
Ervan yang duduk dikursi pendamping tak sabar ingin memeluk istrinya yang mendapat predikat cumlaude tahun ini pasti merasa bahagia.
Acara pun berakhir dengan sesi foto-foto dan acara bebas. Riri menghubungi suaminya agar mendekat ke arahnya. Tak lama kemudian suaminya dan Abel nampak mendekati Riri.
"Massss..." Riri berhambur memeluk suaminya, tidak merasa malu karena banyak wisudawan melakukan hal yang sama.
"Selamat ya sayang, kamu hebat..." Kata Ervan memeluk istrinya dan mecium pelipisnya. Riri terharu dan menitihkan air mata bahagia. Kini Keduanya melepaskan pelukan.
"Happy graduation istriku cantik...." Ervan memberikan bucket bunga yang tadi di simpan di balik punggungnya.
"Makasih Mas...." Riri sangat senang mencium bunga mawar Kuning dari suaminya.
"Selamat ya Mama cantik..." Abel juga memberikan bucket kecil berisi coklat.
"Makasih sayang...." Riri memeluk anaknya.
"Ma, Abel mau makan dulu sama eyang..." Kata Abel menunjuk Bu Sinta dan Pak Saiful.
Riri menganguk dan Abel bergegas meninggalkan kedua orang tuanya.
"Riri .." Sapa seseorang lelaki. Riri menoleh.
"Kak Anton...." Balas Riri.
"Selamat ya jadi cumlaude lagi hamil pula..." katanya memberi bucket bunga kecil pada Riri.
"Makasih Kak..." Balas Riri pada alumni ketua UKM nya pernah ikuti.
"Ehem ehem...." Dehem Ervan masih saja merasa cemburu melihat istrinya berbicara dengan lawan jenis. Ervan dengan sigap memperkenalkan diri sebagai suami Riri dan akhirnya teman Riri itu pun pergi.
Tak lama berselang, laki-laki lain yang juga wisudawan memberikan selamat pada Riri dan memberi lagi bucket bunga. Ervan mengambil tindakan yang sama seperti laki-laki pertama tadi hingga sampai detik ini ada enam lelaki yang memberi selamat kepada Riri lengkap dengan membawa bucket bunganya. Ervan tidak menyangka banyak juga pengemar istrinya dikampus. Dengan terpaksa Ervan membawakan semua bucket bunga pemberian semua orang yang dibawa istrinya.
"Riri..." Sapa Rika langsung memeluk Riri yang akhirnya bertemu ditengah ribuan orang.
"Selamat ya Ri jadi lulusan terbaik...." Kata Rika senang dan semangat.
"Selamat juga ya Rika...." Kata Ervan pada Rika.
"Terima kasih Mas..." Balas Rika, merasa senang juga sahabatnya bahagia dengan Ervan.
Datang lagi lelaki yang sangat dikenal keduanya.
"Akhirnya ketemu juga yang dicari..." Seru Adrian pada Riri dan Ervan.
"Pak Adrian, kangen sama bapak....." Teriak Rika heboh,
Dengan cepat Rika mengambil ponsel berswafoto dengan dosen kesayangannya itu. Adrian hanya senyum-senyum saja sudah terbiasa dengan ulah Mahasiswa yang seperti itu.
"Rika kamu kok amis sih..." Seru Adrian.
"Masa sih Pak...." Rika mengendus badannya merasa malu.
__ADS_1
"Amiss you too maksudnya..." Balas Adrian.
Rika tertawa sudah biasa dengan candaan dosennya.
"Inget kesini sama istri bro..." Goda Ervan.
"Hahahahaha.... Kalau mau jualan bucket bunga diluar bro." Adrian malah Balas mengejek Ervan yang membawa banyak bucket bunga.
"Ngolok aja terus...." Kata Ervan.
Rika meminta pamit kepada semua orang untuk bertemu dengan keluarganya dan berlalu meninggalkan ketiga orang itu.
"Selamat ya lulusan cumlaude...." Kata Adrian pada Riri juga membawa bucket bunga Lily besar yang ukurannya paling besar dibandingkan yang lain.
"Bunganya besar, makasih ya Pak, Kak Tiara mana Pak..." Seru Riri senang dengan bunganya.
"Dia di toilet..." Balas Adrian. "Pak ayo Foto..." Seru Riri lagi semangat berswafoto bertiga.
"Pak Adrian disini, Pak foto Pak..." Seru salah satu mahasiswa dengan cepat Mahasiswa yang lain berkerumun berfoto bersama.
"Eh, Kalian jangan dekat-dekat sama dosen kalian itu, Bahaya! istrinya galak loh..." Goda Ervan pada Mahasiswi yang mengerumuni Adrian minta bergantian berfoto.
"Nggak usah didengerin, orang itu cuma iri...." Seru Adrian menunjuk Ervan. Masih meladeni Mahasiswi yang ingin berfoto.
"Bagus ya, teruskan sayang...." Seru Tiara yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
"Kalian!!!" menunjuk semua Mahasiswi. "Bubar semuanya JANGAN kerumuni suami SAYA!" Kata Tiara dengan garang yang membuat semua mahasiswa kabur berjalan cepat menjauh.
Adrian mengelus keningnya yang tidak gatal karena sudah mulai memahami sifat istrinya.
"Tuh sayang, dengerin kata Riri..." Bela Adrian.
"Kali ini aku diam aja lah..." Kata Ervan menyindir Adrian.
"Ya, Ya, Riri selamat ya..." Ujar Tiara mulai tenang memeluk Riri.
"Makasih Kak..." Balas Riri membalas pelukan dan cium pipi kanan kiri.
Mereka juga saling berfoto kemudian membubarkan diri hendak menuju keluar gedung acara karena Ervan takut Riri merasa terlalu lelah.
"Sini bunganya..." Ervan merampas bunga dari Adrian yang terus dipegang Riri denda bahagia sepanjang jalan menuju keluar gedung.
"Mas Riri suka bunganya yang itu...." Kata Riri merengek cemburut.
"Pegang yang ini..." Kata Ervan mengambil dari tumpukan bunga di tangannya bunga mawar Kuning pemberiannya.
Riri pun tersenyum tahu kalau suaminya memang selalu saja cemburu.
"Ini yang paling Riri suka..." Kata Riri memuji pemberian suaminya. Dengan cepat senyum mengembang dibibir Ervan.
Kini Riri mencium punggung tangan bapak ibunya dan memeluk kedua orang tuanya bergantian sambil meneteskan air mata bahagia.
__ADS_1
"Hebat kamu nak..." Puji Pak Saiful.
"Terima kasih ya Pak selama ini selalu dukung Riri..." Kata Riri.
Usai meluapkan kegembiraan dan berfoto keluarga di area gedung, kini mereka masuk ke dalam mobil akan kembali ke rumah. Mobil hitam Ervan kini berlahan-lahan menjauh meninggalkan gedung.
"Bu, tadi Riri kerasa mules habis itu hilang, trus satu jam mules lagi, hilang lagi..." Cerita Riri pada ibunya yang duduk disampingnya di kursi penumpang belakang.
"Waduh Ri, itu namanya sebentar lagi kamu mau melahirkan..." Seru Bu Sinta heboh.
"Ini nggak mules lagi Bu, HPL nya juga masih seminggu lagi...."
"Ri, itu sudah tanda-tanda kalau nggak besok ya nanti malam kamu melahirkan, nanti ke rumah sakit kalau mulesnya sering." Ujar Bu Sinta lagi.
"Ibu sama bapak nginap di rumah kita aja Bu, jaga-jaga kalau nanti Riri melahirkan Bu..." Kata Ervan panik.
"Iya Bu, Mas Ervan bener, ini pengalaman pertama Riri..." Kata Riri.
"Ya udah kalau gitu Bu, kita nginap di rumah Riri malam ini...." Kata Pak Saiful.
Ervan mengantar mertuanya ke rumah megambil pakaian kemudian melaju kembali ke arah rumahnya di Citr**and.
******
Selesai makan malam bersama ibu bapaknya yang menginap dirumahnya, Riri memutuskan cepat beristirahat malam ini. Dia merasa lelah karena acara Wisudanya tadi siang.
Sedangkan Ervan hanya bersiaga karena istrinya sudah menandakan tanda-tanda akan melahirkan, Ia juga sudah memesan kamar, dokter dan segala keperluan di rumah sakit PM untuk berjaga-jaga kalau memang hari ini istrinya melahirkan.
Berada di atas ranjang, Ervan memijat punggung Riri yang dari tadi mengeluh sakit. Hingga lama-lama tidak terdengar lagi suara ocehannya ternyata istrinya sudah terlelap merasakan pijatannya. Ervan menutupi tubuhnya dengan selimut dan menyusul berbaring di sampingnya.
"Mas, Mas, bangun Mas...." Riri menggoyangkan tubuh suaminya.
"Ya sayang..." Ervan bangun dengan masih keadaan mengantuk.
"Perut Riri sakit banget Mas, kayaknya mau melahirkan..." keluh Riri terbata menahan sakit.
"Mau melahirkan sayang!!! ayo kita ke rumah sakit sayang tenang ya...." Kata Ervan panik langsung meloncat dari tempat tidur melihat istrinya yang meringis kesakitan.
.
.
.
.
.
Next.......
nafas dulu ya zen.....
__ADS_1
terima kasih udah sabar nunggu up dari author.....
jangan lupa like koment vote ya......😘🙏🙏🙏🙏