
Yuni pergi kekantin lebih dulu untuk sarapan .Sambil memperhatikan Baron Yang terlihat ngobrol bersama teman temannya
" Yuni lihat apa " kata Sani .
" Tuh pria yang kemaren " kata Yuni Yang kaget ada yang menepuk bahunya Dan ketika ia melihat kesamping
" Hih......" kata Yuni kaget Ada hantu bocil duduk di samping nya .
" Lapar " bisik bocil
" Nih " kata Yuni mengeser ompreng nya pada bocil Karna ia baru saja mau makan Dan hantu bocil langsung menghabiskan nya dengan cepat Dan Sani tak menyadarinya Karna hanya fokus pada makanan nya
" Sudah pergi sana " kata Yuni pelan
" Kenapa Yun " kata Sani menoleh
" Oh ngak mau tambah nasi kok " kata Yuni beranjak mengambil nasi sedikit dan lauknya Karna ia belum sarapan
" Kecil kecil badanya , makannya banyak juga ya " tegur seorang staf pada Yuni
" Ya mba, dari pada mubazir kan biar saya makan Kerja lapangan sama di kantor kan beda " kata Yuni memberi alasan
" Oh ya , tapi kaya nya mba Yuni enjoy tuh Apa karna kumpul sama mekanik " kata staf itu menatap mata Yuni
" Iya kali mba , karna kita bisa sharing " kata Yuni santai Yang kembali duduk di sebelah Sani Dan wanita itu juga ikut duduk di depan Yuni dan Sani
" Hai mba Ut , kok sendiri tumben ngak sama mas Wandi " kata Sani
" Pacarnya mas Wandi ?" kata Yuni melirik Sani
" Ya begitulah Yun, baru jadian beberapa minggu ini " kata Sani menyindir
" Oh ya slamat ya mba Semoga berakhir ke pelaminan " kata Yuni
" Hehehe ..... trimakasih kok kalian ngak gabung di sana " kata Utari menatap Yuni dan Sani bergantian
" Kita memang nyari yang sepi mba " kata Sani Yang melihat seorang pria berjalan Menuju kearah Baron .
" Mana orang nya " Kata pria itu pada Baron
" Tuh pa disana pa " kata Baron menujuk kearah Sani dan Yuni juga Utari Dan pria itu menghampiri ketiga Gadis Yang sedang asyik makan itu
" Apa kau yang bernama Yuni " kata Pria itu menatap Sani tajam
" Saya Yuni ada masalah pa Leo yang terhormat " kata Yuni menatap pria itu
" Kau........" kata pa Leo kaget tak mengira Kalo gadis di depan nya itu Yuni yang sama Dengan audit yang ditugaskan di kantor nya
" Rupa nya pa Leo masih hidup , aku pikir masih sekarat Kita impas kan pa Rupanya takdir membawa kita bertemu lagi " kata Yuni Yang membuat wajah pria itu pias Karna tak menyangka bertemu dengan Yuni lagi Setelah ia menabraknya
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan disini " kata pa Leo dengan sedikit gemetaran
" Meluruskan yang bengkok Dan itu juga untuk membuka mata para karyawan Kalo mereka kerja bukan untuk diperas" kata Yuni tersenyum
" Aku tak tahu masalah itu" kata pa Leo
" Oh ya tadi pa Leo bersemangat menemui saya Apa ada yang penting " kata Yuni
" Tidak , maaf saya mungkin salah orang Karna tadi ingin bertemu orang pengawas baru dari jakarta " kata pa Leo gugup
" Lah kan pengawas lapangan nya mba Yuni ini pa Leo . Jadi pa Leo bisa langsung bicara saja " kata Utari
" Oh maaf saya tidak tahu kalo .dia pengawas yang di kirim dari jakarta Kalo begitu saya permisi " kata pa Leo Karna ia tak mungkin bisa berkutik dengan gadis itu Lalu pria itu bergegas pergi Meninggalkan Yuni Sani Dan juga Utari yang bingung melihat pria itu seperti tergesa gesa keluar dari kantin
" Lho kok ngak jadi pa " Baron menegur Leo
" Dia bukan pengawas biasa , Jadi jangan bawa bawa saya Bilang saja kau tidak tahu Dan mulai sekarang kita tak berhubungan dulu sampai dia kembali ke jakarta . Dan tutup mulut mu !!!" kata pa Leo bergegas pergi setelah bicara pada Baron
" Astaga kenapa pa Leo ketakutan begitu aneh .. " kata Baron heran
" Jelas ia takut , karna tahu dia bakal di pecat " kata Wandi
" Hah . .. kok bisa mas " kata Baron
" Tahu lah, lihat mba Yuni saja dia gemetaran Apa lagi lho yang kaki tangan nya " kata Wandi Yang sempat mendengar pembicaraan Yuni dan pa Leo sekilas Hingga pria itu cepat cepat pergi
" Ya sana !! Pantas saja mba Yuni santai , rupanya ia sudah tahu siapa pa Leo Dan antek anteknya Alhamdulilah aman juga akhirnya " Kata Wandi melihat pa Leo dan Baron ketakutan Dan Wandi sedikit tenang Dengan kehadiran Yuni sebagai pengawas di lapangan Apalagi para sopir tidak berani bertingkah lagi Setelah kemaren mereka melihat Baron di hajar Tri
Wandi lalu kembali kekantin Hati nya cukup lega Karna kini pa Arif sudah mulai terbuka atas kehadiran Yuni Yang ikut membantunya Mungkin Yuni terlihat gadis biasa saja Tapi dilihat cara nya bersikap tenang Terlihat gadis itu cukup berpengalaman dalam bekerja .
*********
Disisi lain Tri sedang asyik memeriksa mesin di bengkel Ketika Ferdi menghampirinya
" Kang yang di hutan mogok satu , aku Yang kesana ya " kata Ferdi
" Ya terserah , kalo ngak mau nanti biar di ganti Yusuf " kata Tri
" Ya jelas mau kang, Bang Ferdi kan mau kehutan cari mangsa , ada janda bohay tuh jadi tukang masak yang baru di kirim " Sindir Adi
" Cih...... asal lho di gue kerja bukan membual " kata Ferdi sewot
" Hahaha..... bercanda bang, kang... kang usuf dapat gebetan ngak disana kemaren " kata Adi
" Ngak di ...tuh kang Tri yang dapat gebetan kencan mulu dia Biar kerja masih bisa indehoy " Sindir Yusuf
" Mulut mu suf asal , bohong itu di Jangan di tanggapi Lho yang lagi sama mba Sani kok gue yang jadi sasaran suf suf " Kata Tri mengomel
" Hahaha ....... tapi pengen lagi kan kesana " kata Yusuf mengedipkan matanya
__ADS_1
" Sialan lho suf , ngak usah bikin rusuh . Fokus aja kerja " kata Tri
" Ya kang maaf , bercanda baper aja bawaan nya Lagi datang bulan ya kang " Kata Yusuf makin mengoda .
Membuat Tri melempar kampas rem bekas pada Yusuf
Plug...........
" Hahaha......yah kang ngak usah anarkis juga kali ku maha atuh si akang " kata Yusuf protes .
" Salah sendiri mulut kok ember " kata Tri kesal
" Hahaha.....wah suf cari perkara lho ya Jangan macam macam suf Kang Tri kepala mekanik Pangkat lho bisa bergeser nanti ke bang Ferdi " kata Adi
" Hah......waduh..... Pelanggaran pake ancaman tuh. Ya deh maaf " kata Yusuf mengusap bahu Tri
" Ngak usah lebay kerja sana !!! bisa gue pecat tenan iki bocah " kata Tri kesal Yang tahu Yusuf sengaja mengodanya
" Ya kang siap " Kata Yusuf Lalu mengambil peralatannya Dan mulai bekerja
Membuat Ferdi heran pada tingkah dua temannya itu Ferdi lalu melirik Tri yang serius bekerja Begitu juga dengan Yusuf Sedang Adi duduk santai menunggu instruksi Ferdi
" Ayo di , tuh traktornya sudah datang " kata Ferdi
" Ya bang, kang kita berangkat ya " pamit Adi
" Ya hati hati " kata Tri menatap Ferdi Yang membawa peralatan nya naik ke traktor Pardi
" Kang Tri ngak ke hutan Fer, tumben lho yang turun tangan " kata Pardi
" Aku yang minta biar dia standby di bengkel saja " kata Ferdi Yang merasa curiga pada Tri Seperti menyembunyikan sesuatu Dan Ferdi tahu Kalo pernikahan nya dengan Yuni sengaja Tri sembunyi kan . Karna tak ingin orang tahu banyak tentang hubungan nya dengan Yuni .
Sedangkan Tri asyik mengotak atik mesin nya Yang membuat Yusuf sesekali memperhatikan nya Yang terlihat serius
" Kok ngak cerita Ferdi kang Kalo Yuni ada di sini " kata Yusuf
" Kau gila apa kau ingin membuat keributan " kata Tri
" Lah kan sudah nikah kang Ngak mungkin dia macam macam sama mba Yuni " kata Yusuf
" Belum tentu air yang tenang itu tak ada buaya nya suf . Di balik ketenangan Ferdi dia menyimpan kemarahan dan dendam . Jadi ku harap kau pikirkan itu baik baik " kata Tri
" Iya kang tapi ngak mungkin kan dia nekat " kata Yusuf
" Kau belum mengenal Ferdi dengan baik suf " kata Tri
" Iya kang tapi......." kata Yusuf
" Sudah kerja !!!" kata Tri yang tak mau ribut dengan asisten nya itu
__ADS_1