegas masuk Dan menumpang mandi di kamar mandi Yuni .Sedang kan Yuni asyik memperhatikan anak anak anjing itu tanpa menyentuhnya
Cukup lama Yuni duduk diam sendiri Dan memperhatikan beberapa anak anjing yang sedang bercanda Tak tiba tiba seseorang menepuk pundaknya
" Astaga aku pikir siapa mas " kata Yuni kaget melihat Andre
" Kok ngelamun " kata Andre
" Anak anjing nya mau Yuni bawa ketempat orang mas biar dirawat disana Biar ngak ngerepotin kalo mereka tinggal disini " kata Yuni
" Bagus lah, biar ngak boros " kata Andre
" Iya biar ngak menganggu mas Andre juga dan yang lainnya " kata Yuni tersenyum
" Ayo sarapan " kata Andre
" Ya ayo mas " kata Yuni berdiri lalu mengikuti Andre yang menuju ke mess karyawan untuk sarapan pagi bersama karyawan lain
" Prang........."
" Mbok ada apa ?" kata Tri dan Ferdi kaget Begitu juga Andre yang baru masuk bersama Yuni
" Itu mas lihat ada belatung nya di mangkok padahal mangkok itu bersih kemaren " kata mbok
" Astagfirullah ......" kata Tri
" Mana mbok tahu " kata mbok Yang lalu membuang mangkok itu ke tong sampah
Yuni yang memperhatikan itu pun merasa anek Karna ada sesuatu yang janggal diihat nya Lalu memeriksa dapur mbok .Yang membuat Yuni mengamati sebuah plastik
" Tri coba lihat itu apa ?" kata Yuni
" Hah.....apa ?" kata Tri yang lalu melihat isi plastik itu
" Inalilahi " kata Tri yang langsung membuang plastik itu di tong sampah
" Apaan tuh Tri " kata Ferdi
" Bangkai tikus siapa yang menaruhnya " kata Tri menatap mbok
Mbok menggelengkan kepalanya Dan melihat di antara rak piring dan mangkok di rak
" Apa itu kiriman lagi " kata mbok penasaran menatap Tri
" Ngak tahu mbok " kata Tri sedang Yuni duduk tenang sambil mengisi piringnya dengan makanan .Tapi entah mengapa ia melihat tatapan aneh seorang karyawan padanya .Dan ketika ia melihatnya Pria itu bergegas pergi
" Hei tunggu .....siapa kau...?" kata Yuni mengejarnya sambil menaruh piring diatas meja
" Tri apa kau kenal dia ?" kata Yuni
__ADS_1
Membuat Tri kaget . Karna ia belum pernah mengenal orang itu sebelum nya Apa lagi ia hafal semua karyawan
Dan pria itu bergegas hendak pergi Tapi Tri menangkap baju kaos nya
" Siapa kau ? mau apa disini Apa kau Yang mengirim belatung itu " kata Tri
" Saya hanya lewat , saya tidak tahu. " kata Pria itu
" Lewat ....alasan orang lain tak mungkin masuk mess sini . Kalo tak ada maksud lain " kata Tri menatap tajam karna curiga pada pria itu
" Hajar saja Tri , dia penyusup brani nya masuk mess orang Kau bukan karyawan sini kan " kata Danang
" Maaf mas saya salah masuk " kata pria itu berdalih
" Mengaku atau ku tebas leher mu Agar terputus dari badan mu !! " Ancam Yuni
Membawa parang panjang
Jleb
" Jangan mba , saya tak menganggu siapa pun disini " kata pria itu ketakutan Karna Yuni mengacungkan pisau itu Yang membuat Danang mendelik kaget melihat Yuni
" Apa mau juga , Atau mau disunat " kata Yuni mengacam Danang
" Kau ini tuh dia saja yang penyusup " kata Danang .
" Hei mengaku atau kau suruhan nya Danang " kata Yuni menepuk bahu pria itu dengan parang .
" Ayo ngaku " kata Tri menarik krah baju pria itu Yang membuat pria itu ketakutan pada Tri
" Iya mas, tapi saya hanya disuruh " kata pria itu
" Siapa ?" kata Tri
" Dia hanya menyuruh saya mengawasi mba ini mas, saya tidak tahu siapa kakek itu Tapi dia kakek tua Dan saya hanya dibayar " kata pria itu ketakutan
" O..... ya bagus berikan apa kiriman nya " kata Yuni menatap pria itu
" Beliau tak mengirim apa apa mba Cuma saya di suruh mengawasi mba nya " kata pria itu lagi menunduk
Tri pun menatap Yuni Dan Yuni hanya diam lalu menatap pria itu Lalu menatap Tri
" Lepaskan dia Tri , dengar kami akan melepaskan mu hari ini Tapi bila kau datang lagi kesini Kau berarti cari mati Dan aku sendiri yang akan mengirim kepalamu pada kakek tua itu .Bilang padanya dia tak akan bisa berubah lagi " kata Yuni marah .
" Ya mba maaf " kata pria itu bergegas pergi Setelah Tri melepaskan krah bajunya
" Siapa dia Yun ?" kata Tri
" Pesuruh pria tua tadi malam " kata Yuni meninggal kan Tri sambil menaruh parang di dapur .Karna sengaja ia melakukan nya Agar pria itu takut Sedangkan Tri mengelengkan kepalanya pada Yuni
__ADS_1