Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 311


__ADS_3

Yuni yang melihat tingkah putranya itu hanya tersenyum Karna Akhtar bergaya sok tahu seakan dia tahu asal duit sang bunda


" Dari mana tar ?" kata Ariesta penasaran


" Dari kebun belakang kan bunda nanam pohon duit " kata Akhtar polos


" Astaga mana ada tar , itu pohon singkong ngak ada duitnya " kata Sani tertawa


" Lah kalo singkong nya di jual jadi duit tante " jawab Akhtar


" Betul ....anak pintar, singkong sama pucuk nya bisa jadi duit ya tar kalo di jual Ngak salah itu mba Akhtar benar kok " kata Yusuf tertawa


" Hahaha bisa mati berdiri kita suf kalo kalah debat sama tuh bocah Ada saja jawaban nya " kata Rendi


" Siapa dulu , kan anak ayah ya de " kata Tri mengelus kepala Akhtar


" Iya dong kan bunda juga kerja nyari duit sedekah dan menolong orang Jadi duitnya beranak om . Kan bunda juga berbisnis sama Allah Kalo modal nya seribu jadi 100 ribu " Kata Akhtar


" Yup bagus itu de, Akhtar pintar makanya duitnya bunda ngak habis habis Ayah aja kalah tuh padahal kerja tanpa libur " Kata Ariesta menimpali


" Iya dompet gue kosong nih " kata Tri pamer


" Hahaha ...... Yang bikin kosong bini ngak masalah kan Tri Ketimbang gue jomlo Tri " kata Pardi


" Ya makanya cepat nyari par biar dompet lho bisa di kosong kan " kata Rudi tertawa


" Iya dong ,makanya ini gue tumpuk dulu pake modal " kata Pardi


Membuat semua orang bisa memaklumi Bila tak semuanya dari mereka sudah menikah Karna slalu sibuk bekerja Yang membuat Tri bersyukur bila ia sudah punya istri dan anak Bahkan sudah nambah lagi Biar tidak keburu tua untuk menimang cucu kelak .


Yuni yang mendengar obrolan para teman teman nya Hanya bisa tersenyum dan jadi pendengar setia saja Dan duduk tenang di samping Tri dan diapit Sani dan Akhtar


" De mereka mau pulang habis ini bisa bungkus buat mbok ngak ?" kata Tri menatap Yuni


" Kalo itu sudah di siapin mas dari tadi sama mba Yuni " kata mbok Sumi


" Alhamdulilah , berarti boleh nih yang ada kita bungkus mba " kata Yusuf

__ADS_1


" Boleh kok itu satenya juga boleh " kata Yuni Yang sudah menyisihkan sebagian untuk besok pagi


Sedangkan di rumah emak Kunti Para hantu berjejer rapi duduk terkapar Setelah makan kekenyangan Dan masih banyak sisa di panci panci besar Untuk besok pagi


" Wah .... Ini besok bisa di hangatkan mak Kaya mba Yuni pake kompor " kata hantu bocil .


" Ya taruh di tungku saja sana biar hangat kan baranya dari batu " kata hantu tanpa kepala


" Ya betul itu besok bisa buat kita sarapan .Malam ini biar om jawa yang pulang sama om hantu wajah besar Untuk jaga jaga rumah " kata hantu bocil


" Ya bang biar aman " kata ketua hantu tanpa kepala Yang tiduran di tikar


**********


Di sebuah rumah warga dua wanita bertetangga sedang saling tatap Karna tadi sore mereka di kejar para hantu lagi Yang membuat kaki mereka sampai berdarah karna lari menabrak batu kerikil


" Apa hantu itu memang penjaga rumah itu " kata Wanita satunya


" Seperti nya begitu mba Yuni kok ngak takut sama hantu ya " Kata teman nya


Itu jelas Karna mereka sepertinya sudah terbiasa sama mba Yuni " kata wanita itu


Brak...........


" Apa itu " kata kedua wanita itu kaget dan mereka menengoknya kedapur


" Aaaa........kebakaran ...........kebakaran " Teriak mereka kalang kabut Sedangkan hantu wajah besar menjauh Karna kesal mendengar niat jahat kedua wanita itu


Lalu hantu wajah besar tiduran santai sambil melihat kobaran api melahap rumah salah satu dari wanita itu Yang membuat warga panik Karna sebagian rumah terbuat memang dari papan kayu


" Untung jauh jadi mba Yuni ngak dengar" kata hantu itu tersenyum duduk santai diatas pohon randu tak jauh dari rumah Yuni yang juga rimbun tertutup pohon kersen Sebagai peneduh teras


Di dalam rumah Yuni sedang membungkus bingkisan untuk mbok di camp Yang membuat Ariesta senang ..Ferdi juga dapat bagian untuk istri nya dirumah


" Yang ini buat kalian bagi bagi ya di sana " kata Yuni


Siap mba " Kata Yusuf dan Ariesta Yang membawa plastik besar di bantu Adi dan Febri

__ADS_1


" Wah kita kaya orang pulang memborong makanan saja " kata Beni


" Dih ikutan , kalian kan pulang nya besok " kata Pardi


" Iya tapi juga perlu juga snack buat di kamar buat mengganjal perut" kata Beni


" Bengkel perut Ben, kan kita mekanik Jadi nih perut perlu di isi baut " Kata Anton tersenyum


" Terserah ayo pulang , mumpung belum malam Takut ada yang ikut nanti Kalo kemalaman " kata Yusuf


" Ya anak buah nya mba Yuni tuh Kalo malam suka jalan jalan di kebun sawit " kata Pardi


" Hah.....anak buah apa , emang punya anak buah mba " kata Anton serius Yang membuat semua orang tertawa Karna di camp bukan hal aneh bila ada hantu Dan mereka menjuluki nya anak buah nya Yuni Karna bila hantu itu muncul Mereka akan mengacam akan melaporkan para hantu usil pada Yuni Hingga para hantu tak berani menganggu


Yuni yang mendengar hal itu hanya tersenyum Karna pastinya para hantu mengenalinya dari dulu Hingga tak brani lagi mengusik karyawan di camp


Dan setelah puas ngobrol para pria pun langsung pamit setelah urusan mereka selesai Bersamaan para warga yang terlihat sibuk dari kejauhan


" Ada apa ya mas kok kaya ramai disana ?" kata Yuni


" Mungkin mereka lagi ada rapat de " kata Tri Yang tak ngeh Karna api sudah padam setelah di kepung warga dengan selang air satu komplek


" Ya sudah ayo masuk Ini sudah malam " kata Tri


" Iya tuh paling lagi ada kumpul kumpul warga Yun " kata Rendi


" Ya sudah ayo masuk , ngak ikut ngak apa apa mas Kan ngak ada undangan nya Jadi bisa santai Toh Yuni .juga sudah bayar rutin kok titip sama pa haji " kata Yuni


" Ya de, ayo kita masuk , ayo de sini bobo sama ayah " kata Tri mengendong Akhtar sambil tersenyum dan mencium pipi nya Karna putranya itu semakin pintar dan tambah chubby saja pipinya .


" Cie yang disayang ayah, besok ada yang lain kalah saing dong " Kata Rendi


" Kan Akhtar sudah besar om , gantian sama ade " jawab Akhtar tersenyum


" Benar ngak bakal iri ?" kata Rendi


" Ngak lah Akhtar kan mau sekolah ya yah " kata Akhtar tersenyum

__ADS_1


" Iya lah " kata Tri mengendong Akhtar sambil merangkul Yuni Lalu mereka masuk Dan Rendi langsung mengunci pintu rapat Agar aman tak ada orang masuk


" Kret ........" terdengar pintu terbuka di dapur membuat mbok kaget .


__ADS_2