Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP4-S2// Asap


__ADS_3

Malam hari keluarga Ervan berkumpul menikmati waktu bersama di depan ruang TV. Tidak ada yang menceritakan kejadian tadi siang pada Papa dan Mama mereka karena ancaman Abel.


"Pa, udah selesai belajarnya." Kata Raydan menutup buku gambarnya dan berlari ke pangkuan Ervan.


Raffa yang melihat Raydan langsung menutup buku ingin menyusul bersama. "Eits, mau kemana Raffa belum selesai ngitungnya..." Cegah Abel yang sekarang bertindak jadi guru privat.


"Ya Kakak..." Balas Raffa menurut.


"Pa, Ray udah selesai gambar, Ray minta hadiah dron..." Kata Raydan manja.


"Drone? Untuk apa sayang," balas Ervan binggung.


"Ray tahu dari siapa drone." Seru Riri yang juga binggung.


"Kayak punya Bang Nolan Ma..."


Abel yang mendengar kata Raydan tersentak kaget menepuk jidatnya, Nolan itu si songong pasti Raydan mengadukan kejadian tadi pagi. Bisa kena kultum 70 menit dari Mama dan Papanya.


"Untuk mainan Pa, dron terbangnya pakai remot..." Celoteh Raydan lagi.


"Jagoan, drone itu bukan mainan, tapi alat untuk orang dewasa kerja, jadi Ray belum bisa punya drone..." Terang Ervan.


"Abel, kenapa tiba-tiba Ray minta belikan drone," tanya Ervan penuh curiga.


Karena merasa tersudut akhirnya tidak ada lagi kebohongan diantara keluarga ini. Abel menceritakan semua kejadian tadi pagi dan alhasil dia mendapat kultum, omelan, nasehat dan sebagainnya. Masalah kehilangan Raydan tadi pagi pun sudah tidak di perbincangkan lagi. Anak-anak bocah pun sudah naik ke kamar masing-masing.


Kini hanya tersisa tiga orang dewasa diruang TV.


"Sayang, Mungkin tiga hari lagi kita ke kantor Om Ervin untuk ngebahas perusahaan kamu." Kata Ervan pada Abel mulai mengganti topik drone.


"Ya Pa, tapi Abel pengen fokus lanjutin kuliah Abel dulu ya Pa, InsyaAlloh kalau Abel lulus S1 cepat Abel bakal lanjut kuliah agronomi kalau nggak males, hehehe" Ujar Abel sambil terkekeh.


"Papa nggak akan maksa kamu sayang, terserah kamu nanti kedepannya mau seperti apa? lagi pula perusahaan juga sudah ditangani orang-orang ahli." Jelas Ervan.


"Ya Pa...."


"Tapi tetap setelah pengalihan perusahaan yang dikelola Miranda menjadi milik kamu seutuhnya dan semua keputusan yang menyangkut perusahaan harus atas persetujuan kamu sayang." Terang Ervan lagi.


Abel menelan ludahnya hanya mengangguk menerima nasehat dari Papanya, Sepertinya tidak mudah harus mengambil keputusan diantara banyak orang yang ikut mengelola perusahaan nantinya. Tapi Abel menepikan pikiran itu sekarang dia mau fokus ke masalah magangnya dulu.


"Oh ya Pa, Ma, besok Abel mau ijin ke kantor PT PPN untuk ngajukan magang semester depan..." Ucap Abel memulai pembincangan yang berganti topik lagi.


"Sayang, kamu magangnya ditempat Papa aja biar enak ngawasinnya, ngapain magang di PPN lokasi kerja mereka di area pertambangan, Papa nggak setuju." Seru Ervan kaget.


"Pa, please masa iya, Abel magang satu kantor sama papa, Abel mau mandiri cari tempat yang berbeda tanpa embel-embel Papa, Opah, tante Tiara atau siapapun." Keluh Abel.


"Papa bener Bel, mending kamu satu kantor sama Papa..." Ujar Riri.

__ADS_1


"Ma, Pa, please sekali ini aja, Abel mau cari suasana baru, lagipula Abel juga pasti jarang ke lokasi kerja..." Pinta Abel lagi.


Riri dan Ervan saling bersitatap, Riri menganguk pada suaminya dengan wajah memohon agar mengabulkan keinginan Abel.


"Baiklah Sayang, untuk kali ini boleh." Jawab Ervan.


Abel langsung memeluk Papanya, "Makasih Papaku yang ganteng." Rayu Abel.


"Ya Sayang, udah tidur sana..." Balas Ervan.


Abel bergegas naik keatas tangga menuju kamarnya, semua anggota keluarga ini pun bubar menuju kamar masing-masing.


******


Pagi ini semua sudah berada di meja makan untuk sarapan seperti biasa.


"Sayang, jadi hari ini mau ke PPN." Tanya Ervan pada Abel disela sarapan.


"Jadi, selesai sarapan Abel kesana." Jawab Abel.


"Kamu pakai mobil putih aja, biar papa pakai mobil hitam, sudah lama Papa belum servis."


"Nggak usah lah Pa, Abel pakai mobil hitam aja, kantor PPN di kawasan industri sayang kalau pakai mobil putih, lagi pula kemarin Abel pakai juga nggak apa-apa." Seru Abel lagi.


Setelah perdebatan mengenai penggunaan mobil, semua penghuni rumah sudah siap melakukannya aktivitas masing-masing keluar rumah.


Raffa berangkat sekolah di PM independen shcool bersama Ervan, Riri mengantar Raydan ke paud dekat komplek perumahan dan Abel berangkat terlebih dahulu keluar rumah menuju perusahaan PPN.


Diperjalanan Abel merasa ada yang aneh dengan mobilnya, tarikannya masih ringan tapi, suaranya agak berderuh. Awalnya dia pikir itu suara dari mobil-mobil besar yang di jalan. Tapi....


"Astagfirullahaladzim...." Abel membelalakan matanya terkejut melihat kepulan asap putih muncul dihadapannya dan sepertinya berasal dari kap mobilnya.


Dengan langakah seribu dia menepikan mobilnya sebelum mobilnya terbakar, begitu yang ada dipikiran buruk Abel panik. Dia mematikan mesin mobil dan bergegas keluar dari mobil roda besarnya melihat keadaan kapnya. Kepulan asap keluar dari celah kap mobil. Abel mulai panik, dia membuka kap mobilnya.


Wussss wussssss Wusssss, asap mengepul dari kap mobil hingga Abel terbatuk-batuk asap memasuki hidungnya.


Disisi yang lain laki-laki tampan dengan pakaian rapi dengan jasnya melajukan mobil sport biru jenis B*W i8. Tapi diperjalanan matanya tak fokus melihat mobil hitam yang terparkir dengan kepulan asap di kapnya.


Mata laki-laki itu lebih terkejut lagi melihat wanita di balik kepulan asap mobil roda besar itu, ia seakan terperangah melihat wanita itu dan tak bisa membiarkan itu terjadi.


Dia menepikan mobilnya didepan mobil hitam itu. Dia melepaskan jasnya dan keluar dari mobil mendekati mobil hitam itu.


"Hai, mobil kamu kenapa?" Tanya laki-laki itu.


Abel menoleh ke sumber suara, betapa terkejutnya dia melihat sosok Mas ganteng yang muncul disaat yang tepat, tadinya dia putus asa mungkin paling mentok yang menolongnya adalah sopir truk roda besar yang melintas karena jalanan ini sudah masuk kawasan industri.


"Hai, Aku bisa bantu..." Kata Mas ganteng membangunkan lamunan Abel.

__ADS_1


"Oh iya, muncul asap dari dalam kap mobil." Seru Abel mendadak salah tingkah.


Mas ganteng langsung mengulung kedua lengan kemeja putihnya hingga ke siku, ia dengan seksama memeriksa kap mobil Abel. Abel hanya diam mengamati Mas ganteng yang harum aroma parfumnya menutupi aroma asap yang sempat menyumbat rongga parunya. Entah kenapa Abel merasa senang dia menyempatkan tersenyum sendiri disela keadaan begini.


Semoga Mas ini tulus, kenapa aku jadi yang baper ya, kamu jangan GR dulu Abelia, ini jiwa kemanusiaan seseorang, mungkin Mas ini akan melakukan hal yang sama jika kamu itu seorang emak-emak jumbo. Batin Abel.


"Kayaknya radiatornya bocor kalau nggak olinya..." Ujar Mas ganteng.


"Aku nggak tahu Mas, asapnya muncul tiba-tiba." Seru Abel.


"Mobil kamu harus dibawa ke bengkel," kata Mas ganteng.


"Ya Mas, ini mau telepon bengkel terdekat." Kata Abel lagi.


"Disini bengkel jauh, lagi pula mobil jenis ini ada bengkel khusus," Seru Mas ganteng.


"Ya udah, aku telepon Papa aku aja, mau di apakan mobilnya." Balas Abel.


"Atau aku telepon bengkel langganan aku, biar dia periksa mobil kamu dan bisa langsung ditarik..."


"Bisa..." Jawab Abel tanpa pikir panjang, tidak ada pilihan lain.


Mas ganteng mengeluarkan ponsel dari sakunya, ia menjauh beberapa meter terlihat menelpon seseorang.


Ia mendekati Abel lagi. "Sebentar lagi mobil kamu akan ditarik orang bengkel." Seru Mas ganteng.


"Terimakasih ya, Mas," Ucap Abel.


"Nama kamu siapa, lebih enak kalau kita tahu nama masing-masing?" Tanya Mas ganteng.


"Nama Aku Abel Mas, Mas siapa?" Jawab Abel tersenyum memerah merona wajahnya karena kePDAn.


"Nama yang bagus, Aku Davin...." Balas Davin juga tersenyum pada Abel.


.


.


.


NEXT.


hehehe Thornya ngopi dulu nanti disambung senyum-senyumnya..


Wajah baru lagi kita kenalan dulu, Davin Putra Adiguna, 26 tahun. Salah satu dewan direktur perusahaan Adiguna grup milik keluarganya. Karakternya Sopan, tegas dan menjunjung tinggi kehormatan keluarga.


__ADS_1


sumber: @sattaphong


kasih semangat author Like Koment, kasih rate 5 yang punya poin boleh tebar untuk Vote. terimakasih


__ADS_2