
Setelah selesai beres-beres Tri pun istirahat membuat kopi untuk dirinya sendiri Namun tiba tiba ada tangan yang memeluknya dari belakang Yang membuat Tri kaget
" Sheila......!! Apa yang kau lakukan ?" kata Tri kaget Yang menghempas kan cepat tangan Sheila
" Ya ampun santai mas , cuma di peluk kok kaget Ngak ada yang lihat juga kok mas " kata Sheila tersenyum
" Ada allah , kau bisa membohongi semua orang juga dirimu Tapi tidak dengan Allah " kata Tri berlalu pergi Karna risih pada perempuan yang terlalu agresif menurutnya
" Hi...... " batin Tri bergidik ngeri Karna ia tak pernah takut pada hantu Tapi entah mengapa Tri lebih takut pada wanita yang agresif .Karna fitnah besar paling banyak di akhir zaman adalah godaan wanita.
" Tri kok cepat " kata Rendi
" Takut gue Ren, lama lama di dapur Takut ada dedemit " kata Tri
" Hantu Tri ?" kata Rudi
" Mending kalo hantu , ini lebih dari hantu Rud " kata Tri kesal
" Hahaha .....berarti ibu nya hantu dong Tri " kata Rendi
" Ya begitu lah " kata Tri Sambil duduk menyesap kopinya
" Nama nya juga cinta Tri makin di pepet saja lho kalo ngasih hati .Kalo demen dih ngak masalah Tri lho kan kuda super bisa tuh buka cabang " kata Rudi menyindir
" Ck.... buat lho saja sana Aku cukup satu saja itu saja kewalahan Ngak perlu cabang buat nyari sensasi bro Cukup nikmati saja Apa lagi Yuni sudah hamil lagi " kata Tri santai
" Emang bisa di pake , biasa kalo hamil muda rewel kan Tri " kata Rudi
" Emang lho sudah punya bini Rud" kata Tri menatap Rudi
" Pa sugeng yang cerita Bininya dulu suka rewel bahkan minta yang aneh aneh Tri Makanya bikin pa Sugeng gampang emosi " Kata Rudi bercerita
" Rud, istri hamil rewel itu biasa Karna bawaan bayi , Dapat pahala besar menyenangi istri dan menyenangkan hati wanita hamil Kita sebagai suami itu harus nya paham masalah itu Kan dia hamil anak kita Bawa perut 9 bulan makanya wanita punya 3 tingkat diatas pria di mulya Allah Kenapa harus emosi menghadapi istri hamil Pa sugeng yang salah Ya jelas istrinya marah dan di dia tinggal Orang wanita itu memang ingin disayang sayang sama suami Ngak mungkinkan kan dia minta di sayang suami tetangga " kata Tri ngomel
" Hahaha...... betul itu Tri Tuh Rud dengar maka nya kalo mau nikah belajar sabar kaya kita Sudah biasa kalo perempuan itu manja karna kita tulang pungung bukan tulang rusuk Jadi kudu harus sabar " kata Rendi
" Tahu , orang sabar itu di sayang Allah Tapi kok pa Sabar ngak ya " kata Rudi Yang mengalihkan perhatian Tri dan Rendi Karna Yesa dan Sheila keluar menuju kearah mereka
" Mas mau makan di luar ngak Ayo ikut boncengan rame rame " kata Yesa Karna pa Arif dan Pa Andi sudah menunggu di depan
" Ayo mas bareng bareng " kata pa Arif berteriak
__ADS_1
" Kalian saja Ren , mana Sani ?" kata Tri mencari Istri Rendi
" Ya mas bentar Ayo mas Tri ikut juga Biar boncengan bareng bareng " kata Sani keluar sambil menutup .pintu samping kantor
" Pa Andi aku ikut Tapi sama sampean Biar pa Arif sana Sheila ya " kata Tri seraya berdiri
" Ya " kata pa Andi
Membuat Sheila memasang wajah masam Karna Tri menghindarinya yang membuat Sani melirik Sheila Yang cemberut seperti menahan kesal pada Tri
"' Ya ayo kita berangkat " kata Rendi Yang lalu berdiri mengambil motor Dan mereka mencari makan di tempat biasa mereka makan
Di pasar Yuni baru saja selesai membungkus gula Ketika ada seorang pria menyapa Yuni
" Eh bang Tuah apa kabar ?" kata Yuni
" Sehat mba , ini mau beli beras mba ada ngak , Oh ya sudah tahu kan Kalo bang juan jualan di pasar " kata Tuah
" Oh sudah tahu bang. Berasnya berapa kilo bang Tuah ?" kata Yuni tersenyum menatap Tuah Yang juga tersenyum Membuat Anggi melihat itu langsung berbisik
" Mba sudah punya suami kok minta di senyumi cowok lain " kata Anggi
" Dia tahu aku sudah nikah gi , dia senyum sama kamu Kamu mau ngak Tapi agama nya kristen " kata Yuni
" Oh gitu , ya sudah ini tarik gi Biar di bawa abang nya " kata Yuni
" Sudah mba biar saya yang angkut , betapa duit nih " Kata Tuah
" 250 ribu bang " kata Yuni
" Ya ini uangnya pas ya mba . Trimakasih mba " kata Tuah
" Sama sama mas " Kata Anggi menyahuti Tuah yang tersenyum pada Anggi Anggi pun balas tersenyum Karna tadi ia mengira Tuah menggoda Yuni
" Mba lumayan ganteng , aku mau Kalo dia jadi mualaf " kata Anggi .
" Ya suruh jadi mualaf dulu baru nikah Jangan mau pas nikah kamu di tipu beda agama Bisa haram hukum nya " kata Yuni
" Iya juga ya mba " kata Anggi berpikir Karna Yuni sudah memberitahukan nya Karna memang berat bila nikah beda agama Beda sama yang seiman .
" Kalo dia serius lho ladeni gi , Tapi bila buat numpang lewat Lho cuekin saja Ngak usah di tanggapi Takut lho sakit hati " kata Yuni
__ADS_1
" Ya mba ,terimakasih masukan nya " kata Anggi yang lalu melayani seorang ibu pembeli lain
DI warung Tri Rendi dan Rudi juga Yesa dan Sani duduk lesehan menunggu makanan datang Sedangkan pa Arif pa Andi dan Sheila di meja sebelah tak jauh dari meja Tri dan Rudi
Tak lama menunggu seorang pelayan mengantar makanan untuk mereka Yang sudah menunggu Bersamaan rombongan para tamu lain ikut duduk tak jauh dari meja mereka.
" Bu ayam goreng sama ikan bakar ya bu ngak pake lama " kata pria itu memesan makanan
" Ya mas di tunggu ya " kata ibu pemilik warung
" Oh ya bu, Apa mba Yuni masih sering makan disini " kata seorang pria bertanya membuat Tri menoleh pada pemilik suara
" Masih kok mas , Tapi beberapa hari ini lagi repot kali Biasanya pesan makanan disini kok mas " kata ibu pemilik warung membuat Sani dan Yesa juga Sheila saling pandang
" Apa ngak beli hari ini bu, kan biasanya dia banyak tamu " kata pria itu Lagi yang membuat Tri penasaran Lalu bergeser duduk Untuk melihat siapa pemilik suara itu
" Mas tuah " kata Tri ketika melihat jelas pria itu Yang langsung menoleh kepada Tri
" Eh mas Tri apa kabar kok disini Tadi saya belanja sembako di warungnya mba Yuni Kok mas Tri bisa disini " kata Tuah kaget
" Lagi makan siang ." kata Tri membuat semua orang tersenyum pada Tuah
" Kenal mba Yuni mas ?" kata pa Arif
" Ya pa, kita teman baik kerja di sawit kok " jawab Tuah
" Tapi tahu kan kalo mba Yuni istrinya mas Tri " kata pa Arif
" Tahu lah pa , memang kenapa pa ?" kata Juan menatap pa Arif
" Ya saya pikir ngak tahu , kok nanyain bini orang Padahal ada suaminya lho disini " tegur pa Arif
" Maaf pa, kami tidak melihat mas Tri tadi . Mas Tri kami hanya bertanya kabar saja Tidak ada maksud lain " kata Tuah .
" Ya ngak apa apa mas , maaf juga Kalo teman teman saya salah paham ." Kata Tri tak mau ribut Karna tahu Yuni punya banyak teman . Yang membuat Sheila menatap Tri penuh arti
" Mas ngak curiga kalo istri nya ada main di pasar " kata Sheila
" Astagfirullah aladzim La " kata Yesa
kaget Karna Sheila berkata begitu Untuk memanasi Tri
__ADS_1
" Aku mengenal istriku Shel , Dia bukan wanita murahan Yang gampang tergoda pada pria lain atau suami orang " kata Tri Yang membuat Sheila langsung terdiam tak bersuara lagi Dan dua pasang mata hantu mengintip dari jendela .