Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 237


__ADS_3

Setelah pekerjaannya selesai Tri bersiap siap untuk pulang Karna ia tak mau membawa Akhtar pulang kemalaman


" De ayo kita pulang nak " Kata Tri membungkus tubuh Akhtar dengan jaketnya Yang hanya terlihat kepalanya


" Hahaha..... sudah Tri lho duduk saja biar gue yang ikat " Tawa Yusuf Yang menyuruh Tri naik ke motor . Mendudukkan Akhtar ke depannya Lalu mengikat kan tubuh Akhtar pada Tri Agar tidak jatuh menggunakan selendang mbok


"' Le hati hati ya, cah bagus anteng kalo ayah bawa motor ya " Kata mbok mengusap kepala bocah tak berdosa itu


" Ya mbok " kata Akhtar Yang mendapat kan ciuman di keningnya dari mbok


" Tri pulang ya mbok suf , besok kalo ngak repot Aku akan kesini lagi " Kata Tri menatap Yusuf


" Ya hati hati bro , tuh harta lho jangan lengah Bisa bisa di bajak ibunya nanti Dan jatah lho bakal melayang " kata Yusuf mengusap kepala Akhtar


" Itu jelas bro" kata Tri terkekeh


" Pulang om " Kata Akhtar tersenyum


" Ya salam buat bunda ya besok suruh bikin makanan banyak Trus bawa kesini " Kata Yusuf tersenyum


" Modus lho suf " Kata Tri yang membuat Yusuf dan Mbok tertawa


" Hahaha..... bercanda Tri , sudah sana pulang " Kata Yusuf Yang membuat Tri menghidupkan motornya lalu meninggal kan camp Dengan senja yang mulai merangkak naik


*************


Di rumah Yuni gelisah Ia mondar mandir karna Tri belum juga pulang


Ting ......


" Huh...... mereka dalam perjalanan mba " kata hantu bocil kecapean Dan duduk terkapar di lantai


" Kalian baru pulang juga, sana makan sudah mba siapin " kata Yuni


" Kik...... makan .. hihihi ..." Tawa kunti tertawa senang Lalu menghilang ke teras depan Karna Yuni sudah membelikan makanan untuk para hantu itu .Dan bocil pun ikut menghilang menyusul


" Waduh mba sajennya sudah habis " kata mbok Sumi mengintip Makanan yang tadi Yuni taruh di teras pojok habis


" Mbok ngak perlu takut Mereka ngak ganggu kok . Cuma kadang sedikit usil " kata Yuni tersenyum


" Ya mba "kata mbok Sumi Yang percaya rumah itu berhantu dari sejak awal ia datang Namun mbok Sumi dan Yuni yang tinggal disini aman aman saja Hanya kadang para tetangga saja Yang melihat penampakan hantu tanpa sengaja Karna rumah itu rumah milik orang yang juga kena kerusuhan tragedi Dan banyak yang menduga arwah pemilik rumah itu mati bergentayangan .

__ADS_1


Tak lama terdengar suara motor di halaman Yang membuat Yuni bergegas membuka pintu Dan melihat Tri pulang bersama Akhtar


"' Bunda....." Teriak Akhtar dengan senyum mengembang


" Ya Allah anak bunda kok sudah tampan ya Tapi kok di bungkus kaya lemper " kata Yuni terkekeh Yang membuat Tri tersenyum Sambil turun dari motor Lalu memberikan Akhtar pada Yuni Setelah itu Tri menutup pagar


" Kata Ayah biar ngak masuk angin, jadi di bungkus kaya lemper bun. Tadi Akhtar ketemu om Paijo sama teman temannya bun " kata Akhtar Yang bercerita di gendongan sang bunda


" Oh ya ngak nakal kan om paijo Pasti habis pulang berburu " Kata Yuni Lalu membawa Akhtar masuk ke dalam rumah di ikuti Tri yang menutup pintu


" Ngak , tapi Akhtar kasih susu dan roti " kata bocah itu bercerita .


" Mas mau mandi " Kata Yuni .


" Ya " Kata Tri


" Pakaiannya sudah ade siapkan di atas tempat tidur mas " kata Yuni


" Ya terimakasih " kata Tri bergegas masuk kamar mandi Sambil membawa handuk Yang Yuni siapkan


" Akhtar sudah mandi ?" kata Yuni


" Kita makan disini atau mau di dapur " Kata Yuni


" Di sini saja de, biar santai "Kata Tri Yang selesai mandi lalu masuk kamar Untuk berpakaian


" Dia ngak nakal kok , tadi anteng cuma main sama mbok dan Aris " Kata Tri menghampiri Akhtar yang duduk di sofa Sambil memasang baju kaosnya Sedangkan Yuni mengisi piring untuk suami dan anaknya .


" Mas mau sayur apa ? buncis atau kangkung ?" kata Yuni


" Jangan kangkung nanti lemas . Yang lainnya saja " kata Tri


" Mana ada mas, itu cuma mitos Karna banyak zat besinya sama kaya sayur bayam " Kata Yuni terkekeh.


" Ya kan biar mas bisa merapat nanti malam " Kata Tri Membuat mbok Sumi Yang lewat senyum senyum


" Ada ada saja sih mas , tuh di dengar mbok Sumi malu mas " kata Yuni tersenyum Sambil membawa makanan ke meja ruang tengah


" Mbok Sumi juga pernah muda ngak akan iri . Ya kan mbok . Ayo makan mbok bareng bareng " Kata Tri .


" Sudah mas , baru saja selesai Karna kalo habis isya . Mbok biasa langsung tidur mas " Kata mbok Membawa air putih di nampan

__ADS_1


" Bagus lah mbok , biar aman " kata Tri terkekeh


" Mas ......."Kata Yuni mendelikkan matanya pada Tri Yang membuat Tri tambah terkekeh


" Hahaha......wah mba Yuni galak nya mas " Kata mbok


" Galak pas di luar mbok Kalo lagi berdua diam tak bersuara .Kan diam diam menghanyutkan " Kata Tri


" Dih apaan sih mas " Kata Yuni malu


" Apa emang yang hanyut bun ?" Kata Akhtar menyela


" Hahaha....... Akhtar bingung ya de, itu Ayah sama bunda .Mau bikin ade bayi buat de Akhtar .Biar ada teman nya " kata mbok Yang duduk membersihkan mulut Akhtar dengan tissue .


" Asyik ..... yang banyak ya yah biar kaya om Paijo banyak temannya " Kata Akhtar senang


" Waduh .....de masa bunda di samain Sama Browni kan brojol nya cuma satu ngak mungkin sepuluh nak " Kata Yuni terkekeh sambil menatap Tri


" Kan bisa tiap tahun de " Kata Tri tersenyum Sambil memainkan alisnya


" Mas cukup dua saja , Yang penting bisa sekolah dan kuliah juga kerja . Negara lagi banyak hutang Tapi rakyat yang sengsara .Jaman dulu iya punya anak banyak bisa sampai 15 Karna populasi nya masih kurang Dan mudah cari kerja Nah jaman sekarang sudah padat mas Anak banyak bukan nya bertangung jawab malah cari bini lagi " Kata Yuni panjang lebar


" Hahaha...... " gelak Tri pun membahana mendengar istrinya itu protes Dengan wajah cemberut sambil makan


" Kan Akhtar cuma bercanda de , ya ngak mungkin juga kan bisa langsung banyak Ngak usah diambil hati de " Kata Tri tertawa sambil mengusap pungung Yuni .


"' Iya mba, betul itu . Tapi kok bisa ya orang jaman dulu punya anak banyak ngak pake repot Jaman sekarang ini mba Banyak yang ngak mau melahirkan normal. Mintanya di caesar dan ngak pengen sakit " Kata mbok Sumi .


" Mbok Sumi punya anak berapa mbok ? " kata Tri


" Dua mas, sudah kerja semua di perusahaan Yang satu sudah punya istri Dan yang satunya masih lajang Tapi jarang pulang Mbok tinggal sendiri di rumah Tapi karna bantu bantu mba Yuni Rumahnya mbok kontrakan saja Kan lumayan buat tabungan " Kata mbok Sumi


" Ya mbok betul itu, dari pada kosong mending di kontrakan Dan mbok juga dapat gaji dari pada nganggur ya kan mbok " kata Tri.


"' Ya mas, dari pada ngerumpi ngak ada hasilnya mending kerja cari duit " kata mbok Sumi Yang lalu mengambil air putih buat Akhtar.


" Ya mbok , itu lebih baik Karna memang jadi manusia harus bermanfaat Kalo tidak bisa membantu orang lain Paling tidak buat diri kita sendiri .Agar tak merepotkan orang lain " Kata Yuni Yang memberikan gelas air putih pada suaminya .


"' Ya itu benar, Kalian wanita wanita hebat yang punya pemikiran begitu. Tidak banyak wanita yang bisa berpikiran seperti itu Karna mereka ingin ber leha leha .Apalagi di kota besar Karna kebanyakan dari mereka mengejar uang untuk gaya hidup " Kata Tri


Yang membuat barisan para hantu mengangguk angguk mendengarnya Duduk berbaris di pojok ruangan tengah Yang membuat Akhtar tersenyum Ketika melihat mereka berkumpul rapi Mendengar kan Ayah dan bundanya ngobrol bersama mbok Sumi .

__ADS_1


__ADS_2