Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 84


__ADS_3

Ferdi dan Danang pun diam Karna memang mereka salah. Dan kesalahan itu kembali pada mereka Karna sudah berbuat jahat.


" Tapi aku ngak seperti Danang mbok Kalo Danang lebih kejam " kata Ferdi


" Sama saja kalian itu tega Orang dia ngak suka kok di guna guna " kata mbok menarik nafas dalam .


" Hah .... maksud mbok apa ?" kata Danang kaget


" Kamu mengguna guna mba Yuni kan nang " Kata mbok


" Astaga " kata Danang menatap Ferdi


" Apa !! Kau pikir kami ngak tahu Dasar musang berbulu ular. Kamu munafik nang bilang ngak suka Tapi jalan nya lebih kotor .Tuh akibatnya kan di tangung sendiri " kata Ferdi ketus


" Tahu ah ngak usah di bahas apa " kata Danang Yang malu ketahuan Ferdi dan mbok


" Apa Tri juga tahu " kata Danang


" Ya jelas lah dia tahu " kata Ferdi


" Ariesta " kata Danang menatap Ferdi


" Tidak kalo dia tahu .Aku yakin dia akan menghajar mu " kata Ferdi


" Ya iyalah , Ferdi aja di hajar babak belur " kata mbok Yang akhirnya tahu Kalo tempo hari Ariesta habis menghajar Ferdi dari Tri


" Sial ......" umpat Danang


" Cih ..... Ngak usah mengumpat .Nanti kalo ketahuan lihat saja Aku yakin Kau akan di hajar bocah ingusan itu " kata Ferdi Yang sempat kewalahan Karna serangan Ariesta Yang jago bela diri Walau dia masih muda tapi tenaganya cukup kuat .


" Hehehe.......ya tunggu saja mbok sih cuma bisa nonton kalian Yang suka beradu jotos .Ngak mau sportif Buat apa coba diributin Orang nya aja santai ." kata mbok yang tahu Yuni memang lebih suka memilih berteman dari pada pacaran .


*********


Di hutan Yuni baru saja mengumpulkan akar pasak bumi dan kayu manang serta kayu bajakah Yang ia dapat dari semak belukar di dalam hutan Sambil menunggui Andre yang sedang Melihat batas lokasi kerja mereka .


" Yun.... sudah selesai " kata Moko


" Eh ..... Mas...sudah nih dapat banyak ." kata Yuni membawa ikatan kayu


" Itu buat apa ?" kata Moko


" Herbal rasanya pahit tapi ini yang biasa " kata Yuni ..Yang dulu masih ingat bila luka sang kakek tak pernah membawanya kedokter Tapi memakai ramuan kayu dan daun daun hutan


" Apa digodok " kata Moko


" Ya mas " kata Yuni lalu membawa nya Dan mengikuti Moko ke tempat yang lebih terang Dan melihat Aris Seto dan Umar sedang mengecek kedalam asam tanah

__ADS_1


" Sejak kapan lho jadi asisten Moko Yun Kok kaya buntut aja ikut ke sana sini . " kata Umar


" Ya mulai hari inilah, kan kita sohib " jawab Yuni


" Dih sohib tapi ngelaba sama yang lain .." kata Seto


" Lumrah mas kan aku srikandi sendiri Kalian banyak gitu .Gimana bisa milih


Bingung nanti malah jadi Drupadi yang punya banyak suami " kata Yuni terkekeh


" Poliandri dong wah parah ... Jadinya " kata Umar


" Aish .... ngak usah dibahas .Kan itu hanya umpama Mana kuat mba Yuni poliandri ya ngak mba " kata Aris


" Lah coba aja Tri Arista Ferdi di gilir kan bisa ya ngak Yun " kata Umar


" Amit amit kodok gendut , ogah mas mas ... Satu aja pusing apalagi punya suami tiga . Ngak sanggup di akunya Kalo l aki sih santai punya istri banyak Nah aku yang perempuan yang pusing " kata Yuni Karna tak terbesit apa pun di otak nya untuk menikah muda Apalagi ia masih ingin mengejar impian nya .


" Sudah yuk mas pulang kita pulang , tuh traktor sudah datang " kata Yuni .


" Ya samperin sana ndu, tunggu kita sebentar lagi. Ini sudah hampir selesai " kata Moko


" Ok ..." kata Yuni. Yang lalu berjalan sambil melambai kan tangan ke traktor yang lewat Karna mereka dari dalam hutan


" Pulang ngak?" Teriak Pardi


" Ya bentar " sahut Robin


" Yo tunggu lagi mencatat titik koordinat nya " sahut Andre Sambil mengambil foto lahan yang sudah selesai di garap


" Ya kami tunggu " kata Pardi yamg lalu mematikan mesin traktornya sambil menyalakan rokok nya dan duduk santai bersama Azam


" Mas .... Kok tumben mba Yuni ikut " kata Azam melihat Yuni yamg duduk menunggu para teman nya selesai


" Nyari hiburan bosan kali di mess " kata Pardi


" Katanya dia jadi rebutan mas, kaya piala aja mana pada berantem lagi saling hajar " kata Azam


" Yang bodoh yang naksir zam,, orang nya ngak mau Kok main maksa aja


Takut kalah bersaing main curang


Mba Yuni aja santai kok yang ribut mereka " kata Pardi terkekeh


" Iya juga ya mas, tapi baru kali ini tuh ada sejarah cewek jadi rebutan sampai mau bunuh teman.. Mba Rena aja ngak gitu. Saya pas sama mba Rani dulu juga ngak begitu amat mas Mba Yuni kan menang putih kulit nya Kalo mb Nugrah Rani dan Rena kan hitam Kalo mba raya putih tapi sangar .Nah ini yang paling imut dan putih Padahal disini panas banget hawanya " kata Azam


" Iya juga ya Tuh sampe sopir mu juga ikut kecantol untung ngak mati " kata Pardi membuang putung rokoknya

__ADS_1


" Hah .... Kok bisa . ... jangan ngawur mas mana ada Danang naksir mba Yuni " Kata Azam tak percaya


" Yah ngak percaya , aku ini laki laki zam, bisa lihat mata laki laki yang nafsu sama ngak Tanya aja tuh Tri Aku yakin ilmu nya berbalik Karna dia ngak bisa menyentuh mba Yuni Kaya Ferdi kemaren "kata Pardi bicara pelan Karna takut Yuni mendengarkan obrolan mereka


" Gila jadi dia nekat , astaga kalo nekat hasilnya akurat ngak masalah Ini malah dapat penyakit sendiri " kata Azam Sambil melihat Yuni yang berjalan kearah mereka.


" Naik sini mba " tawar Azam mengulurkan tangan nya


" Ya thanks zam " kata Yuni menyambut tangan Azam untuk naik traktor Karna para staf sedang menuju ke arah mereka


" Sini mba di tengah " kata Pardi bergeser .


" Disini aja biar asyik " kata Yuni


" Jangan disitu Yun , nanti jatuh di tengah saja " kata Moko Yang naik disusul Andre Seto Umar Aris dan Robin


Yang naik ke traktor untuk pulang


" Ya sudah " kata Yuni yang duduk di antara Pardi dan Moko Lalu setelah semua naik traktor pun di hidupkan Dan traktor kembali berjalan pulang menuju camp .Yuni duduk tenang Sambil melihat luasnya kebun sawit Yang mereka lewati di sepanjang jalan Yang membuat Yuni senang melihat hijaunya dedaunan Yang menganti rimbunnya hutan .Yang lama semakin lama di ganti dengan lahan sawit ratusan hektar .


" Ya ampun mas , aku baru nyadar kalo hutan kita mulai menipis " kata Yuni


" Ya tapikan di ganti sawit yun " kata Moko


" Ya mas , tapi....astaga lihat ......" Tunjuk Yuni melihat babi lewat dengan .empat anak nya


" Wah kalo ada pa Taif bakal habis tuh baby " kata Pardi


" Iya par , Tapi kemaren kata nya pa Burhan dapat rusa Par " kata Moko .


" Iya mas anakan sudah habis ,buat makan dua hari pesta daging mereka ." kata Azam


" Wah enak noh kok kita ngak di bagi " kata Moko


" Lah katanya mba Yuni .di kasih .daging gratis tempo hari Maka nya ngak di kirim " kata Pardi


" Iya sih , tapi ngak ada lagi nih Yun yang ngasih " kata Umar


" Belum dapat lagi mas, cuma babi yang sering " kata Yuni Karna Lery sering menjual daging babi ke tetangganya.


Tak lama mereka pun sudah mendekati kearah camp Ketika mobil hitam datang bersama beberapa tamu Yang melihat kedatangan mereka melihat Yuni yang jadi perhatian


" Ada wanita di sini ..zi " kata seorang pria pada pa Fauzi


" Iya dia staf akuntan " kata pa Fauzi


" Wah bisa tuh buat teman tidur " kata tamu itu menatap Pa Fauzi sambil memainkan alisnya

__ADS_1


" Jangan macam macam .Dia bukan kupu kupu malam " kata pa Fauzi dengan raut muka masam Karna tak senang dengan niat tamunya .


__ADS_2