Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 289


__ADS_3

Yuni lalu membawa bayi itu ketoko bajunya bersama Sani Karna kasihan pada bayi mungil itu Lalu memeluknya erat Karna tak tega pada bayi malang itu


Lalu memberinya susu botol yang masih hangat Yang Yuni buat kan dengan sedikit hangat


 " Kasihan ya Yun sini biar aku gendong bayinya " kata Sani Yang ikut sedih mendengar ibu sang bayi meninggal


" Ya maka nya nanti mau aku bawa pulang biar ketemu bapaknya San " kata Yuni


" Buat sama aku saja Yun biar aku rawat buat anak angkat ku " kata Sani


" Ya nanti kita bicarakan sama mas Tri dulu ya " Kata Yuni Yang tahu bayinya ngak rewel


Dan Sani memeluk dan mencium nya Seperti anak nya sendiri lalu sorenya Yuni pulang bersama Sani Bersamaan dengan Tri yang pulang di antar Rendi Yang kaget melihat Sani membawa bayi masih merah


" Anak siapa San ?" kata Rendi


" Anak orang mas, ngak anak siapa ? Tapi mau Sani ambil jadi anak angkat mas " Kata Sani


" Hah..... apa ngak ada bapaknya " kata Rendi


" Lho mau Ren jadi bapaknya makanya langsung nikah besok " kata Tri tersenyum


" Mas itu anak nya Danang " kata Yuni


" Hah ..... Danang ..... Danang siapa ?" kata Rendi kaget


" Danang operator itu lho yang di camp kita . Ayo masuk ade jelasin " Kata Yuni Yang lalu masuk rumah bersama mbok Sani dan Akhtar .


Yuni lalu menceritakan apa yang terjadi Yang membuat Rendi geram Sedangkan Tri hanya bisa mengelus dada .


" Kalo bayi ini di bawa kesana Dia juga tak akan bisa mengasuhnya Tri biar disini sama Sani Kalo Sani mau biar aku jadi bapaknya " Kata Rendi


" Ih mas Rendi bisa saja Ini serius lho mas " Kata Sani


" Ya ngak masalah Apa mau mas seriusi Kalo kita nikah besok "kata Rendi serius


Jleb


Sani langsung terdiam Dan melihat ke arah Yuni


" Mau San kan mas Rendi jomblo " kata Yuni tersenyum

__ADS_1


" Tapi saya janda lho mas "' kata Sani


" Ngak masalah " Kata Rendi santai


" Tuh San, mau aja cuma nikah kan Gampang besok gue bantu kalian bisa tinggal di kamar gue sementara Nanti kalo kami pulang ke jawa Kalian bisa tinggal disini ." Kata Tri


" Hah ... Kan rumahnya berhantu Tri " kata Rendi


" Nanti biar Yuni kasih tahu hantu nya kalo kalian baik sih ngak bakal di ganggu " kata Yuni .


Sani bawa kekamar gih , tuh sudah di siapin mbok Sumi " Kata Yuni


" Ya Yun trimakasih " kata Sani Yang lalu membawa bayi nya ke .kamar .


" Adiknya mana bun " Kata Akhtar yang habis mandi bersama mbok Sumi


" Di kamar , sini pakai baju dulu baru lihat Ade " kata Yuni


Sedangkan Tri dan Rendi Santai duduk di ruang tamu membicarakan masalah Danang Yang kasihan pada ibu si bayi yang meninggal masih di rumah sakit Karna jenazahnya masih belum di kuburkan


Suruh Rudi menghubungi pakai HT Ren Biar turun sama Yusuf Nanti kita bahas di sini Kalo kantor takut akan jadi masalah Takut dia di pecat secara tak hormat " Kata Tri


" Ya kau benar Tri Nanti kasihan lagi anaknya Bila bapaknya tak kerja Biar disini dulu sama Sani " kata Rendi Sambil menghubungi Rudi di mess kantor sampit Untuk menyuruh Danang turun dari camp bersama Yusuf


" Nang ayo ikut ke sampit lho di panggil ke kantor " Kata Yusuf


" Hah ada urusan apa ?" kata Danang


" Mau di pecat kali nang Lho kan suka membantah " Pardi


" Astagfirullah jangan sembarangan lho par " Kata Danang mendelik kesal


" Ya kali saja bisa jadikan " kata Ariesta Yang juga akan ikut karna ingin bertemu Tri dan Akhtar .


" Sudah membahas itu nanti saja Ayo berangkat nang " Kata Yusuf


" Ya aku ambil jaket dulu ya suf ." Kata Danang bergegas masuk kamar


"' Ayo par kita duluan " Kata Ariesta


" Ya ayo , lama nih kita ngak keluar " Kata pardi yang duluan berangkat bersama Ariesta Dan mereka menuju rumah Yuni

__ADS_1


Yusuf dan Danang yang menyusul kekantor Langsung ke kantor sampit Dan menunggu Tri datang ke mess Yang juga di tunggu Rudi .


Karna Tri berubah pikiran mereka pun Memilih bicara di kamar mess Tri Agar tak terjadi keributan Dan Ariesta dan pardi yang ikut mendengarkan cukup .kaget dengan apa yang di cerita Tri Kalo Danang menghamili perempuan tanpa menikahi nya Yang membuat Ariesta shock mendengarnya


" Aku mah ngak kaget ta . Kalo Danang main perempuan Cuma kasihan nya wanita itu sampai di usir keluargganya Saat hamil dia melahirkan dan mati kecelakaan di tabrak orang


Danang yang mendengar itu menangis Karna merasa bersalah


" Begini Tri aku sebenarnya ingin menikahinya dan membawanya kesini Tapi dia sudah tidak ada disana Dan aku bingung Dan akhirnya aku pulang kesini Dan aku tidak tahu kalo di hamil dan mencariku " Isak Danang merasa bersalah


" Lalu bayinya di mana ?" kata Pardi


" Tadinya bayi nya di titipkan di panti asuhan lalu di ambil Yuni dan Sani Dan di bawa pulang karna kasihan " kata Rendi menjelaskan


" Boleh aku bertemu dan melihatnya anakku Tri " Kata Danang masih terisak


" Ya boleh , Tapi besok pagi kau harus mengurus mayat Vani kasihan dia Dia sampai gentayangan begitu Kuburkan biar dia bisa pergi dengan tenang " kata Tri


" Ya Tri ayo aku mau lihat bayi ku dulu v bc" kata Danang Yang lalu menghapus air matanya Dan berdiri untuk keluar dari kamar mess Menuju parkiran motor bersama Yusuf .


Ariesta yang mendengar semua itu pun ikut kerumah Tri lagi Karna ingin melihat bayi Danang


Dirumah Yuni para hantu sedang berkumpul di teras rumah Mereka sedang asyik ngobrol bersama Ketika para teman Tri datang kerumah Membuat hantu bocil kaget Karna di Danang juga ikut ke rumah Tri..


" Ayo masuk dulu, biar aku panggil kan Sani " kata Tri yang lalu masuk ke kamar nya mencari Yuni dan Sani


" Kasih " kata Yuni kaget ketika dari dapur


" Han........... " kata Danang dan Pardi ikut kaget Lalu saling berpelukan ketika terkejut saat Yuni melihat mereka datang bersama


" Han....." kata Danang melihat Yuni benaran seperti hantu dengan baju putih Dan rambut tergerai panjang


" Aaa.........." kata Pardi memeluk erat Danang Yang membuat Yusuf Rendi Ariesta dan Rendi hanya tertawa ngakak Karna keduanya berpelukan erat Karna saking takutnya


" Awas ngompol ya " kata Tri


" Hah ... ngompol " Kata Ariesta Yang makin tergelak beneran Karna Danang ngompol di celana Walau tidak banyak Tapi terlihat jelas Yang membuat kelima pria itu tergelak Menertawakan kan keduanya Sedangkan Yuni ke kamar Menyuruh Sani membawa bayinya ke ruang tamu


" Mana hantu nya , apa sudah pergi? " kata Pardi


" Mau lihat lagi ?" kata Tri terkekeh

__ADS_1


Yang membuat Danang bingung Karna hantu itu sangat persis Yuni .


__ADS_2