Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 226


__ADS_3

Tri sholat dengan khusuk begitu juga saat ia berdoa Dan setelah selesai berdoa Tri melirik bocah mungil di sebelahnya itu yang khusuk berdoa


" Ya allah beri kesehatan buat Akhtar bunda dan Ayah , suruh ayah cepat pulang ya Akhtar kangen dan rindu banget sama Ayah ya Allah juga beri Ayah kesehatan biar bisa ingat Akhtar


" kata bocah itu pelan yang membuat hati Tri tersentuh lalu tersenyum


Deg........


Ade bukan nya yang pernah jatuh malam malam itu kan " kata Tri menatap lekat wajah imut itu


" Eh ... Iya om yang waktu itu di yogya kan Terimakasih ya om ..... " kata Akhtar tersenyum


" Nama nya siapa ya " kata Tri mengusap kepala Akhtar lembut


" Akhtar om , umur 1 tahun setengah belum cekolah " kata Akhtar membuat Tri terkekeh


" Om awas ada hantu melotot tuh " tunjuk Akhtar pada Rendi Yang mendelikkan matanya Membuat Tri tergelak Ketika bubar dan menyalami para jemaah


" Wah Akhtar sama Ayah ya " kata imam masjid itu tersenyum pada Tri


Deg .........


Tri hanya mengangguk dan tersenyum Karna orang mengira bocah itu anak nya Dan Akhtar mendongak pada Tri


" Om mirip ayah Akhtar " kata bocah itu lagi mengingat kan Tri pada kehamilan Yuni


" Ya mungkin kebetulan .mirip Ya sudah ya om pulang " kata Tri turun tangga Dan Rendi lagi lagi mendelik pada Akhtar


" Om ada hantu tuh " kata Akhtar menunjuk bangku bergoyang di depan masjid


" Hi.........seram " kata Rendi


" Hehehe........sudah sana pulang nanti di cari bunda nya lho " kata Tri terkekeh karna tahu Akhtar mengusili Rendi


" Heh.... dasar bocil lho usil ya " kata Rendi


" Hahaha..... Habisnya om nakal " kata bocah itu menaiki sepeda mungil nya pergi menjauh mengayuh sepedanya


" Gitu tuh anak ngak punya bapa ngak punya sopan santun , orang tua di kerjain " kata Rendi


" Dia punya bapa Ren tapi bapa nya pergi jauh Mungkin seperti karyawan kita yang meninggal anak istrinya di rumah Dan hanya pulang setahun sekali" kata Tri


" Tahu dari mana ?" kata Tri


" Tadi dia berdoa meminta ayah nya cepat pulang " kata Tri sambil memasang sendal dan berjalan pulang

__ADS_1


" Masa sih yang kudengar dari orang ibu nya janda , Tapi aku juga belum pernah ketemu " kata Rendi


" Ya anak seusia itu aktif aktifnya Rendi Dan umurnya 1 tahun setengah dan anak itu terlihat cerdas dan pintar Wajar dia usil Karna dia melampiaskan rasa keingintahuan nya pada orang dewasa " kata Tri


" Oh gitu tapi jarang ada anak kecil selincah itu " kata Rendi


" Ya itu tadi dia jadi usil karna dia ingin mengekspresikan kenakalan nya dengan menjahili orang " kata Tri


" Bisa jadi ayo kita makan " Kata Rendi Yang langsung masuk menuju dapur Ketika mereka sampai di kantor Yang di ikuti Tri dari belakang .


************


Malam terasa dingin ketika Tri keluar untuk membeli martabak. Karna ia ingin mencari cemilan di dekat pasar pinggir sungai mentaya yang sangat ramai Dan tanpa sengaja Tri menangkap sosok bocah kecil yang berlari di kejar seorang wanita yang membuat Tri tersenyum Karna wanita itu terlihat Anggun mengunakan hijab.


" Akhtar cepat pulang nak, ini sudah malam " kata wanita itu menangkap Akhtar yang tertawa senang Yang membuat Tri turun dari motor dan menatap Wanita itu memeluk dan mencium Akhtar dengan terkekeh lalu Tri melangkah ingin mendekatinya ketika wanita itu berbalik ......


Deg.....


Tri langsung terpaku mematung menatap nanar wanita yang mirip Yuni dengan senyum nya yang khas Lalu Tri berbalik cepat menuju motor nya Karna merasa kan gemuruh di dadanya .


" Itu tak mungkin ade kan " kata Tri dengan mata berkaca kaca Mengingat ucapan Akhtar padanya yang mengatakan dirinya mirip Ayah nya dan umur Akhtar persis sama dengan usia anak nya Yang ikut pergi bersama Yuni


Tri terdiam mengingat Yuni Lalu duduk di pinggir tratoar Sambil menunduk lesu mengeluarkan air matanya karna sedih Mengingat kembali kejadian itu


" Maaf kan mas de, besok mas akan kesana " kata Tri yang setiba nya di Sampit ia belum sempat mengunjungi makam Yuni .


" Ya Rabb , kenapa kau buka luka itu Kenapa aku harus kembali kesini Apa mau mu ya allah .Tidak cukup kah kau menyiksa hati dan batinku " kata Tri tengkurap memeluk bantal nya Sambil terisak Menahan segala kerinduannya .


Hingga tak terasa ia tertidur sampai subuh saat adzan berkumandang .


************


Siang nya setelah semua pekerjaannya beres dan makan siang Tri izin ingin keluar Karna ia berniat mengunjungi makam Yuni Dan Tri menyempatkan diri ke pasar membeli bunga untuk di taburkan diatas makam Yuni nanti


" Alhamdulilah sudah dapat oh ya aku lupa memesan batu nisan Tapi nanti saja Biar aku kesana dulu " kata Tri bicara sendiri Karna sekalian ia membeli oleh oleh untuk om Lery paman Yuni .


Dan setelah selesai ia menuju rumah Lery Karna memang Yuni di makam kan di Samping rumah Lery .


Setibanya di rumah Lery Tri memikirkan motornya di depan teras lalu menunju Samping rumah menuju makam Yuni Karna rumah Lery terlihat sepi Jadi ia memilih ke makam lebih dulu


Deg........


" Astagfirullah aladzim " Kata Tri kaget melihat tanah itu rata tak ada gundukan tanah atau pun batu nisan juga bekas pemakaman Yang membuat Tri bingung


" Ada apa ini di mana makam ade ?" kata Tri yang berbalik lalu melangkah ke rumah Lery Naik keteras dan mengetuk pintu .

__ADS_1


Tok......tok.....tok.......


" Om Lery...... om ........" kata Tri menggedor gedor pintu rumah itu Cukup lama ia mengetuk pintu Namun tak ada sahutan Yang membuat Tri putus asa dan bingung


" Om........ ". Ketuk Tri lagi


Clek..........kret...........


Pintu pun terbuka dan Lery kaget melihat Tri datang Setelah lama menghilang tanpa kabar berita .


" Om maaf " kata Tri


Plak........ Plak........


Dua tamparan melayang di pipi Tri yang membuat Tri terdiam mematung


" Kenapa baru datang sekarang ?'" kata Lery menatap Tri


" Maaf om Tri ..... pindah tugas mendadak saat itu jadi ......"


" Lalu mau apa kesini ?" kata Lery


" Kemana makam Yuni di pindah kan om Tri ingin menengok nya ." kata Tri terduduk lemas


" Tidak ada yang memindahkan nya Dia bangkit sendiri dari kubur " kata Lery


" Astagfirullah om jangan bercanda Tri serius ingin menengok makam nya .Di mana om memindahkan nya " kata Tri serius


" Apa kau berharap dia mati Tri " kata Lery menatap Tri


" Om ......." kata Tri yang belum mencerna perkataan Lery Lalu berpikir sesaat dan menatap Tri


" Apa maksud om " kata Tri


" Apa kau bodoh hah Apa kau lupa aku menyuruh mu datang jam 12 malam saat itu Kenapa kau tidak datang hah .... Kau membuat nya sekarat kedinginan di bawah tanah hampir mati " kata Lery


Jedar..............


" Apa maksud om ?" kata Tri makin kaget


" Apa maksud ku Apa kau tidak tahu dia masih hidup . Kau mengubur istrimu hidup hidup bersama anak mu . Lalu kemana kau slama ini pergi meninggal nya dia hamil Juga membesarkan anak nya sendiri Dasar pria bodoh " dumel Lery kesal


Duar.............


Serasa ada batu menghantam tubuh Tri Ketika Lery mengatakan Yuni masih hidup Yang membuat Tri diam tak bersuara.

__ADS_1


" Yuni masih hidup om" kata Tri lirih


" Iya bodoh apa kau tuli " kata Lery mentoyor kepala Tri Membuat perasaan di hati Tri campur aduk Apa lagi mengingat Akhtar anak itu wanita itu .......


__ADS_2