Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 64


__ADS_3

Yuni pun berjalan mundur Dan ketika ia menoleh dan


" Aaa..........." Teriak Yuni yang terbang dibawa sosok bayangan putih


" Astagfirullah Aladzim " kata Yuni terbangun dari tidurnya Dan lalu berdoa juga membaca ayat kursi Dan langsung melepaskan cincin milik hantu Alam .


" Alhamdulilah aku melihatnya " kata Yuni yamg sudah bisa melihat pria itu dengan jelas .


" Juan nama nya Juan adiknya bernama Tuah .Yuni mengingat nama itu. Tunggu bukan nya aku pernah mendengar nama itu " kata Yuni berpikir lalu membaca doa tidur Dan memejamkan matanya . Untuk kembali tidur Karna memang masih jam 12 malam .


Pagi nya Yuni bangun lebih cepat Untuk sholat subuh Dan lalu berganti pakaian biasa . Dan kedapur untuk sarapan bersama Andre Moko dan Aris Sedangkan Seto dan Umar masih mandi Dan akan menyusul nanti


" Mba Yuni hari ini mau ikut kepasar ngak " kata mbok


" Kayanya ngak mbok, Yuni ada urusan dikantor " kata Yuni Yang ingin menyelidiki siluman mahluk berbulu itu


" Oh ya sudah, Apa ngak pengen nitip juga " kata mbok menatap Yuni


" Ngak mbok " kata Yuni mengeleng Membuat mbok heran .Karna tak biasanya Yuni tak tertarik untuk ikut ke pasar .


Mbok pun tersenyum Lalu melayani karyawan lain .Aris dan Andre juga Moko saling tatap Karna Yuni bersikap aneh .Setelah makan Yuni menemui Ariesta yang sedang berada di bengkel


Yang sedang membantu kang Ali dan kang Sapto mengasah pisau


" Kang itu parang siapa ? " kata Yuni Melihat parang panjang Yang sudah diasah di pinggir kotak baut .


" Punya kang Ali Yun kenapa ?" kata Ariesta heran


" Boleh pinjam kan " kata Yuni


" Heh...... cantik itu parang buat apa ? " kata Kang Ali menatap Yuni heran Namun mata Yuni menangkap sosok pria yang ia lihat tadi malam . Yang sedang menuju kebengkel Dan Yuni dengan cepat mengambil parang panjang milik kang Ali Yang membuat Ali dan Sapto kaget Ketika Yuni menggenggamnya erat


" Mas , ada mas Tri ngak motor kita rusak " kata salah seorang pria dari lima pria itu bicara pada kang Ali


" Oh mas Tri lagi ke sampit mas, semua mekanik sedang libur mas " kata Kang Ali


" Wah .... siapa yang bisa dandani motor kita ya " kata pria berbaju biru itu kaget melihat Yuni . Yuni yang di tatap pun lalu mengangkat parang panjang itu Menatap pria itu dengan tajam .

__ADS_1


" Apa kau .manusia munafik , ngapain mau minta tolong kesini " kata Yuni Membuat semua mata tertuju pada Yuni Yang menatap pria bertubuh besar itu


" Maaf mba, apa kita saling kenal kok mba nya galak gitu " kata pria itu menyeringai sinis Seakan meremehkan kan Yuni .


" Kau juan kan , Apa luka mu sudah kering habis di tusuk kemarin " kata Yuni Membuat wajah pria itu pias dan berubah kaget Mendengar perkataan Yuni


" Maaf , apa maksud mba Yuni . Juan ini teman kami Dia baru datang kesini lho mba Tapi bagaimana mba Yuni bisa tahu dia terluka " kata pria yang bekerja di perkebunan Yang membuat Kang Ali dan kang Sapto ikut kaget Begitu juga dengan Ariesta Yang tak kalah terkejut Karna Yuni seperti mengenal pria itu


" Oh ..... maaf mba , anda salah orang mungkin Saya tak kenal mba nya Saya baru pertama kali datang kesini " kata pria itu mengelak .


Yuni pun mengangkat parang panjang ditangan nya Lalu mengacung kan nya pada Juan . Dan menatap pria itu tajam


" Kau bisa berpura pura tak mengenal ku juan !!! , tapi ingat aku tak akan memberi mu ampun lagi Bila kau berani menculik ku lagi . Akan ku pasti kan parang panjang ini menancap ke jantung mu " kata Yuni menegaskan . Yang membuat Tuah yang berada di dekat Tegar ikut berdiri dengan kaki gemetar Sambil melihat Yuni mengacam


Juan mengangkat parang .


" Eh maaf mas , teman saya..ini cuma bercanda. Kok Dia biasa begitu Kalo sama orang baru " kata Ariesta Yang takut melihat Juan menatap tajam Yuni Sambil mengepalkan tangan nya Menahan amarahnya. ..Karna merasa jengkel di remeh kan wanita


" Maaf mba , mba nya salah orang kali . Teman kami ini ngak mungkin menculik orang mba " bela seorang teman nya


" Oh ya , apa kau yakin Tapi aku tak salah orang dia Juan kan Dia punya adik bernama Tuah kan . Dia menganut ilmu sesat .Bisa berubah jadi kingkong bermata merah Yang menumbalkan gadis tak berdosa untuk menjadi sakti ." kata Yuni emosi membuat kang Ali dan Sapto kaget Lalu menarik Yuni untuk mundur


Dua teman Juan memegang bahunya


Wan , yuk Pulang !! Jangan di ambil hati


" Kata dua teman Juan menepuk bahu Juan seakan mengalihkan perhatian nya


" Ya ayo pulang " kata Juan .


" Maaf mba ,saya ngak punya urusan dengan mba nya.Dan saya juga ngak kenal mba. Kami permisi maaf mas bila menganggu Ayo pergi " kata Juan sekilas melirik Yuni .


" Sana pergi, jangan pernah datang kesini lagi Kalo tidak aku akan membunuhmu !! " kata Yuni lantang Karna kesal pada Juan Yang menganggap dirinya tak mengenal Yuni .Lalu kelima cowok itu pamit pergi pada kang Ali dan kang Sapto .Sambil berbisik bisik pada pria .itu


Sedang Yuni menatap tajam kelima pria itu Yang pergi menjauh meninggal kan bengkel .Dan lalu kembali menaruh parang panjang kang Ali


" Yang kok kamu marah gitu sih , hati hati lho yang . Mereka itu asli penduduk sini lho yang " kata Ariesta

__ADS_1


" Aku ngak takut , kamu tahu ngak orang itu siapa !! Dia itu orang yang


berubah jadi mahluk menyeramkan itu " jelas Yuni


" Hah.......astaga yang jangan bercanda " kata Ariesta kaget


" Iya kalo kau tak percaya .Suruh buka bajunya Luka tusuknya masih baru " kata Yuni .


Yang membuat kang Ali dan kang Sapto saling pandang tak percaya Bagaimana Yuni bisa mengatakan itu Dan langsung brani menuduh pria itu Siluman berbulu yang menculik nya .


" Sudah yuk masuk , kita bicara di dalam saja " kata kang Ali


" Iya ayo kita masuk " kata Kang Sapto mengandeng tangan Yuni Menuju mess karyawan .Karna penasaran dengan Apa yang terjadi pada pria itu sebenar nya .Hingga Yuni bisa menuduh nya demikian . Walau pria itu membantah Tapi kang Sapto menangkap .wajah pias pria itu Yang juga mengepalkan tangan nya erat .Karna ia menahan emosi nya


Dan Sapto juga curiga Karna salah satu dari pria itu juga ada yang gemetaran Karna takut ketahuan Karna Yuni menantang dan mengancamnya terang terangan .


Sedangkan disisi lain Kelima pria itu duduk di warung pinggir jalan raya


Nongkrong bersama .


" Hei .... Kawan jangan melamun Jangan terlalu dipikirkan .Mungkin gadis itu hanya sedang ngak mood kata Tegar


" Tapi kok dia tahu Juan terluka tusuk Apa dia memang tahu wan " kata teman Juan .


" Aku tidak tahu mungkin kebetulan saja " Jawab Juan ..Yang cukup kaget Kalo gadis itu bisa mengenal dirinya Dalam bentuk manusia ..Padahal ia dengan rapat menyembunyikan itu Dan tak ada seorang pun yang tahu kecuali sang adik dan paman nya


" Tuah ayo pulang " kata juan Setelah mereka selesai minum


" Ya bang " kata Tuah beranjak dari duduk nya Dan lalu pulang dengan motor Tuah


" Bagaimana dia bisa mengenal mu bang " kata Tuah Ketika mereka naik motor menuju rumah


" Tak perlu dibahas " kata Juan Yang merasa kesal gadis itu bisa tahu dirinya Dan Yuni juga mengacam nya


Brum ........bum.....bum.......


Brak......... Motor itu tiba tiba menabrak pohon besar

__ADS_1


.


__ADS_2