
Ariesta langsung mengendong Akhtar Karna tak ingin bocah mungil itu melihat adegan dewasa orang tuanya .Karna belum waktunya untuk tahu .
" Ada apa yah ?" kata Akhtar
" Ngak ada Ayah cuma pengen sama Akhtar ya ngak om cup " kata Ariesta
" Ya kan kita mau makan kue enak " kata Yusuf
" Iya makan kue " kata Akhtar yang bingung kedua teman ayahnya itu melarang nya masuk kedalam .Lalu berpikir sejenak seakan memikir kan sesuatu Lalu berbisik di telinga Ariesta
" Apa ayah lihat bunda ciuman sama Ayah ?" kata Akhtar
" Heh........." Kata Ariesta kaget Lalu menatap Yusuf
" Kenapa ?" kata Yusuf
" Akhtar tahu suf " Kata Ariesta
" Hah.......tahu !!!!" kata Yusuf kaget Yang membuat semua teman mereka menatap kearah Yusuf
" Apa cup ?" kata Rendi
" Bukan apa apa " kata Yusuf meraih tubuh Akhtar lalu memeluk nya Bersamaan dengan Tri keluar bersama Yuni menuju ke arah mereka
" Ayah ......." Teriak Akhtar yang langsung berlari kepada sang Ayah dan Tri langsung mengendong nya
" Cup ....... kenapa anak ayah kok senyum senyum ?" kata Tri
" Tadi Ayah muda sama om Yusuf lihat ayah ciuman sama bunda " Kata Akhtar
" Apa.............." kata Yusuf dan Ariesta kompak Karna kaget
Sedangkan Yuni dan Tri yang mendengar itu hanya tersenyum Karna bukan aneh bagi Akhtar melihat sang ayah menciumi bunda nya itu
" Tri......itu ....." kata Yusuf
" Ngak apa apa bro , Akhtar sudah tahu kok Karna sudah biasa gue nyium bundanya didepan Akhtar Tapi tidak seperti yang kalian lihat tadi jadi ngak masalah kan " kata Tri memainkan matanya karna Tadi tahu Kalo Ariesta dan Yusuf melihat nya
" Hah.... astaga Tri lho bikin hot ciuman di depan anak lho sendiri Tri " kata Yusuf tak percaya
" Cium nya gini om " kata Akhtar mencium pipi Tri dan memeluk sang ayah sambil tersenyum
" O......" kata Ariesta
__ADS_1
Yang membuat Tri tersenyum pada kedua teman nya itu
" Heh.....pada ngomongin apa ?" kata Rendi yang ikut bergabung Karna Sani sudah masuk kedalam rumah bersama Yuni .
" Biasa masalah ciuman bro , ada yang lihat" kata Tri tersenyum
" Hahaha ... biasa para jomblo emang begitu bro " Kata Tri yang lalu ngobrol bersama para teman nya sambil memangku Akhtar
Disisi lain hantu bocil dan Kunti sedang membantu mencuci piring di dapur bersama Yuni dan mbok Sumi juga mbok inem Agar rumah mereka cepat bersih dan rapi
" Mba makanan nya masih banyak kan " Kata hantu bocil
" Ya cil masih banyak mau ngasih makan teman teman " kata Yuni
" Ya mba sebelum mereka bubar , Ya sudah biar mba masukin dulu kita bungkus satu satu biar ngak repot " kata Yuni Yang lalu menyuruh beberapa anak tetangga untuk menata makanan di ruang tengah .Agar bisa di bungkus untuk para hantu yang minta makan ..
" Mba hantu yang berwajah besar di kasih ngak " kata hantu bocil
" Kasih semua saja biar rata cil , yang penting dia tidak menganggu kita " kata Yuni tak mau pilih kasih Toh sekarang Yuni punya banyak berlian Dan ia bisa menjual berlian nya besok untuk memberi makan para hantu
**************
Pagi ini seperti biasa Yuni sudah di pasar untuk berjualan Sedangkan Akhtar di titipkan Yuni pada Sani di rumah karna mbok Sumi ikut jaga toko Dan Yuni menjual berlian nya ke toko emas yang cukup mahal Agar harga naik
" Total 950 juta bu " Kata kasir menatap Yuni penuh selidik
" Ya mba " Kata Yuni Yang menyisakan sedikit uang dalam kresek hitam nya Karna untuk belanja sepulang dari bank
" Din..... toh ibu ibu kok punya uang banyak sih masa sekali nabung 950 juta nih lihat di tabungan nya aja masih ada 2 milyar Kerja apa sih suaminya Aku curiga kalo dia piara tuyul " kata si kasir berburuk sanga
" Astagfirullah ken, hati hati kalo ngomongin orang liat wajahnya polos gitu pake baju syar ,i gitu masa piara tuyul sih aneh deh kamu ken " omel teman nya geleng geleng kepala
" Lagian aku heran wong kelas pengusaha saja ngak sebanyak gitu Kalo nabung la " kata si kasir lagi .
" Ya mungkin dia ngumpulin tiap bulan kan biar sekalian ngantar nya Tuh lihat jaraknya setahun kan Makanya dia simpan dulu di rumah biar di tabung di bank lebih mudah ngantar nya " Kata teman si kasir berbisik Membuat Yuni yang menunggu hanya diam .Mendengar pembicaraan kedua kasir itu
" Astaga ....ada ada saja mereka " bathin Yuni Yang setelah selesai bergegas pergi Meninggalkan bank Lalu belanja ke supermarket terdekat untuk membelikan susu Akhtar dan jajanan nya Juga susu untuk bayi Devano dan keperluan Yuni yang lain nya
" Mba ini semuanya " kata kasir hampir tak percaya Yuni belanja satu troli penuh Membuat para membeli antri ketika ingin membayar di belakang Yuni
" Iya mba kenapa ada masalah " kata Yuni heran Karna kasir itu melihat Yuni hanya berpakaian biasa dan memakai sandal jepit murahan .
" Ngak papa mba semua nya 2 ,6 juta mba " kata kasir menelisik wajah Yuni
__ADS_1
" Ya " kata Yuni yang membuka kresek hitam dan maju untuk menghitung uang nya .
" Astaga uang nya banyak padahal penampila biasa " Bisik seorang ibu berpakaian PNS
" Iya makanya jangan lihat orang dari penampilan nya " kata teman nya Dan tak lama Yuni bergeser ketika barang nya di packing seorang karyawan toko
" Bu ini mau di taruh di mana ?" kata pria karyawan toko
" Di depan ya mas Sebentar saya panggil taxi dulu " Kata Yuni bergegas keluar supermarket
" Ya bu " Kata karyawan itu membawa kotak kotak dus Yuni di depan toko
Setelah taxi datang Yuni bergegas pulang Dan menurunkan barang barangnya di teras Dan ketika taxi sudah menjauh pergi Yuni langsung memanggil para hantu untuk mengangkat semua barang keruang tengah .
" Wah ....bunda belanja banyak asyik " Teriak Akhtar senang Yang keluar dari kamar bersama Sani yang sedang mengendong bayi Devano Lalu duduk membantu Yuni membuka belanjaan Yuni
" San di kotak itu ada susu buat mu dan Devano lho buka saja " kata Yuni
" Hah..... gue belum dapat pesangon Yun masa gue ngutang lho " kata Sani
" Ngak usah di ganti , gue kasih gratis Kan gue lagi dapat rezeki nomplok " kata Yuni
" Hah .... kok bisa " kata Sani kaget
" Bisa lah " kata Yuni tersenyum
" Apa ?"" kata Sani penasaran
" Ada deh rahasia " Kata Yuni tersenyum Karna tak mungkin ia bercerita pada Sani membidani hantu kunti beranak bisa bisa pingsan Sani mendengarnya .
" Pake rahasia segala sih Yun, bikin aku penasaran aja " Kata Sani
" Akhtar tahu ngak bunda dapat rezeki nomplok " kata Sani
" Tahu ini..... bisa beli beli banyak susu Akhtar pasti di kasih Ayah kan bun " kata Akhtar
" Iya pintar ade " kata Yuni tersenyum Yang mencium pipi Akhtar.
" Sial lho Yun itu mah biasa " kata Sani terkekeh
" Ya tapi kan luar biasa Kalo dapat gepokan nya gede " kata Yuni tersenyum
" Dapat apa de ?" kata Tri Yang tiba tiba muncul bersama Rendi Yang melongo melihat belanjaan Yuni .
__ADS_1